197 baris pertama.
Sa-Salam kenal, semuanya.
"ALICIA GLENFALL" Aku dari Hiden, Al…
"ALYSSA SLEIHUNT" Alyssa Sleihunt.
Sama seperti dia.
"KLEN" Aku dari Hiden.
"KLEN VATISS" Klen Vatiss. Salam kenal.
Baik.
Mulai hari ini, kalian adalah siswa kelas lima.
Ternyata selain aku, ada juga yang memiliki tanduk.
Mereka tidak perlu diberi perlakuan khusus hanya karena mereka siswa pertukaran.
Silakan saling berlatih.
Berusahalah untuk meningkatkan kemampuan kalian masing-masing.
Clevatess II
DUNIA LAIN
Kalian para siswa pertukaran pasti baru pertama kali bertemu denganku.
"LANG FEISS" Aku guru sihir, Lang Feiss.
Dia adalah asisten baruku, Guru Shifonlitz.
Dia akan bertanggung jawab untuk demonstrasi praktik.
Dia menguasai "ilmu sihir kristal" paling menonjol saat ini
beserta mantra formula untuk latihan praktik.
Namun, tingkat adaptasi "ilmu sihir kristal" pada tubuh hanya beberapa persen,
sehingga tidak cocok masuk kurikulum.
Karena itu, kalian akan mempelajari sihir terbaru yang bisa dikuasai siapa saja,
"ilmu sihir pelafalan tongkat sihir".
"Tongkat sihir"?
Ternyata bukan "lambang kutukan" yang digunakan bocah itu.
Jadi mereka siswa pertukaran yang bermasalah itu?
"Lambang kutukan" adalah sihir tertinggi
dan hanya ahli "tongkat sihir" pilihan Dewa yang bisa memakainya.
Kalian para pembuat onar tidak akan bisa mencapainya hanya dalam dua tahun.
Aku akan memulai pelajaran.
Tolong bagikan tongkat sihirnya.
Baik.
Pelajaran pertama kelas lima adalah sihir.
Pemuda dari Surada dan gadis dari Orgg.
Mereka mungkin tidak tahu tujuan asli dari belajar di luar negeri kali ini.
Selanjutnya…
Pemuda Hiden itu.
Apakah Ibu Suri Toara yang mempercayakan tugas penting kepadanya?
Yang satu lagi… Itu Pahlawan Alicia?
Tidak, mungkin hanya mirip dengannya.
Lupakan saja hal ini.
Aku hanya bisa membawa pulang sebanyak mungkin informasi berguna bagi Eslinn.
Aku juga sudah mengirim Miquel untuk menyelidiki.
Namun, hingga saat ini dia masih belum menemukan celah apa pun.
Wah, Guru Shawn.
Apa yang sedang kau lakukan di sini?
Tidak apa-apa.
"MIQUEL MENDES" Aku masih belum terbiasa dengan lingkungan di sini.
"TEDDY SHAWN" Aku tersesat.
Namun, sekolah ini pasti menyembunyikan rahasia.
Guru, Guru Barnes.
Aku sudah selesai mengerjakannya.
Terima kasih.
Jawabanmu benar. Silakan kembali ke tempat duduk.
"RHODE ROYES" Baik.
MATTHEW BARNES
Tu-Tunggu sebentar.
Dua orang yang merepotkan muncul bersamaan.
Orang ini adalah sang pahlawan.
Meskipun aku tidak mengerti kenapa dia mengecil, tapi dia pasti pahlawan itu.
Lalu, orang ini.
Pasti, pasti dia orang yang sangat berbahaya.
Hanya dengan membayangkan dia menatapku,
jantungku rasanya menciut seperti siput yang ditaburi garam.
Gawat.
Bagaimana ini? Apa aku harus kabur atau harus melapor? Namun, kepada siapa?
Meski aku datang atas perintah Yang Mulia Kaisar, aku belum diberi tahu siapa rekannya.
Karena tujuanku memata-matai, aku tidak boleh ketahuan pihak sekolah, 'kan?
- Guru, tongkat sihir. - Kepada siapa aku harus berbicara…
Baik.
Demi keselamatanmu, lebih baik jangan beri tahu siapa pun,
Guru.
Hebat sekali, ini tongkat sihir.
Ini hanyalah sebatang tongkat biasa.
Aku sampai lupa.
Sejak dulu, di sekolah aku selalu tidak punya tempat untuk lari.
Ini adalah tongkat sihir.
Di ujungnya ada manik bijih sihir yang sudah diasah.
"Tongkat sihir" ini ibarat alat pengeras suara.
Manik bijih sihir ini bisa melengkapi mana penggunanya.
Serta kecocokan ilmu sihir yang dibutuhkan untuk pelafalan.
Dengan ini, orang tanpa kecocokan ilmu sihir pun bisa menggunakannya.
Hebat sekali.
Mereka bisa memakainya lebih sering dan kekuatannya juga akan lebih hebat.
Hal ini sepenuhnya bergantung pada bakat.
Tidak bisa ditutupi dengan usaha atau teknik.
Kalau begitu, mari kita mulai latihan praktik.
Guru Shifonlitz, tolong bantuannya.
Baik.
