200 baris pertama.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88
Astaga.
Maaf.
Aku...
Ya, tertidur.
Sudah kubilang.
Seharusnya kau tidur.
Apa kau pernah makan?
Ya.
Di malam hari.
Jika lapar.
Ini semacam penghukuman diri?
Ada orang yang seperti itu.
Mereka menghukum diri karena merasa bersalah.
Apa maksudmu?
Kecelakaan ibumu.
Kau merasa bersalah karenanya?
Itu kecelakaan.
Namun, memang tak bisa kulupakan.
Peter Devriendt.
Baik, kirimkan padaku.
Pengacara itu menyalakan ponsel.
Sepuluh menit lalu, sudah dilacak.
Tidak beri tahu Liesbet?
Ayo, masuk.
Di bundaran, ambil jalur ketiga.
Lurus dari sini.
Lurus.
- Sial! - Ya, lampiaskan kekesalanmu.
Aku tahu tujuan kita. Gereja yang ditinggalkan.
Sudah tak dipakai.
IKHS
Ingatlah dan kuduskanlah Hari Sabat.
Untungnya, dia dibius.
Ya, untungnya.
Tato di dahi tak terlalu buruk jika kau tak merasakannya saat dibuat.
Selamat, Vicky. Kau dapat kekasih.
Kenapa anak babi itu ditato?
Untuk dia berlatih?
Kenapa aku tak diberi tahu?
Komisaris, ini Minggu pagi.
Kami kira kau punya kegiatan lain.
Bukan, kami harus gerak cepat, Liesbet.
Pelaku memancing kita ke sini dengan ponsel, tapi dia sudah lama pergi.
- Meski begitu, seharusnya hubungi aku. - Ya.
- Bagaimana kondisi korban? - Cukup baik.
Aku mau sarankan dia tumbuhkan poni agar bisa...
Bekas ban ditemukan di pintu samping.
Motor besar?
Kita berpapasan.
Sial.
Kabari aku.
Tidak ditemukan jejak signifikan di dalam gereja.
Sama sekali tak ada petunjuk.
Mungkin dia berhenti.
Apa kau serius?
Tidak ada petunjuk, teks, atau surel.
Ada sepuluh perintah, tahu? Bukan tiga, tapi sepuluh.
Simon, perlukah seperti itu?
Marnix hanya memberi pendapat.
Ya, sudahlah.
"Ingatlah dan kuduskanlah Hari Sabat." Lihat, kita bekerja di hari Minggu.
Bekas ban motor dan pentotal digunakan sebagai obat bius lagi.
Ini.
Aku sudah coba membuat profil tersangka.
Marnix.
Apa?
Ini dirimu.
Ya, tidak, serius.
Religius, cerdas, berpengetahuan.
- Lihat, lajang. - Simon.
- Frustrasi, pastinya. - Cukup!
Bercanda pun tak boleh?
Ada laman untuk penggemar Mozes.
- Di Facebook. - Itu bukan hal buruk.
- Mungkin pria itu mengunggah sesuatu. - Atau wanita.
Tidak ada indikasi pelakunya pria.
Mungkin kau harus perluas profil tersangka.
Dia kidal atau tidak?
Warna mata? Ukuran sepatu? Tidak ada di sini.
Simon, pergilah merokok di luar.
Ayolah, kenapa?
Aku serius.
Astaga.
Ini penitipan bayi atau apa?
Mungkin sebaiknya pikirkan kemungkinan langkah pelaku selanjutnya.
Hormatilah ayahmu dan ibumu.
Gawat.
Sial!
Haruskah kita masuk dari pintu darurat?
Atau kita beri mereka sesuatu.
Kurasa Liesbet tidak...
Pengacara Vandekerckhove baru mengalami kejadian traumatis.
Dia kini perlu istirahat.
Jadi, kau tak melihat atau mengenali siapa pun?
Menurut laporan dokter, kau dibius.
Mungkin.
Ingat apa pun saat kau siuman?
Ada tas di atas kepalaku.
Kedua tanganku terikat.
Aku sesekali diberi minum.
Terasa tusukan di leher.
Mungkin itu obat biusnya.
Bagaimana suaranya?
Dia bilang sesuatu?
