X-Men '97

X-Men '97

Indonesian 자막 다운로드

시즌 2

릴리스 정보

X-Men 97 S02E06 Danger Exe 720p WEB-DL x264 250MB-Pahe in
다음의 해설 SchutzstaffeL
Source: 1080p.DSNP.WEB-DL.DDP5.1.H264-PlayWEB | Resync punya ASSHOLE_EXPLOSIVESKULL | Credit to: Kirpi Mrantassi

태그

webdl
게시일: 2026-07-22
다운로드: 86
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

Sebelumnya dalam X-Men…

Tunjukkan kekuatan itu, Jagoan.

Komputer, hentikan program.

Ini Danger Room. Tempat kami berlatih.

Itu Magneto, mantan sahabat Profesor.

Mereka memiliki pandangan berbeda tentang koeksistensi mutan dan manusia.

Ini rasa sakit kelam yang kau bawa selama ini.

Aku juga punya perairan ini.

Ada kekuatan dalam melihat dirimu dalam diri orang lain.

Tak ada yang seperti aku.

Magnus, kami tetap keluarga.

Polaris. Aku X-Man yang mau membantu.

X-Men, ingat mereka? Kau dahulu salah satunya.

BERTAHAN TANPA X-MEN

Mereka bernama "X-Factor".

Aku anak asuh ketika Profesor menerimaku. X-Men juga menjadi keluargaku.

Kita berusaha sebaik mungkin menghormati mereka.

Jika Profesor ada di sini,

menurutmu dia akan bangga dengan tindakanmu?

Magnus!

Magnus!

Kau mengaku sebagai guru.

Namun, kau gagal melihat pelajarannya.

Magnus.

Maafkan aku.

Aku tak bisa…

Charles…

Maafkan aku.

Sayangnya…

Hanya pengecut yang merasa perkasa saat menginjak semut.

Simulasi ingatan selesai.

Danger Room, reset.

Kau mengaku sebagai guru.

Namun, kau gagal melihat pelajarannya.

Orang yang kau sayangi akan menjadi kehancuranmu.

Seharusnya aku, Magnus.

Karena jika begitu, kau akan menemukan cara

untuk menyelamatkan kita berdua.

Danger Room, lagi.

Seharusnya aku punya kekuatanmu

untuk berjuang lebih kuat.

Untuk menolak kekalahan.

Kau mengaku sebagai guru.

Namun, kau gagal…gagal…

Namun, kau gagal

semut.

Maafkan aku, Magnus.

Semut.

Aku tak cukup kuat.

Semut.

Danger Room, batalkan!

Seharusnya ada protokol keselamatan.

Apa yang terjadi?

Parameter simulasi dimodifikasi

sebagai respons atas indikator kegagalan berulang.

Kau menyatakan keinginan untuk meningkatkan kekuatan,

aku beradaptasi.

Ini dimaksudkan untuk menjadi latihan terapeutik,

bukan pelatihan.

Aku tak terlalu cemas soal selamat dari Apocalypse saat ini,

tapi lebih cemas bertahan hidup…

Tanpa Magnus.

Setelah bertahun-tahun,

aku tak yakin aku tahu caranya.

Tujuannya diperjelas, Profesor.

Aku akan terus mempersiapkanmu dan murid-muridmu sesuai arahan.

Aku sungguh berharap bisa merasakan kehadirannya

untuk kali terakhir.

Kargo sudah diamankan, Reverend Stryker.

Saatnya menghujani mutan menjijikkan dengan api dan Vibranium.

Puji Tuhan! Hidup alat-alat penyelamatan kita.

Siapa yang menyuruhmu pergi?

Aku.

Namaku Polaris.

Atas nama X-Factor dan Departemen Pertahanan AS,

kuperintahkan berhenti.

Serahkan barang selundupan kalian.

Tawar-menawar dengan mutan? Tidak akan!

Tidak ada tawar-menawar.

Justru sebaliknya.

Apa yang kau lakukan?

Ini seharusnya pencegatan rahasia, bukan mencari dan menghancurkan.

Kau tahu aku, selalu sok pamer.

Teroris atau bukan, itu adalah nyawa manusia.

Kau tak terkendali, mundur!

Baik, aku punya kapalnya. Aku kembali.

Lakukan yang kau mau dengan para Purifier.

Dasar mutan tidak beriman. Tak bisa lolos dari penghakiman akhir.

Kau tak tahu kapan harus berhenti!

Polaris, tetap tenang. Jangan membalas.

Bukan aku yang perlu dikendalikan.

Polaris, tidak!

Komando, ini X-Factor 1.

Krisis dibendung, tak ada korban ditemukan.

Bukan karena ada yang kurang berusaha.

Apa kau gila?

Hal terakhir yang dibutuhkan X-Factor

adalah mutan pecandu logam lainnya mencoba membunuh manusia.

Teroris, Dr. Cooper.

Kita punya proses hukum untuk teroris.

Setelah mereka melakukan teror.

Kekuatan mutan tak terkendali hanya memperdalam ketakutan manusia.

