200 baris pertama.
BEBERAPA ADEGAN MENGANDUNG KEDIPAN CAHAYA YANG DAPAT MEMENGARUHI PENONTON
SEBELUMNYA DI PACHINKO
DENGAN KERENTANAN EPILEPSI FOTOSENSITIF ATAU JENIS SENSITIVITAS GAMBAR LAINNYA.
Dan Isak rentan bersikap idealistis.
Kok, dia menikahi gadis seperti itu?
Suamimu berutang 160 yen pada bos kami.
Harus ada yang melunasinya.
Solomon, tunjukkan pada Tetsuya.
Ini utangku.
Ya, aku lihat.
Akulah yang harus membayarnya.
Pak, apa tanggapan Anda terhadap tuduhan kejahatan itu?
PERUSAHAAN KUROHANA
Saya maklum ada orang di dunia keuangan yang tak memercayai kami
karena keterlibatan kakek saya…
Solomon, siapa itu?
Tiga tahun, Bung.
Hana.
Melibatkan orang seperti dia…
Seharusnya kabari aku kalau mau datang.
Seharusnya dia jangan dipercaya! Dia menipu kita!
Untunglah aku datang.
Sekarang para jalang itu tahu kau milik siapa.
Mungkin Hana? Dia pasti sangat berarti bagimu.
Ada orang yang mampu membuat kita tergila-gila.
Solomon! Sebelum terlambat.
Sikap macam apa itu?
Solomon, lihat.
Aku tak punya uang hari ini.
Lihat.
Nasinya keras.
Jangan sentuh jika kau tak mau beli.
Ini dibungkus. Ini memang untuk disentuh.
Menurutmu Amerika seperti ini?
Seperti toko kelontong?
Semua sudah dikemas, siap dibeli. Ada banyak pilihan. Aku suka.
Hei.
Ayo kabur ke Amerika bersama-sama.
Apa maksudmu? Kita tak punya uang.
Uang mudah dicari jika kita tak ambil pusing soal asal uangnya.
Tentu saja asal uangnya penting.
Amin untuk Solomon.
Kau dibesarkan dengan sangat baik. Kehidupan membosankan menantimu.
Aku tak seperti itu.
Aku ingin melihat semuanya.
Hawaii. Paris. Penguin.
Tapi yang paling utama, Hawaii.
TOKO MAKANAN
Pak Nagano,
ibuku selalu memuji kecerdasanmu.
Tapi kau sudah menikah, 'kan? Dia kehilangan kesempatan.
Aku sudah mencoba ayam goreng ibumu, Hana.
Katakan padanya akulah yang kehilangan kesempatan.
PERMEN
Jangan.
Buktikan aku lebih berarti daripada para jalang dari sekolahmu.
Kau sudah tahu perasaanku.
Ambillah.
Tunggu, apa isi sakumu?
Lari!
Hana!
Pak Nagano, ini salahku!
Ternyata ini tujuanmu!
- Kau tak malu, ya? - Maaf. Akan kubayar.
Hidupnya sudah susah dengan ibunya yang janda.
Aku janji, kami tak akan ke sini lagi!
Kau tak akan lolos semudah itu!
Aku tahu cara menangani orang sepertimu.
Berengsek!
Halo? Aku menangkap pengutil di tokoku. Tangkaplah dia.
Kumohon, ayahku bakal marah besar!
Orang Korea lagi, mereka pengacau.
Aku ingin dia ditangkap.
Sekarang.
Jika aku tak bertindak, anak ini tak akan jera.
Segeralah ke sini.
Solomon, hentikan!
Jangan! Solomon!
Apa kau terluka?
Tidak, aku baik-baik saja.
Kau ayahnya?
Dia belum pernah melakukan hal seperti ini.
Makanya, kami menyebutnya pelanggaran pertama.
Inilah awalnya.
Tidak, dia tak akan mengulanginya.
Sumpah.
Si pemilik toko meminta kami memberi tahu sekolahnya…
Dia bakal diskors!
Bahkan dikeluarkan.
Dia melakukan kejahatan.
Itu hanya permen!
Aku tahu perbuatannya salah
dan aku akan memarahinya habis-habisan.
Tolong bebaskan dia.
Halo?
Ya, aku sedang menangani masalah ini.
Kenapa begitu?
Tapi pengutil harus…
Begitu.
Ya, aku paham.
Lihat aku.
Sepertinya kau punya teman yang sangat berpengaruh.
