처음 200줄입니다.
- Kita berhasil... - Guys, kita berhasil!
Selamat, Ekskul Cheerdance bisa ikut Turnamen Nasional
Selamat, ekskul Cheerdance Juara 2 di turnamen Kansai
Itu dia!~
Next harus menang yah!
Rockets, semangat!
Aku jadi senang deh.
Nambah semangat.
Sip! Ayo kita latihan pagi!
Ayo!
Impian mustahil kita...
akhirnya dapat tercapai juga.
Kita bakal ikut di turnamen nasional!?
"Lahirnya JETS ke-2 Fukui!?"
Ini pertama kalinya buat sekolah kita yah?
Sudah setahun semenjak ekskul didirikan, kalahkan...
Aku kira mengalahkan JETS,
dan menaklukan semuanya itu cuma mimpi saja.
- Jangan bilang... - Mungkin saja...
Impian itu akan terwujud!
Btw, pak Urushido bentar lagi keluar dari RS yah.
Berarti pak wakil kepsek Sakurazawa
udah engga jadi penanggung jawab dong.
"Penanggung jawab, Urushido Taro"
Ini dibawa gapapa?
- Iya. - Aku bawa juga dino nya yah.
Iya.
- Pak Urushido. - Ah, dokter.
- Sudah baikan ? - Ah iya.
- Semua berkat dokter. - Ah sama-sama.
Wah, lagi ngerjain catatan impian yang banyak diomongin itu yah?
Oh iya.
Terima kasih atas usaha keras selama rehab.
- Selanjutnya pemeriksaan akhir saja. - Oke.
- Turnamen nasional bulan depan yah? - Iya.
Kita tunggu loh, pertunjukkan Rockets nanti.
Terima kasih. Aku juga menantikannya.
Bagian sini, coba lebih lebarkan lagi dada kalian.
Guys~!
Ini hasil review latihan minggu lalu, sama catatan impian.
- Wiih~ - Pak guru Taro udah ngasih lagi.
Ini, kasih yang lain ya.
Shiori. Maki.
- Koto. - Makasih.
- Honoka. - Makasih.
"Sudah tinggal 40 hari lagi, semangat buat waktu yang ada!"
- Kanna, ritme nya jangan lamban. - Oke.
- Aku pulang~ - Selamat datang.
- Gamau makan? - Nanti.
Suruh santai aja dulu dia.
Ayah bilang begitu, tapi ayah juga gasabar 'kan?
Kalau Wakaba bisa se-serius itu...
aku jadi ngerasa gabisa kalahin dia.
- Hush ngomongnya. - Lah iya 'kan?
Wakaba ya Wakaba.
Kamu ya kamu.
Nih, abisin Pear nya.
Oke.
Ayah, itu buat tripod abis berapa duit?
Taro, lihat aku ya?
Berapa duit?
Ya, se-harga sama pear ini lah.
Bohong banget.
Jujur aja.
Se-harga sama garpu ini.
Hoooaam~
Tutup apa itu mulut, jijik banget dah.
- Gada yang liat ini. - Bukan gitu juga.
Haru, kamu kayaknya seneng banget.
Agak ceria gitu.
Meski aku ga sampe ke Koshien, aku cukup bangga dengan usahaku.
Koshien : Japanese High School Baseball Championship
Sekarang...
aku fokus sama ini.
Kamu mau lanjut ke kuliah, terus bisbol kamu...
Tetap dong.
- Walau bukan turnamen sekolah. - Mantap!
- Semangat! - Aduh.
- Jadi cewe kuat bener. - Cuma tepuk dikit sih.
Oy tunggu kau.
Hei tunggu Wakaba!
Kenapa? Kaki kamu sakit?
Engga kok.
Kesandung aja tadi.
Hati-hati, semua banyak berharap ke kamu loh.
Iya yah.
Lengannya lebih kuat lagi!
Oke cukup. Istirahat bentar.
Setelah itu lanjut latihan lagi.
Baik. Terima kasih banyak.
Wakaba.
Apa? Kok muka kakak serem gitu?
Lututmu sakit 'kan? Sejak kapan?
Ah engga kok.
Coba liat.
