처음 200줄입니다.
Episode 9
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitles
Subtitles
Subtitles b
Subtitles by
Subtitles by
Subtitles by Da
Subtitles by Dar
Subtitles by Dark
Subtitles by DarkS
Subtitles by DarkSm
Subtitles by DarkSmu
Subtitles by DarkSmur
Subtitles by DarkSmurf
Subtitles by DarkSmurfS
Subtitles by DarkSmurfSu
Subtitles by DarkSmurfSub
Gyu Hyeon...
Gyu Hyeon...
Jangan dekat-dekat.
Gyu Hyeon. Ayo turun, kita bicara.
Gyu Hyeon. Kenapa tiba-tiba kau jadi begini?
Kuminta jangan mendekat.
Tidak boleh.
Gyu Hyeon, kumohon.
Kalau dioperasi, aku tak kan bisa bernyanyi lagi.
Selamanya aku tak bisa bernyanyi.
Bukan begitu, Gyu Hyeon. Tidak begitu.
Benar, Gyu Hyeon. Yang dikatakan ibumu benar.
Itu cuma operasi penyembuhan.
Percayalah padaku. Ayo cepat turun.
Jangan menipuku. Aku sudah dengar.
Gyu Hyeon. Memang kau tak takut?
Aku tak takut!
A... aku... aku takut. Tidak mau di sana seorang diri.
Meski di surga ada kakakku dan kelinciku,
aku tak berani pergi ke sana.
Karena akan banyak melukai perasaan orang.
Orang-orang banyak yang membenciku dan mengatakanku tolol,
tapi aku masih ingin hidup, karena tetap bisa berada bersama mereka.
Tapi Gyu Hyeon banyak disukai orang.
Aku sungguh iri padamu.
Jadi, kau jangan begitulah.
Kalau kau meninggal, orang-orang yang menyayangimu bakal sedih.
Merindukanmu tetapi tidak bisa menemuimu.
Walau banyak yang membenciku, aku juga tetap hidup. Karena itu, kau tak boleh mati.
Lagi pula, kau masih bersama ayah dan ibumu. Sejak kecil aku sudah tidak bersama mereka.
Aku naik ke pinggiran itu saja sudah takut.
Cepat, cepat turun. Pusing di sana. Cepat, cepat.
Gyu Hyeon.
Syukurlah, Gyu Hyeon.
Cepat bawa ke IGD. Cairan nanahnya harus dibuang dulu.
Ini aku, Pak Kabag.
Kabag, benar atau tidak kau memberi injeksi Heta Vizen?
Kau harus katakan, kau menginjeksinya dan bilang Direktur juga tahu.
Bagaimana kalau sertifikat doktermu dicabut, apa yang bakal terjadi?
Aku akan berikan jabatan sebagai kepala yayasan rumah sakit.
Pernah melakukan injeksi atau tidak?
Aku tidak pernah memakai Heta Vizen.
Lalu Profesor Gim Do Han pernah menginjeksi tidak?
Tidak.
Lalu bolehkan kami bertanya pada Direktur? Apa Anda tahu tentang pemakaian obat ini?
Tentang Heta Vizen...
Saya Wakil Direktur.
Apa Badan Pengawasan Obat dan Makanan menggunakan cara seperti ini untuk memeriksa?
Kita hanya menanyakan pertanyaan sederhana.
Apa kalian ini jaksa?
Bawa bukti yang jelas, baru setelah itu datang kemari lagi.
Bila ini terulang lagi, kami juga akan mengambil tindakan.
D
Di
Dit
Dite
Diter
Diterj
Diterje
Diterjem
Diterjema
Diterjemah
Diterjemahk
Diterjemahka
Diterjemahkan
Diterjemahkan
Diterjemahkan o
Diterjemahkan ol
Diterjemahkan ole
Diterjemahkan oleh
Diterjemahkan oleh
Diterjemahkan oleh
Diterjemahkan oleh P
Diterjemahkan oleh Pr
Diterjemahkan oleh Pri
Diterjemahkan oleh Prin
Diterjemahkan oleh Princ
Diterjemahkan oleh Prince
Diterjemahkan oleh Princes
Diterjemahkan oleh Princess
Diterjemahkan oleh PrincessN
Diterjemahkan oleh PrincessNi
Diterjemahkan oleh PrincessNih
Diterjemahkan oleh PrincessNiha
Diterjemahkan oleh PrincessNihal
Diterjemahkan oleh PrincessNihal
Diterjemahkan oleh PrincessNihal &
Diterjemahkan oleh PrincessNihal &
Diterjemahkan oleh PrincessNihal & F
Diterjemahkan oleh PrincessNihal & Fe
Diterjemahkan oleh PrincessNihal & Fem
Diterjemahkan oleh PrincessNihal & Fema
Diterjemahkan oleh PrincessNihal & Femal
Diterjemahkan oleh PrincessNihal & Femali
Diterjemahkan oleh PrincessNihal & Femalia
Gyu Hyeon. Ini bukan operasi.