Kau boleh pergi.
- Sudah beres? - Aku diperintahkan untuk membebaskannya.
Siapa yang menelepon?
Itu tidak penting.
Katakan.
Kenapa kau mengutil?
Itu salah Hana, 'kan?
- Bukan! - Katakan sejujurnya.
Tak ada kaitannya dengan Hana.
Baiklah.
Ayah percaya padamu.
Jangan kau ulangi.
Tapi kau belum bebas dari hukuman.
Ayah akan mengirimmu ke Amerika.
- Sudah ayah putuskan. - Aku tak mau!
Kau tahu, ibumu tak ingin kau tumbuh di sini.
Tapi ayah ingin bersamamu. Ayah egois.
Kini ayah paham ayah salah.
Aku tak bisa meninggalkan Hana!
Apa kau tahu malam ini bisa saja lebih parah?
Aku tak mau pergi. Ini rumahku.
Reputasimu akan selalu buruk di sini. Kau akan pergi.
Nenekmu akan sedih,
tapi akan ayah yakinkan ini yang terbaik untukmu.
Masuklah.
BERDASARKAN BUKU KARANGAN MIN JIN LEE
Apa kau gila?
Tahu wanita apa yang pergi ke sana?
Pelankan suaramu.
Seluruh lingkungan tahu!
Dari mana lagi aku tahu?
Kami hanya berusaha membantu.
Apa aku bukan kepala rumah tangga lagi?
Karena itu yang kau tunjukkan pada semua orang!
Bukan begitu.
Tentu kau kepala rumah tangga.
Kau juga. Kau tak malu?
Situasi kami sudah cukup sulit di sini…
tanpa kalian berdua yang tak tahu malu.
Pantas mereka memandang hina kita!
Dia tak ada kaitannya dengan ini.
Ini ideku.
Kami tak pernah punya masalah sebelum kau datang ke rumah ini.
Kini aku harus bagaimana?
Bagaimana aku bisa keluar
setelah tahu wanita bodoh membayar utangku?
Aku akan dianggap tidak jantan!
Kenapa kau bicara begitu?
Dari mana arloji itu?
Itu pemberian ibuku.
Ibumu?
Seorang janda yang mengelola pondokan punya arloji seperti itu?
Aku sesak di sini.
Kami tahu kami salah. Kami minta maaf.
Kumohon, pulanglah.
- Sunja! - Tak mungkin.
Belum waktunya bayi ini lahir.
Sayangnya, kami tak bisa berbuat banyak.
Putri kalian sudah cukup lama sakit.
Saat ini sudah mustahil ditolong.
Jika rumor kami punya pasien AIDS di sini menyebar…
Dengan kata lain, kami tidak siap merawatnya.
Tolong jangan berkata begitu.
Kusarankan kalian merawatnya di rumah.
Dokter keluarga melindungi…
Tidak. Dia layak kau rawat.
Aku paham perasaanmu.
Tapi aku tak mungkin menyuruh stafku merawatnya…
Akan kurawat.
Pindahkan pasien ke bangsal terpisah.
Kurasa kami bisa merawat putri kalian.
Terima kasih banyak.
Baiklah.
Terima kasih atas kesediaanmu.
Jujur, tidak ada obatnya.
Kami tak tahu sampai kapan dia akan bertahan.
Bisa beberapa bulan.
Bisa beberapa minggu atau bahkan beberapa hari.
Maaf aku mendatangimu seperti ini, tapi aku putus asa.
Kukira awalnya dia hanya bergaul dengan geng pemuda di dekat dermaga,
tapi aku takut dia terlibat dalam hal yang lebih berbahaya.
Aku sangat cemas. Dia anak sulungku.
Jika terjadi sesuatu padanya…
Aku harap kau bisa membujuknya.
Kenapa kau mengira aku bisa membujuknya?
Pendeta Yoo lebih cakap.
Kau lebih muda dan lebih antusias.
Kau akan lebih memahami anakku.
Aku orang baru. Aku tak bisa…
Dia tak lagi menjawab pertanyaanku.
Katanya, makin sedikit aku tahu, aku makin aman.
Apa maksud ucapannya itu?
Aku sudah kehilangan suamiku di sini.
Jika aku kehilangan putraku juga…
Jangan khawatir.
Aku akan menemuinya.
Aku tahu sebagian orang menganggapmu terlalu muda
dan terlalu cuek karena latar belakangmu yang istimewa,
No comments yet. Be the first to leave one.