처음 200줄입니다.
= Episode 10 =-
Kke--kenapa begitu?
Ini yang ingin kutanyakan.
Dia bilang ada yang mau dia katakan. Tapi mendadak dia malah berlutut.
Joon Hee...
Ada masalah apa sebenarnya?
Kenapa seperti orang yang telah melakukan kesalahan besar?
Apa ini?
Kalian...
Sedang apa kalian sekarang ini?
Sebentar...
Kalian berdua...
Bukan, 'kan?
Eomma...
Ya?
Maafkan aku, Eomonim.
Omo... Omo... Aku harus bagaimana?
- Eomma! Eomma! - Omo, aku harus bagaimana?
Eomma, tenangkan dirimu! Tenang dulu!
Apa? Kau juga... Kau... sudah tahu?
Oh... boleh dibilang begitu.
Aigoo!!!
Kapan baru bisa kau sadar?
Bukannya secepatnya menyelesaikan program S-3 mu
tapi malah buang-buang waktu cuma buat main game.
Belajar saja waktunya sudah tidak cukup.
Tapi kenapa malah menempatkan pikiranmu di tempat lain. Kenapa?
Eomma, kenapa kemarahanmu kau luapkan pada diri Seung Ho?
Makanya. Salahku di mana?
Maksudmu sekarang kau sudah melakukan perbuatan yang benar?
Haruskah kau mengecewakan Eomma sedemikian rupa?
Masuk! Ayo cepat masuk!
Eo--Eomma...
Eomma!
Cepat masuk!
Anu, pembicaraan ini harus diselesaikan terlebih dahulu.
Kenapa menyembunyikan hal semacam ini?
Mau bantu juga harus lihat-lihat sikon.
Kau mau lihat hidup Nunamu jadi hancur berantakan?
Hidupnya hancur bagaimana?
Jangan berisik! Diam!
Kau... dengarkan aku baik-baik.
Ke depannya jangan main sama Joon Hee lagi.
Mau pulang?
Menurutku lebih baik begitu.
Maaf.
Seharusnya aku yang minta maf.
Membuat onar tanpa membicarakannya terlebih dahulu denganmu.
Tidak peduli Eomonim bilang apa, kau cukup mendengarkannya saja.
Hmm?
Bersabarlah untuk hari ini.
Aku tidak berharap kau merasa tersiksa di saat aku tidak berada di sisimu.
Mengerti?
Masuklah.
Kenapa?
Aku tahu bagaimana caranya turun ke bawah sendiri.
Aku akan meneleponmu.
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dam
Subtitle oleh: ~ Damn
Subtitle oleh: ~ Damn!
Subtitle oleh: ~ Damn!S
Subtitle oleh: ~ Damn!Su
Subtitle oleh: ~ Damn!Sup
Subtitle oleh: ~ Damn!Supe
Subtitle oleh: ~ Damn!Super
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ Damn! Super Sub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ to to ro ~
- Dasar anak kurang ajar! - Eomma! Eomma, Eomma.
- Kau... - Eomma sabar! Sabar!
Lepaskan!
Dasar! Cepat bilang kau sudah bersalah!
Aku tidak bersalah!
Kau ini manusia?
Aku tanya kau ini manusia?
Mau semarah apa pun itu.
Kenapa harus menganggap dia angin?
Bukan terhadap orang lain. Tapi terhadap Joon Hee.
Kenapa mengabaikannya sedemikian rupa?
Hei, harusnya kau...
Bukan dengan orang lain tapi dengan Joon Hee. Masuk akal tidak ini?
Kenapa tidak bisa?
Atas dasar apa tidak bisa?
Karena sudah kenal dia dari kecil?
Atau selama ini kau menganggapnya sebagai putramu?
Terus kenapa?
Terus kenapa? Apa hebatnya itu?
Di saat seperti ini tidak perlu begitu banyak bacot.
