처음 200줄입니다.
Ya Tuhan, beritahukanlah kepadaku ajal-Ku
Dan berapa batas umur-Ku
- Yoab? - Tiap manusia
Hanyalah kesia-siaan
Yoab, apa yang kau…
Di mana… Yoab?
Syalom.
Ada apa dengan Yoab?
Aku tidak yakin.
Mandor hanya bilang dia tidak bisa datang hari ini.
Jadi, Aku yang jalur tanjakan ini.
- Semoga dia tidak apa-apa. - Semoga.
Aku pasti kaget kalau ternyata Kau adalah dia.
Yoab tidak bisa bernyanyi.
Nyanyian-Ku juga tidak sebagus itu.
Bukan. Dia sungguh tak bisa bernyanyi.
Sampai dia cuma boleh komat-kamit saat bernyanyi di sinagoge
supaya tidak merusak nyanyian orang lain.
Sepertinya tukang kayu yang sangat pengertian.
Nama-Ku Yesus.
Tadeus, tukang batu.
Jadi, itu yang sedang kau lakukan di sana,
kau memotong dan menumpuk batu, lalu mengaduk semen.
Aku tadinya tidak tahu.
Ya. Buatan-Mu juga bagus sekali.
Bisa kelihatan bedanya antara buatan Yoab dan buatan-Mu.
Kayu cedarmu jauh lebih lurus.
Kau baik sekali. Namun, apa Yoab juga menghabiskan makan siangmu?
Dia tidak bisa bernyanyi, susunan kayu cedarnya miring.
- Sepertinya dia payah sekali. - Tidak. Dia…
Dia orang baik.
Omong-omong, ini waktunya makan siang.
- Kau tidak istirahat? - Kurasa sudah waktunya.
Bolehkah aku bergabung?
- Kau tinggal di Betsaida? - Tidak.
Aku dari Kapernaum.
Selama mengerjakan ini, aku berkemah.
Aku juga.
Kau asal Kapernaum?
Tidak.
Aku berkemah juga.
Aku lahir di Betlehem, di Yudea.
Sempat tinggal sebentar di Mesir. Namun, lebih banyak tinggal di…
Di Nazaret.
- Aku tunggu leluconmu. - Tidak.
Aku tidak suka mengejek tempat asal orang lain.
Begitu?
Lagi pula, pernah tinggal di Mesir itu hebat.
Itu sangat sepadan dengan berasal dari Nazaret.
Itu dia leluconnya.
Namun, Mesir.
Tempat impiannya tukang batu.
Semua arsitekturnya.
Ada yang akan bertahan.
Apa?
Keajaiban Mesir.
Ada yang masih akan bertahan ribuan tahun dari sekarang,
tetapi cuma sebagian saja.
Aku tidak mengerti.
Bayangkan reruntuhan Yerikho.
Bait Suci Raja Salomo.
Kota-kota Admah, Zeboim, dan Zoar.
Bahkan hasil karya tukang batu terbaik dan kayu cedar paling kokoh
akhirnya juga akan menyerah kepada cuaca, perang, dan waktu.
Jamban ini?
Maaf.
Apa sebutan sopannya yang mereka suruh kita pakai?
Fasilitas umum.
Ya, benar, fasilitas umum yang kita bangun ini.
Seribu tahun lagi, tidak ada yang tahu fasilitas ini pernah ada.
Atau kita pernah ada?
Yah…
Omong-omong, Aku ini juga Rabi.
Apa?
Kita hanya dua orang yang membangun toilet di kota kecil di Galilea Utara
di kota kecil di bawah pendudukan Kekaisaran Romawi yang sangat berkuasa.
Namun, bagaimana kalau Aku bilang Aku punya sesuatu untuk hidup-Ku
dan hidupmu?
Misalnya?
Sesuatu yang akan bertahan.
Kerajaan yang tidak dibangun oleh tangan. Benteng yang lebih kuat dari batu.
Apa kau mau ikut Aku membangunnya?
Ini…
Aku… aku tidak mengerti maksud-Mu.
Kau sendiri tidak punya tanah atau rumah,
tetapi Kau mau…
mempekerjakanku demi jasaku?
Bukan seperti jasamu hari ini.
Lantas apa?
Aku tidak punya keahlian lain.
- Itu menurutmu. - Itu yang aku tahu.
Maaf kalau aku lancang, tetapi aku merasa agak tidak nyaman.
- Kenapa? - Karena Kau…
Kau tidak kenal aku.
Aku mengenalmu.
Kita baru berkenalan setengah jam lalu.
