200 baris pertama.
Ramennya enak.
- Terima kasih banyak. - Terima kasih.
Selamat malam, Tn. Yamamoto.
Bagaimana kabar ayahmu?
Kalian tinggal serumah, 'kan?
Terkadang aku berharap menjadi semangkuk ramen.
Setidaknya, itu bisa membuatnya lebih memperhatikanku.
Pasti berat bagimu selama bertahun-tahun ini.
Kau tahu ayahmu seperti apa.
Aku sudah terbiasa.
Hampir lupa.
Bibimu Riko mengajakmu makan malam.
Paman, aku bukan lagi anak kecil yang dulu tinggal denganmu.
Ini memalukan.
Memalukan?
Riko memperlakukanmu seperti anak sulungnya.
Kami bahkan belum menikah saat kau kembali ke Jepang.
Aku ingat pernikahan itu.
Kau grogi sekali, 'kan?
Singkatnya...
Aku adalah kegagalan besar.
Aku selalu iri padamu.
Kau lebih baik dalam segalanya.
Saat kau meninggalkan rumah untuk bekerja di restoran kaiseki...
Aku marah besar.
Berapa banyak koki ramen yang berkesempatan memasak kaiseki?
Hari ini...
Hari peringatan kematiannya, 'kan?
Wisata Kuliner Miki
Menjelajahi Singapura Lewat Makanannya
Menjelajahi Singapura Lewat Makanannya
Jika ada hidangan yang bisa kusaran pada semua orang Jepang...
Yang mengunjungi Singapura yang tropis dan lembap ini...
Maka itu adalah kepiting pedas.
Orang Singapura bisa membanggakan ini...
Sebagai hidangan asli mereka.
Hidangan ini diciptakan tahun 1950-an.
Lalu di tahun 1960-an...
Hook Kok Wai, salah satu anggota Four Heavenly Kings...
Memodifikasinya dengan menambahkan sambal cabai dan telur kocok.
Heavenly Kings adalah bapak...
Hidangan Kanton di Singapura.
Secara tradisional, hidangan ini biasa disantap dengan baguette.
Tapi kini biasanya disajikan dengan roti goreng.
Saat dicelupkan ke saus, adonannya yang manis dan renyah...
Melengkapi hidangan ini dengan sempurna.
Aku selalu memesan roti tambahan...
Untuk menghabiskan saus lezat itu!
Terima kasih, rempah-rempahnya sudah tiba!
Sekarang tengah malam di Takasaki, dan kau telah membuatku lapar.
Pagi.
Makanlah sebelum dingin.
Terima kasih untuk makanannya.
- Masato! - Hei, Paman.
Lihat, aku membuatnya lagi.
Apa itu?
Ini sup.
Satu lagi sup China yang gagal?
Kali ini aku yakin.
Silakan coba.
Kakak.
Lagi-lagi kita kehabisan tusuk gigi.
Ayolah.
Kakak!
Ayah!
Ayah!
Hei!
Semuanya dalam bahasa Mandarin.
Masato-ku tersayang...
Terima kasih telah datang di hidupku
Kazuo Sayang, aku merindukanmu. Apa kau baik-baik saja?
Kecuplah Masato untukku dan kirimi aku surat. Wee.
Akan kutuangkan ini.
Baiklah, tak masalah.
- Bagus sekali! - Bagus?
Seharusnya kurawat dia dengan lebih baik.
Aku mungkin sudah menyusahkannya.
Aku tahu tak mudah bagimu di sekolah.
Paman.
Apakah hati ayah...
Menjadi sekeras batu...
Karena ibuku?
Teganya kau bilang begitu.
Tentu saja tidak!
Ibumu itu seperti...
Sesosok dewi baginya.
Dewi?
Jika bukan karena ibumu...
Kedai ramen ini mungkin tak akan bertahan.
Setiap kembali ke Jepang...
Ayahmu berusaha sangat keras untuk menciptakan rasa baru.
Kreasi mereka...
