200 baris pertama.
DANDER EVERYAGENT
VICE adalah perusahaan berbasis multimedia dari New York yang fokus pada berita internasional, kesenian & kebudayaan.
Mempunyai cabang di 34 negara, perusahaan tersebut terkenal dengan meliput berita provokatif & kontroversional yang biasa diabaikan oleh media pada umumnya.
Jurnalisme modern menghasilkan berita paling original dan menarik, dengan gaya yang biasa disebut "Imersionisme."
Aku Sam Turner dan kami berada di Kantor Pusat VICE di Williamsburg, Brooklyn
bersama salah satu fotografer fashion favorit kami,
Beberapa hari yang lalu, ketika kami jalan-jalan
dia cerita tentang kakaknya dan membuat kami tak bisa berkata
untuk beberapa saat.
Setelah mendengar semuanya, kami langsung berpikir, untuk mengambil bagian di sini.
Setelah berjuang melawan kecanduan narkoba, kakaknya Patrick meninggalkan New York untuk bergabung komunitas sederhana yang tinggal di pedalaman Mississippi.
Kepedulian akan kesembuhan kakaknya semakin bertambah ketika dia menerima surat misterius.
Mau kubacakan?
Baca.
Ok, isinya, "Salam Patrick, maaf lama tak mengabarimu.
Aku sedang bekerja keras dengan semua orang untuk membangun sebuah komunitas
di mana nanti kita bisa hidup bebas sesuai keinginan Tuhan.
Kami belum selesai, tapi hampir.
Ini adalah tempat terindah yang pernah kulihat dan aku akan senang jika kau datang.
Kami punya banyak teman di sini namun aku merindukanmu."
Lalu isinya "Kakakmu, Caroline," dan ada nomor hapenya juga.
Nomor hape tersebut menghubungkan Patrick ke seseorang yang menjelaskan bahwa kakaknya sudah pindah bersama anggota komuitas lainnya.
Dia tidak memberitahu lokasi tepatnya, hanya instruksi harus terbang ke mana, akan ada helikopter yang membawanya ke tempat selanjutnya.
Sam meyakinkan Patrick untuk mengikutsertakannya beserta anggota VICE lainnya untuk mendokumentasikan perjalanan mengerikan ini..
Selama ini kita terjebak di dunia yang kacau,
buruk, dan dipenuhi perang,
tapi belum pernah untuk urusan pribadi dan menegangkan seperti ini.
Kita sudah bulat, untuk meninggalkan New York,
untuk mencari kakakmu di bagian dunia terpencil,
untuk melihat seperti apa komunitas yang diikutinya.
Mungkin kita bisa sebut ini:
"perjalanan VICE dalam reuni keluarga Carter".
THE SACRAMENT "PENGAMPUNAN"
diterjemahkan oleh: D A N D E R
Banjarmasin, 5 Mei 2014.
Aku akan kembali besok pukul 8.
Akan kutunggu 1 jam dan kemudian aku berangkat.
Dengan atau tanpa kalian.
Jangan khawatir, kami akan berangkat.
Aku tidak khawatir. Pukul 8.
Siapa Patrick?
Yeah. Itu aku.
Kami tidak diberitahu bahwa yang lainnya ikut.
Semuanya ada 3 orang.
Apa ada masalah? Kita sama-sama.
Kami harus berhati-hati untuk membawa orang ke Parish.
Tolong berhenti merekam, pak.
Mereka ikut denganku. Aku tak bisa meninggalkan mereka di sini.
Kakakku mengundangku.
Dia bernama Caroline Carter.
Tunggu.
Aku tak mengerti jika ada masalah.
Tunggu.
Semuanya akan diurus.
Okay. Bawa mereka.
Mengerti.
Tidak apa.
Ikuti aku.
Ayo.
Tidak apa.
Naik di belakang.
Naik truk?
Naik di belakang.
Sejauh ini baik saja.
Di sinilah kita, kita berhasil, begitulah.
Kendaraan kami cuma begini,
dan yang pertama kali terjadi
adalah Patrick hampir berdebat dengan salah satu pemandu kami.
Kau tahu merekalah yang kau inginkan
ketika kau berada di tempat seperti ini.
Mung New York sudah memanjakanku, tapi saat seperti ini,
setiap kali kita begini, di mana aku menyadari
ini adalah ide terburuk.
Tidak, kitalah yang punya ide buruk.
Aku tak tahu kenapa kau tertawa.
Rekam sepatunya.
Kau pikir mau kemana dengan sepatu seperti itu?
Apa kau sering bekerja ke mana-mana?
Ya, ke LA, dan Paris.
Sebelum aku ke sini
aku mengambil foto beberapa model di Jersey.
Bung, kau fotografer fashion, nanti kamu beli sepatu baru ya.
Matikan kameranya!
Matikan!
Banyak hal yang tidak berubah.
Kita tidak tertembak, tapi kita harus waspada
agar kita tidak ketahuan sedang merekam.
Patrick akan menjelaskan siapa kita, apa yang kita lakukan.
Aku tidak yakin jika itu bisa membuat lebih baik atau lebih buruk.
Kita berharap agar dia bisa menemukan kakaknya dan meluruskan semua ini.
Dan jika Patrick ditembak, aku akan lari ke belakang.
