Maklumat siaran

No Longer Human (2019) – BluRay
No Longer Human 2019 JAPANESE 1080p BluRay H264 AAC-VXT
Ulasan oleh Drafeir
Durasi 02:00:42

Tag

BluRay
1080
Diterbitkan pada: 2021-04-10
Muat Turun: 45
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

200 baris pertama.

Drafeir -

Osamu.

Osamu!

Kau manis. Aku tidak mau kau mati.

Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu!

Hei!

Hei!

Kenji!

Kenji?

Kukira aku akan mati.

"BUKAN MANUSIA LAGI"

Hidupku sangat memalukan.

Tokyo, 1946

Jadi, wanita itu sudah mati?

Ya. Dia selamat dan menulis cerita.

Dia akan melakukan apa pun.

- Dia gila. - Biarkan saja dia.

Dia unik. Biarkan dia menulis.

Bisakah? Dahulu dia pecandu narkoba.

Dia pernah dirawat di rumah sakit jiwa.

Benar. Lalu dia mencoba bunuh diri lagi...

dengan wanita lain.

Lagi?

Bagaimana keadaannya sekarang?

Masih menulis soal ingin mati?

Itu semua hanya materi untuk bukunya.

Dia akan melakukan apa pun untuk itu.

- Ini. - Turun.

Tsushima Shuji

Apa itu?

Ini? Mungkin ini surat cinta.

Surat cinta?

Apa itu?

Ini, Masaki.

Kau tidak mau? Mau?

Halo.

Selamat siang, Pak. Bagaimana perkembangannya?

Sudah kubilang aku akan mulai setelah menyelesaikan...

yang sedang kukerjakan sekarang.

Aku tahu itu.

Aku hanya ingin mengingatkanmu...

bahwa kau menjanjikan sebuah mahakarya.

Sebuah mahakarya? Astaga.

Jadi, kau sedang menulis sebuah mahakarya?

Aku haus.

Baik. Kau mau minum teh, bukan?

Kau terlalu banyak bicara.

Dia tidak pernah memuji karyaku.

Tapi kau bilang ini buku...

yang akan membuat mereka mengingat Dazai Osamu.

Aku tidak sabar ingin membacanya.

Aku sudah menjadi penggemar beratmu sejak masih bersekolah.

Aku punya ide untuk itu.

Untuk mahakarya itu?

Ota Shizuko

Mungkin kisah cinta.

Nona Ota, aku terus memikirkanmu.

Ini mungkin terdengar aneh...

tapi aku selalu memikirkanmu.

Aku akan berterus terang.

Aku setuju dengan saranmu.

Kau tidak sendirian.

Aku menyerahkan hidupku kepadamu.

Tapi tolong kirimkan surat-suratmu...

dengan nama yang berbeda.

Kita harus berhati-hati.

Segalanya berbeda sekarang.

Sebagai orang-orang terbaik...

hiduplah dengan tenang seolah-olah hidupmu bergantung kepadanya.

Aku merindukanmu.

Ada yang datang?

Ya. Nona Oda.

Orang yang mengirim telegram itu?

Oda Shizuo, dari Izu.

Ambillah.

Berikan kepadaku.

Kau marah karena aku mendadak mendatangimu?

Tidak.

Aku tidak sabar ingin bertemu denganmu.

Kau tidak melakukan kesalahan.

Usiamu 30 tahun, tapi kau masih bersikap seperti anak kecil.

Jangan hanya melihatku.

Aku ingin melihatmu.

Kau tidak akan menikah lagi...

dan menjadi istri seorang bankir?

Bukan istrinya. Simpanannya.

Saat dia tahu ibuku meninggal...

dan meninggalkanku tanpa warisan...

itu yang dia katakan.

Jahat sekali.

Kurasa itu ide bagus.

Aku sudah muak dengan pernikahan.

Aku tidak bisa menghabiskan hidupku...

dengan seseorang yang tidak kucintai.

Jadi...

Kau menulis kepada penulis yang kelaparan...

dan menawarkan diri menjadi simpanannya?

