처음 182줄입니다.
"Di Pelabuhan Naniwa bunga mekar, layu di sepanjang musim dingin."
"Kini musim semi telah tiba, bunga pun mekar berseri."
Apa semalam kamu nonton?
Ya, aku nonton!
Apa kau tahu?
Ada murid baru, dia adiknya Ayase Chitose model yang terkenal itu.
Tak mungkin! Aku penggemarnya!
Dia sangat imut.
Ya!
Benarkah? Ayo kita lihat!
Di mana dia?
Kelas 1-2!
Namun, biasanya dia ada di koridor saat jam istirahat.
Apa?
Ayase... Chihaya?
Klub karuta tanding?
Permisi.
Anu...
Satu, dua, tiga, empat!
Apa?
Celana olahraga?
Lihatlah sabuknya...
Ayase!
Apa yang kamu lakukan?
Apa kamu tidak malu?
Bukannya Ibu sendiri yang bilang kalau aku tak boleh pakai rok.
Kalau mau pakai celana olahraga, lepas roknya!
Lagian Ibu hanya menyuruhmu memasang selembaran di papan.
Jangan melepasnya di sini!
Benar juga, padahal semua orang mengatakan dia cantik.
Namun, itu percuma jika dia sedang berbicara atau melakukan sesuatu.
Kecantikan yang sia-sia.
Tak ada seorang pun yang mau bergabung.
Chi.
Lupakan tentang karuta.
Ayo masuk klub lari denganku lagi.
Akan percuma kalau kamu berhenti padahal sudah sampai sejauh ini.
Apa karuta itu permainan kartu?
Bukan begitu.
Bagiku klub lari adalah caraku untuk bertemu orang-orang saja.
Bertemu orang-orang?
Apa maksudnya itu?
Hei, ayo cepat kita latihan.
Nanti dimarahi kakak kelas.
Ya! Sampai nanti, Chi.
Tunggu sebentar!
Cepat!
Maaf.
Kakak kelasnya galak.
Pasti enak kalau punya rekan tim.
Kukira aku bisa menemukan orang yang fokus 100 persen pada karuta di sekolah ini.
Kau harus jadi Queen ya, Ayase.
Ketika aku sangat menikmati bermain karuta...
Mereka menyebutmu "kecantikan yang sia-sia" pasti karena kau selalu tiduran di tempat ini.
Chihaya!
Taichi?
Mengagetkan!
Aku tak tahu ternyata kita satu sekolah.
Aku kira kau akan melanjutkan ke SMA yang mewah.
Menghabiskan waktu tiga tahun dan satu jam untuk kembali ke sini?
Omong-omong, sakit.
Lagi pula, lebih kaget lagi kau berhasil masuk ke sekolah yang bagus.
Taichi, kau tumbuh tinggi.
Tinggi kita hampir sama!
Jangan sombong.
Aku masih akan tumbuh lagi.
Aku juga akan tumbuh.
Kau tak bisa!
Taichi!
Apa?
Taichi!
Taichi! Taichi! Taichi!
Apa sih?
Chihaya, kau mungkin tak populer.
Chihaya...
Aku...
Permisi sebentar.
Ya, ini aku.
Sekarang?
Aku di stasiun.
Ya, belum.
Hah? Kau menunggu di Bubaigawara?
Iya, iya.
Kututup teleponnya.
Pacar?
Kau punya pacar?
Memangnya tak boleh?
Begitu, ya.
Begitu, ya.
A-Ada apa?
Kau terkejut?
Ya.
Ya, aku pacaran karena dia yang memintaku...
Bukan berarti aku menyukainya, tapi...
Mungkin Arata menemukan sesuatu yang lebih penting baginya daripada karuta.
Hah?
Apa maksudnya itu?
Taichi?
Kau pernah berhubungan lagi dengan Arata?
Tidak juga, hanya saja aku tidak mendapat kartu tahun barunya.
Sepertinya dia tak mengikuti turnamen nasional tahun lalu.
Aku berada di klub lari saat SMP,
jadi aku belum pernah ikut ke Turnamen Omi Jingu.
Tak ada yang salah dengan klub lari.
Aku juga rencananya akan melakukan sesuatu yang baru di sekolah ini.
Karuta hanya hobi.
Kau tak akan bermain karuta lagi?
Padahal kita sudah satu sekolah.
Aku menghabiskan waktuku di klub sepak bola saat SMP.
Kita tak bisa bermain karuta terus, bukan?
Apa teman-teman yang kumiliki tahu isi hatiku?
Ini adalah puisi tentang teman-teman lama yang hilang.
Kita akan bermain selamanya!
Aku yakin itu!
Chi! Cepatlah!
Tunggu!
Tiga tahun lalu, di Tokyo.
Saat aku belum menemukan semangatku...
Hei, hei.
Bagaimana dengan kakakmu yang mengikuti kontes kecantikan?
Dia berhasil sampai ke babak final.
Namun, fotonya besok akan ada di koran.
Masa? Hebat dong!
Aku mau lihat!
Kakaknya Chihaya sangat cantik, ya.
Ya. Apa kau setuju, Taichi?
Tentu. Dia kebalikanmu
Lucu!
Hei, kau...
Kau hanya punya refleks yang bisa kutandingi.
Tinggi juga.
Apa?! Kau cari ribut, Chihaya?
Ya!
Maaf.
Murid pindahan itu tak pernah bicara.
Benarkah?
Sepertinya dia tak mempunyai teman.
Mungkin kita harus jaga jarak dengannya dari sekarang.
Aku pernah dengar dia itu penyakitan.
Hah? Apa maksudnya?
Murid kelas 6-2 melihatnya.
Kaus kakinya juga bolong.
Kita tak butuh orang seperti dia.
Hei, Chi.
Ya?
Lihat ini.
Kami mencatat logat Fukui si Wataya.
Namun, dia tak banyak bicara hari ini.
Tak ada tambahan lagi.
Dia tak ingin berbagi.
Aku tahu...
Nanti saja.
Kalau aku berada di posisi Wataya,
aku tak ingin berbicara sama orang yang
mencatat hanya supaya mereka bisa tertawa.
Itu bukan niat kami.
Iya, 'kan?
Benarkah? Maaf.
Ya, tak apa-apa.
Benarkah?
Hei, kamu lupa bawa alamatnya.
Kamu membutuhkan ini.
Aku menghafalnya.
Kamu menghafalnya?
Ini hari pertamamu, 'kan?
Hei, tunggu!
Kamu harus mengirim ke 200 alamat.
Jangan sampai salah, ya!
Area 2, Distrik 5...
Ditambah lima di seberang jalan Fujiwara.
Osawa, Fujimiya, Yamamoto...
Uchiyama tak berlangganan lagi.
Koperasi Yokota.
101, 103, 203, 204.
Selanjutnya adalah Ayase.
Pagi.
Terima kasih!
Kakak, Kakak!
Kakak ada di koran!
Bangun!
Lihat! Ada foto Kakak.
Di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.