Prozac Nation

Prozac Nation

Indonesian 자막 다운로드

릴리스 정보

Prozac Nation (2001) 1080p WEB-DL
다음의 해설 CoolBreeze
Perjuangan seorang gadis muda di tahun pertama Harvard yang mengalami depresi sekaligus penulis yang berprestasi.

태그

webdl
게시일: 2024-07-27
다운로드: 79
청각 장애인용: No
FPS: 24

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

PROZAC NATION ( memoar 1994 oleh Elizabeth Wurtzel tentang pengalaman depresi & penyakit mental...

...termasuk pengobatannya dengan pil Prozac dan obat-obatan lainnya )

Translated by: "CoolBreeze"

"Subdl, Subsource & Subscene'best"

Collection of 50 's to 90 's and Early 20 's Translated by: "CoolBreeze"

Sebuah Kisah Nyata

Mundur... mundur... mundur.

Kau mundur sejauh mana?

Ibu ayahku berpisah sebelum aku 2 tahun.

Dan sejak itu, ayahku hampir tak ada untukku,

dan ibuku terlalu mencampuri kehidupanku.

Dia ingin memperbaiki semua kesalahannya melaluiku.

Suatu malam, ada sesuatu di celanaku, seperti noda darah.

Ibuku bilang,

"Oh, wah, kau mens.

Di sinilah semua masalah dimulai."

Dia benar.

Sekarang ayah ibuku sungguh punya sesuatu untuk diributkan,

Aku.

Lalu suatu hari, ayahku menghilang.

Tak ada no.telpon, surat...

hilang begitu saja.

Aku menulis ke majalah "Seventeen",

surat yang panjang tentang kami.

Mereka mau publikasikan sebagai artikel...

tapi selalu bertanya,

"Ayahmu pergi?

Apakah dia kembali?"

Apakah ada akhir bahagia?"

Kenyataannya, tidak.

Tapi kupikir,

masa bodoh?

Kuberikan apa yang mereka mau.

Ini dia.

Waktunya pergi.

Ibu, kumohon....

Kita tidak boleh terlambat.

Kita ada beberapa jam.

Sayangku, kau harus daftar jam 4:00.

Ayolah.

Oh, Lizzie,

Kau mau bawa karpet'mu?

Ibu!

Apa?

Ayolah.

Ini hari terpenting dalam hidupmu.

Kupikir itu saat aku akan menikah.

Tidak, Sayang. Itu hari terburuk kehidupanmu.

Ya, dia sangat bersemangat.

Oh, Bu, dia terlihat cantik.

Sayang sekali, aku mengincar psikotik.

Iya benar,

nenek sangat senang, dia sampai menangis.

Ini beasiswa jurnalisme, Bu.

Jurnalisme, ya.

Dia ingin menjadi penulis.

Hari-hari pertama, itulah saatnya mecari teman.

Aku tahu.

Selanjutnya akan lebih sulit.

Ibu, kurasa aku cukup dewasa.

Jangan jadi kesal.

Aku tidak kesal.

kenapa kau bilang aku kesal?

Aku hanya coba membantu. Kau tahu itu.

Kau tahu betapa bangga aku denganmu, Lizzie.

Kau miliki banyak potensi, sayang.

Kau mendengarkanku?

Lizzie?

Lizzie.

Lizzie, kau ngapain?

Ayo, turunkan barang-barang ini ke mobil.

Aku tak perlu ke Harvard untuk menjadi penulis.

Lizzie, kau bicara apa

di Harvard, kau bertemu orang-orang.

Kau akan relasi.

Kau akan... orang yang membantumu.

Aku tahu yang kukatakan, Lizzie.

Pengalaman hidupku penuh.

Kau tak mau ke Harvard?

Ya, kau tunggu saja hingga kau tak punya pilihan apapun,

di mana kau tak punya apapun,

seorangpun,

tak ada yang peduli padamu.

Kemudian kau akan tahu perasaanmu.

Bu, aku tak bilang tak'kan pergi.

Dr. Isaacs mengingatkanku.

Bu, aku bilang akan pergi.

Dia bilang kau'kan mengasingkan diri, berdiam di kamarmu seharian.

Aku tak mengasingkan diri, oke?

Aku tak'kan mengasingkan diri.

Aku ingin sesuatu yang berbeda.

Baiklah.

Itu saja yang kau perlukan.

Itulah yang kumaksudkan.

Kau akan mengetahuinya, Lizzie.

Dunia sangat berbeda di luar sana.

Ya Tuhan, betapa sangat mudanya aku.

Kamu berhati-hatilah.

