처음 200줄입니다.
Irie-kun, apa benar kau akan ikut pertemuan perjodohan?
Gadis itu adalah cucu dari pimpinan perusahaan bernama Hokueisha.
'Merusak pertemuan' ya?
Sahoko-san ingin dipercepat.
Apa?
Aku merasa jarak antara aku dan Irie-kun semakin dekat.
Karena itu... aku belum terima kenyataan ini.
Kotoko adalah orang yang berharga bagiku.
Kau sudah mempermainkan perasaannya. Mana bisa aku diam saja?
Lalu apa yang akan kau lakukan?
Aku akan bawa Kotoko menjauhimu.
Tidak... aku akan melindunginya.
Terserah kau saja.
Hari minggu nanti... kau mau jalan-jalan denganku?
Tentu. Ayo jalan-jalan berdua.
Aku dan Irie-kun mulai melangkah di jalan kita sendiri.
Dan kelanjutan jalan itu...
masa depan seperti apa yang menanti kita.
Selamat pagi.
Oh, selamat pagi.
Kotoko-chan ada kencan hari ini.
Kencan?
Dia berdandan cantik dan keluar.
Jadi jangan ganggu kami.
Aku yakin kau mengerti karena kau sudah punya gadis yang akan kau nikahi.
Jika dia sangat berharga bagimu...
Kotoko sangat berharga bagiku.
Aku tidak bisa tahan Kotoko menderita lagi.
Begitu.
Seleranya pasti buruk.
Naoki, kau yakin dengan semua ini?
Naoki.
Maaf, tapi aku harus baca beberapa dokumen untuk pertemuan Senin nanti.
Oh ya ampun.
Ah, seru sekali!
Adegan saat mempercepat mobilnya itu... luar biasa!
Seru!
Yosh!
Hari ini semua stresmu akan hilang.
Kau mau main arkade?
Mau, mau, mau!
- Aku mau! - Ayo!
Hmm?
Mau bagaimana lagi, harus menari! Menarilah, Kotoko!
- Baiklah. - Mulai!
Apa itu? Ada sesuatu ya?
Ayo, Kin-chan!
- Baiklah. - Ya.
Keren!
Sekali lagi!
Waktu yang kuhabiskan bersama Kin-chan...
sangat menyenangkan dari yang kubayangkan.
Untuk sementara...
aku bisa lupakan soal Irie-kun.
- Kau kencan dengan Kin-chan? - Kau kencan dengan Kin-chan?
Yeah.
Kin-chan dan aku sudah berteman...
sejak SMA.
Tapi kalau dipikir-pikir, ini pertama kalinya aku jalan berdua dengannya.
Lalu?
Bagaimana kencannya?
Ternyata, Kin-chan biasa saja, kan ?
Tidak juga.
Kencan kemarin benar-benar menyenangkan dari yang kupikirkan.
Waktu berlalu cepat sekali.
Lalu?
Hari ini menyenangkan sekali. Terima kasih.
Aku tidak pernah merasa senang seperti ini.
Sampai jumpa.
Kotoko.
Maukah kau... jalan-jalan denganku lagi?
Aku akan cari tempat agar kau bisa senang lagi.
Jangan dibawa serius.
Pikirkan saja kau mau kemana untuk hilangkan stresmu...
dan aku akan bersamamu.
Tentu.
Kita kencan lagi lain kali, Kin-chan.
Ya.
Apa? Kotoko?
Kotoko?
Sebenarnya...
kita sudah janji kencan lagi lain kali.
- Apa? - Apa?
Ini kebalikannya?
Kebalikan yang besar?
Bukan begitu, tapi...
Tidak masalah kalau cuma kencan atau pesta...
Duduk, duduk.
Kalau kau bisa lupakan si Irie tidak punya hati...
walau sesaat saja dan kau nikmati hidupmu, itu bagus.
Satomi.
Kau tidak perlu buru-buru cari pacar.
Jangan buru-buru katakan jawabanmu.
Sekarang, kau cuma harus bersenang-senang dengan siapapun termasuk...
Kin-chan.
Benar. Jika itu yang membuatmu semangat, itu yang penting.
Tapi bukankah itu kejam pada Kin-chan?
Kau tahu?
Jika kau berpikir seperti itu meski sedikitpun...
itu artinya kau harus mencintai Kin-chan.
Benar sekali.
Kau lebih peduli pada dirinya daripada dirimu sendiri.
Itu artinya kau cinta padanya.
