릴리스 정보

그녀의사생활-- Her Private Life-- E16 END
다음의 해설 DSS_Indo
Damn!SuperSub >> ngesub.com ║Follow>>IG : @bu_lebah║ LIKE : facebook.com/DamnSuperSubIndo

태그

other
게시일: 2019-06-02
다운로드: 37
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

=Final Episode=-

Eomma! Deok Mi corat-coret lantai lagi.

Bukan corat-coret. Aku menggambar.

Menurutku itu corat-coret.

Kau corat-coret.

Hei!

Eomma.

Deok Mi. Jangan memukuli Eun Gi...

Eomma sudah bilang kau dalam masalah kalau corat-coret lagi.

Aku bukan corat-coret.

Seong Deok Mi. Kau mau jadi apa...

Besar nanti?

Seniman yang menggambar lukisan.

Akan kugantung lukisanku di galeri besar.

Hei, hentikan!

- Hei. - Hentikan.

- Hei! - Sudah, hentikan.

Hentikan!

D

Da

Dam

Damn

Damn!

Damn! S

Damn! Su

Damn! Sup

Damn! Super

Damn! Super

Damn! Super S

Damn! Super Su

Damn! Super Sub

Damn! Super Sub

Damn! Super Sub I

Damn! Super Sub In

Damn! Super Sub Ind

Damn! Super Sub Indo

Damn! Super Sub Indon

Damn! Super Sub Indone

Damn! Super Sub Indones

Damn! Super Sub Indonesi

Damn! Super Sub Indonesia

Diterjemahkan oleh: ~ Deok Bee ~

Kau mimpi indah?

Mimpi yang indah karena kenanganku.

Tapi agak sedih juga.

Aku bermain dengan Yoon Jae, Eun Gi,

dan Deok Soo.

Apa yang kau lakukan?

Menggambar.

Menggambarmu tidur.

Aku terlihat cantik tidak?

Di dunia ini kau wanita yang tiada bandingnya,

jadi sulit mengekspresikan melalui lukisan.

Di mimpiku, aku memggambar dengan Yoon Jae.

Kita pake kapur dan menggambar banyak sekali, di sana-sini.

Tapi Eun Gi bilang aku corat-coret dan dia mengadu ke eomma.

Jadi kukatakan...

besar nanti aku akan jadi pelukis...

dan lukisanku akan dipajang di galeri besar.

Meskipun gagal jadi pelukis,

setidaknya aku jadi orang yang memajang lukisan di galeri.

Sekarang, kita tak...

perlu ke pameran langsung untuk lihat karya seni.

Yang kita lihat...

adalah konsep yang dipersepsikan kurator sebagai seni.

Sederhananya,

seniman sesungguhnya bukanlah direktur tapi kurator.

Semua tergantung pada pilihan kurator.

Slavoj Zizek?

Aku setuju dengannya.

Kurator juga seniman.

Aku bahkan bisa menggambar lagi.

Berkat kau, Seong Deok Mi-ssi.

Ruang pameran adalah kanvasku.

Tapi...

Sekarang,

bagiku wajahmu bagai kanvas.

Boleh kugambar?

Mau melukis pake apa?

Mendadak aku merasa sangat kreatif.

Dari mana gambarnya?

Bisa kumulai?

Baiklah, kita mulai melukis di kanvas kita?

Apa? Kanvas?

Kita lihat koleksi Nho Seok Jagga dulu.

- Iya! - Baiklah.

=Aku berharap jadi bagian mimpimu=-

- Semua sudah diperiksa? - Iya.

Baiklah.

Selalu on di channel 2.

Pastikan terus begitu.

Oke, kita cek mikrofonnya.

Selalu periksa apa berfungsi dengan baik.

Berfungsi. Do, mi, sol

Selamat datang di pameran hari jadi ke-5 Cheum Gallery.

- Apa bisa? - Agak ke kanan sedikit.

Oke. Ini oke?

Miring. Yang kanan harus diturunin dikit lagi.

- Hyo Jin-ssi, cepatlah. - Iya, aku selesai.

Oke, sudah.

- Bagus. - Terlihat bagus.

- Bagus gantungnya. - Iya dong.

- Kita tes proyektornya. - Iya.

