처음 200줄입니다.
Lampunya akan segera menyala, 'kan?
Seok-hyeong, aku sedang memegang kopi.
Maaf.
Berapa lama tempat ini kosong?
Debunya banyak sekali.
- Tiga sampai empat tahun? - Astaga.
Tempat ini seperti kelab malam.
Lampu itu pasti segera mati.
Astaga.
Ibu, lampunya mati lagi.
Tolong panggilkan teknisi...
Begitu.
Berarti dia akan segera tiba.
Baiklah.
Seharusnya kau juga bertanya apa boleh minum kopi kepada ibumu.
Katanya secangkir per hari tak apa.
Kau belum membuang itu?
Kenapa harus dibuang?
Omong-omong, kau sungguh tak mau?
Astaga. Tentu tidak.
Lalu kenapa kau datang?
Untuk menemuimu. Aku khawatir.
Kalau begitu, kau bisa.
Ik-jun saja cukup.
Kalian tak butuh aku.
Kami butuh kau.
Kalian sungguh butuh aku?
Tidak.
Lagi pula aku tak ada waktu. Aku harus membimbing tesis residenku.
- Tolong bimbing aku juga. - Untuk apa?
Omong-omong, tadi kau bertemu Ji-eun?
Ya.
Kau juga belikan barang yang dia suka?
Aku mentraktirnya
dan membelikan pengeras suara bluetooth agar dia sering mendengarkan musik.
Andai kau juga sebaik itu kepada teman-temanmu.
Lampunya mati lagi?
Ya. Tadi berkedip lalu mati lagi.
Astaga. Kurasa harus dipasang kabel baru.
Kami akan coba perbaiki sementara,
- tapi cari yang lebih ahli jika berulang. - Baik.
Kamarku bisa dikerjakan besok. Kau tak perlu bekerja larut malam.
Terima kasih.
- Ya. - Awas.
Hati-hati, Pak.
Lepaskan kotak sekringnya dulu, Pak.
Kau juga bisa tersetrum kalau tak pakai sarung tangan.
Hubungi 119!
Kau baik-baik saja? Bagian mana yang sakit?
Halo? Alamatku di Jogang-dong 33-1.
Ada yang pingsan karena tersetrum.
Mohon segera kemari.
Kau merasa sesak dan sulit bernapas?
Astaga! Bagaimana ini?
Astaga.
Ya, Tuhan. Aku harus bagaimana?
Di sini!
Kami di sini!
Di sini!
Pak.
Pak?
Pak, kau tahu ada di mana sekarang?
Biarkan dia berbaring. Bagus sekali.
Halo? Aku akan segera kembali.
Dia tersetrum tujuh menit lalu, ada luka bakar ringan di tangan kanan,
dan diberi CPR selama dua menit.
Detak jantungnya sudah kembali, tapi masih tak stabil.
- Kau dokter? - Ya.
Tanda-tanda vital pasien masih belum stabil.
- Apa kau bisa ikut dengan kami? - Aku ada panggilan darurat.
Ada dokter lain yang akan ikut.
Dia.
Kau tak apa-apa?
Kau beruntung sekali.
Orang-orang di sana adalah dokter.
Kau bisa dengar aku, 'kan?
Tekanan darah dan detak jantungnya sudah membaik.
Begitu.
Tapi kenapa dia gemetar seperti ini?
Kau baik-baik saja?
Dia hanya kedinginan.
Permisi. Tolong nyalakan pemanasnya.
Bisa beri tahu dia?
Minta nyalakan pemanas ke level tertinggi.
Kau dapat pesan dari Seok-hyeong, 'kan? Kubilang mau.
- Kubilang tidak. - Kau dapat pesan itu?
Tidak. Aku akan jawab begitu jika dapat.
Buang-buang waktu saja.
Waktu luangku lebih baik untuk pacar. Untuk apa aku bertemu kalian?
Memang kau mau bertunangan hari ini?
Kenapa rapi sekali hanya untuk bertemu pacarmu?
Aku memesan tempat bagus di pesisir pantai Busan.
Senangnya. Aku pergi bekerja, sedangkan kau pergi kencan.
- Bagaimana kau pergi ke Busan? - Dengan mobil pacarku.
Itu dia. Menepilah.
Kurasa dia masih agak mabuk.
Itu karena dia begadang kemarin dan kami segera pergi.
- Pastikan kau yang menyetir. - Baiklah.
- Hei. - Apa?
Bekerjalah yang rajin.
Berengsek!
Setelah kucari tahu,
di RS Daeseong
intususepsi dapat sembuh dengan prosedur non-operasi.
Seperti kukatakan sebelumnya,
dalam kasus Bit-na, kemungkinan besar sudah terjadi proses nekrosis
sehingga tak ada jalan lain selain operasi.
