Men on a Mission

Men on a Mission (아는 형님)

Indonesian 자막 다운로드

릴리스 정보

아형---Knowing---Brothers---E481 WEB-DL VIU
다음의 해설 Kim_Heemi
Knowing Bros episode 481. Bintang Tamu : Kim Yong-bin, Son Bin-ah, Cheon Lok-dam, Chun Gil, Choi Jae-myung, Chu Hyuk-jin. Durasi : 01:28:31 | Download video Knowing Brothers sub Indo lengkap di https://www.knowingbrothers.web.id

태그

webdl
게시일: 2025-05-13
다운로드: 99
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

"Konferensi siswa darurat"

"Lee Sang Min Mengumumkan Sudah Mendaftarkan Pernikahannya"

"Lee Sang Min Menikahi Pengusaha yang Sepuluh Tahun Lebih Muda"

Kukira itu semacam lelucon.

Aku benar-benar terkejut.

Kamu sedang syuting acara?

Awalnya aku juga berpikir itu berita palsu.

Dalam surat Sang Min, dia bilang,

"Ada seseorang yang sangat kucintai sekarang."

"Surat yang ditulis oleh Sang Min"

"Aku akan menghabiskan babak hidupku berikutnya

bersamanya." - Astaga.

Dia membuat banyak komentar konyol lagi.

"Dia membuatku ingin

menjaganya dari kesulitan apa pun."

Itu benar-benar menjadi kenyataan.

Berarti kita tidak bisa menggoda Sang Min lagi.

Hanya tersisa satu target lagi. - Benar.

Aku target tunggal di sini sekarang, mengerikan.

Di pernikahanku, Sang Min yang menangkap

buket pengantin. - Ya, benar.

Benar. Dia juga bilang begitu. - Dia yang dapat. Jadi, kurasa

mungkin itu awal pernikahannya.

Kudengar kamu melewatkan buketnya

dan Sang Min yang mendapatkannya. - Benar.

Aku berniat menangkapnya, tapi... - Ya, benar.

Jika menangkapnya, aku pasti sudah menikah.

Itu mungkin saja. - Benarkah?

Astaga. Ada apa? - Kalau begitu...

Ini mempelai prianya! - Mempelai pria!

"Ini mempelai prianya"

Jangan terlalu bersemangat.

"Tersenyum bahagia"

Aku turut bahagia untuknya.

"Menyelamati Sang Min atas hidup barunya dengan sepenuh hati"

"Semuanya, aku sudah menikah"

Pantas berat badannya turun. - Majulah.

Ayo. - Majulah seperti yang dia katakan.

Silakan maju. - Lee Sang Min, mempelai pria!

Di sinilah kedua mempelai berdiri.

Astaga. Begini... - Omong-omong,

sudah lama aku tidak melihat Sang Min malu begini.

Mari beri dia selamat dengan tepuk tangan meriah!

Hebat. Aku bahagia untukmu. - Astaga. Maksudku...

Kita harus mengadakan - Aku penasaran sekali.

sesi tanya jawab singkat di sini. - Benar.

Ceritakan bagaimana kejadiannya. - Kapan...

Kapan kali pertama kamu bertemu dengannya?

Aku kali pertama bertemu dengannya

antara Juli dan Agustus lalu. - Itu belum lama.

Namun, tahun lalu,

dia dan aku hanya kenalan.

Kami tidak rutin saling menghubungi.

Istrimu pasti sangat berhati-hati. Benar, bukan?

Sebagai kenalan... - Bagaimana...

Kamu jatuh cinta kepadanya

pada pandangan pertama?

Tentu saja, aku... - Kurasa bukan begitu.

Maksudku, aku jatuh cinta kepadanya, tapi tidak...

Bagaimana dengannya... - Bagaimana perasaanmu

saat jatuh cinta kepadanya pada pandangan pertama?

Kamu tahu dia jodohmu begitu melihatnya?

Ya. Pertama... - Benarkah?