Kami cuma mau mengeluarkan cairan nanah di dalam tenggorokanmu saja.
Jadi, kau tak perlu cemas. Mengerti?
Jangan cemas. Sebentar juga selesai. Aku mulai, ya.
Apa katamu?
Gyu Hyeon tidak pernah mendengarkan musik. MP3 yang dipakainya tidak ada musik apa-apa.
Gyu Hyeon tidak mendengarkan lagu atau musik di MP3.
Dia hanya tidak ingin mendengar suara apapun.
Jadi 'earphone' hanya sekedar penutup telinga(earplug) baginya.
Kukira musik pun tak mau dia dengar. Karena musik juga suara.
Kau ini berkata yang tak masuk akal.
Itu masuk akal. Saat kecil, aku tak mau mendengar suara anak-anak yang menertawakanku.
Saya sering sekali menutup telinga.
Tapi apa... Anda benar-benar tidak akan mengizinkannya dioperasi?
Tidak akan. Pasti tidak.
Tidak akan, ya. Tidak, ya.
Bagaimanapun harus bertahan.
Bertahan pun apa gunanya lagi?
Aku sudah menjadi dokter yang gagal dan tak berhati nurani.
Itu bukan kesalahan Anda. Anda berbuat ini demi Pak Si On.
Itu cuma alasan.
Aku pasti menemukan cara lain untuk mempertahankan Si On.
Salahku. Aku terlalu ceroboh dan berpikir sempit.
Baiknya serahkan saja pada Wakil Direktur.
Tidak ada kaitannya dengan hati nurani.
Do Han. Janganlah kau menghancurkan dirimu sendiri.
Kok ada ibu seperti itu? Tidak mengizinkan anaknya dioperasi.
Benar. Kalau ibu yang lain pasti mau.
Kulihat dia sudah terobsesi oleh paduan suara.
Apa yang begitu bisa disebut ibu.
Juga, ada yang hanya karena 300 karung beras, dia menjual putrinya Sim Bong Sa ke kuil.
300 karung beras itu bukan "hanya".
Satu karung beras itu 144kg.
300 karung dikali 144 kg sama dengan 43200 kg. Sama dengan 43,2 ton.
Di pasaran saat ini, satu kemasan beras adalah 20 kg.
Jadi ada 2160 kemasan.
Harga 20 kg beras adalah 40.000 won.
2160 dikali 40.000 won sama dengan 84,6 juta won.
Di supermarket beras 20 kg gram juga ada yang berharga khusus 18.000 won.
Benarkah?
Aku pasti menemukan cara lain untuk mempertahankan Si On.
Sedang memikirkan apa?
Panggillah Pak Si On kemari.
Yang hari ini ingin Anda katakan, pertimbangkanlah sekali lagi.
Pertimbangkan apa?
Seperti barusan bukankah Profesor juga melihatnya?
Dokter Pak bukannya kosong dan ceroboh, dia hanya coba menyadarinya.
Dokter bedah itu dalam sekejap harus mampu membuat puluhan bahkan ribuan keputusan.
Tapi hanya karena 1 hal kau ingin aku mengakuinya?
Jadi, harus menunggu berapa lama sampai dia punya kemampuan membuat keputusan?
1 tahun, 10 tahun.
Tidak ada yang tahu, tapi ada harapan.
Aku hanya berpegang pada harapan terakhir, setelah itu mengirimnya ke departemen lain.
Bikin kaget saja!
Eh, sedang apa kau?
Anda mau es krim?
Tidak mau. Sana minggir.
Ini es krim yang bisa dibelah dua.
Silakan.
Eh, anak ini, tak pernah dengar omongan orang tua.
Wah, kapalan dan parut.
Apa?
Pak Kabag, tangan Anda banyak kapalan dan parut.
Saya paling iri dengan dokter yang tangannya kapalan dan berparut.
Ini tangan yang sudah banyak melakukan operasi.
Lebih banyak dari tangan Profesor Gim Do Han dan Dokter Cha Yun Seo.
Saya juga ingin segera menjadi dokter bedah.
Menjadi seperti Bapak, tangannya kapalan dan berparut.
Itulah impianku.
Anak ini bicara apa sih?
Sudah jangan bicara macam-macam. Pergi sana.
Silakan disantap.
Ini pasti perbuatan Direktur Eksekutif Lee.
Saat itu semua catatan penggunaan obat semuanya sudah dihapus.
Tapi, masalah dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan...
Ya. Aku tahu.
Terima kasih, Presdir.
Apa yang kaupikirkan?
Ya? Karena perkataan Pak Si On tadi.
Hanya merasa dia sangat malang.
No comments yet. Be the first to leave one.