처음 188줄입니다.
Ryuu.
Ryuu!
Apa sudah selesai kauperiksa?
Hem, ini kan...
Bagaimana menurutmu, Yatsufusa?
Bagus. Hasilnya pasti menarik.
Tak sia-sia aku minta tolong Ryuu.
Permisi.
Tolong urus ini, ya.
Baik.
Seleksi ujian masuk peserta calon ahli herba istana.
Oh, dimulainya hari ini, ya.
"Oh"?
Bukankah tiap hari kau gelisah terus gara-gara pikirkan ini, Zen?
Jalan yang mulai kutempuh ini...
Kira-kira bagaimana bentuk, warna dan aromanya?
Semoga hari ini aku bisa dapat ilmu yang belum aku ketahui sebelumnya.
ZainuddinAri mempersembahkan
perjumpaan yang sulit diterka
hajimari sore ha aimai
namun semua titik temu terkesan rapi
kirei ni narabetai keredo
sebenarnya ada kata yang khusus hanya untukmu
hountou ni tsutaetai kotoba dake
namun semuanya tertutup dan terbelenggu
kanamihotsurete ienai
perlahan kutarik napas
yukkuri suikomi
berdoa agar harapan baikku kan terus berlanjut
yasashii kibou ga zutto tsudzuku you ni
apa kau bisa lihat tempat ini?
mieru kana kono basho ni iru koto wo
apa tanda penunjuk di jariku bisa menuntunku padamu?
yubisaki ni egaita michishirube todoku kana
kuyakin di kala ku tertawa hari ini
watashi ha kyou wo waraeru you ni
dirimu pun kan tersenyum esok
anata ha ashita hohoende kitto
itulah harapanku
kitto ne
Kita akan berkumpul di ruang presentasi setelah semua peserta ujian hadir.
Cerita
Berawal dari Tangan Mungil Hingga Bertaut Gema
Harap tunggu sebentar.
Bagaimana, nih?
Mau keliling-keliling dulu?
Sepertinya dia memang ahli herba yang kutemui di apotek waktu itu.
Ramuan untuk redakan batuk?
Berarti, dia masih perlu daun pelangi dan rumput binahong, ya?
Maaf, hanya refleks!
Memang benar aku membutuhkannya, tapi sekarang belum waktunya dipetik.
Akan kupetik saat matahari terbit,
agar khasiat tanamannya lebih efektif.
Agar khasiat tanamannya lebih efektif?
Oh, aku pernah mendengarnya!
Kau juga tahu?
Itu pengetahuan umum bagi orang yang sudah lama tinggal di alam.
Hal itu tak dijelaskan di buku medis mana pun,
tapi karena dirasa penting, jadi kuingat.
Tapi, bukan berarti ilmuku lebihi mereka yang dalami betul tentang tanaman.
Di sini, aku bisa belajar banyak tentang herba.
Shirayuki!
Zen!
Ujiannya sebentar lagi, 'kan? Apa kau sudah merasa rileks?
Lumayan.
Lumayan, apanya?
Aku ujian dulu!
Aku Kepala Ahli Herba, Garak.
Salam kenal.
Ujian ini akan nilai kemampuan kalian kelola kebun herba dan tempat penyimpanan obat,
karena itu tugas paling penting dari asisten ahli herba.
Kalian akan bertanggung jawab atas sepetak kebun herba istana,
merawat dan menjaga bagian luar-dalam kebun.
Lalu, lusa akan ada penilaian, dan penyerahan laporan.
Sekian.
Bacalah dokumen untuk informasi lebih lengkap.
Sepertinya dia bekerja keras, ya.
Sudah selarut ini, ya?
Mereka gunakan saluran air untuk aliri tanaman-tanaman.
Aku pernah mendengarnya, tapi baru sekarang melihatnya langsung.
Terlihat sangat praktis!
Oh, ada sedikit lumpur yang terbawa air.
Aku kaget karena masih ada lampu yang menyala.
Sekarang kan masih tengah malam, apa yang dilakukannya sendirian?
Siapa itu?
Zen?
Yo, Shirayuki.
Bikin kaget saja. Ada apa?
Ah, tunggu! Jangan kemari-
Apa?
Kita terkunci, ya?
Terkunci?
Apa kau tahu siapa pelakunya?
Apa ada yang memanggilmu ke sini?
Eh? Tidak, sekarang aku sedang kerjakan laporan ujian asisten ahli herba istana.
Begitu, ya.
Jadi, dia sengaja melakukannya, ya?
Pagi ini akan ada penilaian, mungkin kita bisa menunggu.
Bisa gawat kalau kita keluar bersama pas kau sedang di tengah ujian, 'kan?
