처음 200줄입니다.
Kau tak perlu buang-buang waktu begini.
Kau akan menyerah menyelamatkan Yang Mulia?
Jangan mimpi kau.
Yang Mulia telah pergi ke tempat yang aman.
Kau yakin begitu?
Kau pikir aku tak mengantisipasi situasi seperi ini?
Kau mungkin berpikir telah menghentikan kami sekarang,
tapi kenyataannya justru kami yang menghalangimu.
Saat ini mungkin Yang Mulia telah berhenti bernapas.
Lamgit dan bumi, turuti kata-kataku!
Tuan, jangan Anda hiraukan dia! Cepat selamatkan Yang Mulia!
Cepat pergi!
Cepat pergi! Cepat!
Jalanku hanya satu!
Cepat, serahkan Yang Mulia!
Dengan begitu, aku akan mengampuni nyawamu.
Jangan harap itu terjadi.
Dasar gadis tak tahu malu...
Apa yang kalian tunggu? Cepat, lesatkan anak panahnya!
Anda tak apa, Yang Mulia?
Aku tak apa.
Syukurlah aku datang disaat yang tepat.
Aku heran kenapa tak seorangpun datang, jadi aku ke sini memastikan.
Dasar bajingan!
Apa yang kau lihat? Kau ingin mati?
Lain kali saja kita kasih dia pelajaran, yang pasti kita harus lakukan sesuatu dengan rambutnya.
Rambutnya?
Aigoo. Ayo kita gunduli dia.
Tak perlu begitu. Sudah cabut saja beberapa helai.
Apa?
Mulai sekarang, kau akan mematuhiku. Mengerti?
Iya.
Bagus. Mulai sekarang...
Anda sudah datang, Tuan Muda.
Bagaimana Yang Mulia?
Karena serbuan anak panah, beliau jatuh dari atas tebing dan mati.
Begitukah?
Kau temukan mayatnya?
Jeon Woo Chi mengambil mayatnya.
Jeon Woo Chi mengambil mayatnya.
Dia sangat sedih dan tertekan.
Ke mana mereka pergi? Antar aku ke sana.
Tunggu sebentar, ada yang ingin kuberikan pada Anda.
Ini... Bukankah ini stempel Kerajaan?
Iya. Aku mengambilnya setelah Yang Mulia terbunuh.
Kita harus kembali ke istana dulu.
Kita sudah selamat sekarang.
Dia mengambil Stempel Kerajaan yang palsu.
Yang Mulia, mari kita pergi.
Kita mau ke mana?
Kami sudah mengaturnya.
Hye Reong!
Syukurlah kalian selamat.
Kami dengar istana terbakar. Kami begitu cemas!
Kupikir semuanya telah mati!
Bagaimana dengan Ratu?
Beliau masih di lereng gunung.
Ratu datang?
Yang... Yang Mulia!
Yang Mulia.
Yang Mulia, mari.
Aigoo. Jangan perlakukan aku begini. Aigoo.
Aigoo.
Tuan, kita akan dibantai seperti ternak kalau kita diam saja. Kita harus melarikan diri.
Bagaimana caranya?
Jangan khawatir, saya punya rencana.
Diam!
Kita kan berteman?
Kita minum dan makan bersama, kita sudah jadi teman kan?
Aku hanya melakukan perintah!
Kalau aku disuruh membunuh, akan kulakukan!
Iya, iya. Aku sudah tahu.
Oh ya, boleh aku sampaikan kata terakhirku?
Dan, tolong singkirkan pedangnya.
Baik, katakan.
Apa permintaan terakhirmu?
Terima kasih ya.
Secepat angin. Secepat angin. Secepat angin!
Tuan! Tuan!
Apa ini? Dari mana kau belajar...
Nanti saya ceritakan. Cepat!
Secepat angin. Secepat angin. Secepat angin!
Secepat angin!
Sekarang, tinggal menyingkirkan Kanselir agar Anda bisa naik tahta.
Tidak. Kita harus membantu Kanselir naik tahta terlebih dulu.
Apa? Anda bilang apa?
Kalau aku terlalu tergesa-gesa, banyak anggota pemerintahan dan pejabat militer yang akan menolak.
Kita bisa gunakan kekerasan untuk menundukkan mereka!
Menjadi Raja dan mendominasi pasar itu jauh berbeda.
Lantas, apa yang akan Anda lakukan?
Kita akan bantu Kanselir untuk naik tahta terlebih dahulu.
Aku akan diam-diam mencari dukungan dari anggota pemerintahan
dan pejabat lain yang bersekutu denganku.
Pada saat itu juga, aku akan naik tahta.
Bagaimana Yang Mulia?
Beliau telah disingkirkan.
Mohon Anda terima Stempel Kerajaan.
Dengan stempel ini di tangan Anda, semua telah selesai.
- Tuanku! - Tuanku!
Tidak... Yang Mulia, selamat!
- Selamat! - Selamat!
Sungguh tak terduga?
Apanya yang tak terduga? Saya ketakutan sekali.
Seandainya cuaca bagus hari ini, kami bisa persiapkan hadiah ucapan selamat.
Mana bisa ini dianggap baik-baik saja? Benar-benar mengecewakan.
Benar. Kenapa Anda juga menyembunyikan rahasia ini dari kami?