Tugas hari ini adalah menyalakan lampu ini tanpa membukanya,
melainkan dengan menggunakan pelafalan.
Perhatikan baik-baik, semuanya.
"Mantra formula"-nya adalah lingkaran sempurna.
Kata pelafalannya adalah "Fel".
Tidak akan berhasil jika lingkarannya
tidak digambar dengan rapi atau pengucapannya salah.
"Fel".
Ini adalah contoh sempurna dari ilmu sihir pelafalan yang indah.
Tepuk tangan, semuanya.
Untungnya aku sudah berlatih sebelumnya.
Yang ingin mencoba, silakan maju.
Ini adalah dasar dari segalanya.
Ingat, kalau ini saja tidak bisa, kalian tidak akan bisa melangkah lebih jauh.
Majulah, pelayanku.
Aku?
Aku ingin melihat apakah orang sepertimu yang kecocokan ilmu sihirnya nol
benar-benar bisa menggunakan sihir dengan tongkat ini.
Aku…
Hei, sepertinya siswa pertukaran mau mencoba.
Dia sungguh berani.
Bisakah orang Hiden melakukannya?
Lagi pula, dia khusus datang ke sini untuk belajar setelah perang terjadi.
Pasti dia cukup percaya diri.
Demi kehormatan warga Hiden,
aku tidak boleh mempermalukan diri di sini.
Semangat.
Sekarang aku hanya bisa percaya pada tongkat sihir ini.
"Fel".
- Sama sekali tidak bisa. - "Fel".
- Lebih tepatnya, aku tidak rasakan apa pun - Zilberto.
- dari tongkat sihirnya. - Lulus. Selanjutnya.
- Tidak bisa dijadikan referensi. - Fel.
- Sebenarnya - Fel.
- ini memang sulit. - Lingkarannya tidak bulat sempurna.
- Kau… - Forme.
"NATHAN FRANC" Aku Nathan Franc.
- Apa tidak apa-apa, Nathan? - Selanjutnya.
Kau bersikap ramah sekali, menghampiri kami para siswa pertukaran untuk bicara.
Sejujurnya, sampai tadi aku masih waspada.
Namun, setelah tahu kau juga orang seperti aku, aku jadi lega.
"Seperti kau"?
Karena di sini, semuanya ditentukan oleh tinggi rendahnya kemampuan sihir.
Lihat.
"Fel".
"MARY MERRYWEATHER" Cahaya yang tenang dan stabil.
Mary Merryweather, lulus.
"Fel".
"ANDREW HWYP" Andrew Hwyp juga lulus.
Cahaya yang menarik, seolah sedang menari.
Mereka menduduki peringkat kedua dan ketiga di angkatan.
Yang paling hebat tentu saja…
"Fel".
Bahkan tanpa menggunakan lambang kutukan, dia tetap yang terkuat.
Meskipun membuat keributan tadi pagi, dia sama sekali tidak dihukum.
Itu karena dia spesial.
Kelas di sini hampir sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan sihir.
Ray Forester, lulus.
Luar biasa.
Anak ini sungguh hebat.
Dalam hal bakat sihir, dia mungkin melampaui Tuan Maynard.
Lagi pula, prinsip sekolah ini adalah menciptakan masa depan dunia melalui sihir.
Aku tidak bisa menjadi seperti dia.
Jadi aku hanya bisa terus di kelas bawah.
Aku akan mencobanya.
Meskipun kemungkinan besar akan gagal lagi.
Aku juga tidak ingin selamanya di kelas bawah…
Minggir, sampah.
Kami yang antre di belakang bocah itu.
"Fel"!
Hore!
Bagaimana?
Tidak lulus, bodoh!
Pelafalan bukan makin keras makin baik
dan memang seharusnya tidak boleh tumpang tindih.
Itu hanya dua mana yang saling bertabrakan.
Bisa dibilang hasil yang paling buruk.
Kalau begini, kita tidak bisa melanjutkan latihan praktik.
Sisa waktunya kita kembali ke kelas untuk belajar.
Guru Shifonlitz, tolong ambil kembali tongkat sihirnya.
Baik.
Ada apa dengan si Kembar itu?
Mereka orang Eslinn saja sudah cukup bikin kesal.
Iya.
Cepat pulang sana.
Aku ingin mencobanya.
Aku juga.
Mereka itu pasti karena kalau sendirian, kemampuannya hanya keluar setengah
makanya mereka harus bekerja sama berdua, 'kan?
Hei, siapa yang barusan bicara? Keluar kau!
Siapa yang bilang kami setengah matang?
Apakah kau?
B-Bukan aku.
Apakah kalian belum puas bertingkah?
Pelajaran ini bukan permainan.
Aku menyukai ketenangan.
Karena terlalu berisik hanya akan merusak telinga dan otak.
Akan kuhabisi kalian berdua sekaligus.
Juga kau, sebagai murid Solsein.
Jangan takut pada orang seperti itu.
Dasar memalukan.
Benar-benar musibah yang tidak terduga, ya, Nathan.
Namun, memang ini salahku. Aku terlalu memalukan.
Apakah anak itu tidak apa-apa?
Ada apa?
Apakah penyakit pahlawanmu kumat lagi?
Apa itu penyakit pahlawan?
No comments yet. Be the first to leave one.