처음 200줄입니다.
SEBELUMNYA
Selamat datang di Love Is Blind .
Kalian akhirnya berkesempatan untuk jatuh cinta
berdasarkan siapa kalian di dalam.
Aku ingin orang yang melihatku karena siapa diriku
dan benar-benar mencintaiku.
Dan aku merasa bersamamu, aku bisa jadi diriku sendiri.
Jika jatuh cinta, kalian akan bertunangan.
- Maukah kau menikah denganku? - Ya.
Mau menikah denganku?
Aku merasa terhormat menikah denganmu.
Aku ingin tahu apa kau mau menikah denganku.
- Ya. - Ya.
Lalu kalian akan bertemu tunangan kalian untuk kali pertama.
Rams?
Astaga.
Hai.
Kau imut sekali!
Bagaimana rasanya tunangan?
Aneh.
Apa yang kulakukan?
Hingga saat ini,
ketertarikan kalian berdasarkan hubungan emosional.
Semoga, kalian bisa mengubah itu jadi hubungan fisik.
Kurasa aku takkan menemukan orang sebaik dirimu.
Akankah penampilan, ras, usia, keluarga,
atau pertimbangan finansial ikut bermain?
Kau kirim pesan ke perempuan,
bicara mesum, padahal kau sudah tunangan.
Ya.
Bajingan egoistis.
Kau memasangkan cincin ke jariku.
Tapi sekarang kau seperti mengambil itu dariku...
Aku hanya ingin sampai di titik ini.
- Kurasa kita sudah selesai. - Yah...
Kapan aku melepas kacamataku dan melihat yang sebenarnya?
Tidak ada skenario aku berdiri di sini
dan setuju menjadikanmu istriku selamanya.
Hubunganku dengan Taylor adalah impian orang-orang.
- Aku mencintaimu. - Aku juga.
Jika aku bisa menjadikanmu pasanganku, aku merasa kita bisa melakukan apa pun.
Apa kau punya keraguan kita bisa mencapai akhir?
Tidak.
- Aku mencintaimu. - Aku juga.
Jika keluarga kita tak setuju dengan lini waktunya,
apa menikah masuk akal?
Aku tak kesal kau mencoba membantu pasangan punya anak,
tapi mereka anak-anakmu.
Aku tak menduga ini.
Aku tak mempertanyakan cintaku. Aku tak mau kehilanganmu.
Itu menakutkan karena aku tak mau kita bercerai.
Tapi itu risiko jatuh cinta, Ramses.
Masa depan kita cerah.
Aku ingin menikah denganmu.
KOORDINATOR PROGRAM
Itu risiko jatuh cinta, Ramses.
Aku mengerti jatuh cinta itu risiko. Kau mematahkan hatiku.
Aku mengerti itu.
Tapi semalam aku bicara dengan sepupu ibuku, LaDallas,
lalu kakakku.
Kami bicara panjang soal pernikahanku sebelumnya, keputusan.
Dan aku belajar beberapa hal.
Sial, aku baru tahu mantan istriku
lebih menyakitiku setelah perceraian.
Dan aku takut... sesuatu mungkin terjadi
saat aku malah menyakitimu.
Aku tidak... Aku tahu itu risiko, tapi...
Astaga! Kau tak bisa... Ini membunuhku.
Kita baru bicara soal hal indah ini
dan itu menegangkan, menakutkan, orang-orang serta perasaan terlibat.
Tapi ini soal kita.
Entahlah, setelah menikah, melihat orang lain menikah,
dan mendengar pernikahan orang lain, kurasa cinta tak cukup.
Kurasa ada hal lain yang juga bekerja.
Kurasa kau benar.
- Cinta itu penting, tapi... - Jadi, kita hanya punya cinta?
Kita tak hanya punya cinta.
Kita telah membangun hubungan luar biasa dan punya...
Hubungan ini luar biasa, tapi ada beberapa hal
yang tak bisa diselesaikan.
Seperti hal-hal yang kau...
terutama soal hidup bersama
dan menghabiskan hari kita bersama,
itu sangat penting.
Itu bisa jadi, jika tak berjalan baik,
berpotensi membuat kita bosan.
Ada lebih dari cinta di sini.
Aku belum pernah cinta orang yang belum pernah kutemui,
apalagi kemarin, tapi kita sudah membahas itu.
Kita bicara soal kau butuh ruang.
Dan cukup mencintaimu untuk mengerti kebutuhanmu
dan mencoba menemuimu.
Pernikahan ini adalah janji dan komitmen.
Dan dengan komitmen ada tanggung jawab,
melewati semua yang harus dilewati.
Aku janji untuk melewati hidup bersamamu.
Karena kurasa kita luar biasa bersama. Kurasa kita hebat.
Karakteristikmu hebat
yang tak biasa kutunjukkan.
Dan kurasa aku menunjukkan itu
yang tak selalu kau tunjukkan.