Tak terlalu baik kalau banyak orang yang tahu soal begini.
Di masa mendatang, kuharap kalian semua bisa mambantuku.
Banyak hal yang harus dikerjakan.
Kami pasti akan melakukan yang terbaik.
Pertama, mari kita ke Istana Raja dahulu.
Saya telah menyuruh orang untuk membuat jubah naga, jadi Anda harus mencobanya agar tahu pas-tidaknya.
Jubah naga?
Benar-benar... kau bahkan telah mempersiapkannya lebih dari yang kukira.
Mari.
Gerombolan anjing.
Mereka akan mengibaskan ekornya karena kegirangan menyambut pemimpin baru.
Mereka pasti setia.
Kenapa ada banyak prajurit?
Silahkan masuk ke tenda dulu.
Yang Mulia.
Dinda Ratu.
- Yang Mulia. - Yang Mulia.
Kepala Kasim, ada apa?
Jeon Woo Chi baru saja memberitahu hamba konspirasi mereka.
Jenderal Ho Bun adalah putra angkatku. -=Ho Bun - kesatuan pengawal kerajaan=-
Saya yatim piatu, kedua orang tua saya meninggal saat saya masih kecil. Kepala Kasimlah yang membawa saya ke istana.
Kepala Kasim pernah berkata
jika Yang Mulia dalam bahaya, kami harus menemukan Jenderal Ho Bun.
Baginda Ratu diam-diam terus berhubungan dengan Kepala Kasim.
Jadi ternyata begitu?
Hamba tak tahu kalau ini sudah terlambat.
Hamba siap menerima kukuman.
Tidak, aku tak menyangka kau akan merencanakan ini semua.
Aku sangat senang.
Terima kasih. Terima kasih.
Aku tak mengatakan sebelumnya, karena Yang Mulia di sini.
Dengan stempel palsu Kanselir memerintahkan untuk tidak mengerahkan prajurit.
Stempel Kerajaan? Mereka tak bisa membedakan stempel Kerajaan yang asli dan palsu?
Jenderal mempertaruhkan nyawanya untuk mengerahkan para prajurit.
Harusnya kita tak terlalu berharap bantuan prajurit dari kesatuan lain.
Siapa yang akan menentang perintah militer dan bergabung dengan kita?
Tak ada lagi prajurit yang datang?
Sebanyak ini takkan mampu menghentikan mereka.
Para bedebah itu telah mengambil alih istana.
Tidakkah kita seperti telur yang mencoba mangalahkan batu?
Meski begitu, kita tak bisa hanya tinggal diam.
Tentu saja, kita tak boleh tinggal diam.
Apa yang ingin kau lakukan?
Yang Mulia masih hidup.
Dengan begitu, sudah lebih dari cukup.
Tuan!
Bong Gu! Kau masih hidup! Kau masih hidup.
Bagaimana Yang Mulia?
Yang Mulia bersama Ratu.
Syukurlah, beliau selamat.
Damo juga selamat.
Kalau kau khawatir, kau bisa lihat sendiri.
Mereka membawa stempel kerajaan palsu, dengan begitu Kanselir akan segera naik tahta.
Apa yang harus kita lakukan? Itu tak boleh terjadi, kan?
Apa kau punya rencana?
Iya, Kepala Kasim diam-diam masuk ke istana. Alih-alih menghubungi orang yang setia pada Yang Mulia.
Kalau penobatan Kanselir dimulai,
kita juga harus bergerak.
Untuk saat ini, Bong Gu dan Damo bertugas mengawal Yang Mulia.
Baik.
Mu Yeon dan Hye Ryeong akan menyamar sebagai dayang dan masuk ke istana.
Wakil Inspektur, kau akan mengerahkan pengawal yang setia pada Yang Mulia
untuk membantu kita.
Aku mengerti.
Bagaimana denganku? Kenapa kau selalu melupakanku?
Aku juga ingin melakukan sesuatu.
Benar, kau dan Myeong Gi akan ke istana menyamar sebagai pengawal.
Baik.
Tapi, kenapa Myeong Gi belum ke sini?
Aku datang!
Apa itu?
Bukankah kau memintaku meramu bubuk yang membuat mata pedih?
Yang ini bisa membuat hidung meler dan bersin-bersin.
Hei, ini apa gunanya?
Yang itu... anu...
Apa ini?
Bubuk yang membuat hidung meler dan bersin-bersin.
Ini aman kan, kan?
Hei, mana boleh kau duduk di sana?
Itu bukan kursi yang pantas kau duduki.
Yang Mulia masih hidup.
Mana ada satu negeri punya dua raja?
Apa yang terjadi?
Si berengsek Jeon Woo Chi cari gara-gara lagi.
Apa benar aku cari gara-gara?
Aigoo, Sekretaris Kerajaan.
Itu sisi yang busuk!
Biasanya Anda pandai memilih, ada apa dengan Anda hari ini?
Anda ingin dipukuli lagi?
Aku pernah bilang kan, aku akan bawa 9 orang kalau kita bertemu lagi.
Kepala Sarjana, Anda juga jangan belajar melulu,
Anda harus belajar cari teman yang baik.
Jangan berpihak pada Sekretaris. Dia orang jahat. Jahat.
Aigoo, itu... siapa itu? Bukankah kau Pemimpin Redaksi?
No comments yet. Be the first to leave one.