처음 200줄입니다.
Bisa kau gambar terakhir kalinya kau melihat Doyoon?
Dr. Brain
Heejin.
Kau tahu siapa wanita ini?
Di mana ini? Kau tahu ini di mana?
Heejin perlu istirahat.
Tunggu.
Heejin, boleh kuambil gambar ini?
Terima kasih, Heejin.
Aku yakin putraku masih hidup.
Gambar ini buktinya? Kau yakin soal itu?
Kebakaran itu terjadi saat musim panas tahun ini,
tapi ada daun berguguran di tanah di gambar ini.
Mungkin musim gugur yang lalu.
Heejin baru bertemu Doyoon beberapa bulan lalu.
Dia pasti menggambar sesuatu dari imajinasinya
atau mungkin dia keliru dengan apa yang dia lihat.
Tidak, Heejin menggambar sesuai yang dia lihat.
Dia anak yang sangat spesial.
Ingatan fotografisnya
membuatnya mampu menggambar sesuai yang dia lihat.
Dokter Koh, aku sangat berterima kasih kau membantu kami menemukan Heejin.
Aku juga ingin meminta maaf karena menjadikanmu tersangka, tapi...
Bukalah kembali kasus putraku.
Polisi menemukan mayat Doyoon di TKP,
bahkan kau mengadakan pemakaman untuknya.
Kami tak bisa membuka kembali kasus orang hilang jika sudah mati.
Aku tahu sinkronisasi otakku untuk menemukan Heejin tak diizinkan.
Protokol tak bisa terus dilanggar.
Aku mengerti.
Jika kau ingin menemukan putramu...
kau harus memikirkan keselamatanmu sendiri.
Kita harus mengejar tersangka yang sebenarnya.
Jangan bertindak sendirian.
Ayo.
Akan kuantar kau pulang.
Para rekanku ada di mobil sana. Mereka di sini untuk melindungimu.
Maksudmu untuk mengawasiku.
Benar. Walau aku berpikir begini,
secara resmi, kau masih tersangka dalam kasus pembunuhan.
Semoga kau mengerti.
Bisakah kau menyelidiki dr. Namil Hong?
Kami seharusnya bertemu pada hari kau melihatku di mal.
Entah bagaimana, tapi mungkin dr. Hong terlibat.
Jika terlibat, dia mungkin tahu sesuatu tentang pria yang kabur itu.
Aku tak bisa menghubunginya.
Baik. Akan kuselidiki.
Baiklah.
Ini sangat mengecewakan.
Gadis itu masih hidup dan dr. Koh terus membuat masalah.
Yang paling menyebalkan adalah...
dr. Namil Hong menghilang.
Aku tahu banyak yang harus dikerjakan.
Akan kuurus sekarang juga.
Satu orang masuk dan tiga orang pergi bersama?
Ya, mereka datang terpisah, tapi pergi bersama.
- Kira-kira pukul berapa? - Kurasa sekitar pukul 22.20.
Terima kasih.
Mungkin mereka naik lift daripada eskalator
karena mereka mau ke area parkir di basemen.
Atau mungkin mereka tak ingin terlihat.
Lihatlah ini.
Ini terakhir kali tersangka terlihat di kamera.
Jika dia membawa mobilnya, bukankah dia sudah pergi?
Dia tahu dia harus lewat gang atau trotoar yang tak dilengkapi kamera.
Dia cerdas.
Kau sudah minta keterangan saksi?
Aku sudah tanya para pegawai.
Akan kucek nomor pelat di area parkir juga.
Bagaimana dengan dr. Hong?
Masih belum bisa dihubungi, ya?
Belum.
Pergilah ke Pusat Penelitian BC dan cari petunjuk.
- Kirim rekaman itu ke analis. - Harus apa dulu?
Mengecek pelat atau pergi ke Pusat Penelitian BC?
Keduanya.
Jaeyi.
Doyoon masih hidup.
Anak lelaki ini adalah Doyoon.
Pikiranku kacau sekali saat ini.
Aku tak tahu apa aku memegang tanganmu
karena perasaanku sendiri atau perasaan orang lain.
Mungkin ini perasaan Junki.
Aku sangat bingung.
Kenapa kau begitu yakin Doyoon masih hidup?
Kurasa istrimu tak bisa menjawab itu.
Kau tampak lesu. Kau tak seperti biasanya.
Aku tak tahu cara menemukan Doyoon.
Adakalanya seperti ini dalam penyelidikan.
Situasi menjadi serbasalah dan kau kesulitan.
Maka kembalilah ke cara yang lebih simpel dan ulangi.
Misalnya, apa yang sudah kau ketahui?
Di mana putramu terakhir kali kau melihatnya hidup?
Aku harus kembali ke rumah peristirahatan kami?
Punya ide yang lebih bagus?
Ada polisi yang berjaga di luar rumahku.
Berarti kau tak bisa berbuat apa-apa.
