처음 200줄입니다.
MIDNIGHT FAMILY
KAU BENCI PENDIDIKAN SISTEM KAPITALIS INI.
KAU SEBAIKNYA BELAJAR, BODOH!
MASTER MOLEKULAR KEDOKTERAN
Regina! Kawan!
- Apa? - Hei...
Dari mana saja kau? Tim pertama hampir selesai!
Bukankah kita tim pertama?
Ya.
Tapi kami berhasil memindahkan urutan.
Tim dua!
Regina Mora.
Bernardo Barrientos.
- Oscar Ruiz. - Di sini!
- María Gabriela Tamayo. - Kau pasti bisa.
Dan Francisco Bravo.
Masuk lewat sini.
Jika aku tak dapat nilai A, habislah aku.
- Semoga berhasil, Semuanya. - Kau juga.
- Tetap fokus. - Kau akan dapat A.
Tamayo, senang kau ada di sini.
Ayo kita manfaatkan sebaik mungkin.
Jalur saraf wajah?
Setelah meninggalkan tulang temporal,
saraf melewati foramen stylomastoid
dan melewati kelenjar parotis.
Terbagi menjadi cabang mandibula
dan servikal,
mempersarafi otot-otot wajah dan leher.
Beri aku waktu sebentar.
Lihat?
Tamayo.
Sebutkan katup jantung
dan jelaskan peredaran darah.
Kami tak bisa menunggumu sepanjang hari.
Pada jantung normal,
darah mengalir melalui vena cava superior dan inferior
menuju atrium kanan.
Kemudian mengalir ke ventrikel kanan
melalui katup trikuspid.
Darah vena mengalir
melalui arteri pulmonal,
yang terbagi menjadi arteri pulmonalis kiri dan kanan,
hingga mencapai alveoli
tempat terjadinya pertukaran gas.
Informasinya benar.
Sekarang, tunjukkan kami jalurnya.
Aku akan dapat melakukannya jika ini jantung normal.
Tapi jantung ini punya cacat lahir, deformasi.
Ada aliran balik vena paru yang anomali.
Lumayan untuk mahasiswa yang selalu terlambat dan tertidur di kelas.
Sangat bagus. Kau akan dapat nilai A.
- Mungkin D? - Dia tak lulus. Terlalu banyak absen.
Kami akan memberimu B. Kau bisa pergi.
B? Kenapa?
Aku bahkan menjawab pertanyaan yang bukan bagian dari ujian.
Kau terlambat.
Untuk ujian.
Ada kelas yang
kau hanya datang dua kali.
Kau harus mengulang kelas ini.
Belajar kedokteran di universitas seperti ini
bukan untuk mereka yang tak serius.
Aku tak peduli seberapa cerdasnya kalian.
Setengah dari kalian tak akan lulus tahun ini.
Jika kau suka berpesta, tak apa-apa.
Tapi kau punya tanggung jawab di sini.
Dan ketepatan waktu adalah kualitas seorang dokter yang baik.
Kami akan memberimu nilai B.
Mora?
Pemasangan trapezius.
MARCUS KAMI DALAM PERJALANAN
Aku yakin kau tak datang malam ini.
- Ayolah! Jangan jadi kutu buku! - Sudah kubilang aku akan pergi.
Kau setidaknya harus mengundang kami ke pestamu.
Itu tampaknya jauh lebih hebat.
- Tidak, kau tak populer. - Tenanglah.
KEKUATAN DAMAI
Hei, aku pergi dulu.
Perpustakaan akan ditutup, dan aku harus belajar.
- Di mana? - Perpustakaan.
Kau harus belajar dariku.
Regina sialan.
- Sampai jumpa lagi! - Selamat tinggal!
Tentu! Pergilah "Belajar".
- Sampai jumpa, Kawan! - Dadah!
Ayolah, Tamayo! Ikut kami malam ini!
"Chango..."?
Ya... aku sedang berjalan keluar.
Tapi tolong jangan membuat keributan di sini.
Baiklah, tentu saja.
Dah.
Halo.
Kudengar ujianmu berjalan lancar.
Aku turut senang.
Gosip menyebar dengan cepat!
Ujianku tak berjalan lancar,
tapi terima kasih telah memperhatikanku, dr. Luna.
Tak perlu berterima kasih padaku.
Kau akan menjadi dokter yang hebat, sangat disayangkan jika kehilanganmu.
Tak akan jika kau berperilaku baik.
Kau imut sekali.
Tapi aku serius, jangan lengah.
Kau baru memulai tahun kedua.
Dan ini program yang cukup menuntut.
