처음 200줄입니다.
Semua penjudi akan turun ke lapangan hari ini.
- Pergilah. - Baik.
- Aku tadi mencoba mendapatkannya. - Baiklah.
- Hei, Nona. - Aku mempertaruhkan semuanya di sini.
- Bagaimana kau tahu itu? - Sebentar.
Ini soal waktu. Aku akan mempertaruhkan semuanya.
Aku meningkatkanmu.
Hei, jangan lihat.
Terima kasih.
30,000.
Satu.
Ta-da.
Ah, di sini aku mulai lagi. Aku menang lagi! Bagaimana aku bisa berhasil begini?
Tidak bisa dipercaya. Dia memenangkan semua uang kita.
Tidak tahulah. Aku haus. Oh, ada satu di sini.
Ahjussi ini bilang dia mencoba menggabungkan warnanya juga.
Aku tidak semestinya mengambil uang dari dia kalau begitu.
Diam kau! Bagikan kartunya.
Inilah masalah dengan Kejaksaan Korea.
Mereka dibutakan oleh ambisi yang membuat mereka hanya peduli dengan kasus-kasus besar.
Mereka tidak tertarik menangkap penipu.
Semua orang menjudikan uang mereka di sana.
Ke mana semua Jaksa itu?
Sebab itu aku ada di sini, bukan begitu?
Anda benar, Jaksa.
Kejaksaan adalah masalahnya.
Thank you, arigatou gozaimasu (*terima kasih dalam bahasa Jepang).
Betapa cantiknya.
Sudah kuduga. Ini memang warna celana dalam keberuntunganku.
Seperti ini. Lihat? Aku tidak dapat melupakan celana dalam keberuntunganku.
Aku kalah?
Aigoo... uangku.
Hei, milikmu berbeda dengan yang terakhir kali kulihat.
Kau menipu kami?
Menipu?
Menipu?
Hei, Babi. Berhentilah omong kosong.
Sampai jumpa, semuanya.
Keparat!
Kau bekerja sama dengannya, 'kan?
Apa maksudmu? Aku juga kalah.
Tidak, tidak.
- Siapa mereka? - Apa yang terjadi?
Hei, kalian.
Apa bahasa Mandarin "ampuni nyawaku"?
"Ampuni nyawaku." (*bicara dalam bahasa Mandarin)
"Ampuni nyawaku."
- "Am--amp..." - Kau...
Siapa kalian?
Kami dari Kantor Kejaksaan Distrik Seoul Pusat.
Kami menerima laporan bahwa perjudian ilegal sedang berlangsung di sini.
Kami khawatir kalian salah informasi.
Bos kami hanya sedang ada pertemuan penting dengan teman-temannya.
Apakah orang kaya menggunakan pistol saat pertemuan?
Masuk!
- Beraninya kalian, keparat! - Minggir!
Berhentilah bertahan.
Beraninya kalian menipuku?
Tuan, Anda harus segera pergi dari sini.
Kejaksaan di sini.
- Hei, semuanya. - Jangan bergerak.
Lewat sini.
- Ambil uangnya. - Hei!
- Apa yang terjadi? - Kumpulkan mereka semua.
- Masih ada lagi di sini. - Bergerak!
Bangun!
- Hentikan dan cepat keluar! - Bawa itu juga.
- Tangan! - Kalian salah paham.
Tangan di kepala! Letakkan tangan di belakang kepala!
- Aku akan membawa semua orang. - Suamiku akan membunuhku.
Omo... omo... omo.. aigoo.
Aku bukan bagian dari ini.
Pembunuhan di samping perjudian ilegal?
- Tangkap mereka semua! - Baik.
Jaksa.
- Pak Kim, tangkap dia! - Baik.
Hei, kemari!
Kami akan menangkap Anda.
Lompatlah!
Sebentar.
- Pak. - Hei.
Lari! Lari!
- Diam! - Sita semuanya sebagai bukti.
Tangkap mereka semua dan bawa mereka ke Seoul.
- Baik. - Baik.
Serahkan tasmu.
- Bagaimana dengan yang kabur? - Kami gagal.
Gagal?
Mereka naik kapal dan kabur, sangat jauh.
Sangat jauh? Sangat jauh?
Kalau begitu, mereka tidak akan kembali.
Oke. Tamunya sudah pergi.
Mari selesaikan ini dan pergi.
Kerja bagus.
Gunakan sesuatu yang efek apinya kecil lain waktu.
Aku hampir mati, tahu.
Jelas. Button Oppa memang yang terbaik.
(Button: Seorang penipu yang merancang serangan palsu untuk mengusir pergi targetnya.)
Jumlahnya pasti kurang lebih tiga milyar won.
Do Chan memang jagonya soal setting.
Pakai secara terpisah.
Penipuan itu singkat, tapi hidup itu panjang.
