Curb Your Enthusiasm

Curb Your Enthusiasm

Indonesian 자막 다운로드

시즌 9

릴리스 정보

Curb Your Enthusiasm - Ninth Season (2017) - HBO Go Retail Completed
다음의 해설 Chesapeake_Ripper
Retail HBO Go

태그

other
게시일: 2021-05-28
다운로드: 32
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

Seekor burung robin menghias sarangnya

Dia tidak punya banyak waktu istirahat

Saat mengumpulkan tali dan ranting

Meski perburuannya sulit

Dia punya lagu gembira untuk dinyanyikan!

Tentu saja sebuah lagu memudahkan pekerjaan

Karena sesendok gula membantu menelan obat

Menelan obat

Menelan obat

Karena sesendok...

Sial!

Hei!

Kenapa kau tidak membiarkan pintunya terbuka?

Tidak ada "silakan"?

Aku tidak merasa harus mempersilakan.

Kenapa? Aku wanita, bukan?

- Ya. - Sungguh?

Kukira kau bukan tipe yang mau dibukakan pintu oleh lelaki.

- Aku tipe apa? - Pokoknya tipe.

Rambutmu pendek. Kau memakai dasi.

Kau mengenakan rompi. Penampilan yang khas.

Jadi kau memandangku lalu membiarkan pintu tertutup.

Kukira kau tak ingin dibukakan pintu. Itu saja.

Aku berusaha tidak menyinggungmu...

Tapi aku berakhir menyinggungmu, dan itu sedikit ironis.

Memang ironis...

Karena aku suka pintu dibiarkan terbuka untukku!

- Paham maksudku? - Juga karena ada jarak.

- Jadi ada tipe ditambah jarak. - Kau punya persamaan?

- Ya, tipe... - Kau punya persamaan untuk...

- Ya, persamaan matematika. - Baiklah.

Tipe ditambah jarak sama dengan pintu tidak ditahan.

- Dari mana kau dapat persamaan itu? - Aku mengarangnya.

Yang kurasakan darimu adalah persamaan yang tak masuk akal.

Kau paham maksudku?

Tapi kau tidak bisa membantah jaraknya.

Itu...

Itu faktor besar.

"Fatwa! The Musical" ditulis oleh Larry David!

Akhirnya!

Lima tahun.

Kau menulis musikal tentang Salman Rushdie...

Yang hidupnya hancur karena dia dapat fatwa.

Ancaman mati dari komite Ayatullah.

Banyak hal lucu dalam musikal itu.

Siapa yang memerankan Salman Rushdie dan Ayatullah?

Salman Rushdie, aku tidak tahu. Tapi Ayatullah...

Aku tertarik memerankannya.

- Kau sebagai Ayatullah? - Entahlah. Mungkin tidak.

- Kemungkinannya kecil. - Idenya payah, Lar.

- Itu ide bodoh. - Benarkah?

- Apa idemu? - Fatwa.

Serius? Seolah kau teladan dari semua selera.

Larry, aku menyaksikan banyak musikal di Broadway.

- Ini kantorku. - Ini ide bodoh! Fatwa!

Penonton tidak ingin menyaksikannya. Mereka ingin musikal bersemangat!

Kau tidak mengerti apa-apa. Kau terdengar seperti orang bodoh.

- Benarkah? - Benar sekali.

Itu ide bagus. Lagi pula, sedang apa kau di sini?

Aku tadi di sekitar sini sedang mencari tempat.

- Apakah dia tahu? - Tidak.

Tebak siapa yang akan menikah?

- Sammi akan menikah? - Ya, Samella kecilku. Ya.

- Siapa calon suaminya? - Dia veteran.

- Veteran perang Afganistan. - Benarkah?

Dia mantan marinir.

Bukankah kau harus waspada...

Dengan PTSD?

Dia tidak punya PTSD.

Aku pasti tahu. Aku tahu banyak hal.

Kau tidak tahu. PTSD menurun dalam 1-2 tahun.

Dia bisa bangun tengah malam lalu memukul.

- Apa itu? - Dia bisa bangun...

- Seperti itu. - Baiklah. Kalian bodoh.

Si bodoh yang malang.

- Pencukur rambutmu tiba. - Ya, suruh dia masuk.

- Kau mencukur rambut di kantor? - Ya.

- Betty! - Hai, Susie.

- Apa kabar, sayang? - Baik.

- Hai, Jeff. - Hai, Betty.

- Apa kabar? Senang bertemu kau. - Senang bertemu kau.

Aku sangat minta maaf.

Tidak masalah. Aku sudah melupakannya.

- Benarkah? - Ya, tidak masalah.

Jangan khawatir.

Dia tidak membuka pintu untukku. Singkatnya begitu.

- Karena... - Aku berjalan ke arah pintu.

- Dia tidak membukanya. - Dasi.

- Membiarkan pintu tertutup. - Rambut pendek.

- Itu menyinggungku karena... - Dan rompi.

- Kenapa aku menahan pintu untuknya? - Karena dia mengira aku tidak mau.

- Aku sungguh minta maaf. - Kau tahu? Tidak apa-apa.

Sudah berlalu.

- Itulah Betty! Betty. - Tidak apa-apa.

Kau terlalu baik. Asal kalian tahu.

Kebetulan dia juga lesbian.

Dan dia menikahi pasangannya beberapa minggu lalu.