Entah dia pria atau bukan.
Kudengar bunyi motor.
Tercium aroma bawang putih.
Aku menyadarinya.
Pengacara Vandekerckhove baru mengalami kejadian traumatis.
Dia kini perlu istirahat.
Dia belum memberi pernyataan.
Demi kelancaran investigasi,
kami belum bisa memberi lebih banyak informasi. Ya?
Kami harap kalian hargai privasinya.
Pengacara top Sophie Vandekerckhove hampir dipastikan diculik
oleh tersangka yang menyebut dirinya Mozes.
Kurang pandai, Mozes.
Ya, Paulien?
Aku sedang bermain voli.
KEMAKMURAN MENGGEROGOTI NILAI-NILAI KEPERCAYAAN KITA
SAATNYA PEMBARUAN
Ditonton lebih dari 3.000 kali dalam beberapa jam.
Orang begitu bosan sehingga harus menontonnya?
Tidak semua orang bisa main voli sepertimu.
Katamu, ada kabar baik.
Mozes sangat ceroboh siang ini.
Hingga kini, dia selalu memakai Tor, jaringan anonim.
Bagus untuk menyalurkan senjata, narkoba, atau budak di bawah umur.
Atau mengirim surel secara anonim.
- Kali ini, dia tak pakai? - Tidak.
Kurasa dia mengunjungi neneknya.
Atau mungkin neneknya berkomplot.
Mozes yang bodoh.
- Aku tak paham. - Lihat.
Alegria? Panti wreda.
Sudah berapa lama video itu daring?
Sejak sore ini. Pukul 16.10.
Dia tak bodoh.
Aku ragu kita akan menemukan nenek Mozes di Alegria.
Hormatilah ayahmu dan ibumu?
Lokasi ini petunjuk.
Kurasa.
Dan ini petunjuk dari Paman Peter.
Cobalah sesekali tempatkan pikiranmu di posisi pelaku.
Jangan terlalu lama di sana. Kau dibutuhkan di sini.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Peter Devriendt.
Hai, Els.
Tak apa, aku belum tidur.
Tidak bisa besok.
Namun, aku bisa meneleponmu saat sedang senggang.
Atau kau juga boleh meneleponku.
Ya, aku harus pergi sekarang.
Sampai nanti.
- Kau payah, ya? - Apa?
"Aku bisa meneleponmu saat sedang senggang."
Kedengarannya kau tak tertarik.
- Bu Van Looverenbos. - Panggil aku Emmy. Senang bertemu.
- Terima kasih sudah segera datang. - Bukan masalah.
Namun, apa ada masalah?
Tidak juga.
Kami mau bertanya padamu mengenai investigasi kami.
Baik.
Ada sesuatu yang mencurigakan dua hari belakangan ini?
Tidak juga.
- Punya kamera pengawas? - Ya.
Ya, itu...
Memang ada, hingga dua hari lalu, tapi...
Sudah rusak selama dua hari.
Ya, itu bukan hal aneh.
Infrastruktur ini...
Mungkin sebaiknya tak kukatakan. Subsidi negara.
- Mau masuk? - Ya.
Boleh kami berkeliling?
Tentu saja.
Halo.
Silakan, ini kantor kami.
Maaf, tolong jangan sentuh apa pun
karena tim forensik sedang kemari untuk memeriksa kantor.
Astaga.
Tahu siapa yang bekerja di sini sekitar pukul 16.00 tadi?
Tidak ada.
Ada rapat staf dari pukul 15.00 hingga 17.00. Semua orang di ruang rapat.
Bagaimana dengan petugas kebersihan?
Setahuku, tak ada.
Pintu ini terkunci selama itu?
Tidak.
Namun, kenapa...
Apa kaitan kami dengan Mozes?
Kenapa di sini?
Sebab Mozes memancing kami kemari. Itu saja.
Ada penghuni yang tak akrab dengan anak-anak mereka?
- Yang jarang dikunjungi? - Tim forensik tiba.
Tentu, selalu ada orang yang jarang dikunjungi
atau tak punya keluarga.
Kami berusaha lebih mendukung mereka.
Baik.
Bisa sediakan daftar semua penghuni dan anak-anak mereka?
No comments yet. Be the first to leave one.