처음 168줄입니다.
Sekitar sebulan lalu,
Granville dan Grandmaster Yuuki Kagurazaka bertemu.
Tampaknya mereka telah membuat kesepakatan.
Kalau mereka sudah mulai bertindak...
Di Ruberios ini, ya?
Gran sudah lama menjadi pemimpin Tujuh Luminari.
Dia lebih mengenal negeri ini dariku.
Ini merepotkan.
Raja Iblis Luminus!
Bukan, Nona Luminus!
Aku akan percaya padamu, dan ingin meminjam kekuatanmu itu.
Aku ingin melindungi umat manusia, dan dirimu memerintah Ruberios.
Bagaimana kalau kita bekerja sama?
Dulu dia anak muda yang dipenuhi harapan.
Tapi sekarang sangat jauh dari itu.
Setelah bertambah tua begini...
Bertambah tua?
Gran, yang dulunya seorang Pahlawan sekaligus pemimpin Tujuh Luminari?
Bahkan aku sudah memberikan Love Energy pada para tetua itu.
Tapi, kenapa...
Permisi.
Raja Iblis Rimuru serta rombongannya telah tiba di Ruberios.
(Bereinkarnasi Malah Menjadi Slime - Musim Keempat)
Jadi ini Ruberios?
Wah!
Keren!
Kota yang indah!
Terima kasih sudah datang.
Sisanya tinggal rombongan orkestra, ya?
Iya.
Mereka akan segera tiba.
Kota yang terasa sejarahnya, ya.
Berbeda dengan Tempest, kan?
A-Apa ini?
Hebat!
Kelihatannya lezat!
Selamat makan!
Cantiknya!
Seperti permata!
Aku baru pertama kalinya makan yang seperti ini!
Ada apa?
Sudah habis.
Ini kayaknya enak!
Berisik.
Maaf, Tuan Rimuru.
Apa rombongan orkestra seperti kami berhak disambut kemewahan ini?
Justru karena mereka menantikan pertunjukan musik kalian.
Benar, kami sungguh menantikannya.
Baik.
Kami pasti memenuhi harapan kalian.
- Itu dia, tekad yang bagus, Takt. - Aduh.
Iya, tolong, ya.
Selamat tidur, Pak Guru.
Selamat tidur.
Jangan tidur sambil perut terbuka, ya.
Baik.
Tuan Rimuru, setelah ini ada rencana apa?
Benar juga.
Omong-omong, aku belum bertemu Luminus.
Maaf, Tuan Rimuru.
Ada pelayan menawarkan layanan kamar.
Oh, boleh juga.
Kira-kira ada minuman hangat tidak...
Padahal kukira bisa lebih mengagetkanmu.
Soalnya aku sudah merasa ada yang janggal.
Meski begitu, aku tidak menyangka dia akan muncul sebagai pelayan.
Tapi, patut kupuji karena kamu tidak membawa naga jahat itu.
Hinata di mana?
Sedang tidur.
Jadi, ada perlu apa denganku?
Aku ragu memberi tahu ini padamu sebagai tamu,
tapi Granville sepertinya sedang merencanakan sesuatu.
Ini mungkin pertemuan terakhir kita sebagai Lima Tetua.
Kita harus mencegah Raja Iblis Rimuru sepenuhnya menguasai umat manusia,
apa pun yang terjadi.
Tapi, dengan kehilangan Maribel...
Bukankah lebih baik berpura-pura patuh dulu sambil menghimpun kekuatan?
Jangan pengecut.
Seberapa besar pun pengorbanannya,
yang harus memerintah dunia manusia adalah kita, umat manusia sendiri.
Benar, bukan?
Aku akan bertaruh untuk terakhir kalinya.
Tuan Granville...
Waktuku sudah tidak banyak.
Wilayahku jauh dari hiruk perang.
Sebagai yang bertahan dari keluarga Rozzo, mari kita jadi saksi bagi sejarah yang benar.
Bagus.
Kalian tidak keberatan?
Aku sama saja seperti menyuruh kalian mati.
Aku juga salah satu anggota Rozzo,
hatiku akan bersamamu sampai akhir.
Aku juga sama.
Kalau begitu, Johann, gunakanlah Vert.