Aku mencintaimu.
Semuanya, dapatkan bagian masing-masing.
Pak, saya Baek Joon Soo.
Oh. Sebenarnya, kau sudah dimutasikan kembali ke Seoul.
Saya sedang dalam perjalanan ke Seoul sekarang.
Sudah? Tapi, masih minggu depan.
Teman itu, sudah saya yakinkan.
Untuk menyerahkan barangnya.
Siapa? Nam Seung Tae?
Di mana kau bertemu dengan dia?
Sebentar.
Berdiri di sana!
Kau menertawakan aku, dasar jalang!
Tidak, kami tidak menertawakanmu.
Apa-apaan kalian?
Hei. Kalian pikir kalian siapa berani meremehkan aku?
Kami tidak menertawakanmu.
Aih, kalian membuatku gila.
Aih, ini gila, sungguh.
Hei, kau. Lihat apa kau?
Ehey, ini gaya abad 18 sekali. Kau lupa sekarang sudah 2018?
Kau pikir mereka akan, "Oppa, kau keren sekali"...
...jika kau memegang pisau, bajingan?
Siapa lagi kau ini?
Enyahlah, sinting!
Tapi bagaimana, ya?
Kau kelihatan terlalu kecil untuk...
...mempertahankan ego seorang pria.
Kau pecundang tidak kenal menyerah. Berhentilah pamer kekuatan.
Ap-apa-apaan kau?
Aish, keparat kecil ini.
Kau akan kubunuh. Mati kau.
Jadilah pria baik.
Terima kasih.
- Terima kasih. - Ya.
Ya, Pak.
Apa?
Jaksa Oh, apakah terjadi sesuatu?
Tanda pengenalku tidak ada. Tolong izinkan aku masuk.
Anda harus ke sana dan mengisi formulir.
Jaksa.
Apa yang terjadi kepada Baek Sunbae?
Apa yang harus kita lakukan?
Jaksa Baek terlibat dalam kecelakaan besar...
Di mana? Bagaimana? Seberapa parah cederanya?
Dia ditubruk oleh truk. Dia jatuh ke laut...
Sekarang dia sedang operasi.
Harus bagaimana kita?
Di mana dia?
Kesamaan dari semua ini adalah...
...senimannya sangat terinspirasi oleh Kandinsky.
- Aah. Kandinsky. - Ya.
Komposisi dari warna yang sederhana dan coraknya...
...merupakan ekspresi sejati dari Suprematisme.
Lucunya adalah, mereka bilang dengan Kandinsky,
kalian dapat mendengar alunan musik ketika menyaksikan karya seninya.
Mungkinkah ada sesuatu yang tidak kau ketahui, Pak Geum!?
Mari ke ruangan selanjutnya.
Aigoo, Joon Soo-ya. Joon Soo-ya.
Joon Soo-ya, kumohon kau baik-baik saja. Kumohon.
Tepat saat dia hendak menemui Nam Seung Tae.
- Nam Seung Tae? - Oh.
- Pak. - Apa?
Kurasa, ini bukan kecelakaan.
Apa?
Para bajingan itu.
Aigoo, bagaimana ini? Bagaimana...
Joon Soo kita ini... Joon Soo-ya.
Baek Joon Soo.
Jangan berani kau mati!
Hei, kenapa dia mati? Joon Soo kita tidak akan mati, berandal.
Kau tidak dengar kata dokter?
Hidupnya tidak berada dalam bahaya.
Dia akan melaluinya dan bangun. Iya, 'kan?
Terima kasih banyak masih bertahan hidup. Aku sangat bersyukur.
Bersyukur apanya?
Mereka berani mendorong seorang Jaksa ke laut.
Para bajingan itu! Aku tidak akan pernah memaafkan mereka.
Tentu, kita tidak akan memaafkan mereka.
Dasar para bajingan busuk.
Anda mau apa?
Apa lagi?
Pertama-tama, aku harus melaporkan yang terjadi...
Mereka mencoba membunuh seorang Jaksa.
- Jika ketahuan dia masih hidup... - Jika ketahuan...
Kita harus memindahkannya ke tempat yang tidak diketahui siapa pun.
Ini tidak akan masalah, 'kan?
Jangan khawatir. Direktur rumah sakit itu temanku.
Dia bilang akan merahasiakaannya. Jangan khawatir.
Ikan dan manusia itu sama saja.
Mereka menggelepar untuk bertahan hidup.
Apa yang sudah terjadi?
Saya melaksanakan sesuai instruksi Anda, tapi ada sedikit masalah.
Masalah apa?
Saat mobilnya diangkat, pintunya terbuka.
Dan tidak ada seorangpun di dalamnya.
Saya tidak memeriksanya langsung,
tapi saya rasa dia tenggelam.
No comments yet. Be the first to leave one.