Lo? Lalu, kenapa kau datang ke sini, Zen?
E-Eh?
Ya, aku hanya sedang jalan-jalan saja.
Oh, begitu, ya.
Ceroboh sekali.
Sejak kapan kau ada di sini?
Anu, sejak kemarin.
Apa kau sudah tidur?
Sudah, kok. Ketiduran.
Kau kebiasaan suka senyum dan menghindar dari pertanyaanku.
Ya, mumpung ada kesempatan rawat kebun herba ini, jadi harus kumanfaatkan baik-baik.
Ada apa?
Seharusnya bunga ini mekarnya ke atas saat larut malam sampai pagi.
Ada air yang mengalir di bawahnya.
Padahal tak ada yang aneh di sini, tapi bunganya kelihatan layu.
Airnya manis?
Air di sekitar sini masih normal.
Hoi, Shirayuki?
Ada toksin di saluran air.
Maksudmu racun?
Kau meminumnya?
Te-Tenang saja, racunnya tak berpengaruh pada manusia, kok.
Oh, begitu, ya.
Jangan mengagetkanku, dong.
Maaf.
Lalu, racun apa itu?
Oh, ya.
Dari sekian banyak tumbuhan di sini,
salah satunya berasa seperti madu.
Sepertinya toksinnya bercampur dengan air.
Tapi, seharusnya tak ada tanaman begitu di sini.
Kalau air di atas normal, berarti tanamannya di bagian bawah?
Tanaman yang punya toksin itu...
Tunggu, bagaimana kalau ini bukan akegi shigure, tapi yura shigure?
Kalau akarnya manis...
Ini yura!
Sudah dapat petunjuk?
Sudah.
Ada dua jenis tumbuhan shigure, yura dan akegi, keduanya sulit dibedakan kalau belum mekar.
Tanaman yura ini ditanam di tempat yang harusnya disiapkan untuk akegi.
Jadi, ditanam bukan pada tempatnya?
Kalau yura yang ditanam di lingkungan yang salah,
maka akan keluarkan toksin dari akarnya.
Toksinnya menyebar di tanah dan mengalir ke saluran air.
Kalau begini, yura dan tanaman lainnya akan layu dan mati.
Zen! Tolong tutup saluran airnya dari sini sampai ujung!
Aku akan gali dan menanam ulang!
Yakin? Mungkin nantinya akan berpengaruh pada hasil ujianmu.
Ya, sekarang aku harus utamakan apa yang terpenting dulu.
Bukankah ini akan persulit jalanmu?
Di negeri ini, aku sudah putuskan jalan yang dapat membantumu.
Selama tak kehilangan arah, aku pasti bisa.
Aku punya petunjuknya.
Aku sudah dapat banyak bantuan darimu untuk terus melangkah maju, Zen.
Dasar, kau selalu saja begitu.
Akan kubantu.
Daun pelangi dan rumput binahong.
Selamat pagi, Bu Kepala.
Pagi.
Kenapa Pangeran ada di sini?
Nanti saja kujelaskan.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Aku menanamnya kembali agar yura shigure bisa tumbuh.
Selama ini yang ditanam malah akegi shigure.
Kau menanam kembali semuanya?
Benar.
Termasuk tanaman yang lain?
Benar.
Aku ingin pastikan supaya tanaman lain tak terkena sisa-sisa toksinnya.
Kau melakukannya dalam semalam?
Jangan-jangan, kau dibantu pangeran?
Ini semua demi tanaman berharga yang kelak dapat selamatkan pangeran.
Baiklah, aku mengerti garis besarnya.
Semalam ada peserta ujian yang diduga pencuri,
sehingga orang itu kunci pintu kebunnya.
Jadi, dia mau singkirkan saingannya pakai cara kasar, ya?
Pangeran, apa Anda dapat serahkan sisanya pada saya?
Pelakunya pakai jubah panjang dan rambutnya dikuncir kira-kira sepinggul.
Terima kasih banyak.
Shirayuki,
kau juga harusnya sadar, kapan akrab dan kapan harus jaga jarak dengan pangeran.
Ya, aku minta maaf.
Tunggu, aku datang atas kehendakku sendiri.
Setiap tindakan Pangeran tak bisa dianggap sepele karena status sosial Anda.
Bahkan kalau Pangeran perintahkan,
teman Anda ini bisa langsung diterima tanpa syarat sebagai asisten ahli herba istana.
Kalau begitu caranya, gadis ini takkan sudi datang ke istana lagi nanti.
Lebih baik aku tak bikin dia tambah marah.
Wah, aku jadi tersanjung.
No comments yet. Be the first to leave one.