처음 136줄입니다.
Binatang Berekor yang hebat.
Cara biasa memang tidak mempan.
Tidak masalah. Aku tinggal melanjutkan langkah berikutnya.
DITULIS OLEH MASASHI KISHIMOTO
DI DALAM KABUT
Hei, kalian selamat?
Ya, kurang lebih.
Sepertinya tak ada Ninja Desa Daun di dekat kita.
Aku tak paham situasinya.
Hei, gelombang besar tadi itu apa?
Aku juga mendengar semacam teriakan.
Apa yang dilakukan Guren dan yang lain?
Mungkin lebih baik kita tidak tahu.
Gozu, rupanya kau masih hidup.
Ya. Di mana Guren?
Entahlah.
Seharusnya kau bisa mencarinya.
Maunya begitu, tetapi tiba-tiba para kelelawar berhenti merepons.
Jujur saja, aku bingung.
Kau mau ke mana?
Mungkin dia terluka.
Kau mau mencarinya? Hei, Gozu!
Gawat. Dia jatuh cinta padanya.
Aduh.
Sial! Aku jadi kena masalah.
Seberapa jauh aku hanyut?
Benar juga! Dia…
Kenapa dia bersama dengan sekutu Orochimaru?
Dengar, ya. Ikuti dia.
Jangan lepaskan dia!
Jangan-jangan itu salahku?
Sial! Kabut ini…
Aku di mana?
Sasuke!
Jangan menggangguku.
Kurang ajar!
Apa rencanamu pada Sasuke?
Aku akan memulai Jutsu Reinkarnasi.
Apa?
Itu keinginannya.
Dia akan mendapat kekuatan, dan aku akan mendapatkan dia.
Takkan kubiarkan!
Kami akan membawa Sasuke kembali ke desa!
Dasar bodoh. Dia tidak mau.
Meski begitu, rumah adalah tempat di mana ada yang memikirkanmu. Aku yakin.
Apa itu benar?
Diam.
Kau akan menyesal.
Diam!
Hentikan, Naruto!
Hampir saja.
Guru Kakashi?
Akhirnya kami menemukanmu, tetapi apa yang kau lakukan?
Tadi Orochimaru ada di sini.
Aku tidak mencium bau apa pun.
Sepertinya itu sebuah ilusi.
Tetapi…
Kau baik-baik saja, Naruto?
Semua sudah berkumpul.
Namun, bukan berarti masalah kita selesai.
Lihat.
Ini?
Mereka mulai bertingkah aneh.
Kepekaan arah mereka rusak. Mereka tak bisa dipakai mengintai.
Apa kau serius?
Ini terjadi setelah kabut menebal.
Tadi Naruto juga melihat ilusi.
Tampaknya ini bukan kabut biasa.
Naruto, apa yang terjadi di danau?
Ada kura-kura raksasa yang mengamuk.
Mereka yang kita hadapi tadi melawannya.
Apa? Kura-kura?
Maksudmu Cakra besar itu sebenarnya seekor kura-kura?
Diam! Aku tidak bohong!
Pokoknya, kura-kura itu yang menimbulkan ombak besar tadi!
Gamakichi juga melihatnya dan berkata itu si Ekor Tiga.
Ekor Tiga? Binatang Berekor muncul di sini?
Mungkin. Meski dia tak melihat jumlah ekornya.
Senior.
Padahal aku kira kita sudah tahu target mereka,
tetapi muncul hal lain yang membingungkan.
Yang jelas, kita harus mundur ke tempat yang tak terjangkau kabut ini.
Kita periksa semua data kita dan rencanakan strategi berikutnya.
Kenapa kau tidak membunuhnya?
Apa itu tadi?
Guren…
Yuukimaru?
Benar. Aku bertarung dengan Ekor Tiga dan kehilangan kesadaran.
Tak pernah kubayangkan Ekor Tiga sekuat itu.
Ombak ganas itu mungkin menelan yang lain.
Kalau Desa Daun bergerak,
aku ingin bergabung dengan Rinji dan yang lain, tetapi dalam kabut ini…
Apa yang terjadi dengan Ekor Tiga?
Entahlah. Tiba-tiba sunyi senyap.
Begitu rupanya.
Tetapi aku senang kau bangun.
Kau terus mengerang.
Kau tidak bangun
meski aku terus memanggilmu.
Begitu rupanya.
Dia terus bersamaku selama aku tidak sadarkan diri.
Kalau begitu, mau cari yang lain?
Bagaimana, ya?
Apa?
Rasanya aneh. Tubuhku tak punya kekuatan.
Kau demam lagi? Sejak kapan?
Byakugan!
Luar biasa!
Kau melihat sesuatu?
Iya. Ayo kita kembali.
Baiklah.
Bagaimana?
Iya. Jelas itu bukan kabut biasa.
Ada cukup banyak Cakra di dalamnya.
Apalagi, kabutnya sudah menyelimuti danau.
Cakranya cukup besar.
Tidak salah lagi, kabut ini memang ulah si Ekor Tiga.
Benar.
Menurut perkataan Naruto,
kabut ini bisa membuatmu berhalusinasi.
Ini seperti penghalang.
Mendekati danau berbahaya.
Ini gawat! Dia masih di dalam sana!
"Dia"?
Kau ingat, 'kan, Sakura? Aku bertemu dengannya saat perjalanan kemari.
Benar juga.
Oh, waktu kau sedang mengigau?
Jangan kurang ajar! Pokoknya, dia masih di danau!
Di dalam kabut ini!
Danau?
Tolong, Guru Kakashi. Dia bukan Ninja.
Aku harus pastikan dia selamat.
- Maaf, Naruto. Tidak kuizinkan. - Guru Kakashi!
Baru saja kau terjerat ilusi Ekor Tiga
dan hampir membunuh temanmu.
Kau tidak boleh bertindak sendiri.
No comments yet. Be the first to leave one.