Kau yakin, 'kan? Dia boleh dioperasi?
Bukan "boleh," tapi harus.
Tapi kulihat di internet, operasi bisa menghambat pertumbuhan anak.
Jangan percaya hal semacam itu.
Lebih baik kau segera pergi mengurus administrasi.
Baiklah.
- Kalau begitu, kumohon bantu Bit-na... - Setelah kucari tahu,
di RS Daeseong intususepsi dapat sembuh dengan prosedur...
Apa sudah ada kamar untuk Bit-na? Tolong tanyakan kembali.
Baik.
Kumohon bantuanmu, Dokter.
- Terima kasih. - Baik.
Dong-min, buka bajumu sebentar, ya?
Sekali saja.
Teddy Bear, kau datang karena sakit perut?
Biar kuperiksa.
Ya, Dokter. Perutku sakit sekali.
Mari kita lihat.
Setelah kuperiksa kau langsung sembuh. Sekarang tak sakit lagi, 'kan?
Ya, aku sudah sembuh.
Kalau begitu,
sekarang kita periksa apa perut Ibu juga sakit.
Dokter, aku sudah sembuh.
Tidak terasa sakit sama sekali.
Kalau begitu, sekarang giliran siapa?
- Dong-min mau coba? - Giliranmu?
Biar kulihat. Anak pintar. Pintar sekali.
Memang ini Busan, ya?
Aku tiba di sini lebih cepat daripadamu.
Ayo makan malam bersama.
Ya. Setelah kuperiksa satu pasien.
- Pintu tertutup. - Jangan terlalu rajin.
Siapa penanggung jawab kamar 513?
Siapa yang piket semalam? Kau?
Siapa yang beri penurun panas untuk Kim Suk-hui di 513?
- Pasti kau. - Bukan aku.
Kalau begitu kau?
Tidak sama sekali. Aku bahkan tak pernah melihat wajahnya.
Ya, kau tak pernah melihatnya.
Kalian sibuk tidur sampai memberi obat demam tanpa tahu wajah pasien.
Beraninya kalian memberi obat tanpa pertimbangan?
Kalian ingin terkenal?
Bilang kalau kalian tak ingin jadi dokter. Jangan buang waktuku.
Paham?
- Maaf. - Maaf.
Halo?
Kenapa tiba-tiba?
Baik. Aku segera ke sana.
Cepat ikuti aku!
Dokter, pasien sedang memakai ECMO,
tetapi terjadi edema paru sehingga kami melakukan intubasi.
Kini detak jantung pasien tampak sangat lemah.
Kemarin Eun-a baik-baik saja, 'kan?
Padahal dia siap melepas ECMO dan dipindah ke bangsal.
- Keluarganya sudah tahu? - Ya.
Bisa kita bicara sebentar, Bu?
Fungsi jantung Eun-a memburuk sehingga terjadi edema paru.
ECMO sudah tak cukup membantu.
Menurutku, jantung buatan lebih tepat
untuk mengurangi tekanan pada ventrikel kirinya.
Eun-a harus dioperasi hari ini atau besok.
Bagaimana ini?
Dokter, saat ini aku tak memiliki biaya untuk operasi.
Biaya operasi tak murah.
Bagaimana caranya?
Tolong beri aku waktu satu minggu.
Aku akan berusaha mencari biaya operasi apa pun caranya.
Kumohon... Eun-a...
Selamatkan Eun-a.
Tidak ada waktu. Eun-a harus segera dioperasi.
Jika tidak, Eun-a tak selamat.
Aku harus bagaimana?
Ibu tak perlu khawatir. Banyak bantuan dari rumah sakit.
Eun-a pasti bisa dioperasi. Bahkan segera.
Kau. Carikan informasinya.
- Kenapa diam? Cepat telepon! - Baik, Dokter.
GRUP BINCANG BEDAH TORAKOPLASTIK
GADIS LIMA TAHUN, DCMP AKU HARUS TELEPON KE MANA?
KARDIOMIOPATI DILATASI
Jika aku yang harus mengoperasi dan mencari tahu hal ini,
untuk apa kau ada di sini?
Halo? Aku dokter torakoplastik, Kim Jun-wan.
Apa aku bisa menerima bantuan Malaikat Penolong?
Sebentar.
BAGIAN PELAYANAN SOSIAL
Halo? Aku dokter residen torakoplastik, Lee Seok-hyeon.
Apa salah satu pasien kami bisa menerima dana bantuan?
Pasien harus segera dioperasi. Tidak ada waktu lagi.
Ya, kami ingin meminta dana bantuan dari Malaikat Penolong.
Usia pasien lima tahun,
butuh operasi pemasangan alat bantu ventrikel.
Kau pesan apa? Pasti tteokbokki lagi, 'kan?
Kapan kuterima jawaban?
No comments yet. Be the first to leave one.