170 baris pertama.
Bereinkarnasi Malah Menjadi Slime
Lantai 30 Bawah Tanah
Episode 74: Evolusi Dungeon
Pembubaran Tim
Pembentukan Ulang Tim
1 Jam Kemudian
Lantai 3 Bawah Tanah
Pembentukan Tim Avatar
Ayo.
Biar aku yang melawannya!
Masayuki!
Oh, serangan dari dua arah, ya?
Ternyata Masayuki mengincar ini!
Memang hebat!
Biar kubantu!
Mad Hand!
Sekarang!
Bak, bak, bak!
Wind Cutter!
Jiwu!
Masayuki!
Eh?
Tuan Masayuki telah menyelamatkan kita!
Barang-barang peringatan penaklukan lantai 30 oleh Pahlawan Masayuki sedang dijual!
Belilah selagi tersedia!
Manju Masayuki rasanya lezat, lo!
Sudah dengar soal pertarungan Pahlawan Masayuki?
Iya, siapa sangka dia mematahkan pedangnya supaya bisa menyerang bosnya!
Pahlawan Masayuki telah tiba!
Tiba!
Wah, sepertinya kamu jadi tambah populer sekarang!
Pahlawan Masayuki!
Tuan Rimuru juga jangan ikut-ikutan, dong.
Aku hampir tidak berbuat apa-apa di sana.
Dasar, jago banget merendah!
Tapi, benaran sukses besar!
Ada area istirahat di tiap lantai,
terus ide-ide sebelumnya juga brilian sekali!
Betul itu, misalnya gerbang yang terhubung ke kota di lantai 95, kan?
Tarif masuknya tiga koin perak.
Meski terhitung agak mahal,
penginapannya laku banget.
Layanan makanan hangat
dan tempat istirahat yang aman di dalam dungeon
populer banget, lo!
Bisa dibilang promosi dungeon-nya sukses besar, kan?
Jelas itu!
Level para penantang pun naik, benar-benar mantap!
Belakangan ini, ada petualang yang mencolok, kan?
Tim Amukan Hijau.
Grup yang naik daun setelah menaklukkan 20 lantai dalam tiga hari, kan?
Kunci kecepatan penaklukan mereka ada pada pemimpinnya, seorang Elementaler.
Dia menggunakan "Komunikasi Roh" untuk menanyakan jalan kepada roh dalam dungeon.
Tapi, aku dikasih tahu itu sama Bu Raphael, sih.
Terus bagaimana? Aku bisa saja menghalangi mereka.
Sebaiknya jangan.
Itu juga salah satu cara penaklukan.
Lebih seru kalau ada beberapa tim yang mencolok, kan?
Siap, laksanakan!
Syukurlah pendapatan kita terus naik.
Setelah dipotong semua biaya pengeluaran,
keuntungan kita masih melimpah.
Keuntungan?
Be-Be-Berarti saatnya aku gajian, dong?
Se-Sebanyak ini...
Wah, aku juga dapat jatah?
Jelas!
Bekerja dengan giat dan raih keuntungan yang sepadan.
Itulah yang terpenting.
Aku punya pengalaman kerja di kedai.
Sekarang aku paham pekerjaan itu hal yang berharga.
Sok bijak banget.
Ini dia!
Akhirnya era kita telah tiba!
Yah, berkat kalian berdua, dungeon-nya sukses besar!
Sekarang kota-kota di atas pun ikut untung.
Bahkan pedagang dari barat yang ingin bekerja sama pun makin banyak.
Oh, berarti sesuai yang kita incar.
Negara kita menarik orang dengan memicu keinginan mereka.
Kalau kita dianggap bisa memuaskannya, hubungan ini akan berjalan lancar.
Benar, kelihatannya kita sudah dipercaya sama mereka.
Sepertinya kamu sudah terbiasa jadi Menkeu, Nak Mjollmile.
Ini berkat bimbinganmu, Yang Mulia Rimuru.
Operasional dungeon kini telah berjalan lancar.
Lantai terbawahnya dimulai dari aula besar Veldora,
yang kini jadi ruang luas berisi berbagai fasilitas penelitian.
