처음 141줄입니다.
Kau membuatnya terlihat mudah You make it look easy
Ku sedang berpikir keras sekarang I'm thinkin' hard right now
Karena, kutahu bahwa kau inginkanku Cause, I know that you want me
Dari luar dalamnya From the inside out
Kau buatku terdiam You got me speechless
Ku bicara terlalu banyak I'm runnin' my mouth
Aku merahasiakannya I was keeping it secret
Tapi kata-kata itu keluar But the word got out
Kau cepat, lalu melambat You're fast, then you're slow
Kenapa kau dingin, lalu progresif Why you cold, then you're forward
Kau memikatku sekarang You're luring me out now
Sampai dindingnya runtuh Till the walls come down
Ya, lalu tidak Yes, then you're no
Tapi ku tak melepaskannya But I'm not letting go
Ku kan jadi kontradiksimu I'll be your CONTRADICTION
Kontradiksi CONTRADICTION
Ku kan jadi kontradiksimu I'll be your CONTRADICTION
Ku kan jadi kontradiksimu I'll be your CONTRADICTION
Kau cepat, lalu melambat You're fast, then you're slow
Kenapa kau dingin, lalu progresif Why you cold, then you're forward
Kau cepat, lalu melambat You're fast, then you're slow
Ya, lalu tidak Yes, then you're no
Tapi ku tak melepaskannya But I'm not letting go
Ya, lalu tidak Yes, then you're no
Ku kan jadi kontradiksimu I'll be your CONTRADICTION
Dewa yang turun di atas arena,
sudah dikalahkan oleh Jeon Jae-San.
Apa ada respons dari Jae-San?
Tak ada, begitu pula dengan Man-Deok.
Jadi, hanya anak-anak yang tersisa saja dikirimkan ke alam suci, ya.
Menelan semua dan mengembalikan ke kehampaan.
Itulah tujuanku.
Jadi, ini kekuatan kunci itu?
Ini gila sekali.
Apa-apaan itu? Memangnya dia Dewa?
Mo-Ri! Mo-Ri!
Mo-Ri!
Kenapa kau melamun?
Aku juga khawatir dengan Seung-Ah dan yang lainnya.
Sekarang...
Dae-Wi!
Mereka sudah mencapai batasnya, ya.
Dia selalu gunakan Charyeok untuk lindungi Seung-Ah dan yang lainnya.
Benarkah?
Kita harus mundur.
Lebih baik kita berkumpul ke tempat Il-Pyo dan...
Aliran Pedang Cahaya Bulan: Jurus Ketujuh.
Akan kubuat semuanya jadi kehampaan.
Terima ini!
Tak berguna sama sekali.
Yang menentang Dewa hanya akan mati dalam penderitaan.
Kau memilih jalan ini hanya untuk puaskan harga dirimu saja?
Bukan!
Aku tak bisa memaafkanmu!
Apa yang kau lakukan pada Il-Pyo, Seung-Ah, Dae-Wi, Mi-Ra...
Cepat minta maaf pada semua orang yang kausakiti!
Teknik totok milikku itu,
teknik terkuat yang mampu keluarkan kekuatan yang tak terhingga.
Tapi tubuhmu takkan tahan kalau kau terus menggunakannya terus-menerus.
Untuk mendapat kekuatan dan kecepatan di saat bersamaan.
Aku harus lewati batasanku!
Ayo cepat kalahkan dia!
Tendangan Naga Biru Kembar!
Apa-apaan kekuatannya itu?
Mo-Ri!
Mo-Ri, bertahanlah!
Jangan harap kau akan mati dengan mudah.
Lari.
Yang Mulia! Yang Mulia!
Persiapan kita untuk menyerang sudah selesai.
Tolong perintah Anda!
Kalian tak perlu keluar.
Memanjanglah, Nyoibo!
Mustahil.
Karena itu si penjaga kunci sampai kalah,
dengan bocah itu.
Seiten Taisei?
Benar, inilah...
Ya ampun.
Makhluk apa yang sebenarnya diambil dan dibesarkan oleh Jin Tae-Jin?
Mo-Ri?
Kekuatan apa itu?
Memendeklah, Nyoibo.
Perlihatkan padaku.
Seluruh kekuatan ada di tanganku.
Tak ada yang bisa melahap semua kehampaan ini kecuali aku!
Sudah kubilang, takkan kumaafkan!
Memanjanglah, Nyoibo!
Ini untuk Dae-Wi!
Ini untuk Mi-Ra!
Ini untuk Seung-Ah dan yang lainnya!
Ini untuk Il-Pyo!
Bukan.
Minta maaflah!
Bukan!
Minta maaflah!
Bukan!
Bukan!
Aku bukan pencundang!
Berkumpullah, Kinto-un!
Jatuhlah!
Jatuhlah!
Jatuhlah!
Jatuhlah!
Jangan-jangan, ini...
Berbeda dari kita, kekuatannya, bukan berasal dari kekuatan pinjaman.
Dia yang sekarang, adalah Dewa itu sendiri.
Tak mungkin.
Tn. Man-Deok, selagi sempat.
Mo-Ri, kau...
Apa kau benar Mo-Ri?
Mo-Ri!
Bertahanlah!
Di mana yang sakit?
Aku lapar.
Dia Jin Mo-Ri, ya.
Benar.
Ya, ingatanku masih bercampur aduk.
Aku tak tahu apa yang terjadi, tapi aku sedikit mengetahuinya.
Jadi, yang mana?
Sakit! Sakit!
Sakit! Sakit! Sakit!
Mo-Ri!
Serahkan kekuatan itu.
Serahkan kekuatan itu.
Hasrat kebencian yang luar biasa.
Hentikan itu.
Kinto-un! Nyoibo!
Kemarilah, sekali lagi!
Sial! Kenapa?
Percayalah sedikit kepada teman-temanmu, Jin Mo-Ri.
Il-Pyo?
Bodoh! Kau harusnya jangan bergerak dulu!
Ya, kita memang bodoh, ya.
Kalau tak mati, kebodohan itu takkan hilang, ya.
Baiklah.
Ayo, para orang bodoh.
Lu Bu Fengxian!
Parade Malam 100 Iblis!
Mo-Ri!
Maju!
No comments yet. Be the first to leave one.