처음 200줄입니다.
KANTOR POLISI KOTA BAKERSFIELD
GEREJA KRISTEN NEW TESTAMENT
HANCURKAN KAPITALISME
KARENA TUHAN MENGIRIMKAN PUTRANYA KE DUNIA
BUKAN UNTUK MENGHAKIMI DUNIA 17
Halo?
Di mana?
Baik.
Ya, baik.
Tadi nikmat sekali.
Ya. Benar.
Aku harus keluar. Pintunya akan terkunci sendiri.
Wah, wah.
Honey O'Donahue. Ada apa ini?
Apa gadis ini klienmu?
Koroner menuju kemari.
Akan memastikan dia sudah mati atau belum.
Tapi kau periksa saja.
- Belum. - Belum mati?
Tapi sudah parah.
Bukan klienku.
Lalu, mau apa kau di TKP laka lantas?
- Kau mau apa? - Apanya?
Detektif divisi pembunuhan ada di kasus laka lantas. Kok bisa?
Aku akan cerita jika kau cerita.
Boleh.
Kau sedang lajang.
- Mari bersosial. - Ini sosial.
Dia bukan klienku.
Juga Marty...
aku suka wanita.
Selalu bilang begitu.
O'DONAHUE / TERPESAN
KEDAI KOPI
PENYELIDIKAN
Pak Siegfried tak punya janji temu.
Dia tanya apa bisa wawancara sedikit sekarang.
Ya, tentu.
Dan batalkan janji temu Mia Novotny besok.
Perlu kutagih biaya pembatalan?
Dia tak membatalkan. Dia mundur. Nanti kuberi tahu.
Mari, Pak Siegfried.
COVID.
Baik.
Masih ada.
Kurasa pacarku selingkuh.
Pasti.
Kau tahu dari mana?
Jika orang bilang begitu, pasti ada yang tak beres.
Kau mau pendapatku?
Aku detektif swasta.
Tapi di wawancara pertama, aku beri nasehat gratis bagi yang patah hati.
Antara abaikan perselingkuhannya
atau bahas baik-baik dengan pacarmu.
Anggur dan bunga, berunding dengan jujur
jujur terhadap kebutuhan, hasrat, dan seterusnya.
Kau tak akan mau
bayar aku seratus dolar per jam untuk tahu hal yang kita sudah tahu.
Tidak. Aku harus tahu.
Menurutku kau sudah tahu.
Aku harus tahu spesifik.
Siapa, di mana, kapan.
Aku mau tunjukkan di hadapannya.
Tunjukkan di hadapan wajah pembohongnya.
SANGAT BERHARGA GRATIS
INILAH KASIH TUHAN!
BERDOA DENGAN PENDETA DRED
Honey, Honey, Honey.
- Halo, Dizzy. - Hai, Honey. Mau makaroni keju?
- Sudah makan siang. - Ini makan malam.
Tak usah. Aku bawa jeruk Bali.
Terima kasih. Tapi anak-anak tak akan mau.
Mereka hanya makan yang warnanya kuning.
- Ini kuning. - Apa?
Luarnya kuning.
Honey, mau menikah denganku?
Tidak bisa, Dizzy. Kau masih kecil.
- Di mana pengisi dayaku? - Jika aku sudah lebih tua?
- Tidak bisa juga. Dilarang hukum. - Hukum apa?
- Dilarang menikahi bibi. - Bohong. Kenapa?
Karena anak kita nanti jadi anakmu, tapi juga keponakanmu.
Itu membingungkan.
- Bisa kulacak. - Tapi kita tak bisa melanggar.
Kita bisa sembunyi. Hidup di hutan.
Tak ada hutan. Di sini ke Bakersfield pun tak ada pohon.
Jangan remehkan tempat tinggalnya.
Tidak. Aku hanya bilang tak ada pohon.
Heidi, mereka pernah diberi buah segar?
Kuberi yang mereka akan makan.
- Mengasuh anak tak sulit. - Akan kumakan, Honey.
Sini aku kupaskan.
- Ya, maaf. - Kau ambil pengisi dayaku, Bocah?
- Kau pandai mengasuh anak. - Jangan panggil adikmu begitu.
- Sapalah bebimu. - "Bebi"-ku?
Maksud Ibu "bibi".
Diam, Bocah. Kau bisa baca pikiran?
Diamlah kalian. Aku mau tidur.
