처음 191줄입니다.
Daun Huki adalah penganan musim semi yang bisa dimakan mentah.
Anak-anak Ainu memakan ini sebagai camilan saat mereka bermain di luar.
Tapi, setelah itu bibirmu akan menghitam.
Jadi, semua orang tahu kalau kau baru memakannya.
Bagi masyarakat Ainu, hanya ada dua musim, yaitu musim dingin dan musim panas.
Musim dingin adalah musimnya para lelaki mendaki gunung untuk berburu.
Dan ketika es mencair menjadi air,
saat itulah matnepa, musimnya para wanita datang.
Di musim ini, kau bisa memetik banyak tumbuhan dan sayuran untuk diawetkan.
Bersiap di musim panas akan membuatmu tak khawatir...
akan kelaparan selama musim dingin yang panjang.
Mulai sekarang, setiap wanita di seluruh kotan akan sangat sibuk.
Sepertinya ada yang datang.
Tetaplah duduk.
Siapa yang kemari sepagi ini?
Ya.
Ada perlu apa?
Selamat pagi.
Kudengar kau ahli membuat replika.
Ya, benar.
Kalau begitu, silakan masuk.
Ada banyak yang bisa kuperlihatkan padamu.
Permisi.
Aku sedang mencari sesuatu untuk dipajang di markas baru Divisi 7.
Yah, kau memang mahir seperti kata orang.
Ada banyak barang bagus, jadi sulit memilihnya.
Bahkan ada beruang kutub.
Terkadang aku mengimpor bulunya saja lalu memakaikannya sesuai model yang kubuat sendiri.
Kalau yang ini, apa masih layak pakai?
Kenapa tidak ditaruh bawah saja?
Jika digantung seperti itu, kulit dan bulunya akan terlihat lebih nyata.
Cobaan sebenarnya bagi pengrajin kulit adalah...
seberapa mirip karyanya dengan benda yang asli.
Maaf aku hanya ingin bertanya,
apa permintaan membuat replika di Yubari bisa menopang bisnismu?
Kucing!
Kucing!
Tidak, permintaan kebanyakan dari luar negeri.
Orang kaya dari berbagai penjuru dunia ingin...
replika segala binatang yang dapat ditemukan di Jepang.
Aku sendiri lahir di Nara,
tapi pindah ke Hokkaido karena temperaturnya lebih rendah dan udaranya lebih kering.
Demi mendukung keahlianku saat ini.
Apa kau tinggal sendirian di Yubari?
Tidak, aku tinggal bersama ibuku.
Aku khawatir karena pinggangnya sering encok,
jadi kusuruh tetap di dalam.
Tak apa, jangan khawatir.
Begitu, ya.
Bagian terpenting dari sebuah replika adalah bahan segar.
Intinya, kau butuh mayat baru.
Kau menekuni pekerjaanmu dan bangga akan hal itu.
Sungguh pengrajin teladan, ya!
Tidak. Terima kasih...
Edogai...
Aku kemari untuk mengembalikan sarung tanganmu.
Suara apa itu?
Sepertinya ada yang aneh.
Yasaku, kau sakit?
Kau tak apa?
Bukan apa-apa!
Aku hanya kesandung!
Aku pernah melihat sarung tangan itu sebelumnya.
Itu bukan punyaku.
Semalam, kau mencoba kabur dari kami, 'kan?
Kami berpura-pura kehilangan jejak, kemudian mengikutimu,
Edogai.
Berhasil tidak, ya?
Beberapa bulan lalu, ada rumor kalau penambang tembaga yang mati kecelakaan itu...
adalah orang bertato aneh.
Kami menggali kuburnya, tapi isinya kosong.
Artinya, mayatnya dicuri oleh perampok kuburan.
Gelandangan biasanya berakhir menjadi penambang dan mereka takkan bertahan hidup lama.
Udara di sini dingin dan kering, tak ada mayat yang membusuk meski dikubur.
Artinya, Yubari adalah ladang bagus sebagai sumber mayat yang masih segar.
Aku tak paham yang kau bicarakan.
Sudah, pergi sana!
Malam demi malam, kau menggali mayat segar dari pemakaman,
mengulitinya untuk membuat sarung tangan seperti ini, 'kan?
Sungguh hebat!
Bolehkah aku juga punya satu?
Apa?
Meski berat ketika dipakai, sarung tangan ini nyaman dan lembut di kulit!
Bahkan ukurannya sangat pas, benar-benar cocok hingga ujung jari...
jari-jari bisa bergerak bebas bahkan bisa memungut koin yang tipis!
