167 baris pertama.
Hei...
Tunggu sebentar!
Apa-apaan tadi itu?
Kenapa Inukami-senpai dan Kazuki bisa...
Aku harus tanya ke gadis itu!
Tolong, kamu satu-satunya harapanku...
The Wrong Way to Use Healing Magic
#7 Malam Pengambilan Keputusan!
Beastkin rubah?
Dia tidak lewat sini.
Memang tidak mungkin...
Dia kelihatan seperti anak kecil, jadi pasti dia tidak bisa pergi terlalu jauh.
Sialan! Ke mana perginya rubah kecil itu?!
Ada apa ribut-ribut?
Hah? Kapten?
A-Aku harus kembali ke pos.
Permisi!
Thomas tetap saja ketakutan setengah mati sama kapten...
Tapi aku sangat paham kenapa.
Aduh, sakit, sakit, sakit, sakit! Keras banget! Aduh, aduh, aduh!
Emangnya kamu paham apa?
T-Tidak ada! Tidak ada sama sekali!
Ngomong-ngomong, kamu dari mana saja?!
Pinggiran kerajaan. Aku sedang mengintai.
Mengintai?
Pasukan Raja Iblis.
Mereka sedang membangun jembatan untuk menyeberangi sungai masuk ke wilayah kita.
Apa? Kalau begitu...
Aku sudah hancurkan jembatannya. Kita aman untuk sementara.
Apakah kamu tahu apa arti mengintai—
Mukaku! Mukaku mau meledak!
Beastkin rubah?
Oh, gadis itu.
Kamu mengenalnya?
Tidak banyak yang aku tahu tentangnya.
Dia tiba-tiba muncul di sini, di kerajaan ini, sekitar dua tahun lalu.
Aku terkejut. Dia berhasil lolos dari para bandit dan penculik seorang diri,
padahal usianya baru sekitar dua belas tahun.
Hah? Penculik?
Mereka menganggap beastkin sebagai mangsa yang berharga.
Tidak hanya karena banyak beastkin yang cantik,
beberapa dari mereka juga memiliki afinitas sihir yang istimewa.
Seperti kemampuan untuk memperlihatkan ilusi aneh kepada orang lain?
Ilusi? Maksudnya apa?
Y-Yah, maksudku...
Seperti mimpi buruk yang mengerikan, atau penglihatan tentang masa depan yang suram.
Masa depan, begitu?
Aku pernah dengar ada beastkin yang dijuluki Oracle Waktu yang bisa melihat masa depan.
Oracle Waktu?
Mereka sangat langka dan biasanya dijaga ketat di wilayah beastkin.
Ada apa dengan mereka?
Oh, eh, bukan apa-apa. Aku cuma membaca tentang mereka di sebuah buku...
Oh?
Seorang beastkin dengan penglihatan kenabian...
Kalau dia memang salah satunya...
Hah?
Aku mau menemui Yang Mulia.
Kamu pulanglah.
Baik...
Itulah laporan lengkapku tentang perbatasan.
Begitu.
Maaf sudah memintamu melakukan hal yang begitu berbahaya, Rose.
Terima kasih sudah memperlambat invasi musuh.
Tidak perlu. Namun, aku yakin mereka sedang membangun jembatan baru saat ini juga.
Kemungkinan akan selesai dalam beberapa hari.
Ya...
Dan setelah itu, mereka akan menyerbu kerajaan kita.
Besok, aku akan mengumumkan niat mereka
kepada para prajurit dan warga.
Sergio, siapkan semuanya.
Baik, Yang Mulia.
Siglis, aku ingin memberitahu Suzune dan Kazuki malam ini. Panggil mereka.
Siap.
Kira-kira ada apa ya, sampai dipanggil mendadak begini.
Iya. Maksudku, mungkin soal... kamu tahu lah.
Kamu juga berpikir begitu?
Hei, Celia. Selamat malam.
S-Selamat malam, Dame Suzune.
Kamu juga, Sir Kazuki.
S-Selamat malam... Putri Celia.
Ayahku sedang menunggu kalian.
Silakan menemui beliau.
Baik. Kami permisi duluan.
Kazuki-kun.
B-Baik.
Ada apa antara kamu dan Celia?
Hah? T-Tidak ada apa-apa.
