200 baris pertama.
Gun Woo-ssi sudah menjadi bawahan Tetua di Seongbuk-dong.
Keluarlah dari sini.
Ini adalah awal penebusan dosamu terhadap Aboenim-ku.
=Park Hoejang Moojin Grup menderita darah tinggi dan pneumonia.=
=depresi, infark miokard dan penyakit lainnya.=
=Dikarenakan kondisi kesehatannya yang memburuk...=
= Episode 7 =-
-= Episode 7=- Singa tua sudah terpancing keluar dari kandangnya.
Pertempuran berdarah akan dimulai sekarang.
Abeoji...
Demi pertempuran ini, kau harus menjadi orang yang dibutuhkan oleh seseorang.
Ha?
Siapa?
Park Gun Woo.
Pria itulah yang harus kau curi.
Be--Bercanda kan ini?
Memang seharusnya ditertawakan.
Terlalu kaget sampai aku lupa tertawa.
Daepyo-nim...
Meskipun Abeoji-nya telah kembali,
tidak segampang itu Park Gun Woo akan menyudahi hubungannya dengan Seongbuk-dong.
Dia adalah orang yang seperti itu.
Begitu sudah mengambil keputusan, tidak akan bergeming.
Dalam jangka pendek, ataupun jangka panjang
ia akan menjadi aral yang melintang di depan jalanku.
Orang itu harus disingkirkan.
Jika tidak, semua rencanaku yang sekarang dan juga bisnisku
akan gagal berantakan.
Kalau begitu yang Anda maksud dengan "curi" itu mengacu ke apa?
Jadikan ia sebagai orangmu.
Kendalikan...
Pria itu.
Se--Sebentar.
Dia pernah menyukaimu dulu.
Mungkin dia masih belum melupakan perasaan ini.
Bagaimana caranya saya bisa membohongi orang yang seperti ini?
Kau itu tidak percaya diri atau tidak mau?
Saya juga tidak jelas yang mana.
Sepertinya dua-duanya.
Baiklah.
Jangan salah paham!
Saya bukannya menolak. Sama sekali bukan.
Tapi jika saya mendekati Park Gun Woo sudah pasti dia akan merasa curiga.
Sekalipun setelah berhasil membuatnya percaya,
Memperalat orang dengan cara seperti ini...
Saya tahu jika rencanamu itu sangat penting.
Beri saya waktu satu hari untuk mempertimbangkannya.
Baik, kau pikirkanlah.
Keluarlah!
Maaf, karena permintaan ini terlalu mendadak--
Aku sudah tahu.
Apa kata Daepyo-nim?
Eh? Apanya?
Hidden card.
Beliau pernah bilang jika kau adalah hidden card-nya.
Karena itu pasti kau diberi misi penting.
Dia memintaku mencuri.
Curi?
Curi apa?
Teknik Jagga-nim dalam memasak teh herbal.
Hei, Lee Se Jin!
Dia tidak bilang sesuatu yang istimewa.
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: D
Subtitle oleh: Da
Subtitle oleh: Dam
Subtitle oleh: Damn
Subtitle oleh: Damn!
Subtitle oleh: Damn!S
Subtitle oleh: Damn!Su
Subtitle oleh: Damn!Sup
Subtitle oleh: Damn!Supe
Subtitle oleh: Damn!Super
Subtitle oleh: Damn!SuperS
Subtitle oleh: Damn!SuperSu
Subtitle oleh: Damn!SuperSub
Subtitle oleh: Damn!SuperSub
Subtitle oleh: Damn!SuperSub I
Subtitle oleh: Damn!SuperSub In
Subtitle oleh: Damn!SuperSub Ind
Subtitle oleh: Damn!SuperSub Indo
Subtitle oleh: Damn!SuperSub Indon
Subtitle oleh: Damn!SuperSub Indone
Subtitle oleh: Damn!SuperSub Indones
Subtitle oleh: Damn!SuperSub Indonesi
Subtitle oleh: Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn! Super Sub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ to to ro ~
Gun Woo, aku tahu alasan kau berbuat seperti itu adalah gara-gara Moo Sam.
Kelak aku akan mendengarkan laporan di sini dan meng-ACC dokumen.
Tidak akan mengizinkan Moo Sam jadi hoejang.
Juga akan mencegah dia memecah-belah perusahaan.
Karena itu...
Aku pasti akan kembali.
Tapi terlebih dahulu aku harus membayar hutang budiku pada Tetua dikarenakan Jageun Abeoji.
Hei!
Gun Woo!
Sudah kau pastikan?
Hari di mana ia berkunjung ke kantor,
Seo Daepyo mengunjungi Hoejang-nim.
