200 baris pertama.
Kalau begitu, berikanlah padaku.
Haruskah?
Haruskah aku...
memberikannya kepadamu?
Ya.
Tidak.
Mungkin yang lain, tapi tidak ini.
Kenapa tidak?
Ini hanya ada satu di dunia.
Ini bukan bukan milikmu!
Tapi milikku.
Pergilah ke kamarmu.
Tidurlah.
Tidurlah denganku.
Berbalik dan maju tiga langkah.
Gagang pintu ada di sana.
Kau tahu jalan keluar dari sana.
Aku tidak tidur nyenyak.
Tapi tadi malam saat tidur denganmu, aku tidur dengan nyaman.
Maukah kau tidur denganku di kamarku?
Sudah kubilang!
Meski kita keluarga, jangan lakukan itu!
Aku seorang pria. Dan pria harus berhati-hati.
Apa aku harus mengajarimu semuanya?
Ya, semuanya.
Jika kau kakakku, kau harus mengajariku segalanya.
Aku tahu dan sadar kau juga seorang pria.
Kupikir kakak itu hanya saudara.
Aku masih sama seperti saat berusia enam tahun dan berpisah darimu.
Aku masih tak mengerti bahwa kakak berubah jadi pria saat dia tumbuh dewasa.
Maafkan aku. Kau bilang suasana hatimu sedang buruk.
Aku dulu tak begini karena penglihatanku hilang, aku semakin egois.
Kurasa aku tak bisa membantu.
Bagaimana aku peduli dengan orang lain jika aku tak bisa melihat?
Aku akan pergi.
Pastikan kau dapat kuitansi dan suruh dia pinjam uang juga.
Ya, Bos.
Hei!
Kapan kau akan selesaikan urusan dengan Oh Soo?
Aku akan membereskannya.
Itu omong kosong, Bajingan!
Apa? Berengsek?
Ya, kau berengsek!
Aku memberimu makan dan kelab juga menyelamatkanmu dari penjara.
Aku bisa memanggilmu semauku!
Kau tak membereskan Oh Soo sesuai perintahku.
Yang kau lakukan hanya menghabiskan uang.
- Kau! - Bos, tolong hentikan.
Bos.
- Jangan. - Lepaskan!
Kau pikir dirimu siapa?
Jika kau tak mau tidur denganku, biarkan jendelanya terbuka.
Hanya lonceng itu yang membuatku tidur
Kau bisa kena flu. Udaranya dingin.
Tidak bisa tidur lebih buruk daripada flu.
Pergilah, aku ingin tidur.
Tidurlah denganku.
Aku menang.
Kemari.
Jangan tidur di pelukanku.
Mungkin seharusnya aku menikah.
Kupikir aku menderita insomnia, tapi sepertinya tidak.
Mengingat aku bisa tidur saat aku di sampingmu.
Mungkin aku hanya menginginkan seseorang.
Soo.
Bagaimana pendapatmu tentang Myung Ho?
Jika ayahmu...
Maksudku, jika ayah memilihnya...
- Dia pasti pria yang baik. - Bukan pendapat ayah...
Bagaimana pendapatmu?
Kurasa dia membosankan.
Sepertimu?
Baik padaku, lalu membentakku.
Bersikap hangat padaku, lalu menjadi dingin.
Pengacara Jang pernah melarangku menemui pria sepertimu.
Karena aku akan dapat takdir buruk.
Jika kau tahu itu, berhati-hatilah.
Syukurlah aku kakakmu bukan kekasihmu.
Benar, pilnya.
Apa yang terjadi jika kau meminumnya?
Bahkan takkan terdeteksi dalam autopsi.
Serangan jantung seketika.
Cepat dan akurat.
Aku sudah memberitahumu.
Itu membuatmu tenang.
Kau sungguh tak bisa beri aku pil itu?
Karena itu satu-satunya?
Kalau begitu...
bagaimana jika kita miliki bersama?
Sebagai imbalannya...
Akan kuberikan ini padamu.
Itu wasiatku.
Ya, surat wasiatku.
Akan kutulis surat wasiat jika aku mati karena apa pun, kuberikan semua asetku
tanpa penyelidikan.
Satu-satunya syarat adalah kau berjanji akan membunuhku.
Bisa kau minum sendiri, atau berikan pada adik palsumu, Young.
Dari dua pilihanmu, pasti kau akan memberikannya pada adikmu.
Kenapa?
Kau sampah penuh belatung.
Ayo lakukan ini.
Simpanlah pil itu.
Berikan padaku saat aku membutuhkannya.
Tidurlah.
Kuanggap kau setuju.
Kalau begitu, berjanjilah.
