200 baris pertama.
Aku akan kembali kepada kalian sore ini
dengan semua persediaan.
Sersan Terrance Jeffords,
empat tahun silam di tanggal yang sama,
kau bilang aku terlalu tua untuk menari cacing.
Aku bersumpah membuktikan kau bodoh.
Hari ini adalah waktunya.
Lihat ini.
Aku bersemangat!
Aku sedang mengumumkan bahwa mantan kapten kita,
Kapten McGintley, baru meninggal.
Astaga.
Kita akan ke LA untuk pemakamannya pekan depan.
Detail keberangkatan menyusul.
Hei, ada yang melihat cacing?
Karena ayam gaul ini lapar.
Charles, seseorang telah meninggal. Baca situasinya!
KAMIS PUKUL 10.29
Ya ampun.
Hari yang sedih.
Hari yang sedih.
Rasanya gila saat McGintley menjadi Kapten.
Seperti era koboi.
- Ya, kita bergembira. - Aku tidak.
Di tiap foto itu, aku terlihat tegang dan khawatir.
Sementara yang lain mengalami puncak kebahagian.
Karena mereka bebas stres, tak seperti golongan darah A.
Jake, apakah aku terlalu tegang?
Bukan terlalu tegang.
Kau hanya sangat tegang.
Itulah yang membuatmu tegang. Sangat tegang.
Tidak. Tidak lagi.
Dari sekarang, aku akan sangat tenang.
Di mana pestanya?
Pertanyaan jebakan. Pestanya ada di sini, Bung!
Halo, Nyonya McGintley. Aku turut berduka cita.
Jadi, siapa yang kau sukai?
Apa?
Kau belum berpacaran sejak putus dari Pimento.
Pemakaman adalah momen terbaik.
Kesedihan adalah perangsang yang kuat.
Tidak.
Lalu kenapa orang menangis saat seks?
Aku belum siap, Boyle.
Sepertinya hal ini makin menarik.
Dan seperti itu, aku pergi.
- Halo Raymod. - Komandan Aggerton.
Aku tak menyangka kau terbang ke sini.
Aku suka McGintley. Teman minum bir yang asyik.
Tak ada anggota lain yang bisa kuajak minum bir.
Ya, itulah masalah NYPD.
Kau bertemu Komisoner Senin pagi.
Kau tak mendengar ini dariku, tapi Komisioner pensiun tahun depan.
Mereka membuat daftar pengganti, dan kau salah satunya.
- Wawancara pertamamu. - Sungguh?
- Apa? - Astaga.
- Apa yang terjadi? - Kapten Holt akan diwawancara
untuk menjadi Komisioner NYPD.
Dia akan meraih impiannya menjadi Komandan Tertinggi Keadilan.
Jangan terbawa suasana.
Siapa bilang aku tertarik menjadi komisoner?
Kau, selalu, sejak hari pertama kita bertemu.
Aku tertarik menjadi Komisioner.
- Kabar bagus - Tapi meski begitu,
mungkin prosesnya panjang.
Maksudku, ada banyak nama di daftar itu.
Tidak, hanya empat.
Ya, tiga orang payah dan kau.
Pak, kau kandidat sempurna.
Cerdas, dihormati, dan harum.
Itu tak ada hubungannya.
Aku ingin katakan itu. Kayu cendana?
- Tolong tenang. - Benar. Agar tak sial.
- Aku tak percaya itu. - Bagus.
Maka boleh kubilang ini sudah pasti.
Kau akan lebih harum sebagai Komandan Tertinggi.
Ayo lakukan!
JUMAT PUKUL 13.14
Aku tak sabar naik pesawat.
Aku memakai poin untuk dapat kursi kelas satu.
- Hebat, Sersan. - Ini pasti akan hebat.
Minum mimosa, makan hummus tiga porsi,
menonton Bridget Jones's Baby.
- GPS bilang belok kiri. - Belok kiri.
Tidak, rute ini lebih cepat.
- Terserah kau, Komisioner. - Jangan panggil begitu.
Baik, akan kupanggil "Mis..."
Bukan, Mishy Elliot...
Bukan, Mish-es Doubtfire.
Astaga!
- Apa? Ada apa? - Nakatomi Plaza.
Ini monumen paling penting di Amerika.
Gedung di film Die Hard.
Bisa kita masuk? Untuk menghormatinya?
Pesawat kita terbang 3,5 jam lagi, dan...
tapi apa artinya waktu?
#Legalkan.
- Bisa kita masuk? - Baik, cepatlah.
Bagus!
- Berhenti di sana, Argyle! - Apa?
Itu nama sopir di filmnya. Kita ke Nakatomi Plaza.
