The Mighty Ducks Game Changers - Second Season

The Mighty Ducks Game Changers - Second Season

Indonesian 자막 다운로드

시즌 2

릴리스 정보

The Mighty Ducks Game Changers S02E10 DSNP WEBRip PSARips
다음의 해설 ChoBot
Durasi 32:44 | Disney Retail Resync to WEBRip

태그

webrip
web
BRip
게시일: 2022-12-05
다운로드: 16
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

Sebelumnya di The Mighty Ducks: Game Changers.

Jadi, ini saat seru di EPIC.

Satu dari dua tim ini akan main di Tanding Musim Panas.

Kita kirimkan tim kombo besar. Dominasi dan Ducks.

Ini gelang performa. Melacak waktu aktif, massa otot.

Apa lagi yang diukur? Tak mengukur kemanusiaan atau hati.

- Ini olahraga. Main untuk menang. - Tak bisa menang musim panas.

Semua tekanan Ayah kepadaku

membuatku gagal di pertandingan terbesarku

dan kini ada gangguan menetap.

Aku tahu aku terlalu menekanmu. Maafkan aku.

Aku harus mulai lebih baik.

- Prospek NHL ada di tingkatan berbeda. - Maksudmu aku punya batasan?

Sebuah bus berisi tim elite Kanada baru tiba di LA

untuk Tanding Musim Panas. Pelatihnya minta daftar kita.

Pelatih, daftar dari EPIC baru masuk.

Evan Morrow?

Kau keluar.

Kau pasti bercanda.

Kau lihat daftar perekrut di Tanding?

- Gila. - Aku tahu. Semua kampus ini.

- USA Hockey. - Empat tim NHL.

Aku serasa memenuhi takdir yang ditulis untukku sebelum lahir.

Itu perasaanku saat selesaikan Lego sulit.

- Di sini! Ayo. - Mereka main apa?

Kurasa itu hoki ubi.

Lakukan. Hadang.

Ya! Hebat.

- Pertemuan tim. Hai, Koob. - "Hai"?

Ini pertemuan tim terakhir kita. Semuanya berakhir hari Minggu.

- Omong-omong, bisa tanda tangani ini? - Ya, tentu.

Terima kasih. Sof, boleh minta tanda tanganmu?

- Ya. - Aku terbuka.

Apa pendapatmu soal Jace saat Tanding?

Dia kacau waktu itu dan kuharap dia siap untuk semua ini.

Ya. Baik, jangan tulis semua itu saat kau tanda tangani.

- Benar, baik. - Tetap semangat.

Baik, perhatian.

- Jadi, kita ke Tanding Musim Panas. - Ya!

Ya. Ini yang kita tunggu-tunggu.

Kita akan bermain di fasilitas latihan Anaheim Ducks, dan itu keren.

Dengan cara kita semua berkumpul, aku membuat keputusan

bahwa kita bermain dengan nama Ducks.

- Apa? Ya. - Hebat!

Aku biasanya bermain di bawah hewan yang lebih keren, tetapi baiklah.

Aku terima.

Aku sangat menantikan untuk melatih olahraga ini,

tetapi tahun ini aku akan mundur.

Pelatih Alex mengambil alih tahun ini.

- Apa? - Aku hanya akan sebagai ayah.

- Hebat. - Ya, Ibu.

- Kau bisa! - Baik.

Hei. Itu kejutan.

Kau sungguh serius soal tak melatih?

Ya.

Ada terobosan dengan Jace

dan aku merasa dia membutuhkanku sebagai ayah sekarang.

Aku tak mau gagal. Aku tak mau lebih menekannya.

Hebat sekali. Pasti itu keputusan yang sangat sulit.

Tidak. Itu mudah.

Baik, memang sulit. Sangat.

Aku benci tim Kanada itu dan sangat ingin mengalahkan mereka,

tetapi aku tak tahu cara menjadi ayah di pertandingan, dan butuh bantuanmu.

Kau mau aku memandumu cara menjadi ayah saat tanding?

- Ya, benar. - Baik, itu mudah. Satu, pakai khaki.

- Aku tak punya celana khaki. - Tak apa.

Para ayah memakai apa saja. Mereka hanya mengenakan sesuatu.

Seperti kau dimuntahi. Punya apa yang begitu?

Aku punya sweter. Pakai ini saja.

Para ayah memakainya.

Ya, kau tampak fantastis. Takkan berhasil.

Baik, aku bisa.

Malah jauh lebih bagus.

Baik, kita bahas cara ayah bersikap.

Pertandingan selesai, kau ke arena dan berkata, "Permainan bagus."

Kalau kita kalah?

Maka tiba lebih cepat, "Hebat sekali. Kalian akan menang lain kali."

Kau banyak memotret, lebih dari yang akan dilihat,

bereskan tiket parkir. Itu saja.

- Boleh bawa peluitku? - Waduh.

Halo, kau kuil olahraga modern keren.

Aku lari!

Aku baik saja. Minggir.

Aku tak pernah lihat piala yang bukan kepala hewan.

Ayo kita menangkan.

Baiklah. Kita bisa. Kita siap.

Satu hal lagi.

Hai, aku Cam.

Itu Cam Fowler dari Anaheim Ducks.

Ya, kami sudah bertemu beberapa orang.

Mereka ramah. Orang baik. Tos, Teman. Ya.

Cam di sini hari ini karena organisasi Ducks

membuatkan kita hal super istimewa.

Tertulis Morrow, karena itu nama belakangku, di kaus pro.