Secepat mungkin.
Mereka mau paspor kita,
tapi tak akan kuberikan pasporku kepada siapapun.
Dan juga ada semacam donasi.
Tidak tahu juga berapa besarnya donasi itu.
Sejauh ini komunitas ini tak seperti yang kami harapkan.
Patrick?
Okay. Lihat, itu dia.
Hey, tak apa kawan. Tak apa.
Caroline, kau bilang pada mereka? Tak apa, ayo kawan-kawan.
Oh, senang kau ke sini.
Senang berjumpa denganmu. Ada apa ini?
Oh, akan kujelaskan di dalam.
- Hi. - Hi.
Aku Caroline. Senang berjumpa denganmu.
Aku juga. Aku Sam, dia Jake.
Hi.
Kami tidak tahu kalian datang. Aku minta maaf.
Hanya saja... Kami terlalu senang memilikimu.
Kabin sedang dibersihkan untuk kalian berdua.
Bagus.
Apa tak masalah jika kulanjutkan filmnya?
Yeah. Yeah, tentu, tentu.
Kuharap kalian bisa melupakan pengalaman tadi.
Itu tak mencerminkan apa yang akan kau lihat.
Senjata itu sebagai jaga-jaga untuk menjaga tempat ini.
Di sini juga diperlukan keamanan.
Tentu, kami mengerti.
Kau mau masuk?
Yeah. Yeah.
Yeah? Okay, bagus.
Makasih, kawan.
Ya Tuhan, aku tak percaya aku menatapmu sekarang.
Rambutmu pendek sekali.
Yeah, aku memotongnya.
Kau terlihat baik. Kau kelihatan sehat.
Makasih.
Aku tak percaya kau tinggal di sini.
Oh, tunggu sampai kau melihat semuanya.
Ini dia. Selamat datang di Eden Parish. .
Bagaimana menurutmu?
Luar biasa'kan?
Anak-anak, hari ini kita kedatangan tamu.
Tunjukkan keramahan kita
dan tunjukkan diri kita dengan jalan yang sudah Tuhan ajarkan pada kita.
- Tuhan memberkati kita semua. - Oh, yeah.
Aku tak habis pikir kami tidur lebih dari 3 jam tiap malam
selama 6 bulan ketika kami membangunnya.
Tapi Bapa punya ramalan, dan tentu saja dia benar.
Dan inilah surga yang kami bangun di bumi.
Bapa siapa?
Oh, betul. Yeah.
Mungkin terdengar aneh bagi kalian, ya?
Baik, dialah yang memulai semua ini.
Dialah alasan kenapa aku masih hidup.
Dialah alasan kenapa kita semua di sini.
Dia cerdas, aku sumpah.
Aku tau itu aneh, tapi kami memanggilnya begitu supaya lebih mudah.
Apa dia yang bicara di speaker?
Uh-huh.
Bisa kami bicara dengannya nanti?
Um.
Aku tahu kalian temannya dan segalanya Patrick,
tapi kami harus berhati-hati terhadap media.
Semua ini tak mungkin tanpa adanya rahasia.
Rahasia, dari siapa?
Orang seperti kami?
Atau maksudmu pemerintah setempat?
Sebut saja keduanya.
Ada sejumlah orang yang ingin menghentikan apa yang telah kami lakukan.
Mereka pikir ini salah, tapi aku tak mengerti
kenapa masih ada yang menganggap ini salah.
Aku tak pernah bahagia selama hidup,
dan kita tinggal dengan kekayaan yang cukup.
Tapi itu bukan hidup, setidaknya bagiku. Ini baru hidup.
Kami membangun semua ini sebagai komunitas.
Kami akan melakukan apapun untuk menjaganya.
Sejumlah penduduk kami setuju untuk ke sini
agar kalian bisa menginap bersama kami malam ini,
sedangkan aku dan Patrick akan menginap di rumah utama.
Aku tahu ini sederhana,
tapi kalian akan merasa nyaman malam ini.
Ketika kami sampai di sini, sejumlah penduduk kami
bilang inilah tidur ternyenyak mereka.
Sangat damai dan tunggu sampai kau melihat bintang.
Mereka sangat indah. Bagus, terimakasih.
Bisakah kami menemuimu setelah kami istirahat?
Kami mau bicara denganmu jika kau tak keberatan.
Anu... istirahatlah dulu karena aku mau
menghabiskan waktu dengan saudaraku.
Bawa dia, kami tak bisa mengurusnya.
Tapi sungguh, jika kalian memerlukan sesuatu, apapun,
rumah utama di seberang ladang, di belakang paviliun itu.
- Kau lihat? - Yeah.
Jangan sungkan untuk melihat dan mengenal tempat ini.
Penduduk kami sangat baik.
Kedengaran bagus.
Mm-hmm.
- Kau siap? - Yeah.
Baik, selamat datang.
- Terimakasih. - Mm-hmm.
Ok, kurasa aku mau pergi dengannya sebentar.
Baik. Sampai jumpa.
Sampai nanti, kawan.
Kau mau tidur di atas atau di bawah?
Pelit sekali dia sama tempat ini.
Benar?
Tidur ternyenyak selama hidupmu...
Yeah.
No comments yet. Be the first to leave one.