처음 200줄입니다.
Aku tidak boleh mengganggunya.
Dia akan meneleponku.
SUREL BARU PELELANGAN YE UI
Direktur Gold, kau sudah menemuinya?
Kau baik-baik saja?
Aku menyuruhmu tidur. Ini sudah larut. Kenapa belum tidur?
Aku biasa tidur larut malam.
Julukanku si Nokturnal.
Kupikir kita berjanji tidak akan saling membohongi.
Apa kau berkata jujur?
Tentu saja.
Aku menelepon andai kau menunggu. Lekas tidur.
Direktur Gold?
Kau baik-baik saja? Di mana kau sekarang?
Sudah larut.
Seharusnya aku tidak meneleponmu.
Selamat malam.
Direktur Gold?
Duk-mi.
Memangnya aku tidak akan cemas jika kau menutup telepon begitu saja?
Jika ingin, menangislah di depanku agar bisa kuhibur.
Sedang apa kau di sini sendirian?
Kau membuatku sangat kesal. Aku membencimu.
Jangan tersenyum dengan wajah sedihmu itu.
Aku ingin menangis.
Karena pukulanmu sangat keras.
Direktur Gold, apa kau tertidur?
Ya.
Mau pulang?
Sepertinya aku tidak akan bisa tidur jika pulang.
Rasanya sangat aneh.
Kenapa?
Orang yang membuatku bertanya-tanya seumur hidupku
sedang tidur tepat di bawah rumahku.
Rasanya aneh.
Kalau begitu, datanglah ke rumahku.
Omong-omong, bagaimana kau bisa tahu aku di sini?
Kau tidak tahu?
Aku menanam alat GPS di dalam tubuhmu.
Aku sudah menceritakan soal orang tuaku?
Orang tua yang mengadopsiku.
Belum, bukan?
Mereka orang baik.
Mereka mengadopsi dan membesarkan anak berusia tujuh tahun dengan bahagia.
Orang tuaku pernah mengatakan ini kepadaku.
"Ibumu melahirkan dan membesarkanmu
karena menyayangimu.
Dia tidak punya pilihan selain membiarkan kami membesarkanmu.
Jadi, kau bukan ditelantarkan.
Kau dilindungi." Mereka bilang begitu.
Tapi orang yang kutemui hari ini
meminta maaf kepadaku.
Jadi, aku tidak merasa dilindungi.
Aku serasa ditelantarkan lagi.
Mungkin
seumur hidupnya, dia ingin mengatakan itu.
Dia sangat menyayangimu
dan sangat menyesal karena tidak bisa menemanimu.
Menurutmu begitu?
Sebaiknya kau tidur.
Kau akan merasa mendingan saat bangun.
Pak Kim, Hyo-jin benar-benar sedang naik bus?
Ya.
Dia pasti sudah belajar cara mengisi KB-nya.
"KB"?
Apa itu?
Artinya dia belajar mengisi kartu busnya.
Kupikir dia akan meneleponku sambil menangis agar menerimanya lagi.
Tapi dia belajar cara mengisi kartu busnya?
Bagaimana menurutmu?
Katakan, bagaimana menurutmu?
Halte berikutnya...
Astaga.
Tidurmu nyenyak?
Bagaimana denganmu?
Direktur Gold, Nona Sung.
- Halo. - Halo.
Ini disebut tindakan privatisasi museum seni, bukan?
Kalian datang lebih awal.
- Kami datang tepat waktu... - Benar.
Sepertinya kita tidak perlu mengganti sofanya.
Sofanya masih sangat empuk.
- Ada apa denganmu? - Kenapa kau melakukannya?
Ini. Makanlah.
Kita harus melihat hal semacam itu di kantor,
jadi, setidaknya perut kita harus kenyang.
Kau benar.
Dua es Americano.
- Boleh minta sedotan? - Tentu. Sedotan.
- Ini, silakan menikmati. - Berapa harganya?
Harganya 800 won.
- Biar kucatat pesananmu. - Dua es latte.
Dua es latte.
Berikan kartumu. Mau notanya?
- Tidak perlu. - Baik.
Jadi, Seon-ju membantumu memperbaiki gitarmu?
- Ya. - Dia juga datang ke pertunjukanmu?
- Ya. - Dia bahkan membentuk klub penggemar?
Ya.
- Jadi, Seon-ju menyukai... - Hei.
Seung-min.
- Kau menanyakan apa kepadanya? - Aku hanya...
Lupakan. Dia menanyakan apa?
