157 baris pertama.
Kak Cliff, ini Rudeus.
Silakan masuk, tidak dikunci.
Sendirian saja?
Iya.
Hari ini Cliff juga harus menyiapkan upacara pernikahan.
Saat kami pergi ke Benua Begaritt,
Cliff melamar Elinalise.
Benar.
Mereka berdua akan menikah.
Bagaimanapun juga, selamat.
Apa ada yang membuatmu tidak puas?
Belakangan ini, Cliff terlalu sibuk,
jadi kami hanya melakukan itu tiga hari sekali.
Kalau sarang cinta kalian sudah jadi,
seminggu sekali juga enggak akan keluar rumah.
Kamu bikin iri saja, Rudeus.
Kamu pasti melakukannya berdua sama Sylphy dan Roxy sekaligus, kan?
Tidak, tidak, tidak, kami tidak melakukannya bertiga.
Lo? Kalian tidak begitu rupanya.
Melakukannya dengan banyak orang itu lumayan mengasyikkan, lo.
Coba saja minimal sekali.
Jangan! Ini bisikan setan!
Coba saja usulkan itu, hubungan dengan mereka pasti akan rusak!
Jangan dengarkan dia, Rudeus!
Enyahlah, Mara!
Kalau mau,
aku bisa membantu memberi pancingan ke mereka berdua.
Mohon bantuannya, Kanjeng Ratu Elinalise!
Ah, tapi ini tidak ada untungnya sama sekali buatku, kan?
Apa yang harus kulakukan?
Seingatku, Kerajaan Asura punya obat perangsang rahasia.
Memangnya Elinalise butuh?
Setidaknya aku ingin diserang Cliff
yang jadi binatang buas di hari pertama pernikahan.
Baiklah, akan kuusahakan mendapatkan itu.
Membayangkan Cliff tidak bisa menahan dirinya karena obat perangsang...
Cliff Grimoire, sebagai suami,
apakah bersumpah hanya mencintai Elinalise Dragonroad seumur hidupmu?
Aku bersumpah mencintai Elinalise hingga ajal menjemput.
Elinalise Dragonroad, sebagai istri,
apakah bersumpah hanya mencintai Cliff Grimoire seumur hidupmu?
Aku bersumpah mencintai Cliff seumur hidupku.
Sekarang, suami silakan mengalungkan kalung Milis ke sang istri.
Lize, tolong menunduk sedikit lagi.
Ah, maaf.
Istri silakan beri sang suami kecupan janji.
Baik.
Wahai Dewa!
Berkatilah keduanya dengan cinta abadi dan kemakmuran selamanya!
Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation Season 3
Hebat sekali, ya!
Elinalise tadi cantik sekali.
Aku pengin coba pakai bajunya tadi!
Anak gadis memang terpikat dengan yang seperti itu, ya?
Begitulah.
Tapi, acara kita dulu punya kehangatannya tersendiri, kan.
Benar juga.
Roxy ingin mengadakan upacara pernikahan juga?
Tidak...
Suku Migurd sepertinya tidak punya tradisi seperti itu.
Jadi, aku dan Roxy tidak mengadakan upacara.
Tetapi, bila melihat yang seperti itu, apa mungkin dirinya jadi kepingin juga?
Aku tidak butuh upacara, tapi, duh, kamu mengerti, kan?
Maaf, habisnya dahimu begitu indah.
Be-Benarkah?
Rudy, aku juga mau.
Kakak, bisa tidak jangan melakukan itu di tempat seperti ini?
Apa boleh buat.
Aduh, ih!
Jangan begitu, dong!
Dasar, kenapa Kakak selalu saja tidak punya malu begitu?!
Aisha.
Kakak!
Aisha, jangan melingkarkan kakimu begitu.
Iya.
Astaga, kamu itu sudah sebelas tahun, bersikaplah seperti gadis dewasa yang anggun.
Sudah, namanya juga keluarga.
Oh, sebelas tahun?
Apa mungkin ulang tahun kelima dan kesepuluh mereka berdua belum dirayakan?
