처음 200줄입니다.
Aku dalam perjalanan fantastis untuk mencari asal usul kehidupan.
Aku akan menjelajah tak hanya ke seluruh dunia, tapi juga ke masa lalu,
untuk mencoba dan membangun sebuah gambaran
tentang kehidupan di periode paling awal.
Ini akan menjadi perjalanan penuh keajaiban.
Sebagian baru diketahui beberapa tahun lalu.
Dalam pembuatan program selama 50 tahun, aku cukup beruntung untuk menjelajahi
dunia kehidupan dalam segala kemegahan dan kompleksitasnya.
Paus biru! Makhluk terbesar yang pernah hidup di Bumi!
Kini, aku akan menjelajahi asal usul dari semua ini.
Untuk mencari makhluk hidup pertama yang muncul di Bumi.
Beberapa tahun terakhir, para ilmuwan menemukan bukti dramatis tentang rupa makhluk-makhluk pertama itu.
Kita juga bisa temukan petunjuk pada hewan-hewan hidup.
Dan makhluk kecil mempesona ini yang kita cari.
Teknologi terbaru memungkinkan dihidupkannya kembali hewan-hewan pertama itu
untuk pertama kalinya dalam setengah miliar tahun.
Dari saat kemunculan mereka
hingga di saat mereka merintis langkah-langkah ke daratan,
kita bisa menyimpulkan bagaimana hewan memperoleh tubuh yang bergerak,
mata yang melihat dan mulut yang menyantap.
Kita bisa memahami bagaimana organisme-organisme pertama itu
menempatkan fondasi bagi hewan-hewan modern yang kita kenal saat ini.
Halo, bocah tua. Apa kabar?
'Termasuk kau dan aku.'
kemunculan
Perjalanan 40.000 mil-ku dimulai sangat dekat dengan rumah, di Inggris.
Ini Hutan Charnwood di Leicestershire, di tengah Inggris.
Saat masih di bangku sekolah, aku besar di dekat sini.
Dalam bebatuan ini, sebuah penemuan telah dibuat
yang mengubah pemahaman kita
tentang misteri dari segala misteri, asal usul kehidupan.
Sejarah hidup bisa dibayangkan sebagai pohon bercabang-banyak,
dengan segala spesies yang hidup saat ini
berhubungan dengan nenek moyang sama yang mendekati muasal.
Lima kerajaan kehidupan, cabang- cabang utama, telah ditetapkan sejak awal.
Bakteri.
Protista - makhluk seperti amuba.
Jamur.
Tanaman.
Dan hewan. Bagiku itu pertanyaan paling memikat dari segalanya.
Bagaimana dan kapan mereka pertama kali muncul?
Jawabannya baru-baru sekarang ini mulai timbul -
dan beberapa petunjuk pertama berasal dari Hutan Charnwood ini.
Aku pernah menjadi kolektor fosil yang bersemangat.
Tapi tak pernah mencari fosil di bagian dari Charnwood ini,
karena bebatuan di sini adalah di antara yang paling purba di dunia.
Berusia sekitar 600 juta tahun.
Semua ahli geologi tahu atau, setidaknya yakin, bahwa bebatuan
setua itu tak mungkin mengandung fosil jenis apa pun.
Lalu seorang bocah yang satu sekolah denganku, selang beberapa tahun setelah kutinggalkan sekolah itu,
membuat penemuan luar biasa.
Bertentangan dengan semua prediksi pengetahuan ilmiah,
ia temukan fosil dalam bebatuan purba Leicestershire ini.
Dan inilah dia.
Disebut dan dikenal di seluruh dunia sebagai Charnia,
dinamai sesuai nama hutan tempat ditemukannya.
Tapi apakah ini? Hewan atau tanaman?
Faktanya ini berasal dari periode yang begitu jauh,
di mana perbedaan antara kedua bentuk kehidupan itu belum jelas.
Tapi satu hal yang pasti.
Ini jelas hidup.
Charnia adalah organisme laut, bagian dari komunitas purba
makhluk yang hidup dalam kegelapan di dasar laut.
Sejauh itu yang kita ketahui.
Tapi makhluk apakah ini?
Kapan ia pertama kali muncul?
Dan bagaimana ini berhubungan dengan hewan modern?
Jawabannya hanya baru-baru ini ditemukan.