- Aduh... - Tuh 'kan.
Tapi ini bukan waktu nya buat ngeluh gatal atau sakit.
Shiori.
Latihan hari ini, bisa titip ke kamu?
- Siap. - Yaudah,
sisa nya tolong diurus yah?
Pokoknya ganti baju ayo.
Wakaba kenapa itu?
Kayaknya kakinya sakit.
Yah...
Ayo lanjut lagi.
Ayo.
Oke.
Sepertinya terjadi cidera pada ligamen lututnya.
Kebanyakan lompat, jadi tulang lutut agak menggeser.
Kira-kira berapa lama sembuhnya?
Kalau bener-bener istirahat banget,
paling cepet itu 1 bulan.
1 bulan? Berarti...
Turnamen nasional 39 hari lagi.
Aku, harus banget ikut turnamen itu!
Melihat keadaanmu, sepertinya sulit.
Bohong 'kan...
Hal kecil yang aku cemaskan,
beneran terjadi,
dan merusak impianku.
Subtitle oleh bagikuy Penerjemah Jpn - Indo : Bagikuy Typeset : Mochaccino
Gapapa?
Wakaba?
Ah~
Ada-ada aja.
Padahal kita bisa maju ke Tokyo,
dan juga ada kesempatan mengalahkan JETS.
Kayaknya,
dari dulu aku sial mulu~
Pak wakil kepsek?
Bapak bawa mobil, sini biar bapak antar pulang.
Maaf ngerepotin gini.
Gapapa kok. Istirahat yang cukup yah.
Hari ini kamu pasti lelah banget.
Iya, makasih banyak pak.
- Selamat malam. - Selamat malam.
Yuk.
Maaf bikin masalah begini.
- Aku yang minta maaf. - Loh?
Saat seperti ini, aku tidak bisa mengucapkan sesuatu yang bagus.
Kok gitu.
Kalau ada apa-apa, langsung kabarin aja ya.
Siap.
Terima kasih banyak.
- Nambah! - Ooh.
Kunyah dulu yang ada.
Hmm.
Meski makan di rumah, 4 piring begitu ga kebanyakan?
Iya juga yah, bu gajadi deh.
Udah kenyang nih. Alhamdulillah~
Pura-pura senang begitu.
Wakaba.
Wakaba...
meski kamu tidak bisa menari,
masih ada banyak hal yang bisa kamu lakuin loh.
Mengajari yang masih belum bagus,
atau men-support saat latihan juga hal bagus loh.
Kakak rasa kalau kamu memantau tarian mereka,
kemampuan dance kamu bisa meningkat kok.
Istirahat aja dulu.
Pageee~
- Wakaba! - Gapapa kamu?
Aku blunder gini.
- Sakit emang? - Yaa dikit sih.
Berapa lama kamu bisa sembuh?
Dokter bilang sih secepatnya 1 bulan.
1 bulan?
Kok lama?
Tapi masih sempat ikut turnamen, bagus dong?
Iya, kami tunggu kok.
Kamu cepat sembuh yah, biar latihan lagi.
Iya, karena kita sudah tahun ketiga,
ini jadi kesempatan terakhir kita buat ngalahin JEST.
Iya.
Benar begitu,
tapi,
aku memutuskan untuk tidak ikut turnamen.
Aku bakal men-support kalian.
38 hari menjelang turnamen,
lalu latihan pasti akan semakin keras.
Meski lututku ini bisa sembuh dalam sebulan,
aku kurang yakin bisa setara dengan level kalian.
- Yaah... - Kita harus menjadi yang terbaik,
untuk kondisi yang baik ini.
Kalau tidak, kita tak akan bisa mengalahkan JETS.
Tapi,
tak ada artinya kalau Rockets tidak tampil dalam 20 anggota.
Benar tuh.
Kita tetap 20 orang kok.
Meski aku tidak menari,
aku tetap anggota Rockets.
Kita semua disini,
akan ikut ke turnamen Nasional.
Tak ada yang berubah.
Hayo senyumnya mana?
Sip, yaudah.
Latihan yuk!
Maki, ayo.
Mulai dari Jazz yuk.
No comments yet. Be the first to leave one.