Aku sempat penasaran hadiah besar yang dia maksud itu apa.
Seo Yi Kyeong sungguh hebat.
Dia bisa melunakkan tabiat Abeoji yang keras.
Sepertinya bukan kebaikan yang tulus.
Pasti ada niat tersembunyi yang lain.
Tetap saja aku merasa bersyukur.
Dibandingkan dengan mengenakan seragam napi, dia memakai baju pasien
aku merasa jauh lebih lega.
Kenapa masih belum tidur?
Baru saja mau tidur.
Ada masalah apa di kantor?
Mana mungkin ada masalah.
Kalau mau bilang masalah, itu dikarenakan aku terlalu disukai orang-orang.
Perlakukan Daepyo-nim dengan baik ya!
Dia itu adalah orang yang berjasa bagi keluarga kita.
Aku bersedia. Aku mau mencoba.
Tidak perlu.
Bukan menggantikanku sehari dua hari.
Hati kecilmu akan tersiksa. Nuranimu akan mengutuk.
Jika tekadmu tidak cukup kuat,
pada akhirnya kau akan menyerah karena merasa dipaksa.
Daripada seperti itu, lebih baik jangan.
Aku sanggup.
Jika rencanamu gagal,
saya juga akan ikut hancur.
Perjalananku masih panjang. Saya tidak ingin berakhir seperti begini.
Saya akan melakukannya sesuai dengan instruksimu.
Orang itu juga sudah menerima undangan.
Saya sangat penasaran akan suatu hal.
Daepyo-nim, Anda sungguh tidak keberatan?
Dia adalah orang yang baik hatinya.
Kenangan tentangnya juga sangatlah indah.
Hanya itu saja.
Tidak ada arti yang berlebih.
Dan sekarang dia adalah aral yang melintang di depan jalan kita.
Abeoji-mu harusnya sudah sangat terdesak.
Dia merasa akan kehilangan putranya sendiri.
Karena itu dia bersedia mundur dari bisnis Dubai itu.
Memilih bebas dengan jaminan menggunakan alasan kesehatan.
Sudah kujelaskan semuanya pada Abeoji.
Sebelum hutang budiku terbayar semua, saya tidak akan berpaling.
Tidak ada hutang apa-apa.
Aku juga tidak berbuat banyak.
Sebaiknya kau pulang sekarang. Ke rumah sakit menjaga Moo Il yang sakit.
Tetua...
Tahukah kau kenapa aku memilihmu dan bukan memilih putri Bong Soo?
Aku melihatmu dari kecil hingga beranjak dewasa.
Aku sangat mengerti karakter dan sifatmu.
Tapi sifatnya sama sekali tidak kupahami.
Walaupun dia sangat kompeten.
Anda merasa saya tidak bisa dipercaya?
Karena masalah Hoejang-nim yang sudah bebas,
suasana hati Tetua agak terganggu.
Mau aku melupakan bakti pada orang-tua dan bersumpah setia padanya...
Secara tidak langsung maksudnya seperti itu.
Undangannya sudah kau terima?
Keponakan Tetua ingin menggunakan kesempatan ini
membina hubungan dengan pengusaha dari generasi yang lebih muda.
Harap kau bisa hadir sebagai wakil dari Moojin Grup.
Aku berangkat dulu.
Aku bersama Daepyo-nim akan berada di lantai 2.
Di tengah-tengah nanti saya akan menghubungimu.
Halo!
Aku adalah penyelenggara pesta kali ini. Namaku Jang Han Il.
Jika boleh bertanya, Anda adalah...
Saya Lee Se Jin dari Galeri S.
Daepyo-nim kami berhalangan, jadi saya mewakilinya datang.
Ah, senang bertemu dengan Anda.
Silakan sebelah sini.
Son Hoejang sudah tiba.
Seonbae-nim, aku datang.
Selamat datang.
Senang sekali rasanya bertemu denganmu.
Kabarnya Hoejang-nim mendapat pembebasan bersyarat dengan alasan kesehatan.
Syukurlah.
Orang-orang tua itu berseteru tiada habis-habisnya.
Antara kita, jangan sampai seperti itu.
Bukankah begitu?
Ah, sini kuperkenalkan.
Ini adalah hubei-ku waktu kuliah.
Moojin Grup, Park Gun Woo.
Ini adalah Lee Se Jin-ssi dari Galeri S.
Aku tahu. Sebelumnya sudah pernah ketemu.
Oh ya?
Hei, Park Gun Woo...
Kukira kau cuma tahu kerja saja.
No comments yet. Be the first to leave one.