Ada fasilitas riset dengan Gabiru sebagai kepala dan Vesta sebagai wakilnya,
lalu fasilitas riset pribadi Ramiris.
Selain itu, aku juga meminta Ramiris menyiapkan fasilitas pengembangan khusus untukku.
Di sini, aspek pertahanan dan pencegahan kebocoran informasi sangat terjamin.
Dengan begitu, aku bisa berkonsentrasi membuat wadah yang diminta Diablo.
Sekalian aku juga sudah berjanji membuatkan wadah
untuk Treyni dan adik-adiknya.
Oh, jadi kalau begini lebih...
Tuan Rimuru!
Ada apa? Padahal lagi seru-serunya ini.
Lapor.
Komunikasi dengan pihak luar telah terputus selama beberapa hari.
Ada kemungkinan sesuatu telah terjadi.
Eh?
Eng, ada apa?
Syukurlah Anda baik-baik saja!
Kami khawatir.
Soalnya Anda tidak muncul saat waktunya makan.
Maaf, aku sampai lupa waktu.
Tidak, yang penting Anda baik-baik saja.
Iya, tidak akan ada yang protes,
meski Anda asyik meneliti sendiri.
Mulai sekarang aku akan setor muka tiap hari, deh.
Wah, kelihatannya lezat!
O-Omong-omong, Tuan Mjollmile sedang mencari Anda.
Mjollmile?
Tuan Rimuru!
Ada apa terburu-buru begitu?
Ga-Gawat!
Sudah ada yang hampir bisa menembus lantai 30 seperti Tuan Masayuki!
Jangan bilang...
Betul! Tim Amukan Hijau!
Nah, itu orangnya.
Selanjutnya.
Apaan ini?
Mereka menaklukkannya dengan hampir melanggar aturan, tahu!
Contohnya ini!
Bola Rekam Kejadian.
Ini titik simpan sekali pakai untuk seluruh anggota tim.
Barang ini bisa dipakai tepat di depan ruang bos, kan?
Setelahnya, bisa memakai Peluit Kemenangan untuk keluar dari dungeon,
lalu bubarkan timnya.
Setelah itu masing-masing anggota tadi membentuk tim baru lagi
dengan jumlah maksimal 10 orang,
terus balik lagi ke titik simpan tadi...
Totalnya 100 orang. Seperti bawa pasukan kecil, ya.
Ada cara seperti itu?
Menurut penyelidikan Nona Souka,
mereka kelompok tentara bayaran terkenal bernama "Vert".
Kabarnya, pendanaan mereka berasal dari Kerajaan Ingrassia.
Ingrassia, ya?
Prediksiku, bos lantai 40 pun akan mereka kalahkan.
Melawan jumlah sebanyak itu,
Gozul di lantai 50 pun belum tentu bisa bertahan.
Iya juga.
Gawat.
Perkembangan ini benar-benar gawat.
Sebenarnya...
Hah?
Bos monster lantai 60 ke atas tidak berfungsi?
I-Ingat janji soal latihan tempur
Crusaders di Festival Pendirian?
Saat kamu lagi sibuk meneliti,
pelatihan itu sudah dimulai dari lantai 51.
Tapi, Elemental Colossus-ku
malah membantai mereka semua di lantai 70.
Terus Hinata lumayan kecewa sama mereka.
Bukankah ini mustahil bagi Nona Hinata sekalipun?
Hah?
Mustahil?
Serangan dahsyat Hinata pun dimulai dari situ!
Uwah.
Yah, memang sangat mengerikan, sih.
Setelah menghancurkan Elemental Colossus sebagai pemanasan,
dia langsung mengalahkan bos-bos berikutnya!
Bahkan sampai menembus lantai 90.
Jadi, karena masalah semacam itu, dungeon-nya jadi belum siap!
Setelah itu, dia menginap santai
di penginapan lantai 95.
Bahkan naga-naga tangkapan Nona Milim pun
habis dikalahkan olehnya.
Kok kayak pemain speedrun, ya?
Hm? Itu berarti...
Iya, akhirnya aku bisa beraksi.
No comments yet. Be the first to leave one.