처음 187줄입니다.
Tahun 845.
Raksasa Kolosal dan Raksasa Berzirah tiba-tiba muncul di hadapan umat manusia.
Semua kehidupan yang damai pun musnah seiring dengan hancurnya tembok pelindung.
Umat manusia meninggalkan Tembok Maria.
Mereka kehilangan seperlima dari populasi mereka, dan sepertiga dari kawasan mereka.
Aktivitas manusia pun terdorong mundur sampai ke Tembok Rose.
Lalu, pada tahun 850.
Pembalasan umat manusia, dimulai sekarang!
Sasaran ada di depan mata kita!
Dia adalah Raksasa Kolosal!
Ini kesempatan kita! Jangan biarkan dia kabur!
Hai.
Sudah lima tahun.
ZainuddinAri mempersembahkan
Mereka Mangsanya dan Kamilah Pemburunya!
Sie sind das Essen und wir sind die Jäger!
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Tak Ada Satu Pun yang Ingat Akan Bunga yang Terinjak
Fumare Ta Hana no Namae mo Shira Zu Ni
Burung yang Turun Menunggu Angin untuk Mencoba Terbang Lagi
Chi ni Ochi Ta Tori wa Kaze o Machiwabiru
Doa Takkan Menolong Kita
Inotta Tokoro de Nani mo Kawara Nai
Hanya Hasrat untuk Bertarunglah yang Bisa Mengubah Dunia Kita
Ima o Kaeru No wa Tatakau Kakugo da
Langkahi Mayat Bergelimpangan
Shikabane Fumikoe Te
Abaikan Para Babi yang Menertawai Semangat Juangmu
Susumu Ishi o Warau Buta Yo
Kepuasan Sebagai Ternak, Memperkuat Realita yang Salah
Kachiku no Annei Kyogi no Hanei
Kita Sebebas Serigala Lapar!
Shiseru Garou no Jiyū o!
Salurkan Penghinaan Akan Keterkurungan pada Kepalanmu dan Lawanlah
Toraware ta Kutsujoku wa Hangeki no Kōshi da
Baik Tubuhmu Terkurung atau Tidak, Engkau Akan Memusnahkan Mangsamu!
Jōheki no Sono Kanata Emono o Hofuru Yēga?
Seiring dengan Membaranya Tubuhmu dengan Dorongan yang Meluap
Hotobashiru Shōdō ni Sono Mi o Yaki Nagara
Segera Ambillah Busurmu dan Tembakkan Panah Membara!
Tasogare ni Hi o Ugatsu Guren no Yumiya
Pertarungan Pertama
Pertahanan Trost (Bagian 1)
Dia mengincar meriamnya!
Ternyata dia menyerang gerbangnya itu bukan kebetulan belaka!
Ternyata dia itu punya akal!
Tapi, ini kesempatan kita!
Hanya dia yang bisa menghancurkan gerbangnya!
Kalau aku bisa menghentikannya...
Ketemu!
Dapat!
Panas!
Ayo!
Meleset?
Tidak, Raksasa Kolosalnya menghilang.
Eren! Apa kau mengalahkannya?
Tidak! Ini sama seperti lima tahun yang lalu!
Dia tiba-tiba muncul, lalu menghilang begitu saja.
Maaf. Dia lolos.
Kenapa kau minta maaf?
Kita malah tak bisa berge—
Hei! Sekarang bukan saatnya mengobrol!
Temboknya sudah dibobol!
Kalau kita tak segera memperbaikinya, para Raksasa akan masuk lagi!
Sedang apa kalian?
Perencanaan strategi untuk menangani kemunculan Raksasa Kolosal sudah dimulai!
Segera kembali ke markas!
Bagi yang telah berhadapan langsung dengannya, laporkan dengan terperinci!
Siap, Pak!
Semoga Bapak berhasil dalam melaksanakan tugas!
Bawalah bawaan yang penting saja!
Harap mengungsi dengan tenang!
Kalau mereka sampai membobol masuk,
pembantaian lima tahun yang lalu akan terulang lagi!
Kita harus menghentikan para Raksasa di sini!
Bidikan sudah siap!
Tembak!
Serang!
Kalian para kadet telah lulus latihan dan menjadi prajurit yang layak!
Kalian juga harus aktif ikut serta dalam operasi ini!
