200 baris pertama.
Nyanyianku buruk.
- Tadi itu bagus, Henry. - Aku tak bisa bernyanyi sepertimu.
Tentu saja tidak. Kau harus bernyanyi dengan ciri khasmu.
Ayah bilang aku tak punya bakat musik.
Ayah bercanda.
Ibu suka suaramu. Kami berdua menyukainya.
Bagaimana dengan "Jingle Bells"? Kau pasti bisa menyanyikannya.
Bunyi bel, bunyi bel Sepanjang jalan
...di sampingku
Kuda itu ramping dan kurus Nasib sial sepertinya...
Ibu!
Henry.
"...untuk ketiga kalinya dan berkata,
'Apa yang akan kau berikan padaku jika aku memutar jerami lagi untukmu?'
'Aku tak punya apa pun lagi,' jawab si gadis.
'Maka berikanlah kepadaku anak pertamamu, jika kelak kau menjadi ratu.'
'Siapa yang tahu itu akan terjadi?' pikir putri penggiling tepung."
- Tidak! Ibu! - Henry.
- Tak ada yang bisa kau lakukan. - Lepaskan! Ibu!
Tak ada yang bisa kau lakukan. Dengar. Dengarkan aku.
Aku tak punya banyak waktu. Kau di dalam mobil. Mobilnya berputar.
Dan tiba-tiba kau ada di rumah dan itu dua minggu lalu,
dan kau melihat dirimu sendiri.
Melihat ayah dan ibumu membacakan cerita.
Kau menjelajah waktu, ya? Sama sepertiku yang datang menemuimu.
Aku adalah kau, Henry. Mengerti? Dirimu yang telah dewasa.
Kita adalah orang yang sama.
Aku tahu kau susah memahaminya, tetapi kelak kau akan paham.
Ya Tuhan.
Aku harus pergi.
Namun, kau tak perlu takut, Henry. Kau akan baik-baik saja. Aku janji.
Tolong bocah itu!
- Tadi itu cukup lama. - Kau tak akan paham.
Baiklah.
Jadi, Malam Natal. Sudah punya rencana?
Ya. Rencana besar.
- Ada tambahan? - Tidak, terima kasih.
Selamat Natal. Terima kasih banyak.
Selamat pagi, Chicago. Sekarang pukul 08.00 pagi.
Selanjutnya adalah berita dan olahraga.
Ini akan jadi hari pertama musim semi yang sangat hangat di kota ini
Permisi. Aku sedang mencari bahan tentang proses pembuatan kertas di Kelmscott.
Pustakawan khusus kami dapat membantu tentang itu.
Ada yang bisa kubantu?
Henry?
Ya?
Henry. Itu dirimu.
Kau bilang kepadaku ini akan terjadi.
Seharusnya aku bersikap biasa, tetapi aku sungguh tidak bersikap biasa.
Maafkan aku. Aku sungguh tak mengenalmu.
Aku Clare. Clare Abshire.
Aku tahu kau tidak kenal aku.
Aku tahu betapa anehnya ini bagimu. Ini aneh bagiku.
Namun...
Apa kau berkenan makan malam denganku, dan aku akan jelaskan?
Henry, kita sudah merencanakan makan malam ini sejak lama.
Benarkah?
Pergi ke Beau Thai. Itu kesukaanmu.
Benar.
Kau terlihat sedang mengalami masa sulit.
Kau tahu, semua akan baik-baik saja.
Jadi... apa itu berarti "ya", untuk makan malam?
Baiklah.
Baik.
- Baik. - Ya.
Ya.
Jadi, Beau Thai, pukul 19.00. Sampai bertemu di sana.
Sial.
- Hei. - Oh, tidak.
Hendak pergi, Bajingan?
Percuma saja.
Ya? Kenapa?
- Kalian akan lihat. - Diam.
- Lapor, Unit 11 - Silakan, 11.
Aku menangkap...
Astaga.
- Kau ingin tambah segelas anggur? - Tentu. Terima kasih.
Maaf. Aku tertahan.
- Kau baik-baik saja? - Ya, bukan masalah besar.
Terima kasih.
Kau mengerti kenapa aku tidak mengenalmu?
Tentu.
Saat kau lebih tua, kau berkelana kembali ke saat aku masih kecil.
Buatku...
Maksudku, aku telah mengenalmu sejak usiaku enam tahun.
Sejak kau muncul di padang rumput belakang rumah orang tuaku tempatku bermain.
Seharusnya kau tidak minum.
Memangnya kenapa?
Kau katakan kepadaku bahwa dr. Kendrick menyuruhmu berhenti minum
karena itu membuatmu menjelajah.
- Siapa itu dr. Kendrick? - Dia doktermu.
Dia memenangkan Berger untuk penelitiannya dalam bidang genetika. Dia membantumu.
Ini berlebihan.
Maafkan aku.
Kau menyuruhku untuk sampaikan kepadamu dengan tenang dan aku tidak begitu.
Aku mencatat setiap kali kau datang mengunjungiku.