Aku menyukaimu.

Permisi.

Tidak ada yang menginginkan kekasih.

Kau membuatku penasaran.

Semua orang mengalami kesulitan...

dan berusaha memperbaiki hidup mereka.

Kau justru sebaliknya, mencoba untuk jatuh.

Mari kita jatuh berdua, Shizuko.

Apa kau akan mencintaiku sampai mati?

Hai.

Siapa yang datang? Pak Dazai?

- Muridmu? - Ya.

Bolehkah kami memesan kamar?

Banyak yang harus kami bahas.

Lupakan penulis ini, Nak.

Dia orang jahat. Dia sudah menikah.

Tidak apa-apa.

Ini cinta demi seni.

Istrinya mengerti.

Bukankah Shizuko hebat?

Begitulah keadaannya sekarang.

Jatuh dari status sosial tinggi...

dan bergantung pada cinta agar tetap hidup.

Kau jahat. Istrimu sedang hamil.

Apa?

Mau bagaimana lagi?

Aku sudah jatuh cinta kepadanya.

Kau manis sekali!

Saat aku bersamamu...

semuanya terasa baru dan berbeda.

Shizuko...

Biar kubaca buku harianmu.

- Tapi itu... - Aku tahu.

Kau menginginkan itu untuk bukumu sendiri.

Tapi biar kupakai itu untuk buku kita.

Tapi...

Aku akan membayarmu 10.000 yen.

Itu akan membuatmu bertahan selama setahun.

Itukah alasanmu memintaku ke sini hari ini?

Bukan!

Aku ingin bertemu denganmu.

Shizuko...

Mari kita berdua membuat karya seni baru.

Kau akan hidup selamanya di bukuku.

Sesuatu yang hanya kita yang bisa melakukannya.

Aku...

Aku menginginkan bayi.

Bayi yang senang dipeluk dan diayun.

Bayi yang lahir dari cinta sejati.

Bisa kau berikan itu?

Tentu.

Bagus.

Kalau begitu, datanglah ke Izu dan bercintalah denganku.

Lakukan itu dan akan kutunjukkan buku harianku.

Sekarang apa?

Apa yang harus kulakukan sekarang?

Merengek! Hanya itu yang kalian lakukan!

- Pak Sakaguchi! - Kau baik-baik saja?

Kau rupanya.

- Tagihannya. - Baik, Pak.

Pasti berat menjadi penulis karya terlaris.

Tulislah karya larismu sendiri.

Aku menulis buku yang lebih baik...

daripada Wacana tentang Dekadensi -mu.

Sebuah mahakarya!

Itu yang paling laris, bukan?

Itulah arti "mahakarya".

Tentu, Dazai. Tulislah satu.

Sebuah mahakarya.

Katakan...

kau masih mencari tahu neraka?

Menulis dari neraka?

Bisakah pria berkeluarga benar-benar jatuh ke neraka?

Itu berat, bukan?

Seorang istri dan anak-anak...

Seorang penulis tidak bisa memiliki sesuatu...

yang harus dia lindungi.

Ya, tapi kau harus mencintai mereka.

Orang-orang bisa jatuh.

Mereka jatuh karena mereka hidup.

Jadi, Dazai...

kau harus jatuh lebih jauh.

Seorang penulis tidak bisa menulis...

kecuali ada yang rusak di dalamnya.

Jadi, aku akan memberinya segalanya...

dan menawarkan diriku kepadanya.

Aku ingin melihat bunga apa...

yang akan mekar.

Ini cinta yang akan menciptakan seni baru.

Hai.

Kau beraroma bunga prem.

Di sinikah kau memikirkanku selama ini?

Tempat aku menunggumu...

untuk bercinta denganku.

Luar biasa.

Seperti makanan untuk Yesus.

Shizuko...

Di mana buku itu?

Dengan antusias, aku membaca karya Rosa Luxemburg...

Pengantar Ekonomi.

Aku kagum dengan keberaniannya...

dengan tidak ragu untuk menghancurkan...

No Longer Human subtitles in other languages

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left