200 baris pertama.
Direstorasi secara digital oleh MOSFILM Film Concern
Studio film MOSFILM
FM Dostoiévski
MALAM PUTIH
Produksi MOSFILM 1959
Teks terjemahan oleh: CØllett1 Teks Indonesia oleh : dazzlefid
Maafkan aku, para tuan yang terhormat, karena kalian telah melihat
ke dalam kamar seorang lelaki kesepian,
Izinkan aku bercerita tentang seorang gadis luar biasa,
yang memenuhi seluruh hidupku dengan kebahagiaan.
Itu terjadi sangat lama dahulu.
Lihatlah potret dirinya ini,
Ia memberikannya padaku pada hari pernikahannya.
Dan seperti aku, potret ini sudah menua dan sedikit rusak.
Namun Nastenka, Nastenka tercinta…
Di sini ia tetap sebagaimana ia dulu
Saat malam-malam putih istimewa itu mewarnai hidupku.
Tentang malam-malam putih itu
Aku ingin menceritakannya kepada kalian.
Malam-malam itu berjumlah lima.
Hanya lima…
MALAM PERTAMA
Malam musim semi yang indah di Saint Petersburg.
Pada malam seperti ini, aku kembali dari berjalan-jalan.
Kami berjalan menyusuri kanal.
Aku berjalan sambil bersenandung, karena setiap kali
aku keluar, aku selalu menyanyikan sesuatu,
Seperti lelaki kesepian lainnya,
yang tidak memiliki teman atau kenalan.
Jadi aku berjalan sambil bersenandung, hingga tiba-tiba…
Nona?..
Hei jalang! Ke mana kau pergi?
Mundur, dasar kotoran!
Kau melawannya. Itu seperti duel yang menegangkan.
Kau lihat itu? Mengapa kau lari dariku?
Aku tidak mengenalmu, kupikir kau juga…
Mengapa? Kau mengenalku sekarang?
Sedikit. Mengapa kau gemetar begitu? Apa kau takut?
Tidak! aku hanya sangat terguncang. Seperti mimpi.
Tidak pernah terpikir aku akan berbicara dengan wanita sebaik dirimu.
Ah, jangan berkata begitu
Aku pemalu di hadapan wanita.
Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan pada mereka.
Padahal aku berusia 26 tahun,
Aku belum pernah berbicara begitu pada wanita mana pun.
Aku tidak pernah berharap apa pun selain mungkin suatu hari aku bertemu seseorang.
Jika kau tahu betapa sering aku jatuh cinta!
Pada siapa? pada siapa?
Pada siapa pun, hanya pada bayangan ideal yang hadir dalam mimpiku
Ah, kau tidak mengenalku…
Aku menyusun kisah cinta penuh dalam khayalanku…
Kau akan menganggap lucu jika aku ceritakan berapa kali
Aku membayangkan berbincang dengan bangsawan di jalan.
berbicara dengannya dengan sopan, malu, namun penuh hasrat;
menjelaskan bahwa aku akan mati sendiri, agar ia tidak menolak,
dan bahwa yang kuinginkan hanya
dua atau tiga kata penyemangat dan ia mau mendengarkan.
Dan kau tertawa.
Jangan tersinggung, aku tertawa karena kau melawan dirimu sendiri.
Jika kau berusaha, tidak ada wanita baik
yang akan mengusirmu
tanpa memberi kata penguat.
Selain itu, aku pasti menganggapmu gila.
Terima kasih banyak.
Tolong katakan mengapa kau menyimpulkan
bahwa aku adalah tipe wanita yang…
Singkatnya, mengapa kau memutuskan berbicara denganku?
Kau sendirian, dan lelaki itu begitu biadab.
- Tidak, tidak, sebelum itu. - Sungguh, aku tidak tahu
Namun tampaknya… kau menangis, dan aku…
Cukup. Jangan bicarakan itu.
Maaf, tetapi mengapa?
Dan sekarang kita di rumahku.
Aku harus masuk sini, tidak jauh. Selamat tinggal, dan terima kasih.
Begitu saja? Kita tidak akan pernah bertemu lagi?
Lihat, awalnya kau hanya ingin beberapa kata,
dan sekarang…
Tahukah kau, aku tidak akan mengatakan apa pun; mungkin kita berjumpa lagi
Aku akan datang ke sini besok, pasti…
Kau tidak sabar, kau hampir memintanya padaku!
Baik, tetapi… dengarkan aku: aku ingin melihatmu lagi.
Aku berharap bisa bertemu padamu segera!
Baik! Mungkin saja...
Mungkin besok aku akan datang ke sini juga
Jam berapa sekarang?
Hampir sepuluh...
Aku akan berada di sini pukul sepuluh, tapi dengan satu syarat.
Syarat? Katakan padaku. Aku terima semua syarat.
Jangan jatuh cinta padaku.
Aku terbuka untuk persahabatan,
tapi kau tak boleh jatuh cinta padaku.
Ah, aku bersumpah, aku tidak akan, sungguh.
Jangan bersumpah... dan jangan kira aku akan jatuh cinta karena kau berkata begitu.
Aku juga tak punya tempat bercerita,
atau seseorang untuk meminta nasihat.