Sekarang, kau punya dua janji padaku.
Janji bahwa kau akan tetap di sisiku kapan pun aku membutuhkanmu.
Dan kita pemilik pil itu.
Jawab aku. Kita pemilik pil itu.
Baiklah.
Kau tahu tidak?
Baumu harum sekali.
Bukan bau sabun atau riasan.
Aku tak tahu apa itu, tapi baunya harum sekali.
- Tidurlah. - Baiklah.
Young!
Young! Oh Soo!
Siapa kau datang pagi-pagi begini?
Sudah kubilang, aku teman Young.
Aku tahu, tapi tetap saja…
ini masih pagi buta.
Mendadak aku merindukan Young.
- Siapa dia? - Dia teman Young.
Bahkan jika kau temannya, sekarang baru pukul tujuh sekarang.
Kurasa dia bekerja di rumah kaca tempo hari.
Ada apa ribut-ribut? Aku bahkan tak bisa tidur.
Ada apa?
Hei! Kenapa kau kemari?
Di mana kamar Young?
Apa yang kau lakukan?
Apa? Di mana Soo?
Di mana kamar Young?
Untuk apa kau bicara dengan Young? Ayo keluar dan...
Permisi. Kenapa ribut-ribut di pagi hari...
- Hei, keluar. - Bagus sekali.
Benar?
- Aku menyuruhmu keluar. - Oh Soo! Apa yang kau lakukan?
- Ayo! - Hei, Oh Soo!
Kau!
Apa yang kau lakukan?
Kenapa kau marah?
Semua berjalan sesuai rencana. Apa yang membuat dia marah?
Kapan ada rencana tidur bersama?
Dia tak boleh mati...
Dia tak boleh mati, maka kita menyuruh Soo mendekati Young.
Karena itu dia pergi ke pantai bersamanya, dan tidur dengannya…
Mereka berpakaian lengkap seperti kakak adik sungguhan.
Aku tidur dengan adikku juga.
- Di ranjang yang sama? - Di rumah kami...
Tidak ada ranjang.
Hee Sun, kau di sini.
Di mana Soo?
- Jangan beri tahu dia apa pun. - Baiklah.
Young.
Ayo minum kopi.
Apa tujuanmu datang ke rumah ini?
Kepada Young yang tak tahu apa-apa. Dia yang tak tahu apa-apa soal pria.
Tidur di ranjang yang sama. Apa yang kau lakukan padanya?
Dia tidur di pelukanku. Kenapa?
Tahukah kau bahwa Young tak bisa tidur?
Saat kau dan semua orang tidur nyenyak,
Young gelisah semalaman, tak bisa tidur.
Kau tahu itu?
Young tak tahu apa-apa? Kenapa kau membuat dia seperti itu?
Katamu kau ibunya!
Maka seharusnya kau ajari dia.
Dia harus tahu bahwa dia tak boleh tidur dengan kakaknya!
Tetapi dia tak tahu itu.
Dia tak pernah tahu apa pun.
Bagiku, Young masih berusia enam tahun, sama seperti saat kami berpisah.
Dan bagi Young, aku masih delapan tahun.
Semua masih sama.
Aku juga penasaran.
Kenapa dia butuh aku, bukan kau?
Aku bertemu dia dalam 21 tahun dan aku pasti seperti orang asing baginya.
Dan kenapa, selama malam tanpa tidur,
bukankah dia meminta bantuanmu jika kau seperti ibunya?
Kenapa dia tak memercayaimu sama sekali? Apa alasannya?
Aku penasaran.
Maka dia harus menikah.
Jika dia hanya bisa tidur dengan orang di sampingnya.
Dia tak menyukaiku, dan kau akan segera pergi.
Jadi, Myung Ho pasti solusi untuk masalahnya.
Kita segera menikahkan Young sebelum kau pergi.
Selesai sudah.
Hee Sun memberitahukan semua tentangmu pada Young.
Young, cokelat panas pukul 09.00.
Dan ini cokelat buatan kami. Ini hadiah dari Young.
Apa dia naik motor bersamamu?
Benar.
Itu pertama kalinya aku naik motor, tapi sangat menyenangkan.
Udaranya dingin, tapi terasa menyegarkan seperti minum minuman berkarbonasi.
Pernahkah kau mengendari motor itu?
Apa Soo bilang bahwa kakakku tewas naik motor?
Setelah kakakku meninggal, dia bilang takkan pernah mengendarainya...
Bahkan saat aku meminta tumpangan, dia tak memberikannya.
Bajingan...
Begitukah? Aku tak tahu...
Maafkan aku, Hee Sun. Tapi, Soo tak berbuat salah.
No comments yet. Be the first to leave one.