Ada temuan lebih lanjut di Hutan Charnwood, seperti cakram ini,
mungkin cengkeraman kuat
yang mengamankan daun Charnia pada dasar laut.
Lalu orang mulai memperhatikan bebatuan dari zaman besar ini
di seluruh dunia.
Dan lihatlah, mereka menemukan berbagai macam fosil
yang memungkinkan kita menyusun dalam detail yang luar biasa
rangkaian pertama dalam sejarah kehidupan.
Itu semua terjadi di masa yang sangat lampau.
Bayangkan menjelajah kembali ke masa lalu.
Manusia sudah ada selama dua juta tahun.
Dinosaurus musnah 65 juta tahun lalu.
Charnia delapan kali lebih tua dari dinosaurus tertua.
Hidup sekitar 560 juta tahun lalu.
Tapi dibanding usia hidupnya sendiri, itu tak ada apa-apanya.
Sebelum Charnia dan organisme kompleks lainnya ada,
satu-satunya yang hidup adalah sel tunggal mikroskopis.
Mereka pertama kali muncul sekitar tiga setengah miliar tahun lalu
saat Bumi adalah tempat yang sangat berbeda.
Benua-benua awal masih terbentuk.
Satu hari hanya berlangsung enam jam, karena di masa itu
Bumi berputar jauh lebih cepat pada porosnya dibanding saat ini.
Daratan didominasi gunung berapi -
keras dan tak bernyawa.
Tapi di kedalaman laut, kehidupan dimulai.
Teori terbaru menyatakan bahan kimia yang dimuntahkan dari ventilasi vulkanik bawah laut
memadat dan menciptakan menara seperti ini,
hal ini menghasilkan kondisi yang dibutuhkan untuk terbentuknya sel-sel pertama.
Sebagian memanfaatkan energi matahari, seperti yang dilakukan tanaman saat ini, dan membentuk koloni.
Stromatolit berbatu di Australia barat ini
dikonstruksi oleh bakteri yang serupa.
Yang lain berhasil bertahan hidup dengan mengekstrak makanan secara langsung
dari lingkungan, seperti jamur dan hewan yang nantinya akan berevolusi.
Keadaan ini berlanjut dalam jangka waktu yang sangat lama.
Selama tiga miliar tahun, organisme mikroskopik sederhana
adalah bentuk kehidupan paling maju di Bumi.
Itu melebihi setengah dari seluruh sejarah kehidupan di Bumi.
Lalu tiba-tiba, dalam rentang beberapa juta tahun,
hanya sekejap dalam skala evolusi, organisme lebih maju bermunculan.
Alasannya masih misteri,
tapi kita bisa temukan petunjuknya di garis pantai ini.
Di pantai Timur Kanada, ada bukti dari suatu kejadian yang
mungkin adalah percikan dimulainya evolusi hewan.
Bebatuan ini telah dilakukan penanggalan dengan radioaktivitas
ke masa sebelum peristiwa di mana hidup menjadi lebih kompleks.
Jadi jika bisa memahami keadaan di mana batuan ini terbentuk,
kita mungkin mendapat petunjuk tentang kenapa kehidupan tiba-tiba menjadi lebih kompleks.
Fragmen batu merah tertanam dalam batu yang lebih gelap.
Mereka tampak tidak pada tempatnya.
Kenyataannya, memang demikian.
Ahli geologi menyebut mereka batu tetes.
Mereka terangkut ke sini oleh gletser.
Saat terlepas dari daratan,
es mengambang di laut dalam bentuk rak raksasa,
membawa serta bebatuan yang dikumpulkannya di atas benua.
Saat es benar-benar mencair,
bebatuan tenggelam menuju sendimen di dasar laut.
Tempat ini bukan satu-satunya yang dilapisi es.
Batu-batu tetes berusia sama ditemukan dalam endapan di seluruh dunia.
Bukti menunjuk pada penyebaran global glasiasi.
Tepat sebelum kehidupan kompleks muncul, dunia dalam cengkeraman
zaman es terbesar dalam seluruh sejarahnya.
Disebut sebagai Bumi Bola Salju.
Bumi jatuh ke kebekuan yang dalam
sedemikian parah, mungkin perpanjangan
dari kutub ke kutub.
Permukaan laut membeku.