Jangan khawatir, Hannah.
Aku pasti akan melindungimu.
Franz.
Kau baik-baik saja, Armin?
A-Aku baik-baik saja!
Ini masih bisa kuatasi.
Tapi, ini gawat!
Temboknya masih berlubang seluas delapan meter, kita tak mungkin bisa segera memperbaikinya!
Batu raksasa yang berada di dekat Zemo pun, kita tak bisa menggalinya!
Kalau kita tak bisa menutup lubangnya, kota ini akan ditelantarkan!
Tembok Rose pun bisa tertembus oleh mereka, tinggal masalah waktu saja!
Lagi pula, kalau mereka memang ingin, umat manusia bisa dimusnahkan kapan saja!
Armin!
Tenanglah!
Kali ini beda.
Umat manusia takkan kalah dengan para Raksasa!
Maaf.
Aku baik-baik saja.
Hei, apa kau benar-benar bermain serius?
Lihat, 'kan? Aku menang lagi.
Padahal aku sudah baik mau bermain denganmu setiap bulan,
tapi kemampuanmu masih belum saja meningkat, Pixis.
Wah, kemampuan saya masih jauh di bawah Anda, Tuan Bart.
Kau ini komandan yang mengawasi daerah selatan, 'kan?
Dengan kemampuan dan kepintaran seperti itu,
bagaimana caranya kau mengalahkan para Raksasa?
Komandan Pixis!
Kita dapat kabar!
Apa-apaan ini, kau lancang—
Trost baru saja diserang oleh Raksasa Kolosal!
Gerbangnya telah dibobol!
Bir ini enak sekali.
Sebagai rekan berperang Anda, saya terima dengan senang hati.
Hei! Tunggu, Pixis!
Pixis! Kubilang tunggu!
Kau tak boleh pergi begitu saja!
Kumpulkan anak buahmu, lalu lindungi saja harta-hartaku!
Itu tugasmu, 'kan?
Tuan Bart,
di Trost saat ini para prajurit sedang mempertaruhkan nyawa mereka.
Komandan, saya akan menyiapkan kuda Anda.
Sebagian besar dari mereka mungkin sudah mati,
bahkan pada saat kita bicara seperti ini pun masih berlanjut.
Siapa yang peduli dengan nyawa mereka?
Biarkan saja mereka mati!
Lagi pula, dalam pertandingan catur pun kau tak bisa menang!
Kalau kau ke sana akan percuma saja!
Tak perlu khawatir, Yang Mulia.
Pada pertempuran melawan para Raksasa, Komandan tak perlu menahan dirinya.
Sudah cukup.
Tuan Bart.
Yang Mulia, nikmati saja kehidupan mewah Anda yang damai ini seperti biasanya.
He-Hei! Pixis!
Kembalilah, Pixis!
Pixis!
Informasi yang Telah Terungkap
Meriam (bagian 1) Meriam telah digunakan untuk melawan Raksasa sebelum ditemukannya Perlengkapan Bermanuver 3D. Untuk melawan gerakan mereka yang lambat, meriam dipasang pada rel di atas tembok untuk meningkatkan pertahanan.
Informasi yang Telah Terungkap
Meriam (bagian 2) Peluru Sebar - Meski daya hancurnya rendah, peluru ini efektif untuk memperlambat pergerakan para Raksasa. Peluru Ledak - Meski daya hancurnya tinggi, peluru ini memiliki akurasi yang rendah, yang menyebabkan sulitnya membidik dan mengenai sasaran yang bergerak.
Seperti saat latihan, berpisahlah pada regu masing-masing. Kalian akan dipimpin oleh Garnisun.
Tugas kalian adalah menyediakan perbekalan, komunikasi, dan membasmi para Raksasa yang berhasil lolos!
Barisan pertama akan diisi oleh satuan garis depan Garnisun!
Barisan kedua akan diisi oleh satuan kadet yand dipimpin oleh Garnisun!
Barisan Pertama
Barisan Kedua
Barisan belakang akan diisi oleh satuan elit Garnisun!
Barisan Belakang
Kami telah mendapat kabar kalau pasukan barisan pertama telah dimusnahkan!
Gerbang bagian luar telah hancur, para Raksasa pun telah memasuki kota!
No comments yet. Be the first to leave one.