Harus bermain peran.
Astaga.
Ini lebih bagus dari yang kubayangkan.
Lantai ini masih dibangun.
Tepat seperti di film!
Charles, di lantai ini, John McClane lari bertelanjang kaki.
Potret aku!
Di sini John McClane bilang, "Selamat datang di pesta."
Potret aku!
Di sini dia berkata, "Keluar. Lawan bersama."
Potret aku.
Di sini, meski tak ada dialognya,
John McClane sadar dia harusnya menjadi suami yang lebih baik.
Potret aku.
Potret aku!
Tapi dia melepaskan pengamannya, dan Hans jatuh!
Bagus.
Bagus.
Baiklah, ke-600 foto ini bagus. Kita harus ke bandara.
Masih ada waktu.
Tak ada lagi yang bisa dipotret.
Baiklah, ayo pergi.
Pintu terkunci.
Aneh. Penjaga tak menutupnya.
Ingin kudobrak, tapi ini kaca antipeluru.
Tak ada sinyal di sini.
Kawan, santai saja. Nikmati saja.
- Perjalanan harus seperti jazz. - Tidak.
Kursi baring menantikanku, dan aku ingin tidur di sana
dengan handuk hangat membungkus kepala botakku!
- Tolong! - Baiklah, semuanya tenang.
Aku yakin penjaga akan kembali lima menit lagi.
Pesawat akan terbang.
Aku seharusnya duduk di samping orang yang hampir terkenal.
Jangan menyerah. Jika kita diselamatkan sekarang,
jalan tak macet, dan mobil berjalan lancar,
dan sekuriti tenang dengan senjata kita, kita masih sempat.
- Kalian tak apa? - Ya! Lihat?
Kubilang jangan menyerah.
Ini keajaiban. Kita masih sempat!
Ya, kita melewatkan penerbangan.
Tak apa. Kita bisa naik yang berikutnya. Ayo lihat.
Dibatalkan. Apa yang terjadi?
Ada badai besar di Barat Tengah.
- Semua penerbangan dibatalkan. - Astaga.
Aku tahu ini waktu yang salah, tapi kita berdiri 23 meter
dari tempat Argyle menjemput John McClane di bandara.
- Potret aku. - Ya.
Paling cepat, kita baru bisa terbang Senin sore.
Aku mencoba semuanya. Aku meminta dan memohon.
Bahkan kubilang Scully mengidap penyakit langka, dan seperti bayi besar.
- Kau bilang itu Scullyosis? - Rosa.
Itu amat bagus, tapi sudah tak berguna.
Aku tak boleh menunggu di kelas satu karena pesawatku sudah terbang.
Aku mengambil ini dan lari.
Kau yang tersisa dari impianku, Mr. Mint.
Baiklah, hentikan itu.
Ada masalah yang lebih besar.
Wawancara Kapten Holt itu hari senin.
- Bisa dijadwalkan ulang? - Tidak!
Dia akan melawan pesaing terbaik.
Kesalahan terkecil bisa menggagalkannya, dan...
tapi terserahlah.
Itulah yang terjadi, Daddy-O.
Kapten Holt mewujudkan impian kita, yaitu pergi ke Nakatomi Plaza.
- Hanya kau. - Kini
kita harus membalasnya mewujudkan impiannya.
Kembali ke New York untuk wawancara.
Waktunya sampai Senin pagi, dan itu butuh...
48 jam berkendara dari LA ke New York.
- Masih ada banyak waktu. - Tidak banyak.
Kuperiksa semua rental mobil. Tak ada mobil yang tersedia.
Aku akan membatalkan pertemuannya.
Tidak dalam pengawasanku.
Kita hanya perlu berpikir. Pasti ada cara.
Dapat!
Kuperkenalkan RV terbaik yang tak ternilai harganya.
The American Creeper.
Kalian tak boleh menderita untukku.
Menderita? Ini mimpi jadi nyata. Ini perjalanan lintas negara.
Ini kegiatanku bersama ayahku di musim panas.
Memutar lagu tema Annie , dan makan makanan cepat saji.
Dan saling berbagi rahasia.
Takkan kuberi tahu siapa pacarku.
Baik, aku yang pertama menyetir.
American Creepers, mari menjadi seram!
Hei, sudah satu jam.
Klakson kemenangan.
Astaga.
Klaksonnya macet.
Jangan memakai klakson.
TIGA JAM
Apa itu, Sersan?
Kupanggang serbet basah agar jadi handuk panas.
Hanya karena kita ada di RV seram
bukan berarti tak bisa di kelas satu.
Seperti aslinya.
SEMBILAN JAM
- Puff keju, Pak? - Tidak, terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.