Selama bencana teleportasi, Paul pasti tidak sempat melakukannya.
Saat pulang nanti, harus kita rayakan dengan meriah bersama-sama.
Oke, sudah kuputuskan.
Ayo adakan pesta.
Musim ini selalu saja ramai seperti biasanya, ya.
Benar juga.
Berbagai orang akan datang saat festival panen.
Barang tidak biasa dari luar akan mudah masuk ke sini,
pasti bisa dapat kado yang bagus.
Mereka berdua pasti akan kaget.
Karena ini pesta kejutan untuk kedua adik perempuanku,
aku langsung minta tolong ke Sylphy dan Roxy.
Tapi, tujuan kami pergi ke kota hari ini bukan hanya untuk itu saja.
Aku sudah memberi pancingan ke mereka berdua.
Rudy?
Rudy!
Kamu tidak apa-apa?
Air liurmu menetes, lo.
Apa sudah lapar?
Gawat, gawat, aku jadi larut dalam khayalan.
Harus pilih dengan benar kado untuk Norn dan Aisha.
Juga menikmati kencan dengan mereka berdua.
Keduanya sama-sama penting.
Maaf, sepertinya mulutku sedikit kendur.
Sudah, ayo lanjut.
Panci yang isinya akan membeku saat dialiri daya sihir,
mungkin bagus untuk Aisha.
Kurasa Aisha akan suka sesuatu yang lebih imut.
Ah, benar juga.
Kalau dipikir, Norn kira-kira suka apa, ya?
Kalau Norn, apa, ya?
Zirah, pedang, atau kuda, kelihatannya dia suka barang anak lelaki.
Oh, kamu tahu banyak, ya.
Aku sendiri ingin bisa akrab dengan dia.
Maaf, ya, sampai memilihkan bajuku juga.
Jangan dipikirkan, aku juga menikmatinya, kok.
Ayo kita segera makan malam.
Sebenarnya aku sudah memesan tempat.
Tempat ini...
yang Nenek bilang padaku.
Kalau bertengkar sama Rudy, katanya disuruh berbaikan di sini.
Oh, Sylphy juga?
Elinalise juga memberitahuku,
"Rudy mungkin mengajakmu sama Sylphy ke penginapan ini."
Jadi, itu maksudnya memang...
Begitu rupanya.
Rudy ini memang cabul, ya.
Apa pun kata mereka, tidak ada masalah.
Karena Kanjeng Ratu Elinalise sudah selesai memberi pancingan!
Ah, kalau mau menginap, aku khawatir sama Lucy.
Tenang, aku sudah minta tolong ke Lilia.
Meski sudah minta tolong.
Yah, kalau Lilia rasanya bisa kupasrahkan dengan tenang.
Sylphy pasti ingin bilang tidak baik kalau kedua orang tua malah menginap di luar.
Aku juga paham itu.
Tapi, benar, tidak perlu cari-cari alasan.
Maaf, Lucy, ampunilah ayahmu yang lemah pada nafsu duniawi.
Ya sudah, kalian berdua.
- Iya? - Ada apa?
Sebenarnya...
Aku sudah pesan kamar.
Kalimat yang setidaknya ingin kuucapkan sekali dalam hidup.
Anu, Roxy, biar kutanya sekali lagi.
Kamu tidak apa-apa, kan, kalau sama aku juga?
Iya, aku sudah siap mental.
Mohon bantuannya.
Malam ini rasanya akan jadi malam terhebat.
Hari ini pesta ulang tahun kejutan akan dilakukan.
Memang banyak yang harus disiapkan...
Selagi itu, aku harus membawa adik-adikku ke luar dari rumah dulu.
Ah, ketemu juga kalian, Roxy, Norn, Aisha.
Ada yang ingin kubicarakan, tolong ikut aku sebentar.
Mau membicarakan apa?
Baiklah, akan kutemani.
Eh?
Itu ajakan dari Tuan Rudeus. Aisha, pergilah sana.
Memancing, ya.
Iya.
No comments yet. Be the first to leave one.