처음 200줄입니다.
"Syuting drama ini disaksikan oleh wali sang aktris cilik"
"Swalayan MS"
"Episode 7"
"Swalayan MS"
"Swalayan MS"
Aku mau membayar.
Kami sudah tutup.
Tunggu.
Tidak masuk akal.
Kalian masih buka satu jam lagi.
Tidak apa-apa, kamu masih bisa berbelanja.
Dia dilarang belanja di sini.
Baiklah.
Berikan keranjangmu.
Hei! - "Hei"?
Aku akan kembali lain kali.
Benarkah?
Kamu berbelanja untuk Yul, bukan?
Dia membeli barang yang sama, tapi membayar tanpa membawanya.
Benarkah? Kalau begitu, aku akan membawanya.
Jangan khawatir. Dae Sung baru saja mengantarnya.
Yul ada di kantormu, bukan?
Ya.
Tapi...
Ya?
Aku tidak mau putramu terlalu dekat dengan putriku.
Boleh kutanya kenapa?
Yul masih kecil dan melihat situasi dunia saat ini,
aku khawatir.
Kalau begitu, kamu sudah dengar beritanya?
Bahwa putranya diinterogasi polisi?
Aku melihat semuanya.
Dia mendorong pimpinan asosiasi wanita dari lantai empat.
Aku baru kembali dari memberikan pernyataan kepada polisi.
Kamu tidak melihat apa pun.
Dia melakukan ini.
Dia mengarahkan lem tembak ke wajahnya seperti ini.
Aku tidak perlu melihat untuk tahu apa yang terjadi.
Sial.
Sial.
"Wortel, Kubis, Labu, Bawang Bombai"
Kamu lihat bekas luka ini?
Putranya melakukan ini kepadaku.
Dia memecahkan tengkorakku.
Aku hampir mati malam itu.
Keluar. Pergilah sebelum aku memecahkan tengkorakmu lagi.
Apa? Lakukan! Aku menantangmu!
Aku punya saksi.
Ayah dan anak bisa masuk penjara bersama.
Pecahkan tengkorakku lagi! - Tunggu.
Kamu bilang putramu menemui Yul.
Kamu yakin untuk mengantar barang?
Tentu saja.
Jangan percaya ucapannya.
Pak Seo.
Yang benar saja.
Kamu... Pergi dari sini.
Pergi dari sini. Cepat. - Sial.
Aku tahu bukan kamu pelakunya.
Bagaimana kamu tahu?
Benarkah kamu melihat sesuatu malam itu?
Tidak apa-apa, Yul. Tidak akan terjadi hal buruk.
Jadi, ceritakan semuanya.
Tentang apa?
Luka lecet ini.
Apa ayahmu penyebabnya?
Kenapa kamu mengganggunya?
Biar kuperingatkan. Jangan mendekati putriku lagi.
Sekarang, jangan pergi ke swalayannya.
Kenapa? - Kamu terlalu tertarik padanya!
Kenapa... - Kamu khawatir aku mungkin tahu
kalau kamu menyakitinya? - Tidak!
Ayahku tidak menyakitiku.
Menyakitinya?
Yul. Apa maksudnya?
Kamu terluka? - Ayah, ayo cepat pulang.
Yul, kamu tidak perlu takut.
Kamu bisa aman.
Jika mau, kamu bisa ikut denganku, bukan ayahmu.
Kamu tahu polisi wanita itu, bukan?
Aku bisa memastikan ayahmu tidak akan menyakitimu lagi.
Kamu tidak perlu tinggal dengannya.
Apa yang kamu...
Ada apa ini?
Ada apa?
Apa? Apa yang terjadi? Cheon Kyu.
Apa yang terjadi? Kalian bertengkar?
Kurasa dia menyakiti Yul.
Tapi Yul tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.
Apa...
"Pendaftaran Berbasis Deposit, Penjualan Mendesak"
Yul.
Mari kita pergi, ya?
"Pendaftaran Berbasis Deposit, Penjualan Mendesak"
Berengsek!
Kamu... Aku akan membunuhmu! - Hei!
Beraninya kamu. - Berengsek.
Dasar penipu.
Aku lebih baik darimu.
Kamu mendompleng pada istrimu.
Berengsek. Kamu bilang akan membiarkanku menyanyikan lagu tema
jika jual mainanmu secara eksklusif. Kamu bilang begitu, bukan?
