처음 200줄입니다.
Indonesian Subtitling by: Randy Lin
- Ingin pesan apa? - Burger dan minuman saja.
Burgernya mau dibuat bagaimana?
Terserah.
Oke, semuanya 4 dolar.
- Makan disini? - Tidak.
Oke, segera kami antar.
Ibu, kenapa wajah perempuan disana seperti itu?
Teruskan makan, sayang.
- Apakah itu akibat kecelakaan? - Ya. Ayo makanlah.
Stop melihatku! Stop melihatku!
Aku tahu bagaimana wajahku.
Kalian pikir aku mau terlihat begini? Kalian pikir aku mau?
Dinasti Han, semasa berkuasa, terkadang membiarkan musuhnya hidup,
menodai musuh-musuhnya dengan cara yang sangat aneh.
Itu adalah pesan untuk semua yang mau melawan mereka
yang artinya mereka akan mati, atau terluka sebagai akibatnya.
Mereka paham akan akibat psikologis yang akan dihasilkan.
Ada harga yang harus dibayar untuk setiap tindakanmu.
Pada saat mereka siap perang, berarti kematian sudah dekat.
Suruh ayahmu bawakan aku campuran sperma, ludah & cairan dubur, sepulang kerja, oke?
Buatkan rasa cherry.
Bradley, sudah sering kubilang jangan ganggu Ravi dan cari kursi lain.
Hanya kursi ini yang tersisa, saat tadi aku masuk.
Kalau begitu tukar dengan Bernard.
Kita lanjutkan tentang pentingnya pola pikir bangsa China
yang mendalami ide untuk berbalas jasa kepada alam tak nyata.
Aku punya kostum paling hot buat pesta nanti.
Mereka berteriak, "Kami doyan seks, tapi bukan denganmu."
- Kita narsis sekali. - Aku tak peduli.
- Siapa sih yang mengadakan pesta ini? - Mungkin Stephanie.
Dia terus mencoba dekati kita agar jadi temannya.
Dia sungguh pecundang.
Jadi kita minum alcoholnya, mengacaukan rumahnya tapi tetap acuh padanya.
Kau sadar suatu hari nanti kita akan masuk neraka?
Dan menjadi cewek paling panas disana.
Itu rencananya.
Ya Tuhan.
Itu Emily si jalang kecil. Ayo kita kerjain.
Hei, cewek seksi.
- Pergi ke pesta kostum minggu depan? - Tidak.
Ayolah, kita akan bersenang-senang.
Bahkan mungkin kau bisa "belah-duren" untuk pertama kali.
- Ya, beberapa pria suka orang aneh. - Ya, Emily, tidak mau bersenang-senang?
- Aku tidak diundang. - Apa?
Maksudmu, kami diundang tapi kau tidak?
Aku tak mengerti. Maksudku, lihat dirimu. Kok bisa tak diundang?
Kenapa selalu kejam padaku? Aku tak pernah berurusan dengan kalian.
Kami bukan kejam, tapi jujur.
Mungkin kalian bisa menyukaiku bila kalian beri aku kesempatan.
Aku meragukan itu.
Ya Tuhan, kau takkan menangis kan?
- Oh Tuhan. - Jangan pergi. Jadilah teman kami.
Apa kabar?
Pernah lihat Workley?
Dia meninggal 8 bulan lalu.
Aku keponakannya. Dia wariskan rumahnya padaku.
Aku turut berduka cita.
Namaku Parker.
- Aku Dane. - Senang bertemu denganmu Dane.
8 bulan. Semuanya pasti terpukul mendengar itu.
Kami berdua veteran perang Vietnam.
Kami punya banyak cerita bersama.
Kau dan temanmu sedang mengerjakan sesuatu?
Ya.
Ya, sekedar menyiapkan tempat ini.
Boleh juga petikan senar banjomu.
Beritahu aku kalau ada perlu, aku tinggal sekitar 1 mil dari sini.
Terima kasih.
Aku bukannya mau ikut campur,
tetapi rencana kalian takkan berhasil.
- Maaf? - Jebakan.
Lapisan atas terlalu kokoh. Mereka pasti berjalan diatasnya.
Yang kau butuhkan adahah perangkap. Aku punya banyak.
Ya.
Ya, mungkin saja. Terima kasih.
Aku cuma menawarkan.
Hei, Ravi.
Ya, aku sedang menontonnya.
Aku pikir itu...
Mengerikan, menjijikkan.
Sempurna.
Para tamu akan kita jemput dengan truk.
Triplets akan mengendarai ATV di hutan, memakai kostum yang sama dengan kita.
- Takkan ada yang lolos. - Ide cemerlang.
Bertahun-tahun nonton film horror,
hal terbaik adalah mempraktekannya.
Aku tahu cara yang sempurna untuk memanfaatkan keahlian Jack bermain banjo.
Apa? / Mencium sesuatu?
Kau mau membunuhku.
- Kawan. - Dia menuju kemari.
- Kawan. - Mencoba datang kemari?
Pulang ke India, anjing.
Bernard, aku yakin ini milikmu.
Terima kasih, datang lagi.
- Maaf. - Kembali ke tempatmu.
Disini tak ada saos celupan "hummus" buatmu.
Tak usah khawatir.
- Hei kalian, apa kabar? - Hai, Kurtis.
Aku barusan dapat kesempatan pertamaku muncul di iklan TV.
Kalian sedang melihat wajah baru bintang iklan sepatu Yums
Rekaman video pada hari Jumat. Kalian datanglah melihat.