Kau hanya perlu menyibukkan diri saja.
- Ada yang keluar. - Siapa?
Kurasa pengasuh.
Benar.
- Halo. - Halo.
Dokter Koh menyuruhku memberikan ini atas jasa kalian.
- Terima kasih. Kau tak perlu repot. - Kami lebih aman karena kalian.
- Tidak. - Ini memang tugas kami.
- Kami berterima kasih. - Terima kasih.
Ini, makanlah jeruk ini.
- Baik. - Terima kasih.
- Hei, itu dr. Koh. - Karena kalian di sini...
- Kami harus pergi. Maaf, awas! - ...di mana kalian makan?
Cepat! Ikuti dia!
Ada apa?
Terjadi sesuatu di rumah dr. Koh?
Dia tiba-tiba pergi.
Kami sedang mengikutinya.
Jangan sampai lolos dan awasi dia.
Lindungi dia jika ada bahaya.
- Hubungi aku jika terjadi sesuatu. - Dimengerti.
Kirimkan itu padaku begitu selesai.
Pastikan ini tersebar ke semua kantor.
Hah?
- Kenapa dia? - Sial.
Wah. Apa-apaan?
Sial.
Dokter Hong belum menelepon dan tak bekerja dua hari.
Dia belum pernah seperti ini. Dia bukan sosok tak bertanggung jawab.
Kami semua sangat mencemaskannya.
Kapan terakhir kali kau melihatnya?
Kurasa pukul 21.00 hari Senin. Aku melihatnya saat dia mau pergi.
Apa kau melihat gelagat yang aneh atau tidak biasa?
Tidak. Sama seperti malam sebelumnya. Kami hanya berpamitan.
Boleh kulihat berkas pegawai miliknya?
Dia pasti punya kontak darurat atau semacamnya.
Ada kontak ibunya, tapi sudah lama mereka tak bertemu.
Kau sudah menelepon ibunya?
Ya, karena kami tak bisa menghubunginya.
Baiklah.
Ada danau di dekat rumah peristirahatan.
Oh. Aku tak bisa ke sana.
Doyoon sudah bersemangat kau akan pergi.
Aku juga.
Mereka menjadwalkan tinjauan izin di awal minggu depan.
Aku tak mengerti.
Kenapa selalu penelitian?
Apa penelitian lebih penting dari segalanya?
Apa yang tak kau mengerti?
Dulu waktumu juga tersita oleh penelitianmu.
Kau benar. Dulu aku begitu.
Kadang aku memikirkan itu dan merindukannya.
Tapi kuputuskan untuk menghentikannya demi kau dan Doyoon.
Tak bisakah kau berhenti sebentar demi kami?
Mengorbankan pekerjaan tak menjadikanku ayah yang lebih baik.
Aku tak memintamu mengorbankan apa pun.
Aku memintamu untuk memprioritaskan kami.
Pasti, tapi bukan sekarang.
Kau dan Doyoon harus pergi tanpaku.
- Itu Doyoon! - Ya.
Hai.
- Maaf kami terlambat. - Tak apa-apa.
- Perjalanannya sulit. - Tak masalah.
Mau kudorong?
Baik.
Ini sangat menyenangkan.
Terima kasih sudah mengundang kami.
Terima kasih sudah jauh-jauh datang ke sini.
Kurasa Doyoon senang sekali Heejin di sini.
Ayah dan Ibu pergi
- Terima kasih. - Hati-hati.
- Aku bisa. - Kelihatannya enak!
- Kalian mau camilan? - Kelihatannya lezat!
Terima kasih.
- Kau bergembira? - Enak sekali.
- Kau senang Heejin di sini? - Ya.
Dokter Koh tak keberatan soal ini?
Maksudmu?
Soal aku dan Heejin ada di sini.
Tak apa-apa.
Dia terlalu sibuk untuk mencemaskan ini.
Selain itu, dia tak tahu caranya cemburu.
Terkadang... aku penasaran apa dia punya perasaan.
Andai dia mau...
mencoba memahami perasaanku.
Apa yang kau lihat?
Mereka tampak seperti...
keluarga yang lebih lengkap tanpaku.
Rasa tidak aman seperti itulah yang menghancurkan hubungan.
Entah kenapa aku ke sini.
Yang kutahu hanyalah aku suami yang buruk...
dan istriku mengencani pria lain.
Semua ini tak ada gunanya jika aku ingin menemukan Doyoon.
Aku tak tahu aku bisa apa lagi.
Kalau begitu, berhentilah berusaha keras.
Kita tunggu saja kau terbiasa dengan keadaan.
Siapa?
Halo, Bu. Aku teman Namil. Aku mampir karena aku khawatir.
Kenapa putraku?
Seharusnya kami minum-minum semalam, tapi dia tak datang.
Dia juga tak menjawab teleponku.
Benarkah? Kurang ajar sekali dia.
Apa kau dari lab?
No comments yet. Be the first to leave one.