Dia lesbian. Dia sangat bangga punya teman lesbian.

- Tahu tidak, Larry? - "Lihat aku, semuanya!"

"Aku sangat keren. Aku berteman dengan lesbian!"

Aku punya banyak teman lesbian sebelum kau tahu arti lesbian.

Omong-omong...

- Apa aku butuh cukur rambut? - Bisa saja.

Tahu tidak? Aku bisa mencukur rambutmu.

- Benarkah? - Ya. Aku bisa datang ke rumahmu.

- Aku akan membuka pintu untukmu! - Baiklah.

- Bagus, bukan? - Benar!

- Benar! - Baiklah.

- Baiklah. - Baiklah.

Asistenku yang lama hilang!

- Selamat datang kembali! - Terima kasih.

Selamat datang. Kau menikmati liburan dua hari tanpa izin.

Tidak, itu bukan liburan.

- Bukan? - Bukan.

Aku sembelit parah.

- Aku tidak bisa buang air besar. - Aku tahu sembelit.

Kau tidak bekerja dua hari karena sembelit?

Ya, untungnya hanya dua hari.

Seluruh dunia sembelit! Setengah populasi sembelit!

Aku menikah saat sembelit. Orang beraktivitas saat sembelit.

Kau tidak menginginkanku di sini. Aku tidak mau...

Tidak, aku menginginkanmu di sini. Kenapa tidak?

Aku sulit bekerja saat merasa berat.

Aku seperti mengenakan ban dalam semen.

Aku harus datang agar itu terjadi.

Jujur saja, itu belum terjadi.

Peristiwa bahagia belum terjadi?

Sudah terjadi sebagian, tapi aku akan berjuang di kantor...

Agar kita bisa menyelesaikan pekerjaan.

Kau akan berjuang.

Nona, aku mengagumi keberanianmu.

Ini salah satu dari banyak bidang yang masih kurang diteliti.

Mungkin kau bisa memperjuangkan perkara sembelit.

Kau bisa menggalang dana.

Kau bisa meningkatkannya dan punya banyak penggalang dana.

Kau bisa membentuk kelompok berkumpulnya orang sembelit...

Dan membicarakan masalah mereka.

- Aku tidak... - Atau ingin tahu usul lain?

Daripada duduk di kursi, letakkan dudukan toilet.

Buatlah kamar mandi kantor.

Mungkin bisa dipertimbangkan nanti jika kau mau memeriksa pipa leding.

- Ayolah, itu bukan ide buruk. - Omong-omong.

Aku dapat pesan suara dan Richard Lewis menelepon.

Sayangnya, burung parkitnya mati.

- Apa kau pernah menemuinya? - Ya, pernah.

- Bagaimana pemampilannya? - Mirip burung.

Dia mirip burung.

Aku akan menghiburnya lewat SMS. Bagaimana?

Menurutku untuk kematian, terkadang, SMS tidak cukup.

Ya, mungkin jika orang yang mati, aku setuju denganmu.

Baiklah. Selesai. Dia pasti menyukainya.

Boleh minta tolong?

Tinta pena ini habis. Aku butuh isi ulang.

Paham? Pergilah.

- Dan kau... - Pergilah. Kau ada isi ulang.

Kau punya isi ulangnya.

Kau punya isi ulangnya!

Aku takut akan menghilangkan benda sekecil ini.

Kau simpan ini.

Aku akan mencari isi ulangnya.

- Baik. - Baik.

Pertimbangkan toilet tadi.

- Kursi toilet. - Baiklah.

Duduklah di sana di depan mejamu!

Ide yang lumayan!

Hei!

- Ada apa? - Pelankan suaranya. Terlalu keras.

- Apa yang terlalu keras? - Aku mendengarnya di jalan.

Tunggu. Biar aku matikan.

- Kau sedang apa? - Sudah puas?

- Kau sedang apa? - Mengaso. Kau?

- Mengaso? - Bersantai.

- Beristirahat. Berleha-leha. - Kenapa bukan bersantai?

Ada apa dengan bersantai? Harus pakai kata baru? Mengaso?

Mengaso artinya aku bisa bermalas-malasan...

Dengan celana pendek dan baju tanpa lengan. Kakiku kotor.

Kalau bersantai? Harus pakai baju lengkap?

Kau bisa jalan-jalan dan bersantai. Paham? Kau berdiri.

- Kau bersantai sambil berdiri. - Aku mengerti.

Slang kalian keren. Jujur saja.

- Apa slangmu? - Perlente.

- Itu kemeja perlente. - Astaga.

Simpan kata perlente itu. Simpan saja.

Perlente tidak populer, ya?

Aku tidak mau mengucapkannya secara tidak sengaja.

Dengarlah.

Asistenku tidak bekerja selama dua hari.

Kau tahu kenapa? Tahu apa yang dikatakannya?

- Apa? - Dia sembelit.

Siapa yang tidak bekerja karena sembelit?

Pernah dengar itu?

- Tidak ada. Ayolah. - Konyol.

Aku merekam porno saat sembelit.

Aku lari maraton 5 km saat sembelit. Yang benar saja.

Aku ikut lomba makan hot dog...

- Saat sembelit. - Tunggu sebentar.

Kau merekam porno?

- Serius? - Serius.

Juga lomba makan hot dog saat sembelit.

Dan aku tetap menang. Itu bukan alasan.

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left