Ah, kalau kau tahu betapa berharganya nasihat seorang teman.
Nasihat apa? Ceritakan padaku, tentang apa itu?
Tidak, biarlah ini tetap rahasia dulu.
Mungkin aku akan ceritakan besok, atau mungkin tidak...
Aku perlu bercerita, agar lebih mengenalmu.
Jadi besok aku akan ceritakan semuanya tentangku.
Aku hanya... tidak tahu bagaimana bertahan sampai besok.
Kalau kau tidur nyenyak, kau akan bertahan.
- Baiklah, sampai jumpa. - Sampai besok!.
Dan dia pergi,
dan aku tetap di sini menatapnya.
Lalu...
Aku berjalan keliling kota sepanjang malam,
memikirkan dirinya...
...dan terus mengulang kata-kata yang sama:
Sampai jumpa besok...
Sampai jumpa besok...
MALAM KEDUA
Lihat, kau bertahan.
- Selamat malam. - Selamat malam, tuan.
Aku sudah di sini beberapa jam.
Kau tak tahu apa yang terjadi padaku hari ini.
Aku tahu, aku tahu, tapi sebelum itu,
Jangan genggam tanganku terlalu erat.
Aku ingin kau tahu, aku memikirkanmu sepanjang hari.
Benarkah?
Dan kau memikirkan apa?
Aku sampai pada kesimpulan bahwa aku benar-benar tak mengenalmu,
bahwa kemarin aku bersikap kekanak-kanakan
dan sekarang aku ingin tahu segalanya tentangmu.
Ayo!
Dan ceritakan kisahmu.
Kisah? Aku tak punya kisah.
- Mengapa tidak? - Ya, tidak.
Lalu bagaimana kau hidup sampai sekarang?
Aku hanya hidup sendiri, tanpa kisah,
sayangnya sendiri,
hanya sendiri.
Sangat sendiri?
Kau tak pernah melihat orang lain?
Ah tidak! Aku melihat orang. Tapi tetap sendiri.
Tapi bagaimana?, kau benar-benar tak bicara dengan siapa pun?
- Tepatnya, tidak. - Lalu siapa dirimu?
- Aku... seorang pria! - Seorang pria?
Pria?
Pria jenis apa?
Jadi, pria dari jenis tertentu
Senang rasanya bersamamu.
Ada bangku di sini!
Mari duduk
Ayo, mulai bicara.
Sesuatu mengatakan padaku kau punya kisah menarik.
Pertama, apa itu pria?
Pria? Pria itu sesuatu yang asli...
ya..., karakter yang unik.
Omong-omong:
kau tahu arti "pemimpi"?
Pemimpi? Aku bisa menjelaskannya. Aku juga seorang pemimpi.
Terkadang duduk di dekat nenek dan banyak hal lain muncul di pikiran.
Pernah bermimpi seorang pangeran Tionghoa menikah denganku.
Indah, indah sekali!
Nah, kalau kau menikah dengan pangeran Tionghoa,
maka kau akan mengerti aku.
Maaf, aku belum tahu namamu.
Akhirnya kau ingat juga!
Ya ampun! Padahal kupikir semuanya baik-baik saja!
- Namaku Nastenka! - Nastenka!
Jadi, Nastenka, dengar. Kisah ini lucu.
Ada beberapa rumah besar dan aneh di Petersburgo...
Seolah matahari tak pernah menyinari rumah itu.
Matahari yang seharusnya menyinari semua orang.
Ada cahaya berbeda yang bersinar,
seolah sengaja untuk mereka
dan cahaya baru muncul bagi mereka.
Di sana tinggal beberapa orang aneh, pemimpi.
Pemimpi itu, Nastenka, bermacam-macam:
Beberapa bermimpi menata ulang kehidupan di bumi,
Yang lain bermimpi tentang kemajuan teknologi,
dan pemimpi seperti aku,
Mereka berbeda sekali,
Bahkan aku katakan mereka bukan manusia sepenuhnya,
melainkan semacam makhluk netral.
Lihat pria bodoh di depanmu ini,
dia seorang pemimpi.
Lihat bagaimana pikirannya melayang?
Kau kira ia memikirkan urusan bisnis,
makan malam atau perayaan besok?!
Tidak, dia sedang bermimpi!
Sekarang ia hidup dalam dunia imajinasi.
Dunia yang nyata hanya baginya!
Dari pandanganmu, kau dan aku, Nastenka,
hidup kita tampak jelek, malas, dan lambat.
Tetapi lihatlah ilusi dan bayangan fantasi
yang muncul begitu saja dari asap ruangan ini...
Lihatlah!
Ini, Nastenka, adalah dunia fantastis pahlawan kita.
Dan apa yang bisa menarik pemalas ini ke dunia nyata?,
hidup yang kau dan aku jalani.
Ia yakin realita itu miskin dan menyedihkan.
Namun akan tiba, Nastenka, saat menyedihkan ketika,
kau ingin menukar semua tahun fantasi dengan satu hari kenyataan.
Akan datang waktu ketika hatimu lelah,
fantasimu kering dan semua ilusi itu
menjadi debu...
...dan kau akan bertanya pada dirimu sendiri:
No comments yet. Be the first to leave one.