Aku selalu mengikuti emosiku, perasaanku.
Dan kurasa cinta penting.
Perasaanku berkata untuk maju, tapi...
itu membuatku salah memutuskan di masa lalu.
Aku tak mau kembali ke momen, "Kenapa aku dituntun perasaanku?"
Aku terus berkata,
"Jangan biarkan dirimu dituntun sepenuhnya oleh perasaan."
Aku harus lebih logis soal keputusanku.
Aku tak mau kembali ke masa itu ketika aku melihat ke belakang dan bilang,
"Aku melakukannya lagi. Aku mengacau. Aku melakukan kesalahan yang sama."
- Tapi kau tak merasa begitu sekarang. - Apa maksudmu?
Kau tak merasa membuat kesalahan.
Sampai saat ini, tidak, aku tak merasa aku membuat kesalahan.
Tapi sekarang, setelah percakapan ini,
aku merasa mungkin ada momen atau sesuatu yang tak kuhiraukan,
adalah memberi prioritas ke hal yang seharusnya
karena itu penting.
Aku mendengar ucapanmu, tapi aku tak punya jalan keluar.
Ada beberapa hal yang kau sembunyikan
atau merasa bukan masalah besar, tapi baru sekarang.
- Apa? - Kita...
Boleh aku tahu?
Ini soal energimu dan energiku
hidup bersama di ruang yang sama.
Energimu terlalu besar bagiku atau itu akan membuatku merasa
kewalahan.
Itu terlalu besar bagiku?
Itu luar biasa, itu baik-baik saja di Cabo.
Tapi di sini setiap hari denganmu,
dan kau menekan setiap hari atau apa pun...
Ada banyak yang terjadi dan aku merasa aku tak punya waktu untuk diriku sendiri.
- Di akhir, itu bukan salahmu, itu aku. - Tapi kau mengatakan itu.
Aku tak mau kau berpikir
ada sesuatu yang salah denganmu.
Aku tahu tak ada yang salah denganku,
tapi kau bilang kau jatuh cinta kepadaku karena siapa diriku.
- Ya. - Dan...
Kita mengalami ini dan bilang, "Energinya terlalu berlebihan bagimu."
- Kau tahu itu terdengar seperti apa? - Aku tahu.
Tapi di bilik, itu luar biasa.
- Aku suka energimu. - Itu yang setiap pria rasakan.
Mereka suka bulan pertama. Energinya besar.
Aku mengerti. Aku pernah mendengarnya.
Energimu berbeda dari energiku, tapi aku tak menganggapnya negatif.
Aku menganggapnya...
Ada waktu saat aku harus tenang, tenang di sofa, lalu menonton TV.
Tapi aku bisa membayangkan.
Aku bisa melihatnya.
Kenapa kau tak bisa?
Seperti kau sudah tahu. Kau berubah pikiran.
Kau sudah tahu aku tak pantas.
- Tiga pekan ini aku... - Kau tak bisa melihat sejauh itu.
Kau tak bisa melihat perubahan.
- Aku tak mau membuat asumsi. - Tapi masa depan ada di tangan kita.
Kita tak bisa bilang ini akan seperti itu karena kita belum coba.
Kurasa kau tak seharusnya datang ke pengalaman ini
karena, Ramses, sudah jelas kau harus hidup dengan orang
untuk waktu yang lama sebelum menikah.
Tiga pekan ini seharusnya sudah cukup.
Aku tak bisa mengantisipasinya
dan aku takkan merasa seperti ini atau...
Aku mengantisipasi saat kau bicara dengan orang lain.
Jadi...
Untuk kali pertama, aku yakin 100%.
Aku merasa aku sudah jadi orang yang pengertian.
Bagaimana aku bisa yakin dan kau tidak?
Aku hanya ingin orang yakin.
Kau mengerti?
Aku tahu.
Aku hanya ingin orang memilihku.
Aku jatuh cinta kepadamu karena dirimu.
Aku suka energimu.
Semua alasan kenapa kita terikat.
Pada akhirnya,
kita tak bisa tahu bagaimana seseorang.
Aku tak tahu bagaimana kau bisa berubah.
Itu gila.
Aku tak bisa berkata-kata.
Hari terburuk.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Kau yakin?
Kau yakin?
Maafkan aku.
Kau yakin?
Ini menyakitkan.
Aku merasa kau jadi tak yakin begitu cepat.
Rasanya tak nyata.
Rasanya tiba-tiba.
Kau mengerti? Seperti...
Kenapa kau bisa ragu begitu cepat?
Bukannya aku ragu soal cintaku.
- Aku ragu soal kita. - Soal menikahiku!
Kita seharusnya yakin dengan keputusan ini.
Kurasa kau membuat kesalahan. Ini kesalahan besar.
Aku yakin sepenuh hati.
Aku tak bisa meyakinkanmu.
Entahlah, tapi aku tahu ini salah.
Ini salah.
No comments yet. Be the first to leave one.