처음 200줄입니다.
GALERI SENI
Kau bekerja di sini?
Ya, tunggu sebentar.
Ada yang bisa kubantu?
Kau menginginkannya?
Kau menginginkannya?
Astaga!
Demi mempertahankan hidup, adakalanya saat kau
harus berlagak bukan penggemar dan tidak tahu soal penggemar.
Dengan kata lain, harus berpura-pura menjadi orang biasa.
Nona Sung Duk-mi.
Kenapa kau tidak kuliah di luar negeri setelah lulus dari jurusan seni?
Impianku adalah mengamati karya seniman lain dan...
Kau tidak punya bakat? Atau karena uang?
- Ada kesulitan, tapi... - Bo-gyung,
apa Pak Pimpinan sehat?
Ya. Ayah menitipkan salam dan berterima kasih atas lukisan itu.
Karena itu untuk kantor pimpinan Grup GN,
aku memberi perhatian khusus.
Dia menyukainya.
Dia sudah terpilih?
Bo-gyung, sepertinya kita sangat cocok.
Permisi.
Putri ibu, bukankah seharusnya kau di sekolah?
Ibu penasaran siapa yang menghabiskan 5.000.000 won di Moon Track.
Apa putrinya penggemar grup idola?
Kenapa kau membeli 300 album?
Apa kau punya 600 telinga?
Kau harus mengantre di acara tanda tangan album?
Maka, kau seharusnya tiba di sana lebih awal dan mengantre.
Kenapa menghabiskan semua uang itu?
Hyo-jin, sebelum ayahmu tahu, segera minta pengembalian uang.
Hyo-jin menuju acara tanda tangan?
Kita diharuskan mengantre sesuai jumlah album yang kita beli.
Untuk memastikan bisa masuk, kita harus membeli minimal 300 album.
Bo-gyung, kau pasti senang menghadiri acara tanda tangan idola.
Terkadang aku menghadirinya untuk bertemu idola yang kusukai.
Bagaimana denganmu, Nona Sung?
Kau pernah menghadiri acara tanda tangan idola?
Tidak.
Aku tidak mengerti yang sedang kau bicarakan.
Apa yang kalian bicarakan?
Benar.
Seperti inilah orang normal.
Nona Sung, kau boleh bekerja mulai besok.
- Benarkah? - Ya.
Direktur Eom, kau bilang wawancara ini tidak penting dan...
Tidak ada yang namanya wawancara tidak penting!
Astaga.
Aku sungguh muak dan bosan melihat putriku menjadi penggemar.
Haruskah aku punya pegawai yang juga seorang penggemar?
Jika kau penggemar idola,
jangan harap bisa masuk ke museumku.
Sampai jumpa.
Pak Kim!
Aku, Sung Duk-mi, ahli menyamar sebagai orang biasa,
tapi penyamaranku akan terungkap.
- Ada yang bisa kubantu? - Di mana kantor direktur?
Kantor direktur?
Direktur Eom tidak perlu tahu.
Rupanya kau ingat.
Begini...
Aku tahu itu bukan ingatan yang kau banggakan.
Kurasa kau tidak ingin Direktur Eom tahu soal itu.
Jika sampai tahu, dia tidak akan senang.
Jika kau menjawab pertanyaanku, aku akan merahasiakannya.
Siapa klienmu?
Apa?
Orang yang mengajukan permintaan itu.
Klien yang menyuruhmu beli lukisan Lee Sol.
Kau membicarakan kejadian di lelang?
Apa kita pernah bertemu selain di lelang?
Tidak, belum pernah.
Selain itu, aku tidak bisa memberitahumu soal klienku.
- Itu informasi rahasia... - Cha Si-an, bukan?
- Cha Si-an? - Kau tidak tahu Cha Si-an
dari White Ocean?
Cha Si-an? Sepertinya aku pernah dengar soal dia.
Aku tidak familier dengan idola.
Mereka tampak cantik. Aku tidak bisa bedakan mereka.
Aku juga benci pria berparas cantik. Aku membenci mereka.
Omong-omong, kenapa kau kemari?
Hari ini,
aku berpura-pura tidak tahu orang yang aku cintai.
Aku juga bilang membencinya.
Aku tidak punya pilihan karena berpura-pura jadi orang biasa.
Tapi, sekalipun itu benar,
kenapa aku bisa bilang membencinya?
Aku telah melakukan dosa besar.
Si-an.
Maaf.
Tolong maafkan aku.
Si-an.
Aku ingin memperkenalkan direktur baru Museum Seni Cheum.
Namaku Ryan Gold.
Sulit kupercaya aku mengejek Si-an karena bedebah itu.
Selamat datang di Museum Seni Cheum.
Suatu kehormatan bisa bekerja denganmu, Pak Gold.
Benarkah?
Kalian bisa menyambutku nanti.