- Itu kabar hebat. - Hei, kalian tak pernah tahu.
Lain kali saat kalian melihatku,
aku berada di perhelatan Oscars menerima penghargaan aktor terbaik.
Ravi, seingatku kau mendapatkan kamera saat ulang tahunmu.
Bisa tolong foto aku untuk semacam pembuatan sesi di-balik-layar ?
- Mau membantuku? - Ya, tentu.
Bagus. Jadi kalian bakal datang nanti?
Baiklah.
- Aku menyukai Kurtis. - Aku juga.
- Pastikan dia tidak hadir ke pesta. - Ya.
Dia bukan gerombolan mereka.
- Ada apa? - Ada apa?
Ada apa? Aku ingin kalian datang. Aku sedang membuat video.
Lihat.
Oh Tuhan.
Aku tak sabar menanti pesta minggu depan.
- Apa? - Kau bercinta dengan Tommy.
- Kata siapa? - Ada di telepon selularmu, bodoh.
"Aku tak sabar mencicipimu lagi."
Kau jalang. Berikan padaku.
- Itu memalukan sekali. - Santai saja.
Kita sudah akrab sejak masa sekolah. Kok tak pernah cerita sih?
Dia memintaku berjanji untuk tidak bilang siapapun termasuk kalian.
Kami harus diam-diam, karena dia masih berpacaran dengan Nadya.
- Aku menemuinya malam ini. - Kami cuma main-main, takkan cerita.
Lagipula, Tommy lumayan keren.
Aku benci cewek Rusia itu. Aku senang kau selingkuhi pacarnya.
Itu semua wajar dalam hal seks dan sekolah.
"Kusadari aku merasa puas.
"Kutemukan kedamaian dalam hidupku,
"dan aku tidak takut.
"Untuk kali pertama, aku tidak takut."
Iya, Bu?
Ada apa dengan kotak-kotak itu? Aku lihat kau mengepak barang.
Cuma sedikit bersih-bersih.
Apakah semua baik-baik? Belakangan kau sangat pendiam.
- Ya, biasa saja. - Oke.
"Suatu malam.
"Suatu malam terakhir."
Aku sungguh menghargai kedatangan kalian. Ini berarti banyak bagiku.
- Kapan saja, teman. - Temanku.
Sekarang biar aku bersihkan lensanya dulu.
- Aku segera kembali. - Baiklah.
Kau pasti agak gugup kan?
Sedikit. Tapi aku pasti percaya diri nanti.
Jepret!
Dengan siapa kita disini? Kalau bukan bintang film "Slumdog Millionaire".
Ada apa, bin Laden?
- Aku India, bukan Arab. - Maaf aku salah.
- Bukan, itu ada bulatan di dahinya. - Itu tak penting.
- Apa itu, sayang? - Teknologi.
Berikan padaku.
Sunni melakukan pengintaian pada telepon-selular-teroris nya. Bagaimana?
- Becandanya selesai. - Belum selesai.
Kembalikan.
- Kelihatannya kita menemukan seorang teroris. - Aku menangkap teroris, Bill.
- Aku berhasil membekuknya. - Bagaimana kejadiannya?
Saat itu dia melihat-lihatku dengan geli.
- Ingat pertandingan rugby tingkat negara bagian? - Tentu saja.
Nyaris.
Bradley pada jarak 30 Yard! 20 Yard!
- 10 Yard! - Ayo, ayo. ayo!
- Touchdown, Bradley. - Dan penonton bersorak-sorai.
- Mengapa kau lakukan itu? - Tenang, nona.
- Sebab aku senang melakukannya. - Maka hal ini terjadi.
- Jangan sedih begitu. Ravi, mereka memulai.
- Ada apa? - 3 kacang polong dalam 1 buah polong.
- Cuma nongkrong dan ngobrol. - Ada apa dengan kameramu?
- Ada apa? - Apakah kalian merusaknya?
- Apakah dirusak? Jadi sudah rusak? - Dengan berat hati, ya.
- Aku ingat kau. - Tidak, kau...
Ya, aku yang merusaknya.
Pertanyaannya, lalu kau mau apa, hah?
Lalu kau mau apa?
Aku kasih tahu.
Kau hajar aku, aku belikan dia kamera baru. Bagaimana?
Aku tak bisa mengalahkanmu.
Tidak bisa? Aku tahu kau bisa mengalahkanku.
Tahu mengapa?
'Karena kau adalah pecundang.
Itulah sebabnya.
Tahukah kau kenapa aku berbuat hal-hal ini padamu?
Tahukah? Aku melakukan sebab aku tahu kau tak mampu menghalangiku.
Ayo keluar.
- Tinggalkan banci-banci ini. - Aku yakin ini milikmu.
Segera.
Secara individual, zat-zat kimia ini tak berbahaya, tapi bila dicampur
akan membentuk senyawa yang mudah terbakar
dan mampu melelehkan baja sekalipun. Ini sebenarnya sungguh berbahaya.
Jadi tugas kalian di rumah yaitu menemukan 2 zat kimia yang sifatnya sama.
Aku minta maaf. Kameranya tak dapat kuperbaiki.
Sudahlah, bukan salahmu.
Sudah waktunya seseorang memberi mereka peringatan.
Sekaranglah saatnya.
Hei Bradley, aku mau memanggilmu.
- Ada apa? - Lihat, teman, sebaiknya kau jangan ganggu temanku.
Awas kau.
Kau tidak akan takut.
No comments yet. Be the first to leave one.