Kelompok tentara bayaran yang dulu berhubungan dengan Gaban?
Mereka fanatik memuja Dewa Hijau.
Mereka bergerak untuk memanggil iblis kuat
demi mengantarkan dunia ke dalam kekacauan.
Keinginan terpendam Vert adalah tampil gemilang di medan perang.
Kepentingan kita jadi sejalan dengan mereka.
Benar.
Kalau begitu, biar aku kembalikan
kartu as yang dititipkan padaku untuk penjagaan wilayah utara.
Razul, ya.
Manusia hanya bisa menjadi Orang Suci setelah melalui waktu yang panjang.
Berbeda dengan monster, meski sudah berevolusi, tubuh manusia tidak bisa langsung adaptasi.
Hinata yang sudah jadi Orang Suci pun masih perlu tidur,
karena tubuhnya tetap sama saat masih manusia biasa.
Tapi Granville bukan Orang Suci.
Dia adalah sosok yang lahir dari "telur pahlawan".
Telur pahlawan?
Benar.
Semacam benih Raja Iblis yang bangkit hingga wujud Raja Iblis Sejati.
Berarti,
Granville adalah Pahlawan Sejati.
Jadi ini dunia baru kita.
Indah, ya, Gran?
Iya, Maria.
Bukankah ini seperti Tanah yang Dijanjikan yang kita cita-citakan?
Kita satukan wilayah Barat ini, lalu satukan Barat dan Timur menjadi satu.
Kemudian, umat manusia bersatu padu untuk menumbangkan Raja Iblis
dan membangun dunia tempat semua orang bisa hidup damai.
Kamu sangat menyukai manusia, ya.
Makanya bisa terus bertarung.
Meski keras kepala dan agak lain.
Aku masih kalah dari Razul.
Padahal dari spesies yang berbeda, tidak ada yang berbuat sejauh itu
demi umat manusia.
Benar juga.
Ini bukan demi manusia, tapi karena aku memercayaimu, Gran.
Atas nama Razul yang kamu berikan, kita akan menggapai cita-citamu.
Ya.
Pasti kita tuntaskan.
Demi tempat semua orang bisa hidup damai.
Menuju Tanah yang Dijanjikan milik kita.
Sang Pahlawan Fajar, Gran.
Keinginannya sungguh luar biasa.
Waktu itu, Negara-Negara Barat jauh lebih kacau dibanding sekarang.
Ada "Earthquake" Dagruel yang punya ambisi teritorial.
Iblis Utara bawahan Guy.
Bahkan naga jahat terkutuk itu pun sesekali menyerang sesuka hati.
Wajar saja, kami bermusuhan.
Kami sudah tidak terhitung berapa kali saling bentrok.
Tapi, Gran memahami bahwa aku menginginkan hidup berdampingan dengan manusia,
dan memilih menjalin perjanjian denganku.
Begitulah, wilayah Barat ini akhirnya menjadi tanah yang tenteram.
Beberapa permukiman bersatu, negara terlahir, negara kecil menjadi makmur,
berkembang, hingga menjadi negara besar.
Dalam prosesnya, Gran pun memiliki dua wajah.
Sebagai Gran sang Luminari Matahari dari Ruberios,
dan Granville, pemimpin bijaksana dari Seltrozzo.
Pernikahan putraku, Rolf,
dan Putri Isabella dari Kerajaan Seltrozzo akan kita gelar megah di kerajaan ini!
Demi persahabatan dan kemakmuran yang lebih erat...
Bersulang!
Terima kasih, Pak Menteri.
Aku tidak sabar menunggu hari-H.
Mengganggu saja.
Andai tidak ada mereka, negara ini sudah ku—
Butuh kekuatan?
Gunakanlah.
Benda ini bisa menembus Orang Suci, bahkan Pahlawan.
Nona Maria, Tuan Granville ada di mana?
Katanya dia akan terlambat.
Butuh waktu lama untuk memediasi negara tetangga.
Padahal sekarang hari bahagianya Isabella.
Semoga dia sempat menghadiri pernikahannya.
Nah, bunuhlah!
Kumpulkan jiwa manusia demi diriku!
No comments yet. Be the first to leave one.