Kebiasaan kerjaku... - Jantungmu berdebar?

Astaga. Biarkan dia bicara dahulu. - Benar sekali.

Hei, kamu... - Astaga.

Pewara "Match Made in Heaven", - Maksudku...

katakan, "Sabtu malam seru!" - Dia terus menyela perkataannya.

Silakan lanjutkan. - Dia terlihat sangat cantik.

Karena kebiasaan kerjaku, - Dia bilang dia cantik sekali.

kupikir dia bisa menjadi selebritas TV.

Lalu, aku melupakannya. - Apa pekerjaannya?

Dia pekerja kantoran. - Begitu rupanya.

Kapan kamu mulai mengencaninya?

Bulan Januari ini. - Bagaimana kalian bertemu?

Kamu bertemu dengannya - Kebetulan?

melalui kencan buta? - Kencan buta?

Kamu makan dengan teman-temanmu? - Tidak.

Sejujurnya, aku berusaha keras tahun lalu

karena ingin menikah.

Namun, tiap kencan buta yang kujalani tidak berjalan lancar.

Lalu, bulan Januari, aku lelah berusaha.

Karena tidak punya keluarga,

aku tidak tahu kenapa harus bekerja dengan rajin

dan bertahan melalui semua hal yang membuatku menderita.

Pemikiran itu membuatku merasa lelah.

"Di Episode 456, selama sesi konseling"

"Kamu alami keletihan mental"

"Sang Min lelah secara mental"

Saat mentalku lelah,

aku menelepon beberapa orang yang kukenal

dan dia salah satunya.

Kamu menemukan nomornya di buku telepon?

Tidak, aku punya nomornya. - Buku telepon

sesuai urutan abjad?

Kami bertukar kartu nama

dan aku memotretnya karena menyukainya.

Jadi, aku meneleponnya.

Dia merespons dengan baik. - Begitu rupanya.

Alasan tidak berjalan lancar dengan para wanita yang kutemui tahun lalu

adalah aku tidak bisa melanjutkannya setelah menghubungi mereka,

mereka pun melakukan yang sama. Jadi, itu tidak pernah berhasil.

Namun, istriku mengirimiku pesan keesokannya, menanyakan keadaanku.

Begitulah kami memulai hubungan kami.

Begitulah kami mulai berkencan. - Begitu rupanya.

Di episode spesial pasangan internasional,

Sang Min menulis puisi - Apa yang ingin dia katakan?

untuk calon pasangan hidupnya. - Benar.

Yang waktu itu? - Puisi itu terdengar tulus.

Benar. Dia serius saat menulisnya. - Benarkah?

Bukannya itu untuk angan? - Tidak.

Kamu pasti tahu jika membaca tiap kalimatnya dengan hati-hati.

Apa? - Di kalimat terakhir,

kutulis, "Aku menunggumu."

"Kurasa itu sebabnya aku belum bertemu denganmu."

"Mungkin kamu orang yang akan kucintai seumur hidupku."

"Di mana kamu sekarang?"

"Aku akan menunggumu"

"Pastikan kamu mendatangiku akhir tahun ini"

"Kita semua berpikir penerima puisi itu tidak diketahui"

Dengan puisi itu, aku bermaksud - Astaga.

menunggu jawabannya, berharap cintaku akan berbalas.

Itu sebabnya aku menulis kalimat itu.

Karena aku baru memacarinya tiga sampai empat bulan,

aku merasa terburu-buru tiap saat.

Jika dia tidak menerima,

kurasa aku tidak akan pernah bertemu seseorang untuk kunikahi.

Tunggu. Jika ditafsirkan luas, - Ya.

itu hanya segmen untuk kita. - Benar.

Namun, bagi Sang Min, itu kesempatan untuk melamarnya.

Astaga. Dia memanfaatkan kita!

Dia manfaatkan acara ini! - "Orang yang akan kucintai

selama sisa hidupku." - Pada dasarnya dia melamarnya.