Jika kupikir-pikir, aku hanya setahun lebih tua darimu,

dan aku sudah jadi ibu rumah tangga.

Ya ampun, aku sangat bosan hingga beli monyet,

agar ada yang bisa diajak bicara.

Tapi kemudian kau muncul.

Oh, Tuhanku.

Lizzie.

Lizzie, itu sangat...

...Harvard.

tapi kau di lantai 5.

Aku tahu.

Bagaimana kita mengaturnya, huh?

Aku bisa, Bu?

Jangan kuatir.

Tidak... tidak.

Hai.

Bisa aku bantu?

Benarkah?

Oh, itu baik sekali.

Dengan senang hati.

Sejak kelas-2, dia selalu menykai menulis.

Pria itu memiliki "tangkapan bagus"

tertulis di dahinya.

Sebentar lagi, ibuku akan tanya aku untuk kepastiannya.

Lizzie.

Aku selalu membantu ibuku memlih pacar.

Satu-satunya yang tak pernah bisa kusampaikan adalah yang terpenting,

Ayahku.

Wow!

Itu namanya kualitas.

Itulah seorang "Bapak".

Bisak kau bayangkan ayahmu masih ada di Manhattan?

Kubilang padanya, kau sudah menerbitkan sesuatu.

Bu, bukannya sudah saatnya kau kembalikan mobilnya?

Ini sudah terlalu lama.

Jangan lupa makan.

Daah, sayang.

Daah, bu.

Sejak kecil, aku dan Ibuku selalu pergi bersama-sama.

Aku banyak tak cocok dengan teman di sekolahku.

Mereka berpikir aku aneh.

Jadi mereka membuatku merasa aku orang asing.

Dan ibuku memanfaatkannya sejak usia dini,

mengajakku bermain drama, lomba mengeja,

belajar, menulis, musium, konser, dan bahkan banyak menulis.

Dia meyakinkanku bahwa itu akan mengarahkanku pada kesuksesan, Harvard,

tempat di mana aku akhirnya dikelilingi orang-orang yang punya kesamaan denganku.

Aku tak berharap banyak,

Mereka tak perlu seperti penggemar "Springsteen". ( penyanyi rock )

Senang ketemu kalian.

Hai.

- Hai. - Kamu Elizabeth, kan?

Ya, kurasa aku mengenalimu dari Facebook.

Kau tahu, aku baca tulisan artikelmu soal perceraian orang tuamu.

Itu... itu sangat luar biasa.

Terima kasih.

Aku Ruby.

Hai.

Kita akan jadi teman sekamar.

Oh, bagus.

Kau sungguh tak tahu betapa berartinya artikel itu bagiku.

Kau mengatakan kebenaran yang mengerikan tentang orang tua'mu...

dan membongkar semua kebohongan.

dan kemudian pertemuan dengan ayah'mu...

dan perdamaian dengannya.

Sangat menginspirasi.

Kau merokok?

Aku tak pernah merokok siang hari.

Ya, tapi kita di Harvard saat ini.

Kita bisa lakukan apa yang kita mau.

Keren.

Kita akan menjadi seperti orang-orang sastra yang aneh dan indah...

dan cerdas, misterius, seksi.

Masalahnya, aku sangat serius.

Cowok-cowok tak pernah memperhatikanku sebelumnya.

Aku bahkan tak ada dalam daftar cadangan mereka.

Ruby mengerti.

Dia mengerti aku.

Jika dia pria, semuanya akan sempurna.

Saat Lou Reed berusia 17 tahun,

dia didiagnosa menderita perubahan suasana hati.

Dia jalani prosedur setrum listrik 3x seminggu.

Setiap prosedur itu menghantamnya seperti cahaya putih yang menyilaukan,

dan di situlah letak kejeniusannya,

untuk menerima pembantaian atas psikisnya sendiri

dan menciptakan beberapa rock n roll terhebat yang pernah didengar dunia.

Aku merasakan pelukan dinginnya,

belaiannya yang nakal, tergeletak di kamarku berhari-hari,

semuanya dingin, gelap, keperakan.

Kutakut dia'kan membawaku kembali ke ke dalam...

hasratku yang menyimpang,

ke tempat yang aku terlalu takut...

untuk ke sana karena mungkin ku' tak'kan pernah bisa melarikan diri.

Kuyakin kau punya ribuan di rumah'mu,

bungkusan rokok.

dengan tulisan kecil di atasnya.

Kisah hidupmu?

Diari?

Bukan?

Ayolah, ini membuatku resah.

Ini sebuah tugas.

Kamu adalah mahasiswi paling teliti di Harvard.

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left