Sungguh kelu aku, kelu. Sungguh kelu.
Kalau pun kau mau gila, setidaknya yang agak masuk akal sedikit.
Dasar anak 'gak punya otak!
Di dunia tidak ada orang lain lagi yang bisa dipilih sampai kau harus memilih yang seperti ini?
Masih berani kau bertanya "apa hebatnya?" masalah ini?
Hidup di dunia ini terbagi menjadi dua, kenapa?
Bukan aku yang memilih.
Tapi aku yang menjadi pilihan Joon Hee.
Joon Hee yang telah memilihku.
Eomma kau tidak akan pernah tahu.
Betapa indahnya cinta yang kurasakan sekarang ini.
Dasar perempuan gila! Sudah gila! Kau... Kau... Kau...
Sebelum aku benar-benar murka sebaiknya kau dengarkan baik-baik.
Jangan pernah berharap kau akan bisa bertemu dengannya lagi.
Sebaiknya Eomma yang jangan terlalu berharap hal seperti ini.
Aku akan tetap bertemu dengannya.
Sekalipun langit terbelah menjadi dua,
aku akan tetap bertemu dengannya.
Eomma! Eomma!
Dengan siapa kau begitu kurang ajar?
Dengan siapa kau begitu kurang ajar?
Melakukan perbuatan yang memalukan masih berani kurang ajar?
Di mana kau taruh mukamu?
Apa? Pacaran?
Kau kira ini adalah sebuah masalah yang sederhana?
Dengan adikmu?
Bagaimana dia bisa adikku? Eomma yang melahirkannya?
Kau kira hanya anak yang keluar dari rahim sendiri baru bisa disebut anak?
Anak yang diasuh dari kecil juga disebut anak sendiri.
Bagi Eomma dan Appa
dia adalah anak seperti Seung Ho.
Bagiku bukan seperti itu.
Bagiku Joon Hee itu...
...adalah seorang pria yang kucintai.
Kurang ajar! Apa? Pria?
Dasar anak yang tidak tahu malu!
Oke, teruskan saja kalu begitu.
Oke, kau coba saja.
Kau pikir dengan cara ini akan berhasil?
Jika pakai cara seperti ini yang rugi adalah kalian berdua.
Masa kau masih belum mengerti Eomma?
Eomma kita bukanlah Eomma yang akan mengalah pada anaknya.
Sekedar berjaga-jaga...
Jangan nangis.
Eomma sudah tahu perihal Joon Hee pacaran sama Nuna dan baru selesai perang.
Biar Appa yang selesaikan.
Mi Yeon!
Jin Ah dan Joon Hee... sudah kurestui.
Eomma, air air.
Anak muda pacaran, apa masalahnya?
Ngomong apa itu orang?
Merestui apa?
Kenapa? Kenapa tidak pantas?
Mereka berdua saling menyukai. Punya alasan apa kita melarang?
Karena itu...
Masalah Jin Ah ini...
Selain aku kalian semua sudah tahu?
Karena kau orang terakhir yang tahu, makanya kau marah-marah?
Aku orang pertama yang tahu lho!
Ini orang mulutnya...
Eomma! Eomma!
Eomma!
Tidak apa-apa? Tidak apa-apa?
Ah, dasar!
Aduh, Seung Ho...
Coba kulihat, coba kulihat.
Aku tidak nangis.
Sungguh.
Aku bilang padanya lain kali baru kita bicarakan lagi.
Eomma juga dikarenakan kaget sehingga menjadi syok makanya jadi seperti itu.
Iya, makanya.
Kau juga jangan terlalu bersedih hati.
Cobalah untuk mengerti.
Nuna! Yoon Jin Ah!
Cepat keluar!
Nanti aku telepon lagi.
Tunggu apa lagi? Cepat bawa mobilnya ke sini!
Aku sempat minum sedikit bir tadi.
No comments yet. Be the first to leave one.