Di atas benua-benua, lapisan es dan gletser terbangun.
Di berbagai tempat, ketebalan es hingga satu kilometer atau lebih.
Kita belum cukup tahu detailnya, tapi kemungkinan
kondisi itu bertahan selama jutaan tahun.
Stromatolit dan koloni bakteri serupa yang mendominasi Bumi
tertindih di bawah gletser yang meninggi.
Kehidupan hampir dimusnahkan sebelum itu benar-benar dimulai.
Sulit dibayangkan bagaimana hidup berhasil bertahan dalam situasi itu.
Tapi memang bertahan.
Ahli mikrobiologi Dr. Hazel Barton
yakin gletser modern bisa memberi tahu kita bagaimana hal itu terjadi.
Ia mendatangi Columbia Icefield di Pegunungan Rocky
mencari organisme yang masih bisa bertahan pada kondisi seekstrim itu di masa ini.
Masalahnya di sini,
tampaknya semua tersapu bersih,
glester menerobos dan menghancurkan segala kehidupan,
tak ada yang hidup.
Tapi bagi ahli mikrobiologi ini agak seperti hutan hujan.
Dari sini kau bisa lihat perubahan warna di permukaan es,
tapi itu bukan kotoran -
tapi bakteri fotosintesis yang bertahan hidup di sana,
menciptakan ekosistem di mana tanaman bisa tumbuh
dan predator masuk dan memakan organisme ini.
Jadi meski kelihatannya mati, ini sebenarnya sangat dipenuhi kehidupan.
Jenis kehidupan di sini cukup purba.
Mereka telah beradaptasi dengan banyak bencana global.
Mereka beradaptasi dengan Bumi Bola Salju.
Mikroorganisme yang hidup di lingkungan keras ini kita sebut extremophile.
Mereka memiliki sejumlah kemampuan adaptasi luar biasa yang tertanam dalam genom mereka.
Kau bisa membekukan dan mengubur mereka jauh ke dalam es
itu bukan penghalang karena sifat adaptasi mereka.
Keberadaan kita adalah berkat extremophile penghuni-es.
Bumi Bola Salju nyaris memusnahkan kehidupan,
tapi organisme kecil seperti ini bertahan selama jutaan tahun.
Kurasa apa yang kau miliki adalah
organisme yang bisa tahan terhadap lingkungan ekstrim
mengondisikan diri mereka sendiri pada ekosistem yang berubah ini.
Ada lapisan mikroba di permukaan planet ini,
ada organisme yang hidup di antara tempat di mana gletser mengenai bongkahan
dan ada cukup kehidupan yang berhamburan sehingga
saat kondisi ini menyurut, dan itu menjadi lebih menguntungkan,
maka itu seperti, pff, segalanya kembali dari awal lagi.
Akhirnya, Bumi Bola Salju mulai menghangat.
Terdapat bukti bahwa di sekitar masa itu,
ada lonjakan global dalam aktivitas vulkanik.
Ledakan menembus es, memuntahkan karbondioksida ke udara.
Saat menyebar ke atmosfer, karbondioksida menghasilkan efek rumah kaca,
memerangkap panas sehingga Bumi menghangat dan es meleleh.
Masih banyak yang harus kita jelajahi tentang apa yang terjadi selanjutnya,
tapi tampaknya melelehnya Bumi Bola Salju
mengarah pada perkembangan besar kehidupan berikutnya.
Saat gletser menyurut,
maka lelehan air yang kaya nutrisi mengalir ke laut.
Bagi sel yang bertahan hidup, bongkahan apung ini adalah ladang makanan.
Bagi mikroba yang bisa berfotosintesis,
pecahannya adalah penyubur yang ampuh.
Pertumbuhan mereka berpengaruh langsung pada sel-sel hewan awal.
Sianobakteri dan mikroba penghasil oksigen lainnya
mulai berkembang di seluruh dunia.
Mereka berkembang dalam koloni-koloni mikroba mirip-tanaman
yang memompa keluar sejumlah besar oksigen.
Dan peningkatan oksigen ini
adalah kunci dari kebangkitan dunia hewan.
Kini, kehidupan mikroskopik sederhana
telah memenuhi kebutuhannya untuk berkembang menjadi sesuatu lebih besar.
No comments yet. Be the first to leave one.