처음 200줄입니다.
Silakan nona Carmichael.
Dr. Petersen sudah menunggumu.
Maaf. Aku harus pergi.
Punya penanganan sempurna. Membuat kalian takut.
- Harry yang mengantarmu, nona Carmichael. - Terima kasih.
Awasi dia secara seksama. Jangan lepaskan pandanganmu darinya.
- Bagaimana kabarmu hari ini, Harry? - Baik.
- Kau terlihat sedikit kesal. - Itu karena lampu.
Aku mengkhawatirkanmu, sayang.
Aku baik saja.
Haruskah kita langsung menuju ke ruang kerja Dr. Petersen?
Tak bisakah kita duduk di suatu tempat yang tertutup untuk berbicara, hanya kau dan aku?
Menyenangkan, jika aku ada waktu.
Sungguh?
Masuk.
Kau mengganggu permainan kartu yang sangat menyenangkan, Dr. Petersen.
- Kau boleh pergi sekarang, Harry. - Aku di luar.
Kuharap keadaanmu sekarang membaik, Mary.
- Tidak. - Semoga.
Kupikir semua ini menggelikan.
Semua ini apa, Mary?
Psikoanalisis. Membuatku bosan.
Berbaring di tempat tidur seperti orang bodoh yang menyedihkan, menceritakan semua.
Kau sebenarnya tak mengharapkan dapat sesuatu
dengan mendengar ocehan masa kecilku yang bodoh.
Sungguh.
Semua pasienku selalu menganggapku sebagai orang brengsek yang menyebalkan.
saat awal kami mengobrol.
Begitu. Alam bawah sadarku terus berontak.
Tak ingin aku sembuh.
Tentu saja. Ingin terus menikmati penyakitmu.
Tugas kami agar bisa membuatmu mengerti penyebabnya.
Saat kau tahu kenapa kau melakukan hal yang tak baik buatmu
saat pertama kali kau melakukannya. Maka setelah itu kau bisa sembuh dengan sendirinya.
Maksudmu apa yang aku ceritakan padamu itu bohong?
Hal yang wajar.
Kau benar. Aku bohong seperti orang gila.
Aku benci pria. Aku muak pada mereka.
Bila ada di antara mereka yang berani menyentuhku,
Aku akan pancangkan gigiku ke tangannya kemudian menggigitnya.
Nyatanya, aku pernah melakukannya. Kau ingin mendengarnya?
Ceritakan padaku apa saja yang kau ingat.
Kami berdansa.
Dia terus memintaku menikahinya, nafsu sekali.
Seketika itu aku pura-pura ingin menciumnya
memancangkan gigiku ke kumisnya dan menggigitnya.
Kau menertawakanku.
Wajah sombong dinginmu tak bisa membohongiku.
Kau hanya ingin aku menceritakan semuanya padamu agar kau bisa merasa lebih baik dariku.
Kau dengan keahlianmu. Aku membencimu.
Aku tak ingin melihat wajah kejimu lagi!
Aku tak tahan denganmu.
Kau dengan keahlianmu yang tak ada gunanya!
Ayo, nona Carmichael.
Menjijikkan. Membiarkan mahluk seperti ini menyusahkanku.
Nona kucing yang dingin.
Dr. Fleurot, aku ingin bicara denganmu berdua.
Aku tak tahan dengan wanita itu.
Aku temui kau nanti, Mary.
Ayo, nona Carmichael.
Murchison pasti sudah gila menyerahkan Carmichael padamu.
Kau bisa laporkan temuanmu kepada pimpinan yang baru begitu dia sampai.
Kau tak bisa perlakukan wanita penggoda seperti Carmichael
tanpa ada informasi dari dalam.
Aku berhasil melakukan penelitian dalam permasalahan emosi
- dan cinta yang rumit. - Penelitian, tak mungkin.
Aku perhatikan cara kerjamu enam bulan. Brilian namun hampa.
Tak ada institusi yang mau.
Kau coba kaitkan semua permasalahanmu dengan pengetahuan yang kau miliki.
- Kau coba untuk menggodaku? - Tentu sebentar lagi.
Aku ingin jelaskan alasannya dulu.