Namun, episode itu tidak membuatmu tampak baik.

Kita membahas Min Soo yang muncul di konferensi persmu.

Benar juga. - Istrimu pasti menontonnya.

Itu tidak membuatnya terkesan. - Diam.

Dia menunjukkan berbagai emosi. - Benar sekali.

Tunjukkan bagian akhirnya saja. - Kita membicarakan konferensi itu.

Namun, episode itu berakhir dengan perasaan bahagia.

Itu akhir yang bahagia. - Bagian akhirnya indah.

Pada 30 April, aku mengumumkan pernikahanku

dan mendaftarkannya.

Ada akhir pekan panjang setelahnya.

Ya. - Selama liburan itu,

aku pergi menemui keluarga istriku.

Kamu juga bertemu keluarganya?

Tentu saja. - Aku harus memperkenalkan diri.

Dia sudah menikah. - Pernikahannya sudah didaftarkan.

Pernikahannya sudah didaftarkan. - Hari jadi pernikahan kami

adalah tanggal 30 April. - Dia sudah menikah sekarang.

Hari jadi pernikahan kami tanggal 30 April

karena kami memutuskan untuk tidak mengadakan upacara pernikahannya.

Kenapa?

Kenapa tidak ada perayaan? - Istriku tidak menginginkannya.

Istrimu... - Sebelum menikah,

aku bertemu mertuaku untuk kali pertama.

Aku makan dengan mereka.

Bagaimana? - Aku sangat gugup

hingga berkeringat banyak saat orang lain tidak.

Hari itu bahkan tidak panas. - Benarkah?

Saat kamu bertemu mertuamu untuk kali pertama,

bagaimana perasaanmu, Sang Min?

Saat aku menemui orang tuanya untuk meminta restu mereka,

sepertinya mereka menyukaiku dan itu tidak terduga.

Selain itu, kerabat istriku bilang - Ya.

begitu mereka melihatku...

Mereka tidak memanggilku "Paman". - Mereka pasti menyukainya.

Mereka bertanya, "Pak, kenapa kamu

tidak mengatakan apa-apa di Men on a Mission?"

Para kerabatnya... - Mereka tahu kamu tampil di sini.

Mereka mengenalimu dari sana. - Saat mereka menanyakan itu,

Benar. Mereka mengenalinya. - aku tidak tahu

harus berkata apa. - Sulit untuk menjawabnya.

Aku benar-benar... - Cari lebih banyak waktu tayang.

Aku mengatakan ini dengan nada serius.

"Pekerjaan memerlukan kesabaran."

Kukatakan dengan nada serius. - Lalu, bagaimana reaksi mereka?

Mereka bilang... - "Yang benar saja."

Bukan itu saja. - "Pekerjaan perlu kesabaran."

Kurasa anak-anak membicarakan siapa yang banyak bicara dan tidak.

Benar. - Begini, aku merasa sangat sedih

tiap kali kita membicarakan perceraian,

hanya akan ada Jang Hoon di layar.

Selalu ada mereka berdua dahulu. - Benar sekali.

Namun... - Jang Hoon tampak sedih sekarang.

Kenapa aku harus sedih? Itu bagus.

Kamu tidak pernah tahu. - Katakan sesuatu kepada Jang Hoon.

Katakan sesuatu kepadanya. - "Katakan sesuatu kepadanya"?

"Hei, kamu juga bisa melakukannya."

Bukan hanya Jang Hoon. Sejujurnya,

orang-orang yang paling dekat denganku secara emosional

adalah anggota acara ini. Aku bertemu kalian tiap pekan.

Sejak aku kesulitan,

kita sudah bertemu selama hampir sepuluh tahun.

Ini satu-satunya acara yang kubintangi tiap pekan

tempatku bertemu orang lain. - Benar.

Tiap kali aku datang ke sini untuk syuting, kalian...

Aku menangis. - Hee Chul menangis.

Dia seperti boneka favoritku.

More Indonesian subtitles for Men on a Mission

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left