200 baris pertama.
Kantor Kejaksaan yang menyelidiki hilangnya microchip di HS Biotech...
...telah gagal mengajukan kasus terhadap Kim Taek-su, Ketua, dan juga...
...pemilik secara de facto dari perusahaan penelitian.
Larangan perjalanan ke luar negeri terhadap Ketua Kim telah dicabut kemarin...
...yang menyebabkan reaksi dari para peneliti yang marah.
Microchip yang berisikan data seluruh penelitian...
...pada riset terobosan kami terhadap kulit buatan.
Ketua Kim memalsukan bahwa dia sakit...
...dalam usahanya menyelundupkan...
...teknologi bernilai jutaan ini.
Bernilai jutaan? Maksudmu milyaran.
Sudah ada pesawat carteran yang menunggu di bandara.
Bagaimana kondisi Anda, Ketua Kim?
Kalian tidak akan bisa pergi ke manapun.
Apa-apaan ini?
Jangan biarkan mereka lewat.
Jangan sentuh aku.
Ayo, Hyeon-cheol! Kita kejar dia!
Pemeriksaan keamanan di tempat keberangkatan diperketat.
Mereka memberiku salam perpisahan yang hangat.
Aku akan memulai prosedurnya.
Awas!
Bagaimana caranya kita menghentikan ambulansnya?
Sempurna.
Apa yang dilakukan orang itu?
Singkirkan dia dari hadapanku.
Dia bangkit dari ranjang sorong...
...dan mengamuk melemparkan barang-barang.
Aku pikir chipnya akan muncul dalam pencarian.
Lupakan polisi. Ayo kita cari saja sendiri.
Turunkan aku di sini. Mobilku diparkir di seberang.
Hari ini kita hebat.
Sudah beberapa lama tidak melihatmu tersenyum.
Bagaimana bisa tersenyum jika aku kehabisan makanan di rumah?
Aku dapat uang saku dari putriku. Menyedihkan, bukan?
Keadaan pasti sulit juga untukmu./ Aku baik-baik saja.
Selama chip tersebut bisa kita dapatkan kembali, kita bisa menggalang dana untuk membuka kembali labnya.
Dan mendapatkan semua biaya penelitian yang tak terbayar.
Kelihatannya aku tidak bisa tutup mulut hari ini.
Sampai jumpa besok.
Senior!
Apa?/ Aku tidak akan datang bekerja.
Dalam dua hari aku akan mulai kerja di laboratorium perusahaan makanan.
Aku mengerti.
Aku bersalah padamu. Aku sungguh minta maaf.
Sampai jumpa.
Jaga dirimu, Senior.
Panggil aku Kakak dari sekarang. Aku bukan lagi atasanmu.
Senior!
Apa kau putrinya Senior Jin-su?
Apa kau Han Dong-hwa?
Huh?
Dia baru saja keluar dari operasi darurat.
Tidak, aku berada di kantor polisi bukan rumah sakit.
Kau harus menyumbangkan apapun yang kau bisa. Tolonglah!
Baterai habis./ Halo? Halo?
Kita seperti keluarga dan saudara kita sedang dalam masalah.
Coba tempatkan dirimu dalam posisinya./ Ini bukan tabrak lari.
Apa maksudmu?/ Mereka menggunakan plat nomor curian...
...dan dengan hati-hati memilih rute keluar untuk menghindari kamera pengawas.
Hal ini direncanakan sebelumnya.
Ada yang bisa aku bantu?/ Aku di sini untuk Han Jin-su.
Kau putri korban? Silakan di sini.
Terima kasih atas pernyataanmu. Kau boleh pergi sekarang.
Terima kasih.
Apa ayahmu memiliki musuh?
Musuh?/ Iya.
Pergi ke rumah sakit? Naiklah.
Siapa yang dendam terhadap Ayah?
Senior itu nyaris seperti orang suci. Hanya ada satu orang yang bisa melakukan ini.
Bajingan itu bahkan bukan manusia.
Harusnya kau habisi saja dia.
Kita tak bisa mengambil resiko demi kebaikan kita sendiri.
Serahkan semua padaku.
Pembeli Amerika pada mundur.
Kita harus meminta Dr. Johnson mengabari mereka mengenai situasi ini.
Apa kita memiliki jalan keluar lain untukku?
Aku sudah mengatur satu.
Anda akan mengetahuinya besok.
Anda tak perlu mengkhawatirkan apapun.
Bawa dokter ke bandara./ Aku mengerti. Ikuti aku.
Johnson bergerak.
Perjanjiannya ditutup?
Pasang penyadap pada kendaraannya./ Baik, Pak.
Aigoo, kotornya! Semua sampah-sampah ini.
Mereka bergerak. Cepatlah!
Apa yang dia lakukan?
Ya Tuhan, kakiku... Kakiku sakit!
Kembali ke markas.
Aku mampir dalam perjalanan ke kantor.
Apa kau bisa tidur?
Tidur? Bagaimana bisa?
Ketua BS Biotech, Kim Taek-su
Bajingan!/ Aku akan membunuh mereka.
Apa yang akan kaulakukan? Itu bagaikan melempari batu dengan telur.
Siapa yang kau sebut telur?
Kau mesti hancur berkeping-keping sebelum mengetahui itu?
Aku tahu pasti Paman memang telur!
Kita harus pikirkan soal Senior. Soal menyelamatkan ayahmu.
Kita harus mencari uang./ Bagaimana?
Mari kita piikirkan soal itu. Kita akan dapatkan uang dari mereka.
Apakah itu dengan memelas atau memeras mereka!