Belum pernah kulihat ada sarung tangan kulit yang seperti ini!
Kau kemari bukan untuk menangkapku?
Menangkap perampok makam bukanlah pekerjaanku.
Maaf.
Sarung tangan itu tak terbuat dari kulit manusia.
Itu kulit babi.
Babi?
"Kuku" yang ada di situ terbuat dari kuku babi yang ditempel.
Sebenarnya, semalam aku memang ke pemakaman...
untuk membuang tumpukan replika yang tak berguna.
Kurasa saat itulah kau menemukanku.
Baiklah.
Kalau menyukainya, kau boleh mengambilnya!
Aku punya yang lainnya. Akan kuambilkan.
Kelihatannya kau bersenang-senang, ya.
Ya, begitulah.
Namun, bukannya kau baru bertemu dengannya?
Bukan ide bagus jika kau langsung memercayainya.
Itu tidak benar!
Yasaku itu sangat mahir menilai orang!
Tidak, lebih baik jangan mudah percaya!
Kalau bicara begitu terus, kau takkan punya teman.
Tunggu. Diamlah, kalian semua.
Semuanya, selamat siang.
Apa ini semua juga terbuat dari kulit babi, Edogai?
Bunuh dia.
Dia melihat kita.
Bunuh.
Bereskan dan pajang dia.
Bunuh.
Bunuh!
Bunuh!
Bunuh!
Sesaat tadi mereka terlihat hidup, ya!
Kau memang seorang genius, Edogai!
Jangan percaya dia, Yasaku!
Dia orang jahat!
Tapi, Ibu. Dia ini...
Apa hanya kau yang mampu mendengar suaranya?
Bunuh dia!
Dia sudah melihat kita semua, kau takkan bisa hidup lagi!
Karena Ibu selalu saja berkata begitu, semua orang pun menjauhiku!
Ibu membunuh Ayah, padahal beliau satu-satunya temanku!
Tak baik menghabiskan hari mengobrol dengan mayat pajangan.
Diamlah, bocah bodoh!
Ayahmu itu pria jahat, sama seperti pria lainnya!
Tak ada orang yang menyayangimu!
Sudah, hentikan!
Karena itulah aku mengebirimu, kau terlihat sama saja dengan ayahmu!
Edogai, dengarkan aku.
Segalanya demi dirimu!
Hentikan!
Aku melakukannya demi dirimu!
Edogai!
Betapa indahnya...
Ini kulit manusia, 'kan?
Ya. Bagus, 'kan?
Aku mengulitinya sendiri.
Jangan terbuai dengan pria itu!
Diamlah, Ibu!
Bagaimana kalau mengobrol di ruang kerja saja?
Sepertinya kau tak melakukan proses sen dengan benar saat menyamak, ya.
"Sen"?
Proses membersihkan sisa lemak dan daging yang masih menempel pada kulit.
Kalau tidak hati-hati, akan kacau jadinya.
Kulitmu jadi agak kasar di bagian sini.
Apa kau menggunakan tawas saat menyamaknya?
Ya.
Tawas tidak baik untuk orang berkulit sensitif.
Lebih baik, gunakan tanin!
Kalau terbuat dari tumbuhan, jadi ramah di kulit.
Edogai, kalau kau punya karya baru,
bolehkah aku mencobanya?
Benarkah?
Bagaimana menurutmu, Tsurumi?
Bagus!
Sangat indah, Edogai!
Bagus!
Gaya potongan, ya. Edogai!
Aku ingin melihatnya lagi!
Aku ingin melihat busana karyamu lagi!
Kucing! Berjalanlah seperti kucing!
Wah! Imutnya!
Apa-apaan itu?
Tidak sama.
Memang harus Letnan Tsurumi, ya.
Lah, kupingnya Yohei.
Senangnya!
Ibu!
Tidak!
Kupingnya dapat!
Apa yang kau lakukan pada Ibuku?!
Ini, ambil.
Tembak ibumu.
Putra macam apa yang menodong Ibunya dengan pistol?!
Putuskan! Demi kebebasanmu, Edogai!
Tidak...
Hentikan! Jangan tembak!
Kau harus meninggalkan sarangmu.
Karena sarangmu begitu menjerat,
kau tumbuh dalam jeratan!
Jangan!
Suaranya... lenyap.
Ibuku meninggal karena serangan jantung.
Seharusnya aku mengakhiri ini saat ia masih hidup.
Terima kasih banyak.
No comments yet. Be the first to leave one.