Menarik banyak pelanggan ke kedai kita.
Ayah terus menghidupkan kenangan pada ibu...
Dalam setiap mangkuk ramen.
Tolong bayar.
Ayo berangkat!
Jaga dirimu. Semoga beruntung!
Terima kasih, Nenek.
- Kota, jangan khawatir. - Sampai jumpa, jangan nakal!
Ayah, aku tidak mau pergi!
Senyum.
Masato, tunggu!
Mau pesan apa?
Satu sup iga babi dan cahkwe.
Maksudmu yao zha guai?
Benar, yao zha guai.
Sup iga babi dan cahkwe.
Kau orang Jepang?
Ya.
Apa kabar?
Baik.
Kau bisa bicara bahasa Jepang?
Sedikit.
Aku suka acara TV Oshin.
Oshin?
Kau suka musik Jepang?
Ya!
Kau suka sup iga babi?
Ya!
Aku suka sup iga babi.
Supnya sangat enak.
Rasa supnya seperti kaldu ramen.
Ini sup iga babi paling enak di Singapura.
Aku senang kau menyukainya.
Masato?
Senang bertemu denganmu. Aku Yamamoto Masato.
Rasanya seperti sudah kenal lama sekali.
Aku Miki.
Ini, sedikit oleh-oleh dari Takasaki.
- Terima kasih. - Sama-sama.
- Silakan duduk. - Baiklah.
Ini warung nasi ayam favoritku.
Bahkan Gordon Ramsay kemari untuk belajar dari mereka.
Ayam panggang dan kukus.
Dan sepiring taoge.
Kau bisa bicara bahasa Mandarin?
Aku sudah bertahun-tahun tinggal di sini.
Begitu, ya.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
- Luar biasa! - Benar.
Ini saus untuk nasi ayam.
Sausnya dibuat dengan cabai segar, jahe, dan bawang putih.
Dan bahan yang paling penting, jus kalamansi.
Kalamansi?
Saus yang enak memakai jus yang baru diperas.
Bukan cuka beras.
Aku mengerti.
Kau bisa tahu dari aromanya.
Aromanya luar biasa!
Sekarang cium aroma nasinya.
Harum!
Benar, bukan?
Nasinya matang dengan baik karena setiap butirnya padat dan utuh.
Aromanya berasal...
Dari serai, jahe, bawang putih, dan daun pandan.
Bahan itu umum dipakai di Asia Tenggara...
untuk memberikan rasa dan warna.
Daun pandan?
Sekarang, lihat ayamnya.
Ayam yang sangat bagus punya lapisan jeli di bawah kulitnya.
Lihatlah.
- Aku melihatnya. - Benar?
Kau sangat ahli soal nasi ayam.
Mau makan?
Mari makan!
Lezat!
- Lezat? - Sangat lezat.
Aku senang kau suka.
Aku lupa rasanya selezat ini.
Aku lahir dan tinggal di sini selama sebentar dengan orang tuaku.
Ya, kau sudah bilang.
- Berapa lama? - Sampai usiaku sepuluh tahun.
Kau belum ke sini lagi sejak itu?
Belum.
Sebenarnya, aku kemari untuk mencari pamanku.
Ibu sering mengajakku ke warung sup iga babinya.
Aku tidak bisa melupakannya.
Itu kenangan yang paling lama kuingat.
- Agak pedas, bukan? - Sangat pedas!
- Tapi lezat, bukan? - Sangat lezat.
Ya.
Bawang putihnya banyak sekali.
Kenapa kau datang ke Singapura?
Aku ke sini dan menikah.
Suamimu orang Singapura?
Orang Jepang.
Maksudku, mantan suami.
- Maaf. - Tidak apa-apa.
Ini sangat enak.
Ini juga enak.
Aku harus mencobanya.
Cobalah.
Miki.
- Masato. - Kuputuskan untuk mampir.
Ini bosku, Hideki.
Senang bertemu denganmu.
Selamat datang di Singapura.
No comments yet. Be the first to leave one.