Itu sebabnya Presiden Kelly melarang aktivitas X-Men,

dan sekarang, di sinilah kau, di televisi nasional,

terlihat seperti ancaman yang seharusnya kita kendalikan.

Aku bahkan tak memakai kekuatan penuh.

Kau tahu mereka menyebutmu Magneto berikutnya.

Karena kekuatan kami sama?

Kreatif sekali.

Kita tahu bukan hanya itu kesamaan kalian.

Aku bukan… dia.

Kalau begitu, buktikan.

Berhenti bekerja melawan kami.

Aku takkan minta maaf karena melindungi kaumku.

Sudah kuduga kau akan bilang begitu.

Lorna, Presiden dan aku berterima kasih atas jasamu.

Namun, dengan taruhan sebesar ini,

kau menjadi beban.

Kau dipecat. Secara permanen.

Lorna, menurutmu apa yang akan terjadi?

Menurutku, aku membuat pekerjaanmu lebih mudah.

Namun, aku akan menghargai pemberitahuan.

Aku tak menginginkan ini.

Lucu.

Dahulu kau pikir sifat impulsifku bernilai sesuatu.

Ya, dahulu hanya membuat pusing, bukan hampir membunuh orang.

Lorna, aku punya kewajiban sebagai pemimpin tim.

Kita berkewajiban melindungi mutan, Alex,

bukan birokrat.

Titip salam untuk yang lain.

Ada tempat aman untuk dituju?

Tidak. Kau tak dengar?

Mutan tersesat punya tempat untuk kabur lagi.

Magneto adalah musuh dan sekutu.

Namun, dia berkorban untuk memastikan kita tak hanya

memimpikan dunia yang lebih baik,

tapi agar kita bisa memperjuangkannya.

Pemerintah Amerika Serikat melarang X-Men-ku,

tapi sekolah ini selamanya akan tetap menjadi suaka,

tempat kalian bisa belajar menguasai bakat luar biasa kalian.

Tak ada yang lebih kupercaya untuk membimbing kalian

daripada Storm,

kepala sekolah baru kalian untuk masa baru ini.

Namun, ingat…

AUDITORIUM SKENARIO 274

Bahaya mengintai di mana-mana.

- Ayo. - Hei! Serius?

Kalian harus didorong, diuji untuk memastikan kekuatan kalian.

Agar saat waktunya tiba,

kalian akan siap melanjutkan perjuangan.

Selamat datang di Danger Room.

Halo?

Jean?

Scott?

Profesor?

Profesor bersikeras kami tak mengubah apa pun.

Jean. Sudah terlalu lama tak bertemu.

Aku tahu kau akan temukan jalan kembali.

- Kebanyakan kesayangan guru begitu. - Ya, itu namanya maling teriak maling.

- Hank! - Polaris, temanku.

"Setiap perpisahan adalah bentuk kematian,

karena setiap reuni adalah semacam surga."

Tryon Edwards, agak tidak jelas.

Namun, sangat cocok, Sayangku.

Bukan kepulangan yang kuharapkan.

Semua yang kita pelajari, semua pelatihan,

hanya untuk berakhir di tempat yang sama.

Dunia ini semakin tak aman.

Namun, kita masih di sini.

Bicaralah dengan Profesor. Kurasa itu bisa membantu kalian.

Dunia tak menawarkan banyak hal positif sejak Genosha.

Namun, setidaknya di sini, para murid punya tempat tinggal lagi.

Saat kalian pergi, anak-anak ini tak punya tempat tujuan.

Kupikir X-Factor bertindak benar,

menjauhkan mereka dari jalanan.

Namun, mereka tak lebih aman, hanya terkendali.

Kita semua membuat kesalahan.

Kejadian baru-baru ini membuat semuanya lega.

Apa kabar, Pak?

Aku dengar apa yang terjadi dengan Magneto.

Saat dia menggelapkan dunia pada E-Day, aku terpaksa menyusupi pikirannya.

Aku berharap sebagian dari Magnus masih ada di dalam pikiranku,

tapi aku tak bisa merasakannya.

Namun, aku masih melihatnya di mana-mana.

- Bahkan sekarang. - Kurasa kau lihat tajuk beritanya.

"Agen X-Factor, pewaris utama Magneto."

Peran yang cukup berat.

Kami mungkin sedarah, tapi pria itu bukan ayahku.

Kau yang membesarkanku,

saat dia terlalu sibuk membuat onar.

Aku tahu kau selalu ingin menjadi dirimu sendiri,

tapi mungkin memahami ayahmu

bisa mengajarkan sesuatu tentang dirimu.

Tak ada yang akan mengaturku, kecuali aku.

Kita semua harus menghadapi kebenaran,

apa pun atau siapa pun yang menghantui kita.

Sekelompok dari kita pergi untuk melihat reruntuhan Genosha.

Mungkin selagi aku mencari jawabanku,

kau bisa lakukan hal yang sama,

di antara mereka yang mencintaimu.

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left