Hmm... Ya sudahlah.
Ayo kita hadapi ini.
Iya.
Aku tidak bisa tidur...
Kalau itu memang penglihatan kenabian, apa yang harus aku lakukan?
Artinya, itu adalah masa depan yang hanya bisa kamu ubah.
Apakah dia bilang ada cara untuk mencegah apa yang aku lihat?
Dia memberitahuku supaya aku bisa mengubah masa depan...
Tapi tidak mungkin aku mampu melakukan hal seperti itu.
Hah? A-Apa?
Hantu?!
Kazuki?
Sudah larut malam. Kamu bikin aku kaget.
Maaf. Kamu pasti harus bangun pagi karena latihanmu.
Ah, itu tidak terlalu aku khawatirkan.
Kamu juga tidak bisa bangun siang, kan?
Kamu kan seorang pahlawan.
Ada apa?
Raja memanggil kami malam ini.
Beliau memberitahu kami bahwa perang melawan pasukan Raja Iblis akan segera dimulai.
Aku sudah menduganya, jadi aku tidak terlalu terkejut.
Senpai sangat bersemangat mendengarnya.
Tapi aku?
Bayangan benar-benar terjun ke medan perang membuat aku tidak bisa tidur.
Aku meninggalkan istana dan tahu-tahu sudah ada di sini.
Aku... melarikan diri.
Usato, aku...
Aku takut pergi berperang.
Bahkan ketika aku meninggalkan ibu kota untuk berlatih melawan monster,
aku ketakutan.
Saat melihat monster pertamaku, kakiku membeku.
Dan... setelah akhirnya mengalahkan mereka dalam pertarungan sengit,
aku baru sadar betapa naifnya cara pandangku selama ini.
Pasukan Raja Iblis berniat membantai kita.
Itu mengerikan sekali.
Tapi orang-orang di kerajaan ini sudah begitu baik padaku.
Mereka mendukungku dan menaruh harapan besar.
The Wrong Way to Use Healing Magic
Itu justru semakin menyiksaku.
Kazuki, kamu benar-benar keren, tahu tidak.
Hah?
Aku kira kamu tidak pernah ragu atau takut akan apapun.
Kamu memang keren, soalnya.
Mana mungkin bisa seperti itu?
Iya, ya?
Sekarang aku paham.
Karena semua orang berpikir begitu tentangmu, kamu pasti menanggung tekanan yang luar biasa.
Usato...
Menurutku itu tidak apa-apa.
Kamu tidak harus selalu memenuhi ekspektasi mereka.
Tidak apa-apa untuk sesekali mendahulukan perasaanmu sendiri.
Kalau kamu sendiri bagaimana, Usato?
Hah?
Aku ingin tahu perasaanmu soal semua ini.
Aku akan pergi.
Aku akan menyelamatkan orang-orang yang berjuang melawan pasukan Raja Iblis.
Kamu tidak takut?
Takut juga. Takut banget malah.
Tapi aku sudah bulat tekadku.
Sudah bulat tekadmu?
Yakin? Kamu bisa mati di sana!
Kamu hanya terseret masuk ke dunia ini secara tidak sengaja.
Yah, aku tidak bisa membantah bahwa cara aku terseret ke sini memang kacau balau.
Tapi banyak yang sudah terjadi sejak aku datang ke sini.
Banyak hal berat yang kulalui, tapi aku beruntung bisa bertemu dengan berbagai macam orang.
Mereka menerimaku, bahkan sebagai orang yang ikut-ikutan tanpa sengaja,
dan menunjukkan jalan ke depanku.
Aku ingin menyelamatkan semua orang itu.
Usato...
Tentu saja itu termasuk kamu, Kazuki.
Hah?
Sudah pasti.
Meskipun kamu tidak bertarung sebagai pahlawan, kamu tetap temanku.
Aku sudah terlalu cengeng!
Aku sudah memutuskan.
Aku akan berjuang untuk melindungi kamu dan Senpai!
H-Hah?
Aku belum tahu apakah aku benar-benar bisa bertarung sebagai pahlawan.
Tapi aku tetap akan bertarung.
Aku ingin melindungi teman-temanku. Aku ingin melindungi kamu.
No comments yet. Be the first to leave one.