Aku coba meyakinkanmu bahwa kekuranganmu sebagai manusia dan pengalaman secara emosional
adalah hal buruk buatmu selaku dokter.
Penting buatmu sebagai perempuan.
Aku pernah dengar penjelasan dari psikiater yang mudah jatuh cinta
ingin jadi dokter yang lebih baik dariku.
Tapi aku punya penjelasan lebih baik lagi.
- Aku sangat mencintaimu. - Alasannya?
Seperti sedang pegang buku pelajaran.
- Lantas kenapa kau mencintaiku? - Karena kau bukan buku pelajaran.
Kau manis, menggoda, wanita yang mempesona.
Aku rasakan setiap kali aku ada di dekatmu.
Perasaanmu hanya nafsu dan sesaat.
Aku pastikan padamu, pikiranku tak seperti mereka.
Hentikan. Aku tergila-gila denganmu.
Aku takut membuat dirimu bosan.
Tidak. Sikapmu sangat menarik.
Kau sebenarnya suka dengan nona Carmichael. Aku ingin meyakinkanmu.
Tapi aku tak bisa.
- Bisa kupinjam? - Silakan.
Maafkan aku atas sentilanku.
Kupikir sebaiknya kau tetap pada pendirianmu. Satu hal lagi...
Maaf mengganggu, aku ingin sampaikan sebuah berita.
Penggantiku akan tiba sebentar lagi.
Dr. Murchison, senang bekerja di bawah kepemimpinanmu.
Terima kasih banyak.
Ikut, Dr. Petersen?
Aku tak perlu buru-buru menyambut Dr. Edwardes.
Sulit membayangkan tempat ini tanpa kehadiranmu, Dr. Murchison.
Ya, aku segera tanggalkan fasilitas ini.
Lebih dari itu. Kau adalah green manors. Terkesan tak adil.
Dalam profesimu kau sangatlah muda.
Kau belum pelajari dasar ilmu pengetahuan yang sulit.
Yang tua harus diganti dengan yang baru,
Utamanya sewaktu orang tua itu diduga mengalami kepikunan.
Menggelikan.
Kupikir dewan direksi akan tahu lebih banyak dengan keadaanmu.
Kau terlihat seperti orang baru sejak masa cutimu.
Dewan direksi punya keadilan dan pengetahuan yang sama dengan dewan rumah sakit.
Aku sependapat denganmu. Akulah yang mumpuni dan brillian selama ini.
Tapi sekali melakukan kerusakan, aku akan ulanginya kembali.
Kau terlalu banyak bekerja.
Diagnosa yang mengesankan untuk seorang yang sudah uzur.
Aku akan selalu teringat dengan kebahagiaanmu hari ini
sebagai sebuah pelajaran bagaimana menyikapi kenyataan, Dr. Murchison.
Jangan rusak kebahagiaanku, Constance.
Setidaknya ini cara yang sulit mengucapkan perpisahan setelah 20 tahun.
Ya, aku tahu.
Masuk.
- Suratmu, Dr. Petersen dan Mr. Garmes. - Silakan masuk, Mr. Garmes.
Kau tak pergi hari ini? Aku bisa menemuimu kembali?
Aku ada di sini hingga sementara waktu seperti induk betina tua.
Setidaknya hingga Dr. Edwardes ada di dalam daftar.
Bagaimana keadaanmu hari ini, Mr. Garmes?
Agak mendingan, dokter. Sepertinya sedikit membosankan.
Bisa kulakukan untukmu, dokter?
Terima kasih, tak usah. Aku bisa lakukan sendiri dengan baik.
Silakan duduk. Aku ke sana sebentar lagi.
- Jadi dia si hebat Anthony Edwardes. - Dia terlihat lebih muda dari yang aku sangka.
Dia cuman bawa satu kopor. Mungkin dia tak berniat tinggal lama-lama.
Buang harapanmu untuk Dr. Murchison.
Tuan-tuan, pimpinan baru kita, Dr. Anthony Edwardes. Dr. Fleurot.
- Apa kabar? - Apa kabar?
- Aku Dr. Graff. - Apa kabar?