Kamu tidak hanya menginjak-injak keinginanku menjadi musisi,
tapi juga menyebut putraku pembunuh.
Aku tidak menuduh siapa pun.
Aku hanya mengatakan fakta. - Berengsek.
Aku hanya mengatakan yang kulihat. Aku dibebaskan
setelah polisi menginterogasiku di kantor polisi.
Tentu saja, kamu harus berada di kantor polisi.
Kamu pembunuhnya, bukan?
Kenapa mereka membebaskanmu? Polisi itu sepupumu?
Aku dibebaskan karena putramu pelakunya.
Dasar lintah!
Apa? Kamu menyebutku lintah?
Berengsek! Astaga.
Hei. - Berengsek.
Beraninya kamu asal bicara. - Sial.
Kamu...
Berengsek. Aku akan memakai wortel ini
untuk menusuk lehermu!
Aku akan membunuhmu dengan ini.
"Swalayan MS"
Astaga.
Yang benar saja.
"Swalayan MS"
Kurang ajar...
Sialan.
Minggir!
Apa itu tadi? - Dasar berengsek!
Hei.
Sayang.
Astaga. Apa yang terjadi padamu?
Dia memukulimu seperti ini?
Dasar berengsek! Astaga.
Kamu hanya punya ketampanan. Teganya dia melakukan ini kepadamu.
Dasar... - Ibu.
Bos. - Astaga. Yang benar saja.
Bukan hanya ketampananku yang kumiliki.
Aku memilikimu.
Lihat wajahmu. Astaga.
Yang benar saja.
Duduklah.
Kenapa kalian kembali bersama?
Apa terjadi sesuatu?
Tanganmu kenapa?
Ini...
Siapa kamu? - Hei.
Dia sedang menjalankan misi.
Dia menjalankan misi. - Apa itu Ikan?
Ya, dia Ikan.
Apa?
Dia sangat cantik. - Aku menjemput mereka
dari polsek.
Polsek...
Polsek? - Polsek?
Kami menangkap penguntit Sayuran.
Astaga. Kenapa wajahmu?
Jangan wajahmu. Wajahmu harus tetap bersih.
Baiklah.
Entah apa aku harus bilang kalau kamu beruntung.
Kami sudah memastikan mantan suamimu bukan pembunuhnya.
Dia ada di Filipina di sekitar waktu pembunuhan.
Tapi saat tinggal bersamanya, kamu menemukan hal yang tidak biasa
tentang dia sebelum dan sesudah pembunuhan?
Dia hanya kasar kepadaku.
Orang yang mengenalnya bilang dia pria sejati.
Begitulah suami yang kasar!
Kamu seharusnya meminta bantuanku.
Jadi, apa yang akan kamu lakukan sekarang?
Aku menelepon ibuku.
Aku sungguh tidak ingin memberitahunya.
Aku akan tinggal bersama ibuku untuk sementara.
"Park So Hee, Pemilik Meonji"
Halo.
Meonji lagi?
Ayolah. - Kamu baik-baik saja?
Ulurkan tanganmu.
"Swalayan MS"
Kenapa kamu bersikap baik?
Kamu merasa bersalah karena mencurigaiku?
Tidak. Untuk apa aku mencurigaimu?
Kamu mencurigaiku.
Kamu bertanya apa aku pelakunya pagi ini.
Soal itu? Aku masih bermimpi. Aku setengah tertidur.
Orang lain boleh mencurigaiku, tapi jangan kamu.
Bahkan saat polisi mencurigaimu, aku tidak pernah mencurigaimu.
Kenapa kamu tega?
Lupakan saja.
Berkat itu, kami bisa mengamankan Sayuran.
Mantan suaminya juga akan dihukum.
Tapi aku sangat kecewa.
Kubilang aku tidak mencurigaimu.
Aku tahu bukan kamu pelakunya.
Sekarang kamu bilang begitu? Setelah memastikan semuanya?
Tidak. Bahkan sebelum itu.
Menurutku Produk lebih mencurigakan...
Hei, jangan konyol.
Kamu mengira dia membunuh orang?
Aku paham kamu kesulitan karena menjadi tersangka.
Tapi jangan lakukan itu.
No comments yet. Be the first to leave one.