처음 171줄입니다.
Ruoxi.
Wenwu?
Kenapa kau bisa datang?
Ruoxi.
Aku datang untuk membawamu pergi.
Ikutlah denganku.
Kita sudah memutuskan untuk bersama selamanya secara diam-diam.
Mana mungkin aku membiarkanmu menikah dengan orang lain?
Ruoxi.
Ruoxi.
Mimpi ini lagi.
Siapa?
Bos.
Banyak hal yang harus disiapkan
untuk seremoni penandatanganan malam ini.
Kenapa begitu pagi?
Ini masih pagi? Sudah pukul berapa ini?
Bukannya aku ingin mengataimu...
- Berhenti! - Lihatlah, kau...
Pakaian luar membawa kuman.
Dengan sifatmu ini, aku sungguh tidak tahu,
wanita mana yang bisa tahan terhadapmu kelak.
Baiklah. Kalau begitu,
aku dan Muyu menunggumu di ruang tamu luar.
Terima kasih telah memakai Jasa Pengemudi Bi Bi.
Halo, Huixin.
Kalau begitu, tunggulah aku sebentar.
Aku akan mengambilnya sekarang.
Tenanglah. Pasti akan kuantarkan untukmu dalam 20 menit.
Sampai jumpa.
Gadis ini lumayan.
Lebih baik dari yang sebelumnya.
Artis Besar,
apa kau tidak tahu akan hak privasi?
Mengintip ponsel orang lain.
Mengkritik aku?
Belakangan ini, aku mengenal seorang gadis.
Tampang dan sifatnya sangat sesuai dengan seleramu.
Berapa nomor ponselnya?
Boleh berteman di WeChat?
Gu Muyu.
Kali ini, aku yang berinisiatif bertanya padamu.
Kunasihati kau, sebaiknya kau pertimbangkan baik-baik.
- Jangan tidak tahu diri. - Sungguh lumayan.
Hati-hati,
aku akan berlutut memohon padamu sekarang.
- Cepatlah. Berikan padaku, cepat. - Apa yang kau pikirkan?
Perlihatkan padaku.
Siapa yang memintamu memberi tahu aku?
- Berikan WeChat-nya padaku. Cepat. - Tidak mau.
Bos, sudah turun?
Kak.
Kenapa kau bisa datang?
Tidak menghadiri acara?
Cantik, bukan?
Lagi pula,
acara apa yang bisa lebih penting dari Kakak.
Untukmu.
Oh, iya.
Garasinya baru selesai direnovasi.
Agar tidak merusak kesehatan,
Anda disarankan keluar rumah dahulu.
Kami berdua akan berkendara keluar untuk menjemput Anda.
Terima kasih telah membeli.
Lain kali jika datang lagi akan diberikan diskon.
Sampai jumpa.
Kembalikan bungaku.
Mana orangnya?
Kau.
Berhenti.
Tuan Pelanggan ini.
Kau ini sedang apa?
Namaku, Gu Yancheng.
Bukan, Guke (Pelanggan),
tolong kembalikan bungaku.
Ada apa denganmu?
Kenapa merampas barang orang lain?
Bagaimana aku merampas barangmu?
Cepatlah berhenti!
- Kuperingatkan padamu, jangan sembarangan. - Cepat turunkan aku. Berhenti!
Kau jangan bergerak.
Jangan bergerak.
- Berhenti! - Jangan bergerak.
Mari.
Lihatlah kemari.
Tersenyumlah.
- Apa yang kau inginkan sebenarnya? - Apa yang kau inginkan sebenarnya?
Tuan, maaf.
Aku yang salah kaprah.
Bagaimana jika kugantikan satu set yang sama persis?
Dua juga boleh.
Kau diam saja, apakah masih menyalahkanku?
Maaf.
Menjauhlah dariku.
Tuan, bagaimana dengan bunga Anda?
Aku tidak menerima sampah.
Sampah?
Kau tidak mau, aku mau.
Mintalah Bai Bin menjemputku.
Huixin.
Menurutmu, apa aku benar-benar bersalah
pada orang itu?
Tolong katakan dengan kesadaranmu sendiri, iya.
Insiden apa pun
yang tampaknya terjadi tanpa sengaja,
semuanya sudah ditakdirkan.
Mungkin tanpa kau sadari,
kau sudah ditakdirkan untuk bertemu dengannya sejak awal.
Coba kuramalkan untukmu.
Coba kita lihat, apakah ini petaka atau jodoh? (Jodoh dan mata uang yuan, homonim)
Kali ini, kau berencana meminta berapa padaku?
Bukan uang, tetapi yuan.
Jodoh apa?
Sebanyak 500 yuan.
Kali ini, Gu akan bertanggung jawab
atas seluruh proyek ukiran Zona Naga.
Selain itu, aku mengumumkan
akan menghadiahi Yaju, ukiran giok yang kuukir sendiri
kepada Zona Naga.
Senang bekerja sama denganmu, Pak Gu.
Senang bekerja sama denganmu.
Kuperkenalkan padamu sebentar.
Ini adalah putriku, Feng Yu.
Maaf, Pak Feng.
Aku mencari Pak Gu untuk sedikit urusan pekerjaan.
Bolehkah kami permisi sebentar?
Permisi.
Terima kasih, Bu Lin.
Aku datang untuk bertanya pada Pak Gu...
Nona Besar Lin.
Bisnis penerbit majalah Anda sungguh lumayan bagus.
Tidak sampai setahun,
Anda sudah mewawancarai hampir semua elite bisnis.
Memang benar.
Makanya hari ini, aku ingin membuat janji wawancara eksklusif
dengan Pak Gu.
Apakah Pak Gu bisa memberiku kehormatan ini?
Terima kasih atas niat baik Bu Lin.
Namun, kau juga tahu,
aku tidak pernah menerima wawancara.
Permisi.
Nona Besar Lin.
Maaf.
Aku akan menasihatinya dengan baik nanti.
Uang dalam jumlah besar sudah diterima.
Penghasilan hari ini,
selain terjadi sedikit masalah,
yang lain boleh dikatakan lancar.
Saat ini, jika ditambah lagi dengan pertemuan
di luar dugaan bersama seorang pria romantis,
sungguh sempurna.
- Kau? - Kau?
Yuxuan!
Tidak apa-apa.
Cepatlah bangun.
Apa kau ini gemar mendorong orang?
Apa kau membalas dendam padaku
karena kejadian di jalan tadi?
Kejadian tadi?
Dialah dermawan yang tadi itu.
Dia?
Bai Bin. Antar ke rumah sakit.
Baik.
Pak Gu, Anda tidak apa-apa?
Tidak apa-apa.
Kuman di dalam luka akan membelah diri
dengan kecepatan 20 kali per detik.
Sekarang sudah lewat satu menit.
Cepatlah meminta orang untuk membalutnya.
Akan segera kuatur.
Perlukah sebegitu berlebihan?
No comments yet. Be the first to leave one.