Jika kau pulang sebelum pukul 03.00, kau bisa tidur malam.
- Ibu tidak... - Bu, ini apa?
Sapa Honey.
Ibu tak cuci seprainya.
- Tak sempat. - Ibu.
Astaga. Darah!
- Ibu tak sempat. Kau cuci saja. - Astaga.
- Aku? - Ya. Kau, Corinne.
Astaga. Corinne kenapa?
Dia menstruasi, Bodoh.
- Itu cuma keadaan. - Keadaan? Astaga.
Tak apa. Dizzy, semua wanita menstruasi.
Astaga. Kau tak menstruasi, Honey?
Mereka senang ada adik baru?
Saudara yang sudah ada saja mereka tak sadar.
Dan kau mau tambah satu?
Jangan ajari aku cara mengasuh anak.
- Jika kau merasa berhak... - Itu cuma untuk membantu.
- Corinne! - Bukan mengajari
cuma tanya bagaimana kau akan mengasuh anak.
Terima kasih, Nini.
- Pulang sebelum tengah malam. - Aku tak pulang malam ini.
Hei, Sayang.
Jangan bilang apa-apa.
Tidak.
Tak bilang apa-apa sejak kita kecil.
UNTUK PENDETA DREW
Ya. Kau adalah cahaya.
Ya. Kau adalah cahaya.
Lebih turun.
Tidak bisa lebih turun.
Miringkan ke bawah
Bukan.
Agar aku bisa lihat dadamu bergoyang saat kita bercinta.
Ya. Kau adalah cahaya. Ya.
Miringkan ke kiri.
- Kirimu atau kiriku? - Arah kita sama. Astaga.
Maaf, Pendeta Drew. Kau kurang jelas.
- Apa aku... - Apa?
Pendeta, aku sedang antar kiriman dengan Joey Kecil
lalu tiba-tiba mulutnya berbusa seperti anjing gila.
Tunggu.
Joey Kecil Besar atau Joey Kecil?
Junior. Joey Kecil.
Baiklah.
Jadi, mulutnya berbusa seperti Mr. Bubble
lalu dia berhenti berbusa, lalu teriak
lalu dia...
dia...
- Dia meninggal. - Dia meninggal?
Dia meninggal.
Di mana kejadiannya?
- Di dalam truk. - Ya, truknya di mana, Shuggie?
Kami di sekitar Long Beach
dan aku baru tiba di sini.
Aku tak tahu harus apa lagi.
Apa dia masih mati?
Ya. Apa maksudmu, Pendeta?
Tebakanku dia masih mati. Itu tak akan berubah.
- Tidak, Pendeta. - Lalu kenapa kau harus ganggu ini?
Maaf. Aku minta maaf, Nona. Apa aku harus...
Tak apa. Aku akan keluar.
Joey.
Joey!
Joey!
Joey.
- Dia sudah tiada, Joey. - Tidak!
Joey!
Joey!
Apa dia pakai barang kita?
- Apa dia overdosis? - Joey.
Ya. Ya, overdosis. Dia pakai banyak.
Apa kau tahu dia pakai?
- Pakai barang kita? - Tidak.
Karena itu bukan barangnya. Tapi milik gereja.
- Ayo, Joey. - Ya, tentu.
- Ini hukuman Tuhan. - Kehendak-Nya akan terjadi.
Ayo pulang, Joey.
Dan jika sedikit saja kau pakai barang itu dengan dia
mengambil barang kita, barang gereja kita...
Aku tidak begitu, Pendeta.
Harus menjaga tubuh. Aku sering angkat beban.
Apa yang dia lakukan?
Dia parkir di Walmart.
Halo, Elle.
Gary ada?
Katanya ada.
Apa kabarmu, Honey?
Lama tak terlihat.
Tidak berhenti minum, 'kan?
Tidak akan.
Jangan.
Langkah pertama untuk kehancuran.
Berhenti minum, mulai olahraga
bercinta dengan pria
memilih Partai Republik.
Jangan sepertiku, Honey. Aku pernah begitu.
Tahun-tahun yang terbuang...
Honey O'Donahue, lama tak bertemu.
Mau minum? Sudah malam di suatu tempat.
Tidak.
Apa yang kau tahu tentang Mia Novotny?
Aku kesal padanya karena tak muncul di sifnya hari Selasa.
No comments yet. Be the first to leave one.