Kupikir kau menelepon untuk memberi selamat kepadaku.
Selalu.
Tapi aku juga menelepon untuk memintamu untuk menjaga dirimu.
Kau membebani dirimu dengan bekerja di malam hari
dan belajar di siang hari...
Kau akan kelelahan.
Atau lebih buruk lagi, kau bisa membuat seseorang dalam bahaya.
- Hei, jangan marah! - Aku tak marah, tapi aku harus pergi.
Tamayo!
- Tamayo! - Apa?
Jujur saja! Kau punya kencan malam ini, 'kan?
Aku bahkan tak punya pacar! Aku punya urusan.
Baiklah.
Hei!
Jika kau ingin bersantai setelah urusanmu selesai,
aku bisa menjemputmu. Kita bisa minum bir,
lalu pergi berpesta atau apa saja. Bagaimana?
Tunggu.
Akan kuberi tahu nanti.
Hei, tunggu.
Apa yang kau lakukan untuk memindahkan kita ke tim kedua?
Jika kau datang ke pesta denganku, aku akan memberitahumu.
Baiklah.
Dokter María Gabriela Tamayo!
Dokter María Gabriela Tamayo!
Datanglah ke tempat kerja!
Cepat!
- Apa-apaan ini? - Apa?
Diamlah!
Kita bukan di jalanan.
Apa kau malu pada kami, Dokter? Atau apa?
Sial.
Bagaimana ujianmu, Sayang?
Baik, Ayah. Tapi aku sudah bilang, jangan jemput aku di sekolah.
Mereka akan mengeluarkanku.
Pemeriksaan Radio Pusat 182.
Disalin, Carmencita.
La Claridad No 57.
Aku bisa. Ganti.
Ayo!
Cepatlah! Sebelum yang lain tiba di sana.
Apa hidup sudah cukup kejam
untuk membuatmu memilih antara dua hal yang kau sukai?
Itulah yang terjadi padaku.
Soalnya, peraturan sekolah kedokteran cukup jelas...
Jika kau belajar kedokteran, kau tak dapat praktik sebagai sarjana.
...dan, seperti yang akan kau lihat... itulah masalahnya.
Karena di satu sisi... Aku suka sekolah!
Bukan suatu kebetulan aku Tamayo pertama yang kuliah.
...bahkan jika itu sangat sulit.
...tapi juga, tak ada yang bisa mengalahkan adrenalin ambulans.
Di keluargaku, kami semua paramedis...
Aku telah berada di ambulans selama yang kuingat.
Ayahku semacam legenda di dunia ambulans bajakan.
Awas, Kakek! Minggir!
- Jangan menyebalkan! - Lihat itu?
Persetan denganmu! Jangan bersikap menyebalkan!
Kembalilah tidur, Bajingan!
- Kau yang kembali tidur! - Sial.
Demi Tuhan, Ramón!
Ini bukan pertama kalinya.
Ada apa?
Mereka akan mengambil pasien kita.
- Sial! - Jangan memaki!
Apa? Kau ingin tahu apa itu ambulans bajakan?
Itulah sebutan kami... bajakan, penipu...
Kami menyediakan layanan swasta.
Ya!
- Injak gasnya. Dia menyalipmu, Ramón. - Cepat!
Injak gasnya, Ayah!
Apa-apaan ini?
Sudah berakhir.
Aku tak akan menabrak anjing untuk sampai ke sana lebih dulu.
Karena kau menyelamatkan anjing, seseorang akan mati.
Apa yang akan kita lakukan tanpa uang?
Asal tahu saja, di tengah malam...
kau sendirian.
Hei, Dokter.
Kenapa kau berdandan? Kencan Tinder?
Bukan.
Pesta sekolah kedokteran untuk mereka yang punya kehidupan...
"Pesta sekolah kedokteran untuk mereka yang punya kehidupan..."
Diamlah.
Apa yang kau lakukan, Ramón?
Masalahnya, di dunia persaingan bebas ini...
Orang pertama yang yang tiba di tempat kecelakaan dapat uangnya.
- Sial, Ramón! Bagus! - Bagus!
Pertandingan berakhir, Bajingan!
Tunggu. Jangan menghakimi kami dulu.
Bukan kami yang membuat aturan.
- Bagus! - Percayalah pada ayahmu, Bajingan.
Jangan memaki!
Bagus, Ramón, aku tak akan pernah meragukanmu lagi!
Kebanggaan keluarga! Ya. Belajarlah dari ayahku!
Biar kujelaskan...
No comments yet. Be the first to leave one.