Yang tampaknya telah, atau akan kulakukan, cukup sering.
Terakhir aku melihatmu, usiaku 18 tahun.
Sepertinya kau sering kembali ke tempat yang sama.
Ya, seperti gravitasi. Peristiwa besar menarikmu ke dalam.
Aku adalah peristiwa besar.
Sepertinya begitu.
Clare, benar?
Ya.
Bisakah kita berpura-pura semenit saja bahwa ini saat pertama kita bertemu?
Baiklah.
Tentu.
Hanya saja...
Hanya saja kau sahabat terbaikku.
Aku telah jatuh cinta padamu seumur hidupku.
- Apa ini sungguh perlu? - Ya. Hitung sampai 1.000.
Baik.
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat ratus.
Enam ratus.
Delapan ratus. Seribu.
Kau ingin minum?
Aku tak ingin minum.
Astaga, kau sangat muda.
Ceritakan lagi.
Bagaimana kita bertemu?
Kau lebih tua dari dirimu saat ini.
Mungkin tak seharusnya kuberi tahu kau.
Aku pikir aku harus tahu.
Siapa di sana?
Salam, Makhluk Bumi.
Mark, kau bodoh.
Clare, aku tak akan melukaimu. Tolong jangan melempari aku apa pun.
Siapa kau, bagaimana kau tahu namaku dan kenapa kau tak menampakkan diri?
Bisa kau berikan aku selimutnya?
Aku harus memanggil ibuku.
Tidak. Jangan panggil ibumu, tolong. Berikan selimutnya dan aku akan pergi.
Kau butuh selimut untuk apa?
Aku penjelajah waktu.
Aku datang dari masa depan.
Dan saat melakukannya, aku tak membawa pakaian.
Penjelajah waktu itu tidak ada.
Ya, tentu saja ada.
Malah, kau dan aku adalah teman di masa depan.
- Saat kau sudah dewasa. - Apa aku cantik?
Ya. Sangat cantik.
Buktikan kau dari masa depan.
Baik, namamu Clare Abshire.
Lahir 24 Mei 1972.
- Orang tuamu Philip dan Lucille... - Jadi, kau tahu beberapa hal.
Itu tak membuktikan kau dari masa depan.
Baiklah.
Akhir pekan ini, kakakmu, Mark, yang sangat menyebalkan,
jatuh dari pohon dan lengannya patah.
Ya, tetapi aku tak akan tahu sampai nanti apa kau berkata jujur atau tidak.
Jika kau tinggal cukup lama, kau akan melihatku menghilang.
Namun, kau baru tiba.
Aku akan kembali.
Berkali-kali.
Malahan...
Aku akan kembali Selasa depan pukul 16.00.
Dan alangkah bagusnya, jika saat kau datang, kau bawakan aku pakaian.
Sesuatu yang tak akan ayahmu cari.
Senang bertemu denganmu.
Jangan khawatirkan itu. Sudah berakhir cukup lama.
Ini aneh.
Aku tak pernah mengenalmu di usia ini. Maksudku, aku hanya tahu kau sebagai...
orang yang dewasa, dan membumi.
Aku melawan diriku sendiri.
Tidak.
Kau hanyalah tipe pria sempurna bagiku.
Aku hanya tak bisa terbiasa dengan ini.
Maksudku, aku terus menunggumu menghilang.
Akan terjadi, percaya kepadaku.
Bagaimana rasanya?
Aku tahu rasanya melihatmu pergi,
tetapi apa rasanya selalu menjadi orang yang pergi?
Kadang terasa seperti kau berdiri terlalu cepat.
Tangan dan kakimu bergetar lalu tiba-tiba menghilang sama sekali.
Kadang rasanya perhatianmu teralih hanya sebentar,
lalu kau berdiri telanjang di satu tempat.
Mungkin kau sudah pernah ke sana, mungkin juga belum.
Kau tak tahu akan berapa lama, jadi kau mulai berjalan
sampai menemukan pakaian.
Lalu kau terlihat seperti semua orang.
Hanya saja terasing dan sendirian, menunggu untuk menghilang.
Namun, kau bisa berjumpa orang dari masa lalu.
Mereka yang sudah tiada, seperti ibumu.
Ya, tetapi, kau tak bisa mengubah yang terjadi.
Sudah kucoba. Tetap terjadi.
- Ini bagus. Hei. - Dan ini Charisse, teman sekamarku.
- Hai. - Sahabatku.
- Dan koki hebat untuk malam ini. - Selamat datang.
Karena aku tak memasak.
Seharusnya kau tahu.
Dia manis, tetapi tak bisa memasak.
- Gomez? - Ya, singkatan dari Gomolinski.
Senang bertemu denganmu.
Kami tak terlalu ingin bertemu kau,
tetapi sepertinya itu satu-satunya cara bertemu Clare.
Tolong abaikan Gomez.
- Kau ingin anggur, Henry? - Tidak. Terima kasih.
Kau ingin air?
No comments yet. Be the first to leave one.