Pertemuan pertama kita harus dilakukan dalam suasana senang,
tapi sepertinya itu tidak memungkinkan.
Astaga.
Kenapa buku catatanku ada pada si berengsek itu?
Setelah ditawari untuk menjabat di sini, aku mencari tahu soal Museum Seni Cheum.
Aku sangat terkesan.
Setiap pameran yang kalian gelar di sini sangat mirip.
Entah ini museum seni atau tempat untuk pamer koneksi.
Kalian harus punya hati nurani dan menggelar pameran yang layak
- sebagai pegawai museum. - Begini...
Pameran yang kami adakan tidak begitu buruk.
Jika kau membaca evaluasi dan artikel...
Aku sudah membaca semuanya.
Semua media mengatakan hal yang sama,
seakan-akan ditulis oleh satu orang.
Sepertinya seseorang menyalin artikel beritanya.
Siapa kepala kuratornya?
Aku suka membacanya.
Baiklah. Aku tidak akan menuntut banyak dari kalian.
Aku hanya meminta satu hal.
Aku ingin kalian melupakan koneksi mantan direktur kalian.
Bukankah seharusnya ini dibahas dengan Direktur Eom dahulu?
Direktur Eom?
Siapa dia?
Kupikir akulah direktur Museum Seni Cheum
mulai hari ini.
Maaf.
Terima kasih telah menyambutku.
Direktur Gold, tunggu.
Direktur Gold.
Pertama, terima kasih telah datang ke museum kami sebagai direktur
saat kami dalam situasi sulit.
Aku akan mengingat penilaianmu tentang Cheum
dan memakainya untuk merenung serta memperbaiki keadaan.
Baiklah.
Tapi...
Aku
harus mengatakan
bahwa kau juga membuatku agak kesal.
Museum Seni Cheum sangat berbeda
dengan Galeri Seni Mono, tempat dahulu kau bekerja.
Museum kami tidak dikelola dengan sponsor dan donasi.
- Perusahaan induknya, Grup TK... - Rupanya museum ini dipakai
untuk membangun citra positif perusahaan itu?
Mantan direktur punya banyak pengaruh dalam manajemen museum ini,
tapi para pegawai tetap berusaha keras bahkan dalam situasi itu.
Semoga kau tidak menilai kami dengan pikiran bias.
Aku mau bertanya.
Apa mantan direktur kalian tampak cukup kompeten
untuk merencanakan pameran seorang diri?
- Itu... - Kurasa tidak.
Tapi kau bilang tidak bisa menolak perintahnya
karena dia dan keluarganya pemilik perusahaan itu
dan bisa dikatakan museum ini miliknya.
Kau tunduk pada kekuasaan?
Direktur Gold.
Aku agak menyukai orang seperti itu.
Orang yang menyerah pada keadaan mereka.
Orang yang tidak punya pendapat, selera, atau ego mereka sendiri.
Orang yang hanya menuruti perintah.
Lanjutkan saja kinerjamu.
DIREKTUR SENI RYAN GOLD
Memutus hubungan dengan koneksiku? Kenapa?
Dia tidak akan melanjutkan pameran sesuai rencana?
Kurasa itulah maksudnya.
Seniman genius yang menjadi direktur Korea pertama
di Galeri Seni Mono.
Aku memilih dia karena bagus untuk publisitas,
tapi dia berusaha mengambil alih. Bagaimana menurutmu?
Kau bertemu dengannya di lelang dan bandara.
Lalu sekarang, dia direkturmu?
Apa kalian ditakdirkan bersama?
Seharusnya aku tidak mengatakan hal buruk kepada temanku.
Dia bilang menyukai orang
yang tidak punya pendapat, selera, atau ego sendiri
dan yang hanya menuruti perintah.
Artinya dia menyuruhku untuk menuruti semua perintahnya.
Dia berasal dari negeri kebebasan. Ada apa dengannya?
Di negara mana pun kau berada, semua bos memang gila.
Bersyukurlah dia tidak melihat wajahmu di bandara.
Bayangkan andai dia melihatmu.
Aku jadi merinding.
Tidak apa-apa.
- Tidak apa-apa. - Kau benar.
COCOMOCO
Bagaimana kau bisa begitu bijaksana?
Aku bijaksana sejak kita masih muda.
Sungguh.
Tapi dia benar-benar gila.
Aku menyukai orang ini,
tapi kami tidak bisa bertemu dengan mudah.
Terima kasih banyak.
Tuhan memberkatimu. Terima kasih.
Kita mendapatkan kamar suite itu!
Bagaimana kau bisa mendapatkannya? Artinya kita bisa melakukannya?
- Tentu saja! - Kita bisa melakukannya!
Syukurlah.
Aku lega dia tidak melihatku di bandara.
Benar.
Yang benar saja.
No comments yet. Be the first to leave one.