Lovestruck in the City

Lovestruck in the City (도시남녀의 사랑법)

Muat Turun Sari Kata Indonesian

Musim 1

Maklumat siaran

Lovestruck in the City S01E16 1080p NF WEB-DL
Ulasan oleh karagara
A Netflix Original Subtitle

Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
Diterbitkan pada: 2021-02-12
Muat Turun: 31
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

200 baris pertama.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

#ROMANTIS

#BERJIWA BEBAS

#WANITA KEREN

#MEMILIH LAJANG

#SUDAH LAMA BERPACARAN

BAGAIMANA KISAH PERCINTAANMU?

BAGAIMANA TIPE HUBUNGAN IDEAL KALIAN?

- Hei. Kau jawab dulu. - Kau saja.

Pertama, harus bertemu dulu dengan orang yang menyukaiku.

Apa kau bilang? Kau harus temui orang yang kau suka.

- Apa? - Apa?

- Harusnya saling menyukai! - Harusnya saling menyukai!

Saat belia, kau tak tahu betapa ajaibnya

memulai hubungan dengan orang yang menyukaimu kembali.

Itu hanya bisa terwujud jika seluruh semesta mendukungmu.

Kita menjadi lupa hal itu seiring berjalannya waktu.

Kita lupa bahwa semesta yang menyatukan kita.

Aku kini tak berharap banyak soal itu

usai melihat banyaknya pasangan ke pos polisi usai bertengkar.

Mereka bertanya soal tipe hubungan idealmu.

- Sebenarnya, aku belum pernah pacaran. - Apa?

Benarkah?

Dengan wajah tampanmu itu?

Bagaimanapun, aku harus segera berkencan.

Kelak, akan ada yang datang padaku

bak kado tanpa aku harus mencarinya.

Secara spontan.

Dia bilang begitu karena tampan.

Kau yakin bisa dapat pacar walau tak berusaha?

- Kau bertanya santai padaku? - Tidak. Ini demi wawancara.

- Boleh bicara santai jika diwawancara. - Permisi.

Ada apa? Kita terlambat. Cepat.

Saling mengerti dan berusaha maksimal itu bagian dari hubungan.

Percintaan tak hanya kasmaran.

Kau dengar, bukan?

Kyeong-jun-ku memang ahlinya.

Aku selalu berikan segalanya saat pacaran.

Namun, kini terlalu membosankan.

Aku masih tetap merasa bahwa itu hal terpenting dalam hidup.

Akan terasa sepi jika kau sendirian.

Pasti lebih baik jika di dunia ini

ada orang yang akan selalu mendampingimu.

Saat putus dengan Seon-yeong, aku berkata begini.

"Datang dan temuilah aku tiap kau merindukan ibumu."

Sekarang, aku mau bilang begini.

"Berkelanalah,

dan lakukan semua yang kau mau.

Setelah semua itu,

berpacaranlah denganku sekali lagi."

Dia tak akan mengerti perkataanku.

Pasti begitu.

Sejak dulu dia tak pernah mengerti.

Pembangunannya tertunda karena aku harus pindahkan tangganya.

Sebenarnya, aku cemas soal penundaannya.

Namun, rancangan barunya lebih bagus.

Tadinya kupikir mereka akan marah besar.

Namun, kau malah dipuji.

Aku jadi bangga. Kerja hebat, Jae-won.

Bahkan mereka berikan sekotak jeruk.

Hei. Kau anggap aku ini apa? Astaga.

Sudah beres, bukan?

- Jangan kau sampai hilang akal lagi. - Baik. Aku paham.

Berikan kunci mobilnya. Biar kubuka bagasinya.

Tak perlu kunci lagi di zaman ini.

Gunakan kakimu tepat di tengah.

Apa ini? Mungkinkan bisa begini?

Kau tak pernah coba?

Apa mobilku juga punya fungsi ini?

Tentu saja, Bodoh.

Selagi di sini, ayo cek rumah bandar di Gapyeong.

Tak bisa. Ada rapat dengan Eun-o.

Pukul berapa?

Seharusnya kau bilang sejak awal jika ada rapat pukul 14,00.

Kau yang buang waktu mau kemari padahal pemilik rumah

sudah mau datang ke kantor.

Lagi pula, Eun-o bisa menunggu.

- Dia itu temanku. - Hei, Kyeong-jun.

Sebagai senior dalam hidup dan dunia kerja, aku mau beri nasihat.

Kau tak boleh semena-mena kepada teman.

Apa maksudmu semena-mena?

Karena kau buat dia menunggu!

- Itu semena-mena! - Baiklah. Berisik!

Aku mengebut. Pegangan.

ARSITEKTUR DAN ORANG-ORANG

Aku terlalu awal. Mereka akan pikir aku sangat mengharapkannya.

Namun, aku yang dibayar, jadi, harus tepat waktu.

Beranilah. Percaya dirilah.

- Aku bukan Eun-o bodoh yang dulu. - Eun-o.

Eun-o yang dulu tidaklah bodoh.

