처음 200줄입니다.
Itu bukan salahmu.
Jika pasienmu meninggal, tidak ada yang bisa kamu lakukan.
Kamu harus menerima kenyataan ini
jika kamu mau menjadi perawat.
Setiap kali kamu tersenyum, aku selalu berpikir,
kenapa kamu bisa masih tersenyum
meski kamu membunuh adikku?
"Cuplikan Episode Hari ini"
Hei, apa kamu sudah dengar? Pak Kepala Sekolah berhenti.
Apa? Benarkah? - Ya.
Kudengar beberapa pengajar bicara tentang itu.
Tunggu. Ada apa?
Apa?
Aku diam-diam menyukainya.
Itu aneh sekali! Aku tidak percaya dia mundur sekarang.
Apa yang terjadi?
Orang yang aku suka
adalah Dokter Bansho.
Ada apa?
Bukan apa-apa.
Permisi.
Kantor...
Kantor administrasi
butuh tanda tanganmu di dokumen ini.
Pak Kepala Sekolah.
Aku bukan kepala sekolah lagi.
Aku...
Aku akan kembali lagi nanti.
"Perjanjian Pembatalan Kontrak"
Tidak ada perlawanan, tidak ada alasan.
Itulah kamu.
Dokter Bansho, dia...
Dia tidak akan kembali ke rumah sakit universitas
dan dia juga mundur dari posisinya di sekolah keperawatan.
Pihak media menanyai sebelumnya
apa kita berencana mempekerjakan dokter Bansho
yang terlibat dalam insiden medis
sebagai Kepala Operasi Kardiovaskular.
Tapi insiden itu
bukan sepenuhnya kesalahan dokter Bansho
Menurutku juga begitu.
Meski tingkat kesuksesan operasi itu sangat rendah,
seseorang harus melakukannya.
Jika tidak, kita tidak bisa membuka jalan bagi kedokteran masa depan.
Dokter Bansho tidak bersalah.
Lalu kenapa ini terjadi?
Karena... - Apa keluarga pasien
mengatakan sesuatu?
Ya.
Mereka bilang jika kita mempekerjakan dokter Bansho lagi,
mereka akan mengajukan kasus itu lagi.
Lebih dari sepuluh tahun sudah berlalu.
Kenapa mereka masih mengungkit hal itu?
Kamu mau pergi ke kafe di Aoyama?
Tentu saja.
Siapa? Apa itu Shunya?
Bukan.
Kamu tidak perlu merahasiakannya dariku.
Aku sudah memberi tahu padamu tentang perasaanku.
Setelah mengatakan bahwa aku tidak bisa merelakannya,
dalam beberapa hal aku merasa jauh lebih baik.
Aku masih harus menulis setumpuk laporan.
Aku pamit.
Chinatsu!
"Pesan teks dari Hishikawa Takumi"
Berdasarkan laporan saat itu,
orang tuanya ingin naik banding,
tapi tidak mereka tidak melakukannya.
Dia mungkin masih SMP saat itu.
Dia tidak bisa melakukan apa pun dengan keputusan orang tuanya.
Dia pasti merasa sangat menyesal.
Orang tuanya bercerai setelah itu.
Setelah dewasa,
dia berinisiatif untuk mencari dokter itu.
Aku mencari dokter itu...
Pria yang membunuh adikku.
Lalu dia menemukan dokter Bansho.
Ya.
Tapi bagaimana dia bisa menemukan dokter Bansho?
Ahli bedah yang menangani adiknya
hanya bertemu orang tuanya.
Dia pun mengubah namanya juga.
Karena...
Karena?
Dia mungkin memeriksa.
Meskipun begitu,
kamu pernah mendengar dia bicara tentang itu?
Kupikir dia mungkin memberi tahu padamu.
Jika kamu tahu sesuatu, tolong katakan padaku.
Pasti ada kesempatan bagi dia untuk tahu.
Mereka mungkin bukan hanya kepala sekolah dan siswa.
Mungkin orang yang dia suka...
Dokter Bansho...
Dia dokter yang membunuh adikku.
Tidak kupercaya kita bertemu di sini kali terakhir
di depan Nightingale.