- Dr. Hanish. - Apa kabar?
Masih ada anggota staf yang terlewatkan, Dr. Edwardes.
Ini ruanganmu.
Rumah sakit yang sangat mengesankan.
Dr. Edwardes, Dr. Murchison.
Apa kabar, Dr. Murchison? Aku sudah dengar reputasi hebatmu, pak.
Sama denganmu.
- Kau lebih muda dari yang aku kira. - Usiaku tak pernah bermasalah denganku.
Aku juga. Aku senang menyerahkan kedudukanku kepada orang yang tepat.
Aku serahkan perpustakaanku padamu beserta isinya,
di antara barang penting lainnya,
buku terbarumu, The Labyrinth of the Guilt Complex. Karya yang bagus sekali.
Kuharap Green Manors bisa menginspirasi yang lain.
Aku berterima kasih sekali.
Aku tak tahu ucapan formil untuk serah terima jabatan, Dr. Edwardes.
Harus kukatakan, ruangan ini sudah kutempati selama 20 tahun
sekarang jadi milikmu. Aku permisi dulu.
Aku habiskan waktu setengah jam bersama Dr. Edwardes.
Harus kukatakan, aku sangat terkesan.
Aku ingin belajar sesuatu yang hebat dari Dr. Edwardes.
Kupikir kita semua bisa, dari orang yang punya pembawaan yang jelas.
- Kau tahu dengan hasil karyanya? - Ya, aku baca semua bukunya.
Sangat jeli, pemikiran yang tak biasa.
Akan jadi mengerikan bila pengganti Dr. Murchison tak sepadan dengannya.
Dia hendak bergabung dengan kita.
Kupikir kau sudah kenal dengan semua yang ada di sini, Dr. Edwardes.
- Tidak, belum. - Oh.
- Dia Dr. Petersen. - Apa kabar?
Dr. Edwardes.
Dr. Hanish telah memperlihatkan padaku tempat ini.
Rumah sakit yang bagus sekali, Dr. Murchison.
- Pasti indah di musim panas. - Aku sudah perlihatkan Dr. Edwardes
berbagai macam tempat terbuka buat para pasien.
Dr. Murchison selalu membantah jika kami tak punya cukup tempat,
Aku sependapat dengannya.
Biar kuberitahu jika Dr. Petersen ini ahli senam yang gagal.
Dr. Fleurot memikirkan segala hal yang menyangkut olah raga senam.
Aku menduga kau sangat suka olah raga.
Ya, benar, aku merindukannya, terutama olah raga musim dingin.
Kau sudah perlihatkan Dr. Edwardes pohon elmnya?
Ya, ya tentu saja.
Disanalah harapan kami punya kolam renang yang baru.
Aku perenang handal di kolam renang.
Tempat yang bagus untuk kolam renang di antara pohon-pohon elms.
Bukan persegi panjang, melainkan kolam yang tak biasa, bentuknya...
Bentuknya seperti ini.
Tempat mandinya di sini.
Kupikir pasokan linen di rumah sakit ini tak ada hentinya!
Maafkan aku.
Mengingatkanku tentang profesorku di psikiatri, Dr. Brulov.
Dia tak pernah betah dengan botol saus di meja ataupun botol garam.
Botol-botol itu membuat nafsu makannya hilang.
Aku ingat dalam sebuah perjamuan untuk menghormatinya,
dia menolak duduk di meja pembicara
karena dia dikelilingi dengan...
...saus tomat.
Kemarin malam saat makan malam,
lesung pipi di pipimu tak pernah terlihat sebelumnya.
Aku mendapatkan naluri seorang ibu tiba-tiba muncul terhadap Dr. Edwardes.
Aku benci obrolan tak penting seperti ini.
Sambutanmu telah mengurangi penilaianku tentang dirimu.
Asal kau tahu bahwa kau terbebas dari psikoanalisis
yang akan berujung pada pelukan Boob McNutt dengan rambut durinya.
Kalau aku ingin cari pria seperti itu, Dr. Fleurot, aku sudah jauh-jauh hari mencintaimu.
Masuk.
Hai.
No comments yet. Be the first to leave one.