- Ikut Aku. - Untuk apa?
Aku sudah bilang, membangun kerajaan baru.
- Hanya kita berdua? - Tidak.
Namun… Aku harus memulai dan mana yang lebih baik dari sini?
Dan siapa yang lebih baik darimu?
Dengar.
Aku tidak mengerti apa maksud-Mu,
tetapi Kau bisa dapat yang lebih baik dariku.
Begini. Bukannya aku menghina Betsaida.
Aku sudah bilang tidak suka mengejek kota kecil.
Aku mau bekerja lagi.
Aku harus memperoleh upahku.
- Ikut Aku malam ini. Tawaran terakhir. - Kau belum beri tawaran.
Kerajaan baru.
Nilainya abadi.
Bayarannya berapa?
- Bayaran? - Ya, gajinya, upah harian,
tempat tinggal. Apa Kau sudah pikirkan semua itu?
Tidak ada bayaran.
Setidaknya yang sesuai standar duniawi.
Aku ini Rabi, Aku minta kau mengikuti Aku.
Senang bertemu dengan-Mu.
Kau bisa mengubah dunia.
Menjadi bagian dari keluarga yang bukan kerabat,
tetapi tetap saudara sedarah.
Kita akan berkumpul dengan orang-orang yang paling menarik,
bebas,
lucu,
bertekad,
berani,
mengayomi,
pintar…
kuat,
bersemangat…
berapi-api,
setia,
penyayang…
dan tidak sempurna…
yang ada di bumi ini.
Kau akan lihat…
dan melakukan
hal-hal yang tidak terbayangkan.
Kau akan dikagumi.
Dibenci.
Dibutuhkan.
Hilang…
dan ditemukan.
Kau akan tinggal di semua tempat
dan tidak di mana-mana.
Kau akan kehilangan teman.
Kehilangan semua temanmu.
Dan hidupmu sendiri.
Kau akan pergi ke ujung bumi,
dan menjadi bagian dari awal gerakan terbesar di bumi.
Orang-orang akan berkata kau bodoh,
dan Aku bodoh, dan semuanya hanya kebohongan.
Mereka akan menyebut kita orang sesat, pembohong, dan penipu.
Yang lain akan merayakan dan memuliakan ingatanmu dan menyebutmu orang suci.
Namun, bukan itu tujuannya.
Tujuannya adalah kau akan mengatakan ya…
sementara dunia mengatakan tidak.
Berharap meski tidak ada harapan,
dan percaya meski tidak ada keyakinan.
Kau akan menyerahkan segalanya
dan berpegang teguh sampai akhir.
Apa kau mau mengikuti Aku?
Kau tidak apa-apa?
Ya. Apa…
Tadeus, kami bilang jalan yang rancu untuk menghindar,
- bukan jalan paling jauh. - Aku yang terakhir berangkat.
Tujuh, delapan, sembilan, sepuluh…
Masih kurang satu lagi, Markus.
Baik.
Yohanes menempatkan dirinya di sisi kanan Yesus.
Kau tidak mau duduk di sisi kiri-Nya?
Tidak. Tidak usah.
Aku sudah senang bisa duduk di sebelahmu.
Semua sudah siap?
- Sudah. - Belum.
Siap untuk apa?
Apa pun yang akan terjadi.
- Ayo kita cari tahu. - Bisa jelaskan "siap" apa?
Apa penting kita siap atau tidak?
Matius,
kau sudah berubah.
- Siapa peduli kalau siap? - Entahlah, Filipus.
Aku lebih senang kalau paham yang kita bahas.
Memangnya teorinya apa?
Batu yang dibuang Oleh tukang-tukang bangunan
Telah menjadi batu penjuru
Hal itu terjadi dari pihak Tuhan
Suatu perbuatan ajaib di mata kita
Teman-teman, waktunya tiba.
Bukannya seharusnya aku bawa juga?
Kata-Nya dua sudah cukup, 'kan?
Lagi pula, bukankah dirimu adalah senjata hidup?
- Hei. - Apa?
Dia bisikkan apa kepadamu? Apa kau tanya?
Katanya pengkhianat-Nya adalah orang yang dengannya Dia berbagi roti.
Dan itu Yudas.
- Dia bilang Yudas? - Bukan sebutkan nama, hanya lewat roti.
Tidak mungkin, Yudas mau pelayanan ini berkembang, bukan berhenti.
Entahlah. Pasti cuma perumpamaan.
Dia juga bilang kau akan menyangkal Dia tiga kali.
No comments yet. Be the first to leave one.