Terima kasih!

- Ya! - Ya!

Kami buatkan untuk kalian. Semoga berhasil.

Ya!

- Ya! - Ya. Keren, ya?

- Aku punya firasat kita akan berhasil. - Ya, pasti.

Lagi pula, mereka dari Kanada.

Bisa sejahat apa? Mereka orang tersopan yang ada.

Mereka akan bilang, "Maaf soal periksa pinggulnya."

- Pelatih T, apa-apaan? - Alex Morrow.

Kulihat kau masih berambut begitu.

Ini sangat aneh. Kenapa kau melatih Kanada?

Tampaknya setelah kau curi nama kami di tanding tak disetujui tahun lalu,

aku bereaksi dengan cara yang dianggap tidak pantas.

Ya, seperti yang kuingat, kau tuang tong handuk, bergegas keluar arena,

mencabut bel pintu dari dinding, dan berkata, "Ini milikku."

Setelah pertandingan itu, hidupku agak berubah.

Aku dilarang dari hoki pemuda di Minnesota

dan tak dapat pekerjaan lain, jadi habis pilihan, aku ke Kanada.

Semuanya sedikit berbeda di Kanada.

Bakonnya sedikit lebih tebal.

Koinnya sedikit lebih tipis.

Kau berpikir, "Aku akan terbiasa," tetapi kau tahu?

Tidak bisa.

Aku harus tinggalkan seluruh hidupku di Amerika Serikat,

kedua ibu yang kupacari, jadi aku hanya mau beri tahu.

Saat kami menang hari ini, akhirnya kudapatkan pembalasan manis.

Aku merasa tak enak bilang ini karena tampaknya kau di tempat rapuh,

tetapi entah apa pertandingan hari ini akan seperti dugaanmu.

Baiklah, Ducks. Teruskan.

Kau yang paling bertanggung jawab.

Kulihat wajahmu setiap kali aku memakan bakon.

Dengar, entah harus bilang apa.

Bawah tanah atau tidak, kami menang adil.

Silakan sok tangguh tetapi aku tahu kau sebenarnya.

Kau hanya anak kecil yang mengira jago hoki,

yang harus kukeluarkan dari tim.

Saatnya pembalasan.

Ini terakhir kalinya musim panas ini aku berbaju hoki,

lalu sadar aku harus pipis.

Kau baru makan sepotong ruang ganti Ducks sehingga ada dalam dirimu?

Untuk apa begitu?

Baik, siapa pun yang belum, tanda tangani ini sekarang.

Aku menatapmu, Sam.

Boleh aku...

Gila. Pelatih T yang mengeluarkanku melatih tim lain.

Jangan dipikirkan. Bertanding saja.

Ya, aku tak butuh pria itu mengingatkanku

bahwa aku tak cukup bagus baginya.

Dia sungguh membuatku bersemangat.

- Hei, kau baik? Siap? - Ya. Mari kita lakukan.

Hei, Semua. Ada kabar buruk.

Ingat saat aku lari ke arena dan pergelanganku terkilir?

- Aku... - Tidak.

- Tak ingat. - Maksudku,

aku baru kembali dari medis. Ternyata pergelanganku terkilir.

Aku takkan bisa ikut tanding hari ini. Maaf, Semua.

Aku kecewakan kalian. Tepat sebelum pertandingan.

- Ya. Jangan cemas. - Ya. Semoga cepat membaik.

Selamat atas musim yang bagus.

Jangan tepuk tangan.

"Sial. Kami tak bisa bermain tanpamu."

"Suntik aku dengan kortison." Bagaimana dengan itu?

Tidak?

Sebaiknya kau tenang saja. Seperti saat aku cedera.

Saat kau cedera, kami lakukan tongkat di tengah,

satu tak bermain, semuanya tidak.

Ayo. Kita selesai. Satukan tangan.

Baik.

- Hei, Morrow. - Lihat dirimu, Ayah.

- Kau sungguh melakukan ini. - Ya, benar.

Aku bangga.

Hei, aku salah sebelumnya saat bilang tak masalah kita menang atau kalah.

Iu sangat berarti.

Benar. Menangkan, ya?

Ya.

Ayo, Ducks!

Ini periode pertama terakhir kita bermain bersama musim panas ini.

Kau mengacau. Hentikan ini.

Ini terakhir kalinya kau memerintahku musim panas ini.

Tidak. Ayo!

Para perekrut.

Itu Islanders Junior, Universitas Michigan,

itu Kings.

Hai, Semua.

Ini Rich Eisen, hadir langsung dari Tanding Musim Panas Hoki Dunia.

Aku perlu melihat ini sampai akhir.

Ducks terlihat kuat di awal.

Evan Morrow di Ducks tampak agak terganggu di luar sana.

Putar bolanya, Teman-teman.

Ya!

Itu Jace Cole untuk gol pertama Tanding ini. Tembakannya kembali.

Ya!

Hei, bangun. Fokus pertandingan. Ayo.

Aku sangat ingin di bangku itu, Marni.

Kita berdua seharusnya di bangku itu.

Ya.

Kurasa mereka bermain cukup bagus tanpaku.

Aku selalu berpikir aku pemain penting di arena.

Apa peranmu?

Aku jadi pereda ketegangan.

Jace!

Operan cantik oleh Hanson-Bhatt ke Jace Cole.

Jace Cole mencetak gol lagi.

Sekian untuk periode pertama. Ducks unggul.

Hai, aku Brett Ross.

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left