84 baris pertama.
Aku sungguh tidak menyangka ini terjadi lagi.
Hei, permisi!
Tolong aku.
Tolong. Tolong aku.
Kurasa aku tidak ada kaitannya dengan masalahmu.
Apa maksudmu?
Kau seorang wanita.
Kau juga ke sini dalam kondisi yang mengerikan.
Aku baik-baik saja.
Lihatlah kita!
Siapa yang bertanggungjawab untuk ini?
Kau juga korban.
Tidakkah kau sadar betapa pentingnya ini?
Ayo hancurkan patriarki. - Aku sedikit sibuk.
Tunggu.
Yang kau katakan... aku tahu itu penting.
Mari singkirkan para bedebah itu.
Jangan berisik. Ada yang tak beres.
Tunggu disini.
Siapa namamu tadi? - Wanita Tua.
Aku Wanita Muda.
Hai!
Aku lelah.
Aku sangat lelah.
Ya ampun.
Aku nengerti.
Maaf.
Aku menyentuh payudaramu. - Tak apa.
Aku sangat lelah menyelamatkan planet ini.
Semuanya akan baik-baik saja.
Ya.
Aku akan menunggumu.
Sialan. Seorang pria!
Sayang, jangan bersedih. Akan kuselamatkan planet ini untukmu.
Aku janji.
Ya.
10, 9... urutan pengapian dimulai.
6, 5, 4, 3, 2, 1.
Yang takut boleh pergi. Aku akan tinggal.
Apa itu di bawah?
Makkynen! Menjauh dari garis tembak!
Semuanya lari!
Astaga!
Prajurit! Pergi ke tepi hutan!
Ayo! Jangan tinggal di sini.
Tunggu perintah sebelum menembak!
Hei!
Apa yang kau pakai itu, astaga?
Pakai seragammu. Dan lindungi Makkynen.
Kenapa kami tidak dapat senjata apa pun?
Menembak!
Ayo tembak mereka!
Ini.
Dasar tidak berguna.
Aku tampak gendut dalam pakaian ini. - Tidak. Kau tampak seperti bintang film.
Lakukan sesuatu sekarang.
Jantan sentuh aku, dasar mesum! Kau lihat?
Makkynen!
Kau bisa jadi apa pun sesukamu. - Morfin!
Kenapa tidak kau beritahu aku itu? - Ini bukan tentangmu.
Apa yang dimilikinya tapi aku tidak punya? - Ini bukan tentangmu!
Astaga, maaf. Sulit untuk berkonsentrasi dalam situasi tegang ini.
Bisakah kalian bicara di tempat lain?
Ya.
Aku sangat kecewa pada wanita sepertimu? - Kenapa kau sangat membenciku?
Aku ada salah sesuatu padamu?
Kau hanya tidak mau bersamaku.
Kau yang memelihara struktur kekuasaan lama ini.
Bagaimana bisa aku berkembang kalau kau mewarisiku warisan menyebalkan ini?
Warisan apa? - Warisan ini.
Kau terus memberitahuku yang harus aku lakukan.
Kau tidak tahu apa-apa tentang hidupku.
Aku sudah berusaha untukmu, sehingga kau bisa berjalan dengan bikini itu.
Ya, hanya itu yang telah kuberikan.
Aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku buntu!
Dan kau tidak membantuku padahal kau sudah janji.
Kau kurang solidaritas.
Kau hanya tertarik pada pria.
Kau bernafsu dan cari perhatian pada mereka.
Aku tidak pernah janji apa-apa.
Dan siapapun kontol yang aku hisap, itu adalah urusanku.
Mungkin sulit kau pahami, tapi coba tebak siapa lagi yang memiliki kehidupan lebih sulit?
Bodoamat dengan semuanya!
Dan siapa yang kau bilang cari perhatian, jalang?
No comments yet. Be the first to leave one.