- Kita lihat apa fokusnya bagus. - Iya.

Pastikan jangan terlalu gelap.

Baik.

"The Room, The Life",

Pameran hari jadi Cheum Gallery ke-5.

Akhirnya kita mengadakan pamerannya.

Hyo Jin-ssi, ini pameran pertamamu. Gimana perasaanmu?

Aku senang.

Rasanya seperti bertemu seseorang dari imajinasiku.

Benar-benar kerja keras, tapi aku begitu semangat.

Yakin bukan karena kau bisa bertemu Cha Sian-ssi?

Ketahuan deh.

Oh ya, Gwanjang-nim.

Bagaimana Anda bisa tercetus judul pamerannya?

Aku dapat ide setelah lihat kamar seseorang.

Kamar itu kek gimana?

Kamar itu dipenuhi...

kegembiraan, keceriaan, dan kebahagaiaan.

Isi kamarmu dengan hal yang kau suka...

supaya kau bisa hidup bahagia.

Kita yang pertama datang.

Kita antrian pertama.

Aku tak sabar galerinya buka.

Menurutmu apa yang di sana? Foto Sian?

Cha Sian-ssi, bisa hadap sini?

- Bagus. - Mohon lihat sini.

- Terima kasih. - Lihat sini juga.

- Bagus. - Sebelah sini.

- Bagaimana perasaanmu? - Bisa lambaikan tangan?

Iya, bagus.

- Bagus. - Ke arah sini.

- Ke arah sini. - Iya, bagus.

Bagus.

- Silakan berdiri di dekat sana. - Iya.

Iya, bagus.

Omaigat.

Hyo Jin.

Patung yang di sebelah sana...

bagian dari pameran?

Sian tampak memukau seperti patung, kan?

Bening banget.

Kim Biseo, mana, mana.

Omaigat.

Hyo Jin.

Itu desainmu, 'kan?

- Eomma. - Iya?

Aku rela mati sekarang tanpa penyesalan.

Tidak, tidak. Hyo Jin, jangan mati. Jangan mengatakan hal yang mengerikan.

Omaigat. Hyo Jin, eomma bangga padamu.

-=Kupakai sepatu pointe meskipun tidak suka balet.=-

Seni mungkin luar biasa,

tapi manusia hidup lebih luar biasa.

Tak peduli betapa menyedihkannya,

aku masih lebih hebat dari lukisan-lukisan

yang tergantung di dinding.

Karena aku hidup, dan akan terus hidup.

Tatapan itu bukan mata bersedih karena perpisahan...

atau mata yang tengah menunggu kematian.

Dia melihat seseorang yang dicintainya.

Dia ingin meninggalkan ini untuk orang itu.

Dia mencari orang ini,

dan matanya memberi salam orang tersebut.

"Halo, aku di sini."

"Aku akan selalu melihatmu seperti ini."

Halo?

=Halo.=-

Gelembung sabun,

kuda-kudaan, komedi putar dan kapal Viking.

Kesemuanya adalah wahana yang disukai anak-anak.

Saya rasa mengetahui yang dipikirkan si pelukis...

ketika melukis lukisan ini.

Kita berdua...

tersenyum.

Kita terlihat sangat bahagia.

-=Isi kamarmu dengan hal yang kau sukai supaya bisa hidup lebih bahagia.=-

Selamat eomma. Atas pameran pertamamu.

Terima kasih, Sian.

Kau juga, Yoon Jae.

Terima kasih, Lee Sol Jagga-nim.

Terima kasih membolehkan kami memamerkan lukisan luar biasa Anda.

Terima kasih, Seong Deok Mi Kyureitor.

Selamat.

Kalian mau kufoto?

- Mari kita foto. - Iya.

Deok Mi-ssi fotografer hebat.

Mau pesan?

- Aku pesan iced... - Iced Americano...

dan latte dengan kental manis tanpa espresso.

Tanpa espresso?

Aku tak bisa minum kopi...

karena turunan.

Kalau gitu, aku pesan yang sama.

Latte dengan kental manis tanpa espresso.

Cha Sian-ssi, pesan apa?

Sama seperti nuna kurator. Iced Americano.

2 latte dengan kental manis tanpa espresso,

1 iced Americano,

More Indonesian subtitles for Her Private Life

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left