Mungkin tidak memeras mereka.
Kita akan mengancam nyawa mereka.
Hei!
Kim Taek-su yang tengah diselediki atas pencurian microchip...
...meninggal karena serangan jantung pagi ini.
Kim dijadwalkan melakukan perjalanan ke AS untuk mengobati kondisi jantungnya...
...saat larangan melakukan perjalanan dikeluarkan dua hari lalu...
...dia telah tinggal di rumah sakit di Seoul.
Perwakilan dari Ketua Kim menyalahkan...
...pihak penuntut atas kematian Ketua Kim...
...dan menyatakan bahwa keluarganya akan mencari keadilan terhadap pihak berwenang...
...segera setelah proses penguburan selesai.
Ini terjadi tiba-tiba.
Kami mengobrak abrik rumah sakit tapi chipnya tak ada di sana.
Hasi dari sampel darahnya sudah kaudapatkan?
Negatif fortoxin.
Tangani pemindahannya dengan ekstra hati-hati.
Altar memorial diatur di rumah sakit...
...tapi pemakaman resmi akan dilakukan...
...di Amerika yang dihadiri oleh anggota keluarga.
Perkembangan terakhir kurang lebih membuat penyelidikan terancam...
Aku baru memikirkannya dan dia sudah meninggal.
Ada orang yang tidak menerima panggilan telepon untuk menghindari membayarku...
...tapi dengan meninggal, ini yang pertama kalinya.
Uangku pernah dilucuti 780 ribu Won oleh seorang pemilik toserba.
Aku menghancurkan pernikahannya untuk mendapatkan kembali uangku.
Bisa tunggu sebentar?
Bagaimana dengan pemakamannya?
Hal apa yang paling penting dalam pemakaman?
Jenazahnya.
Jenazah?
Jenazahnya menghilang. Kita mencuri jenazahnya dan menuntut uang tebusan.
Mestinya lebih mudah daripada menculik.
Hei!
Kau sudah tidak waras? Kau gila, ya?
Tagihan rumah sakit mengucur terus 500 ribu Won setiap hari.
Pastinya ada jalan lain.
Jalan lain apa? Haruskah kugunakan tubuhku?
Hei!
Mereka berhutang uang juga padamu. Kau ikut atau tidak?
Kau tidak peduli, kan? Buatku ini perang kalau gajiku sebulan diambil.
Dasar Paman Telur Busuk.
Maaf, aku tidak bisa. Bisa tolong kau pergi sekarang?
Ada yang bisa aku bantu?
Aku sudah mencari-carimu. Ayo keluar dari sini.
Aku pamannya./ Ah, begitu? Tolong bawa dia.
Dia terus menggangguku soal kerjaan.
Kami tidak membayar orang untuk memandikan jenazah.
Halo? Tunggu sebentar...
Begitu?
Ada tiga yang masuk kemarin. Dua yang akan keluar besok.
Dan yang terakhir... Tinggal dalam jangka panjang.
Apa itu tinggal dalam jangka panjang?
Jenazah yang tidak teridentifikasi.
Tidak ada yang mengakui jenazah tersebut, karenanya disebut 'tinggal dalam jangka panjang.'
Kelihatannya kau tahu.
Apa itu penjaga yang mengawasi jenazah?
Karena seseorang mungkin mencuri jenazah-jenazah tersebut?
Maaf? Siapa yang...
Sahabatnya meninggal. Dia sudah berduka selama berjam-jam.
Tolong pergilah sekarang.
Ini sudah satu jam.
500 ribu per hari. Per jam, berarti 20 ribu.
200 ribu 830 perak kalau dihitung totalnya.
Kau mengulur-ulur dengan berpura-pura sudah menyiapkan rencana.
Kau takut.
Aku tidak takut. Aku menimbang-nimbang segala kemungkinan.
Hanya berpikir sajalah yang akhirnya akan kaulakukan. Pemikiran-pemikiran akan melahap keberanianmu.
Tanpa berpikir kau jadi sembrono.
Mundurlah, Paman. Akan kulakukan sendiri.
Baik, sudah selesai.
Ini dia.
Apa ini? Bagaimana kau bisa ingat semua ini?
Prinsip yang pertama dalam penelitian adalah observasi.
Kau bahkan belum pernah ke bagian ini.
Membuat perhitungan kasar berdasarkan tinggi dari orang di layar.
Dari yang terlihat, tidak akan terlalu sulit.
Selama tidak ada masalah besar tak terduga, kita bisa mengambilnya.
Ada satu hal yang kita perlukan untuk kerjaan ini.
1 mayat
Kita memerlukan satu jenazah.
Kita memerlukan jenazah untuk mencuri jenazah?
Kau bisa berperan sebagai jenazah?
Ada Jane Doe di sini.
Kau ada waktu?/ Ini 12:05.
Lewat lima. Terima kasih.
Permisi? Permisi! Kalian siapa?
Kalian tak boleh berada di sini. Tolong pergilah.
Di mana Ahn Jin-oh?/ Maaf?
Dia berhutang padaku dan tiba-tiba meninggal.
Kau tidak boleh meninggal tanpa membayarku kembali.
Ini bukan tempatnya mencari orang. Tolong pergilah.
Hei brengsek!
Aku hanya akan mencungkil bola matanya keluar sebelum korneanya mengeras.
Aku sedang memulihkan kerugianku./ Aku bilang keluar.
Kau ini!
Kaupikir sedang apa kau di tempat suci ini?
Ahn Jin-oh! Bajingan!
No comments yet. Be the first to leave one.