Aku yang dulu tidak bodoh.

Kau yang dulu. Kau yang sekarang. Keduanya adalah Eun-o.

Semua itu adalah Lee Eun-o.

Benar.

Dulu atau sekarang, aku tetap Lee Eun-o.

Aku bisa saja berbuat salah dan gagal hari ini.

Namun, tak masalah.

Aku pasti bisa.

Kesimpulannya, semua acara akan selesai sekitar pukul 19,00.

Ini detail rencananya. Silakan dibaca.

Para karyawan kami

sangat suka dengan konsep "jalan santai di sekitar lingkungan"-mu.

Benar. Saat membangunnya, kami juga menyebutnya

- "Tempat untuk menua dengan indah." - Benar.

Saat membangun tempat ini, aku teringat

akan pohon zelkova .

Biasanya di perdesaan,

ada tempat para warga untuk berkumpul dan istirahat bersama.

Benar. Jadi, jika suatu saat pergi lagi ke daerah itu,

bangunan itu masih berdiri kokoh seperti pohon zelkova .

"Pasti menyenangkan jika ada gedung tujuan

saat aku berjalan santai di sekitar lingkungan."

Begitulah gagasan ini kudapatkan.

Lalu, kau berkata acara intinya adalah acara bercakap-cakap santai.

Namun, bisakan aku dan Jae-won melakukannya?

Ya. Seperti mendengar cerita dari para pembuat bagunannya.

Jasa boga dan hiburannya juga akan lebih santai daripada mewah.

Karena itulah akan ada api unggun dan acara bakar ubi?

Ini unik.

Menarik. Aku suka.

Pak Park, sebentar.

Baik. Teruskan rapatnya.

- Baik. - Kyeong-jun.

Cek apa kita bisa nyalakan api di sana.

Bisa saja dilarang.

- Baik. - Terima kasih.

Jalankan saja sesuai rencana, dan kirimkan anggarannya.

Eun-o.

- Bagaimana dia? - Apa maksudmu?

Aku lihat kau terus memperhatikannya.

- Dia tampan? - Apa maksudmu?

Baik, apa yang harus kita lakukan?

Begini saja. Hubungi balai kota

dan tanya apa tekanan airnya bisa dikurangi.

Jika tidak, kita harus memasang mesin dekompresi.

Pak Park, sebentar.

- Ya? - Aku dan Eun-o keluar dulu.

- Ke mana? - Makan piza di restoran Rin-i.

Baik.

- Sampai nanti. - Ayo.

Lihat balkonnya. Ini harus diubah.

Silakan!

- Yang benar? - Yang benar?

Sungguh kau yang buat ini?

Rasanya sangat enak. Cobalah dulu.

Bagaimana rasanya?

Berapa hadiah untuk lomba resep ini?

- Lima juta won. - Itu milikmu.

Kugandakan taruhanku.

Kalian bersekongkol, ya? Kenapa beri nilai sebaik ini?

Tidak. Secara objektif, ini sangat enak.

Dekorasinya juga sempurna.

Selera estetikamu bagus, Rin-i.

Lantas, apa nama piza ini?

Aku akan pikirkan sekarang.

Jangan khawatir. Ada agen pemasaran di sini.

Ada penulis juga. Mau kubuatkan?

Sebentar. Sepertinya ide bagus akan tercetus.

Tunggu.

Apa kami dapat sesuatu jika menamainya?

Tentu saja.

Jika menang, akan kutraktir kalian.

Kau undang Jae-won juga, ya.

Hei, Eun-o. Sambil bekerja sama dengan Jae-won,

bagaimana jika kau juga mendekatinya?

Tatapan mata kalian berdua sangat dalam tadi.

Kenapa memukulku?

Ini pengiklanan produk? Haruskah?

Kucoba sebaiknya.

Pengiklanan produk.

Ini. "Dituang, lalu campur air"?

Mudah sekali.

Baik, dituang begini.

Kenapa dia memberiku kalung ini?

Sebenarnya apa maksudnya?

Entahlah.

Kira-kira apa artinya?

Astaga, terasa menyegarkan.

Tak ada surat juga di dalamnya.

Kenapa…

barang ini ada di dalam koperku?

Apakah dia salah taruh?

Jika dia pikir begitu,

seharusnya dikembalikan saat bertemu tadi. Ya, bukan?

- Benarkah ini untukku? -Memang itu miliknya.

Kubeli setibanya di Seoul

untuk diberikan kepada Seon-a saat di Cheonggyecheon.

Namun, kami tak bertemu,

jadi, tetap kusimpan.

Aku mau membuangnya, tetapi tak bisa.

Aku pria yang sangat santai dulu, tetapi…

Astaga.

Hal ini jadi mengusikku.

Kenapa bisa mengusiknya? Bukankah dia sibuk mencari jati dirinya.

Sejujurnya,

soal pencarian jati dirinya…

Astaga.

Aku harus kembalikan ini saat bertemu dia lagi.

Bagaimana bisa aku membujuknya?

Aku…

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left