Dia ingin tahu apa kau menyukaiku.
Kini kau bahkan meragukanku?
- Bukan begitu. - Nona Lee.
Kau memang menyukaiku, bukan?
Hal yang kusukai adalah musik.
Aku suka musikmu.
Sudah kubilang, bukan? Dia menyukaiku.
Sepertinya kau benar.
Apa maksudmu?
Seung-min,
apa kau...
PRODUSER YOO JOONG-HYEOK
- Apa ini? - Temanku produser musik.
Dia sedang mencari band berbakat.
Jadi, aku berniat mengenalkan Ju-hyeok.
Benarkah?
Kenapa kau melakukannya?
Karena kau menyukai dia.
Sebagai penggemar.
Jadi, kupikir kau bisa sering tersenyum jika Ju-hyeok menjadi sukses.
Seon-ju.
Aku
merasa sangat bahagia saat kau tersenyum.
Tapi aku telah melupakannya.
Maaf.
Mulai sekarang,
aku akan fokus untuk membuatmu tersenyum.
Aku tidak peduli soal acara ragam atau promosi jabatan.
Aku hanya ingin kau tersenyum.
Aku hanya akan fokus melakukannya.
- Jadi... - Tapi, Nona Lee bilang
tidak ingin aku menjadi terlalu terkenal.
Dia ingin hanya dia yang tahu soal aku.
- Aku boleh pergi? - Seharusnya sejak tadi.
Seon-ju.
- Seung-min. - Ya?
Aku tidak memaafkanmu.
Aku hanya memberimu kesempatan kedua.
Baiklah, hanya itu yang kubutuhkan.
- Sayang. - Lepaskan aku.
Kubilang hanya memberimu kesempatan kedua.
Terima kasih.
REED
DIREKTUR SENI RYAN GOLD
SUNRISE
CHA SI-AN
Halo?
Awalnya,
kupikir kau mendekatiku karena mendengar semacam rumor.
Aku juga curiga dan berpikir kau mengincar skandal.
Tapi anehnya, aku tertarik padamu.
Makin mengenalmu, aku merasa sangat nyaman di dekatmu
dan ingin menjadi temanmu.
Kita sama-sama menyukai lukisan Lee Sol dan kau tinggal tepat di atas rumahku.
Semuanya bagaikan takdir.
Kurasa
selama ini aku benar,
Ryan.
Pak Cha.
Aku akan mengirimimu nomor ibuku.
Berilah dia kesempatan untuk menjelaskan.
Mungkin permintaan maaf atau alasan, tapi biarkan dia menjelaskan.
Kali ini saja.
Nona Sung, pekan depan
kita harus memberikan kepastian akhir soal desain katalog
jika ingin mencetaknya sesuai jadwal.
Bagaimana kita harus mengenalkan lukisan Lee Sol?
Kau sudah menerima telepon?
Aku menanyai semua kenalanku, tapi tidak bisa mendapatkan informasi.
Sampai kapan ini bisa ditunda?
Sampai Rabu depan.
Kalau begitu, mari cari lagi.
Baik. Aku juga tidak sabar untuk melihat lukisan terakhirnya.
Baiklah.
JIKA KALIAN TAHU LUKISAN YANG MIRIP INI, HUBUNGI AKU
LUKISAN SENIMAN LEE SOL PELELANGAN YE UI
Halo? Hai, aku Sung Duk-mi dari Museum Seni Cheum.
Benar. Terima kasih atas surelmu.
Kami tertarik pada seri lukisan gelembung sabun Lee Sol
yang dijual di lelang sebelumnya.
Dari penjualnya?
Ya, dua lukisan lagi dari seri ini.
Jadi, mereka akan melakukan penjualan pertama di lelang berikutnya?
- Dua lukisan? - Berapa totalnya?
- Delapan. - Sebenarnya, aku berharap
mungkin kalian bisa menawarkan penjualan khusus untuk kami.
Tentu kami akan membayar lebih untuk menunjukkan apresiasi kami.
Tentu. Tolong kabari kami.
Terima kasih banyak. Sampai jumpa.
Bagaimana hasilnya?
Kolektor yang menjual lukisan itu tempo hari menemukan dua lukisan lagi.
Mereka akan menelepon setelah membahas penjualan kepada kita.
Astaga, bagus!
Artinya kita cukup mencari satu lagi, bukan?
Ya!
Mereka akan mengirimi kita berkas gambar.
- Baiklah. - Kita berhasil.
No comments yet. Be the first to leave one.