Jadi kau mencintai Kin-chan?
Aku tidak tahu, tapi...
Kin-chan... orang yang baik.
Hei.
Kau baru sadar?
Tadi pertunjukannya luar biasa.
Ya. Aku suka Stravinsky.
Benar-benar kau, Naoki-san.
Karena Stravinsky mengubah gaya bergantung pada karyanya.
Dia juga disebut adalah Chameleon.
Kau misterius seperti musiknya.
Kurasa itu daya tarikmu.
Kau berlebihan.
Tapi aku terganggu karena orang yang di depan kita...
dia tidur saat pertunjukan baru dimulai.
Dia mengayunkan kepalanya saat tertidur.
Bagaimana bisa ya? Tempat duduknya juga bagus...
Ada apa, Naoki-san?
Oh, tidak apa-apa.
Ayo jalan.
Restoran yang kita kunjungi hari ini memainkan musik opera.
Kau suka opera?
Tentu.
Yah, Aku suka dengar lagu Tristan.
Tristan? Kedengarannya bagus.
Aku pulang.
Naoki, kau terlambat.
Aku sudah bilang aku akan terlambat karena aku nonton konser dengan Sahoko-san.
Iya, tapi sampai berapa lama konsernya?
Aku juga sudah bilang aku tidak makan malam karena...
aku makan malam dengannya setelah konser.
Hei, Naoki.
Kau belum pernah melakukan hal 'fisik' dengannya, kan?
Apa maksud ibu 'hal fisik'?
Aku bukan anak SMP, tahu.
Kami pacaran untuk pertimbangan pernikahan ke depannya.
Sisanya cuma khayalan ibu.
Tapi aku belum beri kata 'setuju'.
Ayah sudah bilang.
Kalau aku akan putuskan siapa yang akan kunikahi.
Ia lalu mengangguk.
Ya, tapi...
kurasa maksud dia Kotoko-chan.
Yang jelas, aku tidak ragu membuat keputusan sendiri soal pernikahanku.
Ya ampun.
Hai, aku pulang.
Kau juga, Kotoko-chan. Kau pulang terlambat sekali.
Kau juga ada kencan?
'Juga'? Irie-kun juga kencan?
Kita pergi konser.
Oh, begitu.
Aku tidak kencan.
Bibi, mulai hari ini aku membantu di restoran ayah.
'Membantunya di restoran'?
Kau mau jadi koki?
Tentu saja tidak. Itu mustahil.
Bagus.
Orang sakit akan berkurang.
Aku tidak bisa memasak, tapi...
kurasa aku bisa di meja tunggu.
Jadi aku coba belajar.
Kin-chan ada di restoran, jadi dia bisa mengajariku.
Sama saja itu kencan.
Jangan campuri kehidupan cintaku dan pekerjaan seperti seseorang lakukan.
Itu tergantung pada siapa yang kau bicarakan.
Beraninya kau?
Sebaiknya kau minta maaf pada Kin-chan.
Lihat? Aku benar kan.
Meski kau benar, itu bukan urusanmu.
Ya. Dari awal aku tidak tertarik soal percintaanmu.
Kalian berdua.
Ya ampun, kalian bertengkar seperti pasangan yang sudah menikah
- Tidak. - Tidak.
Tidak?
Besok aku tidak makan malam lagi.
- Kau mau kencan lagi? - Bukan urusan ibu.
Selamat tidur.
Kotoko-chan?
Aku juga, karena aku harus siapkan kuliah besok. Permisi.
Juga, aku tidak makan malam mulai besok karena aku akan makan di restoran.
Selamat tidur.
Ini gawat, Papa.
Naoki sudah siap menikahi Sahoko-san.
Dan sepertinya Kotoko-chan sedang pacaran...
dengan koki muda itu, Kin-chan.
Dan bukan cuma itu, dia membantunya di restoran.
Jarak di antara mereka berdua semakin dekat dan dekat.
Yah, soal itu... Kanamori meneleponku kemarin dan dia bilang...
Ketua Oizumi ingin menentukan tanggal
acara pertunangan mereka setelah aku pulang dari rumah sakit.
Bagus. Saat ini, kau mungkin sudah bisa pulang.
- Benarkah? - Ya.
Kau hebat.
Itu karena dokter berhasil melakukan operasiku.
Terima kasih!
Tapi mimpimu menjadi dokter, kan?
Mimpi itu juga belum lama.
No comments yet. Be the first to leave one.