Nightingale sendiri
pasti tidak bisa menjaga dirinya suci selamanya.
Meski operasi itu gagal karena tingkat kesulitannya yang tinggi,
tapi jika operasi itu bisa membuka jalan bagi kedokteran masa depan,
kurasa itu tetap hal yang tepat untuk dilakukan.
Tapi
kamu membuatku mengerti bahwa aku mungkin salah.
Aku kehilangan segalanya.
Aku berencana untuk memulai kembali.
Setiap kali kamu tersenyum, aku selalu berpikir,
kenapa kamu masih bisa tersenyum
meski kamu membunuh adikku?
Teruslah berada di sisiku.
Kuharap kamu akan terus berada di sisiku.
Tentu saja.
Aku sepenuhnya tertipu olehmu.
Sayang sekali.
Aku kalah.
Maaf
aku tidak memberitahumu.
Aku tidak percaya dia dan dokter Bansho...
Andai aku bisa meyakinkan dia untuk melupakan balas dendamnya,
mungkin ini tidak akan terjadi.
Itu bukan salahmu.
Seharusnya aku lebih membantu dia.
Meski balas dendamnya berhasil pun,
dia harus menghadapi kenangan kelam ini
selama hidupnya.
Itu pasti sulit, bukan?
Kamu masih sangat
menyukai dia.
Sejujurnya,
aku tidak tahu.
Meski aku tahu dia tidak akan bersamaku.
Meski semua tentangnya
menjadi samar dalam ingatanmu
seiring berlalunya waktu,
tapi kamu masih menyukainya. Pertemuan seperti ini
hanya sekali seumur hidup.
Meski hanya bertepuk sebelah tangan.
Aku akan
pergi sekarang.
Hari ini, aku ingin mengumumkan sesuatu.
Dokter Bansho meninggalkan sekolah
karena alasan pribadi.
Sebelum kalian lulus,
wakil kepala sekolah akan bertindak sebagai kepala sekolah.
Siswa tingkat tiga, di hari terakhir pemagangan kalian,
aku minta maaf atas kejadian ini.
Tapi kuharap kalian semua masih akan bertahan
dan menyelesaikan sisa-sisa hari
pemagangan kalian.
Ya.
Setelah pemagangan,
kalian akan lulus.
Jika lulus ujian nasional,
kalian akan menjadi
perawat.
Ya.
"Angels in White"
"Yagi Yuka"
Jonathan
memanggilku Kue Kecil.
"Episode 7"
Mereka memanggilku dengan julukan itu sejak aku kecil.
Suatu hari, aku menanyai Jonathan kenapa dia memanggilku seperti itu.
Dia bilang alasannya karena aku suka makan kue.
Terima kasih sudah membacakannya untukku.
Terima kasih.
"Kizaki Rumi"
Anak pintar.
Ini, suapi dia.
Baik.
Angkat botolnya sedikit.
Atau bayi itu hanya akan mengisap udara di botol.
Maaf.
Nona Yamada, kamu sedang apa di sini?
Maaf.
Kamu mau makan apa? - Ini.
Baik, aku akan menyuapimu.
Makanlah lagi. Kamu harus segera pulih.
Dia hampir tiba. - Ya.
Mungkin dia sudah tiba di lobi rumah sakit.
Mungkin dia sudah di dalam lift.
Mungkin dia sudah di lorong.
Ibu! - Yuka, bagaimana perasaanmu?
Aku merasa baik. - Benarkah? Itu bagus.
Ini Rumi.
Aku pemagang yang merawat Yuka,
Kizaki Rumi.
Senang bertemu denganmu. Aku ibu Yuka.
Terima kasih sudah merawat Yuka.
Tidak, aku tidak melakukan hal istimewa.
Sejak Rumi datang,
aku sangat bahagia setiap hari.
Terima kasih.
Omong-omong, apa Ibu sudah membelinya?
Ini.
Berkilauan sekali.
Boleh aku menempelkannya di buku? - Ya.
Kamu bilang kamu tidak pandai menangani anak-anak.
Kamu mulai akrab dengannya, bukan?
Lihat betapa bahagianya kamu.
Urus saja urusanmu sendiri.
No comments yet. Be the first to leave one.